Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku
eps. 11


__ADS_3

Semua baik-baik saja dalam sebulan, Jordan tiga kali berkunjung ke Jakarta hanya untuk menemui Mely dan bahkan ia menyampaikan tunggu setidaknya tiga bulan lagi sampai keadaan keuangan Jordan membaik dan ia akan mereka akan menentukan tanggal pernikahannya.


Di bulan ke dua Jordan sempat memberikan sejumlah uang sebagai pengganti dirinya yang tak bisa main ke Jakarta karna sibuk, Jordan berharap dengan uang itu Mely bisa menyibukkan diri dengan teman-temannya.


Sempat tersinggung akan masalah uang yang di kirim Jordan dan marah untungnya calon mertua Mely menyuruhnya datang ke Bali, akan ada pesta pernikahan sepupu Jordan di sana karna itu Jordan ikut sibuk. Ibu Jordan ingin di hari baik itu saat semua keluarga berkumpul dia bisa memperkenalkan Mely sebagai calon menantunya kepada semua orang.


Mely tentu sangat tersanjung akan hal itu, ibu Jordan bersikap sangat baik dan memihak kepadanya. Selama Jordan dan Mely LDR-an Mely lebih sering berkomunikasi dengan ibu Jordan lewat telpon, sekedar bertanya kabar lalu membicarakan bagaimana Jordan masalalu dan masa sekarang.


Nadin yang tau hal itu ikut senang dan mendukung Mely, ia berfikir memang Mely seharusnya dekat dengan orangtua Jordan dan mendapat dukungan penuh dari orangtuanya, setidaknya itu untuk mengobati kekhawatiran yang melanda hati Mely.


Semua orang tau menjalani hubungan jarak jauh bukanlah hal yang mudah, kepercayaan adalah kunci dari semuanya.Mely yang kenal Jordan cukup lama sebagai pacar ternyata kurang tau sifat Jordan sebagai teman.


Kepercayaan yang di tanam Mely goyah setelah tiga bulan berlalu masa LDR mereka, Nadin menunjukkan sebuah foto dari handphone nya.Di sosial media Jordan memposting fotonya dengan seorang wanita, cukup mesra di lihat dari segi manapun. Mely mencoba menahan rasa sakit yang jelas membuat wajahnya merah.


"Gue tau lu gak pernah suka main sosmed, tapi seenggaknya lu harus punya akun dan liat apa aja yang di lakuin Jordan di akun sosmednya. Gue gak ada niat sedikitpun mau ngehancurin hubungan lu, tapi gue juga gak bisa bohong apa pun sama lu, sebaiknya lu tanya baik-baik sama Jordan"


Nadin tak salah dalam hal ini, Mely memang harus lebih waspada terhadap wanita di luar sana. Meski ia memiliki paras cantik tapi ia tak ada di sisi Jordan saat di butuhkan karna jarak yang menghalangi, wajar jika kesempatan itu bisa jadi celah goyahnya hati Jordan.

__ADS_1


Mely memaksa Jordan datang ke Jakarta karna ia ingin membicarakan soal pernikahan mereka dengan lebih serius dan ia juga berkata bahwa kesehatannya kurang baik.Jordan datang sesuai permintaan, lalu saat Jordan tengah ke kamar mandi Mely menggunakan kesempatan ini untuk mengecek handphone Jordan.


Alangkah terkejutnya ia melihat isi handphone Jordan, ada foto wanita itu. Wanita yang di tunjukan Nadin kepadanya, bahkan Jordan memiliki banyak foto berdua dengan wanita itu. Saat Jordan kembali ia terkejut melihat Mely yang sibuk memeriksa handphone nya, Jordan hendak bertanya tapi ia keduluan oleh Mely yang tak kuasa menahan rasa cemburu.


"Siapa wanita ini?"


"Mel... itu... itu sepupu aku"


"Kamu gak pernah cerita tentang sepupu cewek kamu ini, lalu kenapa sekarang kamu tiba-tiba punya banyak foto bareng berdua sama dia?"


