
Fatir merasa risih karena Anita terus mendekatinya. Fatir lalu mendorong Anita agar mundur. Anita tersenyum seakan meledek.
"Kamu jangan gila Anita,awas kamu,,"
Fatir sudah menjauh dari Anita ,lalu Radit keluar dari kamar mandi mendekati Anita.
"Ayo sayang kita pulang."
"Ayo,,"Anita langsung mengandeng tangan Radit dan keluar dari ruang kerja Fatir.
Keduanya masuk Lif dan akan turun ke bawah menuju parkiran mobil.
Saat sudah di dekat mobil Anita langsung menanyakan hasil foto.
"Coba Aku mau lihat hasil fotonya,"Radit memberikan hpnya ke Anita.
"Gimana ,bagus kan.?"
"Bagus. nanti kita edit foto ini agar terlihat kalau seakan akan mau berpelukan. Aku akan buat rumah tangga Fatir hancur. Aku tidak mau melihat wanita yang sok baik itu hidup bahagia."
"Lakukan apa yang kamu mau. tapi ingat ,jangan sampai kamu ada rasa lagi buat Fatir. karena Aku akan menikahi kamu."
"Iya,,kita akan menikah. tapi kamu harus bantu Aku untuk menghancurkan Fatir dulu."
"Siap,,ya sudah yuk kita pulang.kita edit foto ini agar kita cepat menghancurkan rumah tangga Fatir."Anita jawab iya.
Rupanya saat Anita dan Radit sedang bicara ada yang mendengarkan pembicaraan mereka. Orang yang mendengar itu hanya tersenyum dan bersembunyi di balik mobilnya.
Mobil Radit sudah meninggalkan kantor Fatir. Fatir di ruangannya merasa kesal gara gara tadi kedatangan tamu yang tidak di undang.
Fatir lalu memangil sekertaris nya untuk masuk ke ruangannya.
"Antin. kenapa kamu mengizinkan kedua manusia laknat itu masuk ke ruangan Saya.!"Fatir memarahi Anton.
"Maaf Pak.Saya tadi sedang ke toilet dan tidak tau mereka datang."
"Besok jangan sampai mereka di bolehkan masuk kalau datang lagi!!"
"I,,iya Pak,"Anton merasa takut karena Fatir terlihat marah.
Saat Fatir masih emosi ,pintu ruangnya ada yang membukanya.
__ADS_1
"Selamat siang Sayang,"Cantika rupanya yang datang.
Fatir terlihat kaget melihat Cantika yang sudah datang,padahal jam masih pukul setengah 11.
"Sayang. kamu sudah datang,"
"Iya,kenapa memangnya. Abang mau pergi? apa ada masalah,?"Cantika melihat wajah Fatir dan Anton yang terlihat tegang.
Fatir memberi kode ke Anton untuk tidak bilang apa-apa.
"Ngga ada apa-apa Sayang,kita juga ngga mau pergi. ayo duduk Abang pengin tau hasil pemeriksaanya tadi gimana,?"Fatir mengacak Cantika duduk di sofa.
Fatir lalu menyuruh Anton keluar dari ruangannya.
"Gimana hasilnya tadi Yang,?"
"Hasil pemeriksaan Tika bagus Bang,semuanya ngga ada masalah."
"Syukur lah.jadi kamu udah ngga merasa khuatir lagi kan,?"Cantika mengangguk.
"Tapi Abang nanti kalau ada waktu mau yah di periksa."
"Emang harus Abang di periksa juga.?"
"Tapi waktunya ngga sekarang sekarang ini kan.soalnya Abang lagi banyak kerjaan."
"Iya,,bisa lain waktu sesempatnya Abang."
"Iya. ya sudah yah Abang mau kerja dulu,"Cantika jawab iya. Fatir bangun dari duduknya.
"Bang tunggu bentar,"Cantika menarik tangan Fatir sebelum pergi,seperti ada yang mau di tanyakan.
"Ada apa hemm..?"
"Ngga jadi deh. ya udah Abang lanjut kerja aja sanah."Cantika ragu ragu untuk bertanya. akhirnya ngga jadi bertanya.
Fatir kembali bekerja. Cantika yang bosan duduk ,lalu masuk ke kamar istirahat yang ada di ruangan Fatir.
Cantika lalu tiduran dan memainkan hpnya.tapi lama lama Cantika tertidur.
Di tempat lain Anita dan Radit sedang mengedit foto di kantornya Radit.
__ADS_1
Anita melihat hasilnya sangat puas,"Gimana hasilnya?bagus..?"
"Sangat bagus. kamu benar benar bisa di andalkan Dit."
"Jelas dong. lalu mau di kirim kapan dan kemana ini foto.?"
"Besok pagi kirim ke rumahnya,saat keluarga Fatir sedang berkumpul dan mereka jadi melihat semuanya."
"Ok. akan Aku suruh seseorang untuk mengirimnya ke sana."
Sedang Fatir yang teringat dengan Anita tadi datang masih kesal aja. Fatir rupanya bingung mau bicara ke Cantika apa tidak, masalah Anita dan Radit yang tadi datang ke kantornya.
Fatir lalu bangun dari duduknya dan mauelihat Cantika di kamar istirahat sedang apa.
Fatir melihat Cantika yang tidur dengan lelap. tapi rok yang Cantika pakai naik ke atas,dan melihatkan paha mulusnya.
Fatir yang lagi pusing dengan masalah tadi, langsung mengunci pintu ruangannya. Fatir balik lagi ke ruang istirahat sambil melepaskan jas juga baju kemeja nya.
Fatir tersenyum saat melihat Cantika yang sudah rubah posisi tidurnya. jadi terlentang.
Fatir sudah melepaskan celana panjangnya juga,dan menyisakan celana pendek.
Tanpa buang waktu Fatir langsung aja menindih Cantika dengan pelan.
Walau pelan tetap saja Cantika merasakan badanya ada yang menindihnya.
"Abang,,Abang ngapain.?"Fatir sudah menciumi leher Cantika.
"Abang pengin."
"Ya Tuhan Abang. ya awas dulu Tika mau ke kamar mandi. mau cuci muka biar segar."
"Ngga usah cuci muka. gini aja udah segar."
Fatir yang sudah tidak sabar langsung saja menciumi Cantika.
Lanjut besok kita lihat Fatir Wiki Wiki nya yah kak..
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
Hai kak mampir juga ke cerita temanku yah, trimakasih..
__ADS_1