
Mamah Vivi dan Papah Akbar sedang bicara dengan Dokter di ruangan Mamah Vivi.
"Di sini tidak ada dokter saraf dan tulang,jadi kita tidak bisa mendeteksi secara akurat kaki Fatir seberapa parahnya,"
"Trus kita baiknya harus gimana ,,?"
"Kita harus cari Dokter saraf dan bedah,agar bisa memeriksa Fatir,"jawab si Dokter.
Sebenarnya opanya Fatir Opa Agung adalah dokter bedah ternama,tapi karena keadaanya sekarang sudah sepuh dan sakit sakitan pasti tidak bisa untuk memeriksa Fatir.
"Nanti saya akan tanya mamah,siapa tau mamah punya kenalan Dokter bedah dan saraf ,"
"Iya,,itu ide bagus,,"jawab si Dokter.
Dokter lalu keluar dari ruang mamah Vivi,Papah yang masih terlihat marah dari tadi diam dan terus melihat ke hpnya,rupanya Papah Akbar sedang menunggu kabar dari orang suruhannya untuk melihat CCTv.
"Pah,,kita harus cari Dokter saraf dan bedah untuk Fatir,"
"Iya,, Mamah cari saja ,Papah sedang menunggu kabar dari mereka yang sedang mengambil rekaman CCTV,"
"Tapi Apa papah pernah dengar dokter Bedah yang hebat selain Papah Agung,,?"
"Ngga tau,,tapi Papah taunya Frengki,dia bukanya dokter bedah tulang yah,saat Jihan dulu sakit tulang punggungnya bukanya Frengki yang mengurusnya,,"Papah bicara biasa saja,tapi Mamah langsung berfikir benar apa yang di katakan papah.
"Benar Pah,,Frengki,,ya Tuhan kenapa.kita ngga kepikiran,,"Mamah langsung menelfon Jihan.
Di ruang Rawat Atan duduk diam sambil menunggu Kaka nya yang belum sadar juga,padahal sudah melewati masa kritisnya,jam sudah menujukan jam 8 malam.
"Nasibmu Kak gini amat sih,ayo bangun lah,,kamu tuh laki laki kuat dan hebat,masa kaya gini aja kamu ngga bangun bangun,kayanya kamu tuh ada yang sengaja nabrak deh, untung saja nyawa kamu masih bisa di selamatkan kak,,"Atan bicara sambil melihat ke Fatir yang masih tidur dengan nyenyak nya.
Mamah Vivi menelfon Mamah Jihan, mereka baru saja masuk kamar setelah tadi makan malam bersama,Cantika juga sudah masuk ke kamar nya.
"Halo Vi,,"
"Halo Ji,, Frengki ada ngga,,?"
"Ada ,,ini lagi tiduran ,ada apa,,?"
"Aku mau bicara Ji,Fatir kecelakaan,,"
"Ya Tuhan,,Pah Ini Jihan mau bicara,,"
__ADS_1
Frengki lalu mengambil hp Jihan,dan Vivi bicara tentang kejadian Fatir yang di tabrak lari,juga keadaanya sekarang.
"Ya Tuhan,,ini hal serius Vi,,kalau tidak cepat penangananya Fatir bisa saja lumpuh atau kakinya bisa cacat ,,"
"Makanya Freng,,Aku butuh bantuan kamu,tolong selamatkan Anakku,,"
"Iya,,besok aku akan ke Surabaya,,"
"Aku mohon jangan besok,kalau bisa sekarang,Bali ke Surabaya itu sangat dekat,Tolong Freng,,"Vivi terlihat sedih dan memohon.
"Ya sudah Aku akan berangkat sekarang,"
Telfon pun mati,"Sayang Aku akan ke Surabaya sekarang,karena Fatir ternyata sangat parah,kamu besok sama Cantika menyusul yah,, ngga papa kan,"
"Iya Pah ngga papa,,papah hati hati yah,"
"Iya,,kamu tidur saja sama Cantika ,jangan sendirian,"Frengki bicara sambil merapikan barang barang yang penting miliknya untuk di bawa.
"Iya Pah,,"
Papah Frengki mengantar Mamah Jihan ke kamar Cantika,"Sayang,,,buka pintu,,"Cantika yang mendengar lalu membuka pintunya.
