
Fatir pulang ke rumah untuk bersiap ,karena nanti sore mau pergi ke Kanada. Fatir tadi sudah bilang ke Papih saat ke kantor Papih nya kalau mau pergi ke Kanada.
Fatir telfon Mamih nya untuk pamitan setelah bersiap,"Tadi pagi bilangnya masih banyak kerjaan,kok malah mau pergi nanti sore."
"Kerjaan Kaka kasih ke Papih. Tika lagi sakit Mih Kaka jadi kepikiran."
"Tika sakit apa Sayang.?"
"Kaka belum tau Tika sakit apa.tapi Tika muntah muntah terus Mih.di sana lagi musim dingin soalnya."
"Ya udah sanah pergi,hati hati di jalan yah.kalau udah sampai di Kanada telfon Mamih."
"Iya siap Mih."telfon lalu mati.
Mamih yang penasaran Tika sakit apa,Mamih kirim pesan ke Mamah Jihan. karena di Kanada malam,jadi Mamah Jihan belum membalasnya.
Fatir membeli tiket lewat aplikasi. setelah tiket di beli Fatir bersiap berangkat ke Bandara. harga tiket pesawat sekitar 11 juta tidak jadi masalah baut Fatir. dan perjalanan 22 jam lebih Fatir tetap semangat karena mau bertemu sang istri tercinta.
Pak supir mengantar ke Bandra. di Bandra Fatir menunggu pesawat berangkat mengudara sekitar satu jaman.
Akhirnya Fatir naik pesawat. Fatir tidak memberi tau ke Cantika atau ke mertuanya kalau mau ke Kanada.
Pagi hari di Kanada ,Cantika bangun tidur langsung lari ke kamar mandi,Cantika perutnya merasa mual dan muntah lagi "Ya Tuhan,ini Aku sakit apa sih.kenapa kalau pagi selalu mual,"Cantika bicara sendiri setelah mengusap mulutnya dengan air setelah selesai muntah.
Cantika duduk di closed.dan mengusap perutnya yang masih merasa mual.setelah lebih baik,Cantika keluar dari kamar mandi dan turun ke bawah.
"Mah. Tika mau bikin teh pahit hangat ,"
"Kok yang pait.kenapa ngga yang manis aja.?"
"Ngga tau Tika pengin nya lagi yang pait Mah."
"Ya udah Mamah buatkan yah.kamu duduk aja."
Tika lalu duduk,dan Mamah membuatkan teh pahitnya.
"Mah. Papah di mana.?"
"Masih di kamar."
"Udah bangun belum.?"
"Sudah. ada apa tumben cariin Papah."
"Tika perutnya kalau pagi kok mual terus ya Mah. Tika mau minta obat ke Papih."
"Oh perut Tika mual aja.tadi habis muntah."
"Iya."
__ADS_1
"Ya udah ini tehnya di minum dulu,biar perutnya enak. nanti Papah juga keluar."
Tika meminum teh yang di buatkan Mamah,Mamah lanjut buat sarapan. Mamah tidak kuatir Cantika muntah muntah tiap pagi,karena Mamah tau Cantika kenapa bisa begitu.
Papah sudah siap untuk ke rumah sakit.lalu Papah ke meja makan.
"Pagi sayang."Papah mencium kening Mamah.lalu lanjut kening Cantika.
"Pah,,Tika perutnya mual terus,dan badan Tika lemas juga. Tika minta obat dong Pah."sambil memeluk perut Papahnya berdiri.
"Sekarang masih mual,?"sambil mengusap kepala Cantika.
"Sudah ngga.tapi perutnya masih ngga enak."
"Papah ambilkan obat dulu kalau gitu,"
Tika melepaskan pelukannya,Papah pergi ke tempat obat.
Papah datang sambil membawa dua obat untuk Cantika minum.
"Ini di minum setelah makan ya Sayang."
"Iya Pah."
Ketiganya sarapan bersama. Mamah mengambil hpnya untuk melihat pesan yang masuk.
Mamah tersenyum saat melihat pesan dari Mamih Vivi.
"Lihatlah pesan ini Pah,"Mamah sambil memberikan hpnya.
Papah membaca pesan dari Mamih Vivi dan tersenyum.
"Benar kan kata Papah."
"Iya."
"Ada apa sih Pah Mah.?"
"Ngga ada apa apa ,ayo lanjut makan aja,"kata Mamah.
Selesai makan Papah berangkat ke rumah sakit. Sedang Tika habis minum obat masuk ke kamarnya.
Mamah membereskan dapur,tadi Cantika mau membantunya ,tapi sama Mamah ngga boleh.
Sekitar jam 4 waktu Kanada. Fatir sudah sampai di Bandara Kanada. Fatir naik taxsi untuk menuju rumah mertuanya. sekitar satu jam akhirnya Fatir sampai.
Mamah yang mendengar ketukan pintu dan suara bel langsung membukanya.
"Sore Mah."
__ADS_1
"Eh Fatir sudah samapi,ayo masuk."
"Mamah tau kalau Fatir datang.?"
"Tau. Mamih kamu yang kasih tau ke Mamah."
"Oh. Tika Mah.?"
"Di kamar,sepertinya masih tidur."
"Apa Tika sudah tau Mah soal."
"Belum. Papah baru memeriksa detak nadi dan jantung saja. nanti kalau ada kamu baru kita ke rumah sakit."
"Iya Mah. Fatir ke atas dulu ya Mih."
"Iya sanah. Tika pasti akan sangat senang."
Fatir naik ke atas menuju kamarnya,sampai di atas Fatir dengan pelan membuka pintunya kamar.
Tapi saat pintu terbuka,Fatir mendengar Tika yang sedang muntah muntah.
"Ya Tuhan. Sayang,"Fatir langsung masuk ke kamar mandi. dan melihat Tika sedang muntah Fatir mendekat dan memijit lehernya.
Cantika yang kaget ada tangan yang memijitnya lalu menengok ke belakang.
"A,, Abang,!"Tika sambil membuka matanya.
"Iya Sayang. Abang datang."Cantika tersenyum dan langsung memeluk Fatir dengan erat.
Fatir mengusap punggung Cantika dengan Sayang.
"Abang kok ngga bilang mau ke sini.pantesan Tika telfon susah."
"Abang sengaja mau buat kejutan.apa sukses kejutan Abang.?"
"Iya. sangat sukses.Tika sangat senang."Tika melepas pelukannya. Fatir mencium kening Cantika dengan sayang.
Saat bibir Fatir masih ada di kening Cantika, Cantika mual lagi dan buru buru muntah. Fatir lalu memijit leher Cantika lagi.
"Apa Dedek rewel terus.?"Cantika yang lagi muntah jadi diam saat dengar kata Dedek yang Fatir katakan.
"Dedek. Dedek apa maksudnya Bang,?"Fatir tersenyum.
"Dedek di perut kamu,"Cantika sangat kaget dan diam aja.
Fatir membantu Cantika membersihkan mulutnya,setelah itu Fatir bilang apa yang di katakan Papah dalam pesannya.
Cantika hanya bisa diam sambil mendengarkan perkataan Fatir. Air mata lalu mengalir di pipi. Cantika menangis bahagia.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..