
Selesai berdoa,Pak penghulu menyuruh Fatir untuk belajar mengucap ijab ,dan di beri waktu hanya lima menit,Fatir di kasih tulisan yang sudah di siapkan.
"Pak,bisa ngga kasih waktunya jangan 5 menit."Fatir Menawar.
"Minta berapa menit,? 3 menit aja cukup.?"
"Jangan Pak,, Saya justru minta 15 menit."
"Itu kelamaan,masa pengacara cuman hafalin kaya gini aja ngga bisa,gimana sih.bisa ngga bisa 5 menit harus hafal."
"Sudah kak ayo hafalin ,waktu lima menit cepat . ini demi Cantika loh,"kata Papih sambil berbisik.
Fatir lalu membaca sampai dua kali.setelah membaca Fatir meminta untuk latihan praktek dengan Papah Frengki.Papah Frengki mau ,lalu sekali saja Fatir langsung bisa cuman masih grogi.
"Sudah siap Mas Fatir.?"
"Siap Pak,,"Jawab Fatir saat Pak penghulu bertanya.
"Baiklah kita mulai sekarang,silakan pak Frengki dan Mas Fatir saling jabat tangan,"Papah Frengki dan Fatir berjabat tangan.
Papah Frengki yang jadi wali nikah Cantika langsung dengan lantang memulainya. Fatir langsung menjawab saat Papah Frengki selesai.dengan sekali tarikan nafas Fatir dengan lantang bisa mengucapkan ijab qobul.
Semuanya yang ada di situ melihat Fatir yang sangat lancar dan ngga grogi merasa lega.karena mereka tau kalau Fatir hanya latihan sekali.
"Gimana saksi,SAh,,,,?"
"Sah,,,"jawaban serempak yang di ucapkan saksi bersama yang lainya karena Fatir benar benar lancar mengucapkannya.
__ADS_1
Pak penghulu langsung mengucapkan syukur di barengi semua orang.
Sekarang Fatir dan Cantika sudah sah menjadi suami istri. Kakek yang melihat cucu kebanggaan nya sudah menikah merasa lega dan terlihat bahagia,senyum terus terukir di bibir Kakek Agung dan Nenek Dinda.
Pak Penghulu menyuruh Fatir mencium kening Cantika dan Cantika mencium tangan Fatir.
Keduanya melakukan apa yang di suruh Pak Penghulu. selesai dengan itu keduanya lanjut tandatangan di buku nikah.
Sekarang Fatir dan Cantika berjalan ke semua keluarga untuk bersalaman.
Pertama keduanya langsung ke Kakek dan Neneknya. Fatir sangat berterimakasih karena berkat Kakek nya dirinya bisa nikah cepat.
"Semoga kalian selalu di beri kebahagiaan dan keturunan yang banyak, Kakek hanya bisa mendoakan kalian,,Fatir harus jadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab,dan jadi kebanggaan keluarga,"sambil mengusap pundak Fatir saat Fatir sedang sungkem.
Setelah Ke Kakek dan Neneknya ,Fatir dan Cantika lanjut ke orang tua mereka dengan bergantian.
Orang itu adalah Atan,Atan memang suka sama Cantika,menurut Atan Cantika itu orangnya cantik dan terlihat jutek membuat nya penasaran.
Tapi sayang, sekarang Cantika sudah menikah dengan Kaka nya.
Fatir dan Cantika sudah menyalami semua,mata Fatir melihat Atan yang berdiri cukup jauh di sudut ruangan,Fatir mengajak Cantika untuk mendekati Fatir.
"Dek,,"kata Fatir setelah dekat.
"Iya,,selamat buat Kaka sudah menikah ,semoga Kaka selalu bahagia dan jadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab nantinya,"
"Makasih Dek,"keduanya berpelukan, walau Atan kesal tapi tidak ingin menujukannya,karena Atan sadar ini semua sudah takdir dari Tuhan.
__ADS_1
"Selamat Ai,,semoga kamu bersama Kaka bahagia,"Atan dan Cantika berjabat tangan.
"Iya,, Makasih,,"sambil tersenyum tipis.
Acara selanjutnya makan makan,semuanya makan bersama.tapi rombongan Penghulu langsung pamit,karena mau pindah tempat lagi untuk menikahkan orang,jadi rombongan Pak Penghulu tidak makan.
Kakek yang sudah capek ,karena terlalu lama duduk di kursi roda minta ke kamar, Nenek Dinda meminta Atan untuk mendorong kursi rodanya,karena Atan sedang tidak makan.
"Atan,,duduk sinih,,"setelah Kakek tiduran ,Kakek menyuruh Atan duduk di pinggir kasur.
"Iya Kek ada apa,,?"
"Jodoh kamu pasti Tuhan sudah siapkan,kamu anak baik,dan Tuhan pun pasti siapkan jodoh yang baik juga untukmu,"
"Iya Kek,,"
Nafas kakek tiba tiba terlihat berat,Atan yang melihatnya langsung memasang selang oksigen di hidung Kakek,Nenek yang melihatnya juga ikut memeriksanya.
"Ngga usah kuatir,,semua sudah ada jalan nya,,"Kakek bicaranya sudah terlihat sulit.
"Sudah Pah,,istirahatlah, Papah harus banyak istirahat,"kata Nenek Dinda,tapi Kakek Agung menggeleng pelan.
"Sayang,,trimakasih sudah menemaniku sampai saat ini,trimakasih telah memberi kebahagiaan,serta anak dan cucu yang sangat baik baik,,"Nenek Dinda sudah menangis.
"Ngga Pah,,jangan tinggalkan Mamah,,"Kakek tersenyum.
"Papah pergi dulu,Papah akan menunggu Mamah di surga,"Atan yang melihat kondisi Kakek makin melemah langsung keluar untuk memberi tau keluarga dan sodara.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...