
Fatir dan Cantika baru saja pulang dari Mal,mereka baru saja beli oleh oleh untuk Mamih.
Sampai di kamar Cantika merapikan oleh olehnya di tas ransel.sedang Fatir yang merasa lelah tiduran di kasur.Fatir akan berangkat ke Bandara jam 4 sore.sekarang sudah pukul setengah dua siang.
"Yang. udah selesai,?"tanya Fatir.
"Sudah. ini nanti Abang tinggal bawa."
"Ya sudah kemari lah,"Fatir sambil menepuk kasur di sampingnya yang kosong.
"Tika mau ambil minum dulu ya Bang. Tika haus."
"Ya udah Sanah.tapi jangan lama lama yah."
"Iya Bang."
Cantika keluar dari kamar dan turun ke bawah. Mamah dan Papah sedang memakan makanan yang tadi Cantika belikan di mal.
"Sayang. kamu sama Fatir sudah makan,?"tanya Mamah.
"Sudah Mah. Tika sama Abang sudah makan tadi di mal."
"Fatir mau ke Bandara jam berapa nanti,?"tanya Papah.
"Jam 4 an deh Pah."
"Pesawatnya emang terbang jam berapa.?"
"Jam 5 kurang 10 menit."
"Apa jam 4 dari sini ngga terlalu mepet."
"Ngga tau itu Abang. katanya jam 4 aja mau perginya."
"Bilang sama Fatir,jangan terlalu mepet,setengah 4 nanti perginya."
"Iya Pah nanti Tika bilang ke Abang. Tika balik ke kamar dulu ya Pah.Mah,"Papah dan Mamah jawab iya.
Tika membawa minum ke kamarnya satu gelas besar.sampai di kamar Tika bilang ke Fatir kalau nanti suruh berangkat ke Bandaranya jam setengah 4 sore.
"Abang malas kalau di sana menunggu lama Yang."
__ADS_1
"Tapi kalau udah di Bandara kan enak,ngga takut ketinggalan."
"Waktu tinggal dua jam lagi ini. sinih Yang, Abang mau minta jatah dulu.nanti kan bakal lama Abang ngga dapat jatah."
"Ya Tuhan Bang. emang Abang ngga capek."
"Ngga. kalau Abang diam aja malah ngantuk.nanti tidur hanya sebentar kepala Abang pusing lagi.mendingan Abang cari keringat."
Fatir langsung aja menarik Cantika,lalu menindihnya langsung. Fatir benar benar tidak menyia nyiakan waktu.karena tinggal dua jam lagi dirinya harus berangkat ke Bandara.
"Abang,,Tika udah ngga kuat."Cantika benar benar sudah merasa lemas,tapi Fatir belum ada tanda tanda pelepasan.
"Iya Sayang ,bentar lagi. tahan yah."
Cantika yang sudah lemas hanya diam.Fatir yang terus bekerja sendiri.
Fatir yang melihat Cantika lemas, akhirnya melakukan pelepasan. Cantika hanya bisa merintih pelan,sedang Fatir mengeluarkan suara kenikmatan lebih kencang.
"Sayanggg,,,,,aaahhhhggggg....."Fatir akhirnya mengeluarkan benih kecebong di rahim Cantika.
Cantika yang merasa lemas hanya diam. Fatir mencabut miliknya dan langsung ke kamar mandi.karena jam sudah menujukan pukul 3 sore lewat seperempat,Fatir akan mandi.
"Sayang,ayo bangun. kamu harus bersih bersih. Abang bentar lagi berangkat."sambil Fatir pakai baju.
"Tika lemas Bang. Tika ngga ikut antar Abang ke Bandara yah."
"Ngga.kamu harus ikut. ayo bangun lalu mandi.biar badan segar."
"Badan Tika lemas sama ngga ada tenaga Bang. ini kan salah Abang juga, kenapa tadi mainya lama ."
"Udah jangan banyak alasan. Abang ngga mau dengar alasan."
Fatir lalu menggendong Cantika ke kamar mandi. Fatir juga membantu memandikan Cantika.
Cantika hanya diam saat Fatir membantunya mandi.baju Fatir di gulung ke lengan sampai atas,agar tidak basah.
Selsai mandi,Fatir menggendong Cantika lagi ke kamar. Cantika sudah memakai handuk.
"Sayang,kamu pakai baju sendiri bisa kan. Abang juga mau siap siap,"Cantika hanya mengangguk.
Keduanya sama sama bersiap.tapi Cantika yang masih lemas ,memakai baju juga dengan pelan.
__ADS_1
Papah dan Mamah di bawah sudah menunggu Fatir dan Cantika turun,karena jam sudah menujukan pukul setengah empat sore.
"Mah,panggil Cantika sama Fatir sanah.ini sudah sore."
"Iya Pah."
Mamah ke atas menuju kamar Cantika untuk memanggilnya agar cepat bersiap.
Tok...tok...
"Sayang,sayang,,sudah siap belum.?"
"Iya Mah ,kita udah siap ,"
Cantika membuka pintu kamarnya. Cantika dan Fatir sudah rapi.
Cantika dan Mamah jalan duluan.Fatir mengikuti dari belakang sambil menarik koper.
Sampai di bawah ke empatnya langsung ke mobil. Papah yang menyetir dan Mamah duduk di depan untuk menemani Papah.
Cantika duduk di belakang bersama Fatir. Cantika yang masih lemas juga karena mau di tinggal Fatir jadi sedikit manja.
Sampai di Bandara ,benar saja penerbangan pesawat sudah di umumkan.
"Tuh kan sudah di umumkan penerbanganya,Fatir buruan masuk ke dalam sanah.nanti kamu ketinggalan pesawat lagi.!"
"Iya Pah."
Fatir cium tangan kepada kedua mertuanya,dan Cantika matanya sudah mendung.
"Jangan nangis.besok Abang akan kesini secepatnya."Fatir memeluk Cantika dan mencium keningnya.
"Iya.Abang hati hati yah."
Cantika mencium tangan Fatir dan setelah itu menarik kopernya untuk masuk ke dalam.Fatir jalan cukup cepat agar tidak tertinggal pesawat.
Mamah mengusap punggung Cantika."Jangan sedih dong.kan nanti Fatir datang lagi."kata Mamah.Cantika mengangguk.
Papah lalu mengajak untuk pulang,karena sudah sore dan cuaca sangat dingin.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
__ADS_1