Janji

Janji
Tanda Merah


__ADS_3

Pukul 10 malam Fatir dan Cantika sudah sampai di rumah,Mamih dan Papih belum tidur rupanya menunggu ke datangan Fatir dan Cantika.


"Mih,,Pih,,"Cantika dan Fatir bersalaman.


"Duh senengnya yang habis bulan madu,,sudah makan belum kalian,,?"


"Sudah Mih tadi di Bandara,,"


"Oh gitu,,ya udah Sanah kalian istirahat yah,"


"Iya Mih,,"


"Kak,,besok kamu langsung ke kantor ,ada kerjaan yang harus cepat di selesaikan ,"


"Papih kasian Kaka pasti capek masa suruh ke Kantor langsung sih,,"


"Ngga papa Mih,,iya Pih besok Kaka akan ke kantor,,"


"Ya sudah Sanah kalian masuk kamar,, langsung istirahat yah biar besok pagi ngga mengantuk,"


"Iya Mih,,"


Cantika juga berpamitan untuk ke kamar,Sampai di kamar Cantika bersih bersih ,setelah selesai baru Fatir yang bersih bersih.


Karena memang sangat lelah,keduanya langsung tidur.


"Sayang,,besok Abang bangunin jam 6 pagi yah,,"


"Iya Bang,,"sebelum tidur Fatir berpesan pada Cantika.


Pagi harinya Cantika bangun setengah 6 pagi,Cantika langsung ke kamar mandi,setelah dari kamar mandi,Cantika membuka lemari gantung yang kusus baju baju Fatir.


Cantika rupanya mau menyiapkan baju untuk Fatir berangkat ke kantor.


Cantika menyiapkan Jas,kemeja,celana dan dasi,serta perlengkapan lainya.


Setelah semua siap,Cantika membangunkan Fatir.


"Abang,,,Bang,,,bangun,,ini sudah jam 6 pagi,"sambil mengusap lengan Fatir,tapi Fatir tetap tidak mau bangun hanya bilang Iya saja,tapi matanya masih terpejam.


Karena Cantika takut Fatir kesiangan,Cantika punya ide untuk membangunkan Fatir.


Di usapnya adik kecil Fatir yang bangun dan keras juga,Cantika tidak hanya mengusapnya,tapi sedikit memaninkannya.


"Eemmm,,,, Yang,,sudah setop,,"tangan Fatir sambil memegang tangan Cantika agar berhenti.


"Makanya bangun,,"


"Iya sayang Abang bangun,,tapi tangan kamu.lepas,,"tapi tangan Cantika tidak mau lepas juga.


"Yang lepas ngga nih,,kalau kamu sampai ngga lepas,jangan harap pagi ini kamu akan bisa jalan tegak,,"Cantika yang mendengar ancaman Fatir langsung melepaskan nya.


Fatir tersenyum melihat Cantika yang takut,"Bang,,Tika buatkan kopi buat Abang dulu yah,tapi Abang bangun loh,,"


"Iya,,Abang bangun,,"

__ADS_1


Cantika keluar dari kamarnya,dan turun ke bawah menuju dapur, Cantika menggulung rambutnya keatas,dan tanpa Cantika sadar kalau lehernya banyak tanda cinta yang Fatir buat.


"Non Tika mau buat apa,,?"


"Saya mau buat kopi Mba,"


"Oh iya silakan,"kata Mba.


Mba melihat leher Cantika banyak tanda itu,tapi Mba ngga berani bilang , Mba sadar kok namanya juga pengantin baru.


Kopi nya sudah jadi ,lalu Cantika meletakan ya di meja makan,Cantika rupanya mau buat roti selai coklat untuk dirinya dulu.


Atan pulang dari rumah sakit cukup pagi karena paginya ngga ada jadwal pemeriksaan untuknya,Atan masuk ke dapur karena ingin menyuruh Mba buatkan susu coklat hangat.


Atan melihat Cantika yang sedang mengoles roti,dengan baju daster dan rambut di gulung ke atas,wajah tanpa makeup membuat Cantika cantik natural.


Atan menatapnya tidak lama,Atan lalu mendekati Cantika.


"Pagi Kaka ipar,,"sapa Atan,Cantika yang sedang menunduk lalu mendongak.


"Pagi,,"sambil senyum tipis.


Keduanya jaran berinteraksi karena memang keduanya saling jaga jarak,bukanya apa apa,tapi Cantika memang tadinya ke Atan tidak pernah akur,jadi ada rasa kecanggungan sekarang.beda dengan Atan yang memang tadinya ada rasa.


