
Papah Frengki bersama Mamah Jihan dan Cantika masuk ke kamar Kakek. Papih Akbar dan Mamih Vivi yang mengantar.Di kamar ada Nenek Dinda dan Tante Tiya,ketiganya di persilakan masuk.
Papah Frengki,Mamah Jihan dan Cantika semuanya Salim dan cium tangan kepada semuanya.
"Pak,,gimana keadaanya,,?"tanya Frengki setelah cium tangan.
"Ya begini keadaan Saya,kamu makin sukses saja Freng,,"
"Ini berkat Bapak ,,"
"Bukan karena Saya,tapi kamu memang mampu dan bisa,trimakasih sudah mau menuruti keinginan Saya,,apa ini anak kamu Freng,,?"sambil melihat ke Cantika.
"Iya Pak,,ini anak Saya,,"Cantika lalu di suruh mendekat.
Cantika mendekat ke Kakek, Kakek menyuruh Cantika untuk duduk di pinggir kasur.
"Kamu sangat cantik, semoga anti rumah tangga kamu dengan Fatir selalu di beri kebahagiaan,dan anak yang banyak,"sambil kakek menggenggam tangan Cantika.
"Amin Kek,, trimakasih doanya,,"
"Fatir nya mana Vi,,,?"
"Fatir masih di kamar,nanti Vivi panggil Pah,,"
"Biarkan dia bersiap,Cantika juga harus siap siap bukan,bentar lagi acara akan mulai ,"
"Iya Pah,,"
"Cantika ayo sayang ikut Tante,Cantika harus bersiap,,"ajak Mamah Vivi.
Cantika melihat ke Mamahnya karena bingung mau di ajak bersiap buat apa.
"Ayo sayang Mamah akan temani,ngga papa kok,,"Cantika menurut dan ikut pergi sama Mamah Vivi.
Cantika di ajak ke sebuah kamar.saat sudah di dalam kamar,Cantika melihat dua orang wanita dan ada baju kebaya yang tergantung.
"Mah,,ini ada apa sih,,?"Cantika yang penasaran akhirnya bertanya.
"Sudah duduk dulu,biarkan Mba menyelesaikan tugasnya,kasian Mba sudah nungguin lama,"Cantika di suruh duduk.
Cantika sudah duduk, dan Mba MUA mulai mendandani Cantika.
Mamih Vivi keluar dari kamar dimana Cantika di dandani.Mamih mau lihat Fatir sedang apa di kamarnya.
Saat Mamih buka pintu kamar,ternyata Fatir dan Atan masih tidur.Mamih lalu membangunkan mereka berdua.
"Kaka,,Adek,,ayo bangun.ini sudah siang,"Mamih menarik korden agar cahaya matahari masuk ke dalam kamar.
Fatir dan Atan langsung bangun karena matanya terasa silau ."Mih,,,silau ,tutup lagi koden nya,"
"Ngga,,nanti kalian tidur lagi,orang sudah sibuk tuh di luar ,kalian malah masih asik tidur,,"
"Memangnya ada apa sih Mih,,?"
"Hari ini ada acara di rumah kakek,makanya ayo buruan bangun dan mandi,"
"Acara apa,,?"
"Sudah jangan banyak tanya, Kaka mandi dulu Sanah,Mamih sudah siapin baju untuk Kaka pakai,"
"Iya Mih,,"Fatir masuk kamar mandi.
__ADS_1
Mamih mengambil setelan jas dari dalam lemari untuk Fatir pakai,sedang untuk Atan tidak di siapkan.
"Mih,,ada acara apa sih,kok Kaka di siapkan baju dan jasnya,tapi Adek kok ngga,,?"
"Kaka kamu hari ini mau nikah,jadi harus terlihat tampan,"
"Apa Mih menikah,!?"Atan terlihat kaget.
"Iya,,Kaka mau menikah hari ini sama Cantika, Kakek yang minta untuk di percepat pernikahan nya,"Atan masih belum percaya,karena dari kemarin ngga dengar tentang pernikahan Fatir.
"Ya Tuhan Mih,ini seriusan,,?"
"Iya Serius,,Kaka sama Cantika mereka belum tau mau menikah,kita sengaja buat kejutan,"Atan hanya bisa geleng kepala karena ini benar benar mengejutkan,apa lagi nanti Fatir dan Cantika,mereka pasti akan sangat kaget.
Fatir keluar dari kamar mandi,Atan lalu masuk,Mamih menyuruh Fatir cepat bersiap nya.
"Ini ada acara apa sih Mah,sampai Kaka suruh pakai baju kayagini an,?"
"Sudah pakai aja,nanti juga kamu tau,"Mamih sambil bantu Fatir agar cepat selesai.
Cantika saat ini sudah selesai di dandani,tinggal pakai kebaya saja.dari makeup nya Cantika tau kalau ini akan ada acara besar.
"Mah,,ini ada apa sih,,?kenapa Cantika di dandani seperti ini. Cantika kok merasa seperti pengantin wanita..?"
"Iya Sayang. sebentar lagi kamu akan menikah dengan Fatir."
Cantika langsung menghadap Mamahnya saat dengar kata sebentar lagi akan menikah.
"Mamah serius? kok bisa sih Mah..?"
"Ini permintaan Kakek. Kakek pengin melihat Fatir menikah,jadi pernikahan kalian di percepat."
Cantika diam sambil berfikir,"Pantas Papah sama Mamah menyuruh Aku keluar kerja kalau sampai ngga dapat cuti,ternyata ini alasan nya,"kata Cantika dalam hatinya.
Fatir di kamarnya juga bingung kenapa di suruh pakai baju dan jas yang sangat rapih,karena Mamih terus saja nyuruh cepat bersiap,Fatir tanpa banyak tanya langsung saja memakainya.