"Papah mau ke Surabaya,Mamah tidur di sini yah,,"
"Ke Surabaya ada apa,,"
"Nanti Mamah jelaskan,papah pergi dulu,"Papah mencium kening Mamah dan Cantika sebelum pergi.
Mamah masuk ke dalam kamar Cantika,lalu Cantika bertanya kenapa Papah pergi ke Surabaya.
"Fatir tadi siang kecelakaan di tabrak lari sayang,dan Tadi tante Vivi telfon,"Cantika langsung kaget.
"Kecelakaan,,ya Tuhan,Trus keadaanya gimana,, Mah,,?"
"Apa yang tadi Aku merasa kan sakit yah,tapi kenapa Aku bisa merasakan nya,,"dalam hati Cantika berkata.
"Fatir sudah melewati masa kritisnya,cuman sampai sekarang belum sadar,tulang kaki dan tanganya retak,,"Langsung Cantika merasakan sakit lagi di hatinya saat tau keadaan Fatir.
"Mah,,kenapa kita tadi ngga ikut Papah aja,Cantika juga pengin melihat Abang,,?"
"Kita akan pergi besok sayang,Papah tadi menyuruh mamah begitu,kamu jangan terlalu khuatir,,banyak berdoa untuk kesembuhan Fatir,sekarang kita istirahat aja biar besok pagi kita bisa pergi lebih pagi,,"
__ADS_1
"Iya Mah,,"
Mamah Jihan dan Cantika sudah tiduran di kasur,Mamah hanya lima menit saja sudah tertidur,tapi tidak dengan Cantika.
Mata Cantika masih terbuka lebar,rupanya Cantika masih merasa khuatir,"Ya Tuhan sembuhkan Abang Fatir,agar dia bisa membantu orang untuk menegakan keadilan,Amin,,"Cantika berusaha memejamkan matanya.
Akhirnya pagi pun datang,jam 5 pagi Cantika membangunkan mamahnya ,karena mereka mau bersiap untuk pergi ke Surabaya.
Papah semalam sampai Surabaya jam 12 malam,Papah mengirim pesan ke Hp Mamah.
Cantika dan Mamah sudah keluar dari Hotel,keduanya langsung naik taxsi untuk menuju bandara.
Mamah juga sudah menelfon Papah untuk mengabarinya kalau sudah OTW.
Jam 9 pagi Mamah dan Cantika sudah sampai di rumah Tante Vivi,Tante Vivi menyuruh mereka tinggal di rumahnya,karena kemungkinan agak sedikit lama karena Papah Frengki akan membantu kesembuhan Fatir.
Cantika dan Mamah sudah ada di kamar tamu,Saat Cantika mau ambil minum ke dapur,Cantika bertemu Atan yang mau pergi.
"Hai,,,kamu sampai kapan,,?"tanya Atan ke Cantika,Cantika ke Atan sangat cuek,Cantika rupanya tidak suka sama Atan karena saat awal bertemu Atan sudah buat BT Cantika.
"Tadi belum lama,,"Cantika menjawab sambil terus berjalan.
"Eh,,kamu di tanya kok malah jalan aja,,ngga sopan tau ngga,,dasar bule,,"Cantika lalu berhenti dan berbalik.
Cantika berbalik hanya menatap Atan sebentar dengan tatapan yang sulit di artikan.
Setelah itu Cantika kembali lagi berjalan,,"Ya Tuhan ini cewek ngga ada manis manisnya banget sih,,"kata Atan sambil terus melihat Cantika yang berjalan terus ke arah dapur.
Cantika selesai minum,dan Cantika mau kembali ke kamar sambil bawa gelas berisi minum untuk mamahnya .
Atan masih duduk di sofa,ternyata Atan belum pergi,Cantika melewatinya padahal Atan sudah melihat ke arahnya.
"Aku mau ke rumah sakit,kata Mamah kamu sama mamah kamu mau ikut ngga buat jengukin Kak Fatir,,"Cantika langsung berhenti berjalan.
"Aii mau ikut,,tunggu bentar,Aii mau panggil mamah dulu,,"Cantika langsung menjawab dan berjalan pergi ke kamar.
Atan hanya menggeleng kan kepala saat Cantika begitu cepat menjawab saat di tanya mau ikut kerumah sakit apa ngga.
"Bule aneh,,tapi cantik sih,,,"sambil tersenyum Atan bicara sendiri.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1