Atan membuang nafas pelan,karena melihat senyum manis Cantika,tapi Atan juga langsung bisa melihat di leher Cantika banyak tanda merahnya.yang membuat Atan hanya bisa ya sudahlah.


Atan tidak mau lama lama dekat Cantika,Atan langsung masuk ke dapur.dan meminta mba buatkan coklat hangat.


"Den,,duduk di depan aja,nanti Mba antarkan,"


Cantika pun pergi dari meja makan karena rotinya sudah jadi,"Mba,,emang kalau pengantin baru pasti suka bikin tanda gituan apa di lehernya ,apa mereka ngga malu yah kalau orang lihat,"Mba langsung bisa menebak siapa yang di bicarakan Atan.


"Ya itu tergantung orangnya juga sih Den, Aden nanti juga rasain kok jadi pengantin baru,"


"Tapi kalau Aku nanti ngga mau buat gitu gituan Mba,,malu,,"


"Iya,,Aden sekarang bisa bilang gitu ,tapi nantinya kan ngga tau ,ini Den coklat hangatnya sudah jadi,,"


"Iya Mba makasih,,"Atan mengambilnya,lalu membawanya ke kamar.


Cantika masuk kamar dengan membawa secangkir kopi dan roti coklatnya.


Fatir sudah tidak ada di ranjang,lalu terdengar suara air mengalir dari kamar mandi.


Cantika duduk di sofa sambil menikmati roti bikinannya tadi.


Fatir sudah selesai mandi,dan keluar hanya pakai handuk yang menutupi bagian bawahnya saja.


"Makan apa Sayang,,?"tanya Fatir saat melihat Cantika makan.


"Roti,, Abang mau,,aa,,"Cantika menyuapi Fatir,setelah Fatir meminum kopi buatan Cantika.


"Baju Abang sudah Tika siapkan tuh,"


"Iya sayang,makasih,,"sambil mulut Fatir mengunyah.

__ADS_1


Fatir memakai bajunya ,tanpa malu Fatir polis di depan Cantika,Cantika hanya tersenyum melihat Fatir yang seperti itu.


"Sayang,,pasangkan dasinya dong,"Cantika mendekati Fatir lalu memasangkan dasi.


"Sudah rapi sekarang,,suamiku sangat tampan,"Cantika sambil menepuk dada Fatir dengan tanganya.


"Mau ikut ke kantor ngga Yang,"


"Besok aja deh Bang,kalau sekarang pasti Abang banyak kerjaan karena udah lama ngga masuk kantor,"


"Ya udah ngga papa,,iya pasti Abang banyak kerjaan ,"


Setelah Fatir rapi,Cantika mau ikut ke bawah untuk menemani Fatir sarapan.


"Yang,,rambutmu di gerai aja,jangan di hulu seperti itu,,"suruh Fatir.


"Emang kenapa Bang,,?"


"Itu tanda yang Abang buat di leher kamu kelihatan,"Cantika kaget dan langsung lari menuju cermin.


Cantika langsung merasa malu,karena benar tanda merah di lehernya sangat terlihat jelas kalau rambutnya di gulung.


Cantika ingat tadi bertemu Mba dan Atan," Aduh,,pasti mereka melihatnya,malu nya Aku,,"sambil mengusap wajah nya Cantika bicara dalam hatinya.


"Sayang,udah ayo turun buruan,,"


"I,,iya Bang,,tunggu bentar,"Cantika dengan cepat melepaskan gulungan rambutnya,lalu di gerai agar tanda merah tidak terlihat.


Setelah itu keduanya turun ke bawah menuju meja makan.


Mamih dan Papih ternyata sudah ada di meja makan,ke empatnya sarapan bersama.


"Tika,,Mamih mau ke rumah sakit,Tika ngga papa kan di rumah sendiri,,ada mba kok di rumah juga,"


"Iya Mih ngga papa,,Tika juga mau beresin baju ke lemari Mih,"


"Iya sayang,,"


"Mamih mau ikut Papih apa di antar Mih,?"tanya Fatir.


"Ikut Papih aja,biar pak supir di rumah,takutnya Tika pengin beli apa di luar nanti,"


"Iya Mih,,"


Selesai sarapan,Fatir berangkat duluan,Cantika mengantar sampai mobil.


"Abang berangkat yah,"


"Iya Bang,,Abang hati hati yah,"


"Iya sayang,"Fatir mencium kening Cantika sebelum pergi.


Setelah Fatir pergi,Papih dan Mamih juga pergi,Cantika lalu masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2