Janji

Janji
Sakit Pinggang


__ADS_3

Setelah kurang lebih dari 40 menit Fatir menelfon Lisna, akhirnya Lisna bersama suaminya pun datang untuk memenuhi panggilan Papih.


Lisna bersama suaminya langsung mengetuk pintu. setelah terdengar kata masuk,Lisna dan suaminya masuk ke dalam.


Lisna mengajak suaminya untuk bersalaman kepada semua orang yang ada di dalam ruang rawat Papih.


Setelah itu Fatir mempersilakan duduk.setelah duduk ,Fatir mengatakan kenapa mereka disuruh datang.


"Saya undang kalian untuk datang kemari karena Papih Saya ingin bertemu dengan kalian. Saya sudah membicarakan tentang permohonan kalian untuk tidak melanjutkan kasus nya. dan kita semua sudah ambil keputusan ,"Lisna yang takut suaminya di penjara langsung mau jawab. tapi suaminya melarang ,karena dirinya yang akan bicara.


"Maaf sebelumnya Pak. Saya datang kesini bersama Lisna istri Saya ingin memohon untuk kemurahan hati Bapak dan keluarga untuk tidak melanjutkan kasus tentang perbuatan Saya yang ingin mencelakakan Bapak Akbar dan juga Pak Fatir. Saya sungguh menyesal dan Saya mohon untuk Bapak tidak meneruskan kasus itu ke rana hukum. Saya akan lakukan apa saja yang di minta oleh Bapak dan keluarga asal kasus itu tidak di lanjutkan. Saya menyesal melakukan itu semua.saya benar benar memohon,karena saat ini Istri Saya sedang hamil.saya ingin menemaninya di setiap harinya . sekali lagi saya mohon pada Bapak dan keluarga."


Mamih dan Papih saling tatap.sedang Cantika menggenggam tangan Fatir dengan kencang. Cantika rupanya merasa sedih mendengar perkataan suami Lisna yang sangat menyentuh dan terlihat dari hati.


"Kamu bicara seperti itu sungguh sungguh dari hati kan,bukan hanya di mulut saja.?"


"Iya Pak Akbar.saya sungguh bicara dari hati .kalau Pak Akbar tidak percaya Saya berani berjanji di atas hitam dan putih."


"Pih jangan asal percaya dulu. yang namanya mafia itu tidak akan insaf semudah itu.!"


"Adek. jangan punya pikiran seperti itu,ngga baik,"Mamih menegur Atan.


"Ya tapi kita harus waspada Mih.siapa tau dia cuman alasan biar ngga di penjara."


Mamih langsung mengelengkan kepala ke Atan ,menyuruh Atan jangan bicara lagi.


"Baiklah Saya akan ambil keputusan. Saya bersama keluarga tidak akan melanjutkan kasus nya. dan akan menghentikan penyelidikannya,"Lisna dan Suaminya terlihat lega.


"Tapi ada syaratnya.!"


"Syarat. apa syarat nya Pak,?"Lisna dan Suaminya yang tadi merasa lega langsung sedikit was was.


"Kamu harus tandatangan surat perjanjian. kamu jangan sampai melakukan hal yang membahayakan nyawa orang,gimana.?"


"Baiklah Pak, Saya setuju."


"Bagus. Kak tolong kamu urus semuanya. besok Papih harus sudah lihat surat perjanjiannya."


"Iya Pih. Kaka akan urus."


Atan yang sudah selesai pembicaraannya langsung pamit keluar. Atan merasa kesal ke orang tua dan kakanya. kenapa gampang banget maafin orang yang mau membuatnya celaka.


Lisna dan Suaminya juga pamit setelah keduanya mengucapkan banyak terimakasih dan meminta maaf lagi kepada Papih dan Fatir.


Sekarang tinggal berempat. Papih bilang ke Mamih minta pulang karena sudah merasa jenuh di ruang rawat.


"Ya udah ayo pulang.lepas dulu jarum infusnya."

__ADS_1


Papih akan pulang ke rumah. Cantika bilang ke Mamih dan Papih mau ikut Fatir ke kantor.


"Ngga papa kan Mih kalau Tika ikut Abang.?"


"Ngga papa Sayang,pergilah ikut Abang."


Mereka berpisah di parkiran. Papih dan Mamih akan pulang ke rumah. Cantika ikut Fatir ke kantor.


Cantika sudah masuk mobil Fatir. Fatir membawa mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit.


Di mobil Cantika menyandarkan kepalanya di pundak Fatir. "Bang. Lisna pasti sedang merasa senang. tidak jadi cerai sama suami dan sekarang lagi hamil lagi."