Setelah Fatir rapih,Mamih keluar dari kamar.
Mamih mau melihat persiapan di luar.ternyata rombongan Pak penghulu sudah datang,keluarga juga sudah pada datang semuanya.
Mamih ke kamar Papah,karena mau memberi tau kalau rombongan penghulu sudah datang.
Papih dan Suami Tante Iza membantu Papah Agung untuk duduk di kursi roda.setelah Papah Agung nyaman duduknya,kursi roda di dorong ke luar dari kamar,menuju ruang tamu tempat acara Akad.
Papah Agung sangat senang karena semua sodara,anak dan cucu semuanya kumpul.
Fatir di kamar yang sudah rapi mau keluar dari kamarnya."Dek, ayo kita keluar."
"Ngga ah.Males.."
"Kenapa males,kata Mamih kan ada acara."
"Itu kan acara kaka,ya sudah Sanah Kaka yang keluar,Aku malas.mau tidur aja."Atan tiduran di kasur aja.
Atan bete kakanya nikah sama Cantika. Di buatin kejutan lagi.
"Ya sudah Aku keluar dulu."
Fatir keluar dari kamarnya,saat pintu terbuka Fatir melihat banyak orang dan keluarga juga sudah berkumpul.
"Eh calon pengantin udah tampan aja,selamat yah,,"kata Tante Tiya.
__ADS_1
"Calon pengantin.maksud Tante..?"
"Sudah ayo ke depan,kamu udah di tungguin,"Tante Tiya lalu menggandeng Fatir.
Fatir dengan masih bingung mengikut saja saat Tante Tiya menyuruhnya duduk,dan ternyata di depan Fatir ada Om Frengki juga.
"Om,,Om kok di sini,"mata Fatir sambil menengok kanan kiri karena Fatir mencari Cantika,Om Frengki dan juga yang lainya tau kalua Fatir sedang mencari Cantika.
"Sudah,ngga usah di cari,nanti juga keluar,"kata Papih Akbar.
"Pih,,ini ada acara apa sih,?Kaka kok jadi bingung,"Fatir bicara pelan ke Papih nya.
"Nanti juga kamu tau,tunggu aja,,"Fatir yang dengar jawaban Papih nya ngga jelas tambah bingung.
Fatir melihat semua keluarganya ada di situ semuanya.hanya Atan yang tidak ada.
"Gimana Pak,,apa semua sudah siap,kalau sudah siap acaranya kita bisa di mulai,?"tanya Pak Penghulu yang duduk depan Fatir,yang dari tadi sibuk lihat kertas di depanya.
"Sudah Pak,,semuanya sudah siap,silakan kalau mau di mulai acaranya,"jawab Papih.
"Baiklah kalau begitu,kita akan segera memulai acara pernikahan Mas Fatir dengan Mba Cantika,sebelum di mulai kita berdoa dulu agar acaranya lancar,tapi pengantin wanita tolong di panggilkan dulu,"Fatir yang dengar perkataan pak penghulu bengong kaya orang kebingungan.
Lalu Cantika yang sudah siap dan sangat cantik keluar dengan di dampingi Mamah Jihan dan Mamih Vivi.
Mata Fatir terus melotot dan menelan ludah karena benar benar seperti mimpi.
"Pih,,ini Kaka mimpi yah,tolong bangunin kaka Pih,,cubit lengan Kaka pih,biar Kaka bangun,"mulut bicara tapi mata terus menatap ke Cantika.
Papih tersenyum mendengarnya,tapi Papih melakukan apa yang di inginkan Fatir. Papih tidak mencubit Fatir,tapi Menjewer telinganya.
"Aaaww,,,Pih sakit,,"sambil mengusap telinganya.
"Kan kamu yang minta,sekarang tau kan kalau ini bukan mimpi,"Fatir hanya mengangguk.
"Ya Tuhan,,akhirnya Kaka menikah juga sama Cantika,kenapa cepat gini ,padahal kan Kaka pengin ada pesta,?"
"Ini keinginan kakek,Kakek ingin melihat kamu menikah,jadi berterima kasihlah pada kakek,"kata Papih.
Fatir dalam hatinya langsung berterimakasih pada kakek nya karena telah mempercepat pernikahannya.
Cantika menatap Fatir yang sudah ada di depanya ,Cantika tersenyum dengan manisnya,sampai Fatir terus menatapnya dengan penuh bahagia.
"Mas Fatir,,,Mas Fatir,,,"Pak penghulu terus memanggil Fatir,tapi Fatir Samapi tidak dengar karena melihat ke Cantika terus.
"Kaka,,itu di panggil,"kata Mamih yang baru saja merapikan kerudung panjang yang akan di gunakan untuk menutupi kepala Cantika dan Fatir.
"I,,iya Pak,,"Fatir kaget dan langsung menyahut.
"Mas Fatir ,,kita mulai yah acaranya,nanti bisa di lanjut tatap tatapannya di kamar saja ,biar ngga ada yang ganggu,"Fatir terlihat malu saat di becandain pak penghulu,semua orang di situ juga tersenyum.
"Mas Fatir apa sudah siap jadi suami Mba Cantika,,?"
"Siap Pak,,"Fatir jawabnya sangat cepat dan penuh semangat.
"Wah,,Mas Fatir sepertinya sudah sangat siap,baiklah sebelum kita mulai Ijab,sebaiknya kita berdoa dulu ya Mas,"
"Iya Pak,,"
Saat pak penghulu pimpin doa,Fatir yang belum percaya justru matanya melirik ke Cantika,tangan Fatir di angkat ,tapi Fatir tidak khusu berdoa,saking senang dan tidak percaya dengan semua ini.
Cantika yang terus di tatap Fatir tau,tapi Cantika lebih khusu berdoa.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...