
Atan yang penasaran dengan isi amplop lalu di membukanya.saat Atan membuka amplop itu Atan langsung kaget. Amplop itu isinya foto ,dan Atan melihat satu persatu foto foto itu,Cantika lewat dan melihat ke Atan. Cantika juga penasaran itu foto apa.
Atan langsung memasukan foto foto itu ke dalam amplop nya lagi saat ada Cantika yang terlihat ingin tau apa isi amplop.
"Ini ternyata punya saya Pak,makasih ya Pak udah kasih ke Saya,"
"Oh syukurlah kalau itu punya Aden. kalau begitu Saya permisi dulu Den,"
"Iya Pak silakan,"
Atan melihat ke Cantika yang sudah naik ke atas. Atan lalu berfikir mau di apakan amplop ini.
Di kantor Fatir , Lisna baru keluar dari ruang kerja Fatir. Lisna di antar sampai pintu. Lisna pun pergi.
"Pak Saya sudah tau siapa suami dari Ibu Lisna dan juga usahanya,"kata sekertaris Fatir.
"Siapa dia dan apa usahanya,,?"
"Ternyata Pak Elang Erlangga seorang Bos dari tempat hiburan malam Pak,dan dia memiliki cukup banyak cabang di berbagai kota,"
"Pantas dia bisa memiliki istri lebih dari satu,"
"Ya sudah kita bahas nanti aja lagi,sekarang kamu temani Saya ke kantor Papih,"
"Baik Pak,,"
Keduanya turun ke bawah dan menuju mobil. Fatir mau ke kantor Papih nya yang tidak jauh dari kantornya.
Sampai di kantor Papih, Fatir dan Papih membahas tentang kasus pembunuhan yang sedang di tangani oleh Papih.
"Makanya Papih juga berpikir kalau pelaku sengaja melakukanya karena dendam,"
"Iya Pih ,sepertinya si pelaku memang punya dendam ke korban,di lihat dari hasil otopsi si korban juga di temukan banyak luka lebam,"
Saat Fatir dan Papih sedang bicara,hp Fatir berbunyi,dan ternyata dari Atan.
"Ngapain sih nih anak telfon,"Fatir sedikit menggerutu.
Tapi Fatir juga mengangkat telfon itu,"Halo ada apa,,?"
"Sekarang Kaka di mana,?"
"Ada apa memangnya,,?kalau ngga ada yang penting kita bicara nanti aja di rumah,"
"Ini sangat penting,!"Atan sedikit kesal dengar jawaban Kaka nya makanya sedikit ngegas.
"Penting apa sih,!"
"Ini taruhannya rumah tangga Kaka akan hancur,,"
__ADS_1
"Apa maksud kamu Atan,,!!?"Papih yang dengar suara Fatir yang kencang dan sebut nama Atan langsung melihat ke Fatir.
Tadi saat Fatir sedang menerima telfon,Papih sedang melihat ke hpnya,tapi sat Fatir bicara keras dan sebut nama Atan Papih melihat ke Fatir.
"Makanya Kaka di mana,Aku ada di kantor Kaka tapi Kaka ngga ada,,Aku mau kasih tau sesuatu,"
"Aku ada di kantor Papih,,buruan datang ke sini,!"Atan tanpa menjawab mematikan telfonya langsung.
"Ada apa sama Atan,,?"tanya Papih langsung.
"Atan mau ke sini,Atan ada di kantor Kaka,"
"Kenapa nada bicara kamu ke Atan seperti itu,,kalian ada masalah,?"
"Ngga ada Pih,,Atan aja yang suka nyebelin,"
"Kalian itu Kaka beradik,jadi kalian harus akur dan saling menjaga,jangan ada perselisihan , Papih ngga pernah mengajarkan kalian saling benci sama sodara,"
"Iya Pih Fatir tau kok,,"
Sekitar 20 menit Atan sampai di kantor Papih. Atan langsung masuk ke dalam ruang kerja Papih.
Saat pintu terbuka Atan melihat Papih dan Fatir yang sedang duduk sofa.
"Ada apa Dek,,?"tanya Papih langsung setelah Atan masuk.
"Masalah! siapa yang buat masalah Dek.!?"Fatir langsung kesal.