"Ya. itu semua sudah takdir dari Tuhan Sayang. apa pun kalau Tuhan sudah berkehendak pasti akan terjadi. kita juga harus bersyukur dan banyak berdoa,agar semua keinginan kita di kabulkan Tuhan,"Fatir lalu mencium kening Cantika.


"Bang. Tika sudah pengin hamil,"sambil mendongakkan wajahnya ke arah Fatir.


"Sabar sayang.kita akan terus rajin buat Dedek ok.pasti nanti akan jadi,dan Tuhan akan kasih kita banyak anak seperti yang kamu inginkan."


"Amin Bang. semoga yah kita akan di kasih kepercayaan sama Tuhan secepatnya."


"Iya Sayang."


Mobil Fatir akhirnya sampai di parkiran kantornya. Fatir menahan Cantika untuk tidak turun dulu dari mobil.


"Mau ngapain Bang di mobil.?"


"Pengin apa,?"Cantika langsung cepat bertanya.


Fatir mengambil tangan Cantika lalu di arahkan tangan nya ke adiknya yang sudah berdiri.


"Bang. jangan macam macam deh. ini tuh di mobil,di ruang Abang nanti bisa kan.!"


"Tapi Abang sudah ngga tahan.sudah bentar ini,"Fatir sambil membuka celana panjangnya dan menurunkannya.


Adik Fatir sudah keluar dan berdiri tegak ,membuat Cantika geleng geleng kepala.


"Ayo sayang,turunkan celana kamu,"Cantika pakai dres jadi hanya perlu menurunkan kain segi tiganya saja.


Fatir yang melihat Cantika ngga bergerak,Fatir lalu membuka roknya. "Bang.di ruang kerja Abang aja yah. di sini ngga nyaman takut juga ketahuan orang."


"Tenang aja, kaca mobil kan gelap.kita ngga akan terlihat."


Cantika hanya bisa menyerah dan pasrah saat Fatir melepaskan kain segi tiganya.


Setelah terlepas Fatir menyuruh Cantika duduk di pangkuannya.


"Bang,ini sudah,!"Cantika sambil cemberut.

__ADS_1


Fatir lalu menyuruh pindah ke jok belakang. keduanya lompat ke belakang tanpa turun dari mobil dulu.


Setelah di jok panjang,Cantika suruh duduk dan kakinya di buka lebar.


Fatir yang tidak sabaran,main masukin adiknya langsung ke apem Cantika. itu membuat Cantika merasa sakit.


"Aaawww,,,sakit Bang."Cantika menjerit tapi langsung menutup mulutnya takut ada orang dengar.


"Maaf Sayang. Abang akan pelan."


Fatir mendorong masuk adiknya dengan pelan.setelah masuk semua baru Fatir menggerakan pinggangnya pelan pelan.


Kalau kencang takut mobilnya gerak gerak nanti orang pada curiga lagi.


"Oh sayang ini enak sekali,"sambil menciumi kening Cantika.


Cantika sebenarnya tidak nyaman,tapi karena suaminya yang ngga bisa nahan akhirnya menerima saja.


Saat tangan Fatir mau ke dada Cantika. Cantika menahannya.


"Susah Bang.baju Tika kancingnya di belakang.majanya nanti aja kalau di ruangan Abang. biar kita sama sama enak."


"Iya sayang.nanti kita di atas lagi, sekarang biarkan Abang menyebarkan benih dulu ,ini sudah ngga tahan soalnya."


Keduanya berbicara juga dengan sangat pelan. dan tidak lama Fatir pun menembakan benihnya di rahim Cantika.


Fatir yang mau mengeluarkan suara,mulutnya langsung di tutup oleh tangan Cantika.


Fatir lalu mencabut miliknya karena posisi nya sudah ngga enak dan nyaman.


Saat adiknya di cabut ,benihnya berceceran. Fatir duduk di jok mobil,sedang Cantika mencari tisu untuk mengelap benih Fatir yang berceceran dan juga yang ada di apem nya.


"Yang pinggang Abang kenapa sakit yah.?"


"Ya karena Abang tadi mainya ngga nyaman.jadi Abang tadi terus menunduk membuat pinggang menahan berat badan Abang."


"Sudah bersih ayo pake celananya.biar nanti pinggangnya di atas Tika kasih minyak urut biar hangat dan sakitnya hilang."Cantika baru saja membersihkan adik Fatir yang sudah mengecil dengan tisu.


Tisu tisunya Cantika kumpulkan jadi satu. Cantika lalu membawanya turun dan membuangnya ke tong sampah.tapi tadi Cantika mengantonginya dulu dengan kantong kresek.


Keduanya lalu naik ke atas menuju keruang kerja Fatir. Fatir masih merasakan sakit di pinggangnya.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..


Kak baca juga cerita temanku yah,,trimakasih....


__ADS_1


__ADS_2