"Sayang kamu jangan ngambek dulu donk, aku gak pernah cerita ya karna kita jarang ketemu.. dan.... foto ini aku ambil pas kita baru ketemu lagi, gini deh biar kamu gak marah aku hapusin semua foto-fotonya"


Firasat Mely semakin kuat tentang hubungan wanita itu dengan Jordan, dengan sengaja Mely memberi kejutan kepada Jordan dengan datang ke Bali tanpa sepengetahuan nya.Ia hanya memberi kabar kepada ibu Jordan.


Mey di sambut baik oleh keluarga Jordan, ia di perlakukan bak ratu bahkan ibu Jordan sudah berniat akan memberikan sebuah rumah warisan neneknya kepada Mely setelah mereka menikah.


Jordan sangat kaget saat melihat Mely sudah ada di rumahnya, Mely hanya tersenyum seperti biasa dan berkata ia rindu dan memberi kejutan. Dalam seharian Mely meminta Jordan untuk mengajaknya berkeliling sekitar daerah rumahnya dan Jordan menyanggupi.

__ADS_1


Pemandangan yang indah, udara yang sejuk mengantar mereka pada keromantisan yang sudah lama tak hadir di antara dua sejoli ini, rasa bahgia yang baru saja Mely rasakan tiba-tiba terganggu oleh dering telpon handphone Jordan, anehnya Jordan langsung merijek telpon itu saat melihat nomor yang tertera.


Tentu Mely mulai curiga dan bertanya siapa yang menelponnya dan kenapa Jordan tidak mengangkatnya, jawaban yang di berikan Jordan tentu tidak masuk akal bagi Mely.


"Itu kasih di restoran kami, gak tau dia sering nanya masalah kerjaan sama aku. Ya kamu kan tau aku kepala koki jadi ada masalah dikit dia nelponnya ke aku, udah gak usah di urusin yang seperti ini"


Sebelum pulang Mely meminta Jordan mengantarnya ke restoran tempat ia bekerja, hanya sekedar ingin tahu tapi tentu bagi Mely adalah untuk menghapalnya karna ia pasti akan datang lagi ke tempat ini seorang diri.


Setelah kembali ke Jakarta Mely akhinya punya jawaban atas firasat buruknya, ya... Jordan telah berselingkuh dan ia tentu menyangkal hal ini.Ada beberapa kebohongan yang telah Jordan katakan padanya. Pertama wanita itu bukan sepupunya, berkat Nadin Mely menyimpan foto wanita itu dan saat dia menunjukkan nya pada orang tua Jordan baik ibunya atau ayahnya tidak ada yang mengenal wanita itu.


Kedua untuk apa seorang kasir menghubungi kepala koki di hari libur kerja? jika memang atas dasar pekerjaan apa hubungannya kasir dan seorang koki, tugas mereka sudah jelas sangat berbeda, dan ketiga Jordan selalu salahtingkah dan bersikap menutup-nutupi.


Mely menggenggam erat cincin pertunangan nya, ia sudah memikirkan hal ini dengan matang dan ia tak akan mundur. Mely berangkat lagi ke Bali tanpa sepengetahuan siapa pun, dia tak berkunjung ke rumah Jordan tapi ke restoran tempatnya bekerja.Ia menunggu di luar di tempat tersembunyi dengan penyamaran yang bagus agar tak seorang pun dapat melihat wajahnya.


Sampai tiba waktu restoran itu tutup, tak lama setelahnya Mely melihat ada banyak karyawan yang pulang namun ia belum melihat Jordan. Cukup lama sampai akhirnya tempat itu sepi, Jordan keluar menggandeng seorang wanita.


Mely mencoba mendekat dan melihat wajah wanita itu, di bawah lampu jalan yang terang senyum yang tersimpul sederhana mata Mely intens menatap wanita itu, jantungnya berdegup kencang, keringat dingin mengalir dari keningnya.

__ADS_1


Wanita yang sama yang ada di foto bersama Jordan, kini nyata menggemgam tangan calon suaminya.


__ADS_2