"Lihat ini,,"Atan melempar amplop ke pangkuan Fatir.
Fatir melihat ke Papih. Papih mengangguk menyuruh untuk Fatir membukanya.
Fatir dengan pelan membuka amplop dan ternyata isinya foto foto dirinya yang sedang menolong Lisna saat mau jatuh saat kemarin di restoran.
Papih mengambil foto itu juga,Papih juga kaget melihatnya.
"Kak apa maksud foto ini,? apa Kaka selingkuh,?"tanya Papih.
"Ngga lah Pih,, Kaka ngga selingkuh,ini hanya foto salah paham saja, Kaka bisa jelaskan,"
"Untung nya tadi pak penjaga kasih amplop itu ke Adek,coba kalau ke Kaka Ipar,rumah tangga Kaka bisa bisa hancur,"
"Jelaskan apa maksud foto itu,!"Papih minta penjelasan ke Fatir.
"Wanita ini adalah klien Kaka. kemarin kita bertemu di restoran,Lisna membicarakan tentang keinginannya untuk gugat cerai suaminya,setelah selesai bicara kita pulang ,saat kita mau ke parkiran mobil Lisna mau jatuh,Kaka reflek dong menariknya,ya itu seperti ada yang di foto.dan satu lagi Kaka tidak hanya berdua,tapi Kaka bersama Anton,kalau ngga percaya tanya aja tuh si Anton,"Anton itu sekertaris Fatir.
Papih melihat ke Anton,dan Anton yang paham dengan tatapan Papih, Anton langsung bilang.
"Iya Pak Saya kemarin Pak Fatir bersama Saya,"
__ADS_1
"Foto ini jangan sampai di bawa pulang,,bisa jadi masalah kalau Cantika lihat, Kaka tau sendiri kan dengan Cantika gimana nantinya kalau Samapi lihat kaya ginian,"Fatir mengangguk.
Papah langsung menyuruh sekertaris nya untuk membakar foto foto itu.
Fatir lalu menceritakan siapa Lisna dan suaminya. Papih menyuruh Fatir untuk hati hati .
"Kaka harus hati hati,sepertinya suami Lisna seorang mafia,"
"Iya Pih,,"
Papih lalu mengajak kedua putranya untuk makan siang di luar.mereka pergi naik mobil Fatir dan Anton yang menyetir.
Di jalan Atan yang lebih jeli kalau ada motor yang mengikuti nya.tapi Atan tidak mau bicara dulu karena takutnya salah.
Samapi di parkiran restoran ke empatnya turun dari mobil.mata Atan melihat ke sekeliling dan Atan melihat motor yang tadi mengikuti mobilnya.
Orangnya memakai helem dan wajahnya di tutupi kaca,jadi Atan tidak bisa melihat wajah orangnya.
"Atan ayo masuk,,?"kata Papih dan Atan langsung ikut jalan.
Selesai makan Fatir mengantar Papih dan Atan di kantor Papih. Atan masih mau di kantor Papih dulu.sedang Fatir bersama Anton balik ke kantor.
"Pih,,tadi Adek merasa ada yang ngikutin kita saat mau ke restoran,,"
"Iya,,Papih juga merasa ada yang mengikuti kita tadi,atau jangan jangan,,,"
"Kaka,,,,"Papih dan Atan bersamaan bicara dan satu pemikiran.
"Kita harus bilang Kaka untuk hati hati Pih,,"
"Iya,,biar Papih yang telfon,"
Papih menelfon Fatir,tapi Fatir tidak juga mengangkat telfonya.
"Kenapa Pih,,?"
"Ngga di angkat juga,,"
"Coba telfon Anton,"Papih menelfon Anton.tapi sama saja tidak di angkat.
"Kenapa sih nih orang di telfon kok ngga ada yang angkat juga,"
Ternyata Anton dan Fatir keduanya sedang berdebat dengan orang di jalan.
Mobil Fatir dari belakang ada yang menabraknya.Fatir dan Anton yang tidak terima langsung keluar dari mobil untuk minta pertanggungjawaban.
Dan ternyata ada orang di dalam mobil yang tersenyum sinis melihat Fatir dan Anton yang mendekat ke mobilnya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1