
Hatinya hancur berkeping-keping, mimpi indah yang siap di gapai tiba-tiba jauh dari jangkauan, ingin rasanya Mely pergi ketempat itu memotong tangan yang sedang bergandengan itu.Tapi kakinya tak bisa bergerak dan entah apa sebabnya.
Mereka pergi menaiki motor Jordan, pergi jauh meninggalkan Mely dalam keterpurukan.Butuh beberapa detik sampai Mely sadar dan mengikuti kemana mereka pergi, rupanya Jordan mengantarkan wanita itu pulang.Dari balik pohon Mely bisa melihat Jordan mengecup mesra kening wanita itu sebelum pergi.
Seribu tanya dalam hati Mely mencabik nya dari dalam, tak sangka Jordan yang ia banggakan selama ini begitu tega terhadapnya.Tak tahan akan rasa sakit ini setelah kepergian Jordan Mely keluar dari tempat persembunyiannya dan mengetuk pintu rumah wanita itu.
Wanita itu keluar dan terheran-heran melihat Mely, tentu dari raut wajah itu dia memang tidak mengenal Mely.
"Aku ingin bicara empat mata dengan mu"
"Maaf anda siapa ya, rasanya saya tidak mengenal anda"
"Saya calon istri Jordan"
wanita itu menatap kaku Mely tak percaya pada apa yang baru saja Mely sampaikan.Akhirnya dia mengajak Mely bicara ke luar.
"Nama saya Dina, saya bekerja sebagai kasir di restoran tempat mas Jordan bekerja, saya sudah tau kalau mas jo punya pacar tapi saya tidak menyangka kalau saya akan bertemu dengan anda seperti ini"
Mas Jo, jadi itu panggilan sayang untuk Jordan.Mendengarnya membuat telinga Mely terasa panas terbakar.
"Tidak usah bicara formal dengan ku... rupanya kamu sudah tau hubungan kami, lalu kenapa kamu masih mendekatinya?"
Tanya Mely datar, sedatar ekspresi yang ia tunjukkan, walau hatinya begitu hancur dan ingin rasanya ia membunuh wanita yang bernama Dina ini tapi Mely masih sanggup menahan emosinya.
"Sungguh, ketika saya tahu mas Jo sudah punya pacar saya enggan memiliki hubungan dengannya, tapi mas Jo terus memberikan perhatian, kasih sayang, bahkan cinta. ketika saya dalam kesulitan dialah orang pertama yang ada untuk saya, lama kelamaan hati saya luluh"
__ADS_1
"Sebesar apa rasa cintamu hingga kamu mau menjadi simpanan? "
"Besar.... sangat besar.. walau saya tau saya salah tapi saya gak bisa jauh dari mas Jo"
"Jika kamu punya harga diri, tinggalkan dia sekarang juga.Cinta kalian bukanlah cinta yang sebenarnya, cinta itu hanya sementara adan akan lenyap seketika"
Melya pergi tanpa menoleh kebelakang lagi, hari ini sudah cukup membuat hatinya lelah.Ia ingin pulang dan tidur nyenyak untuk waktu yang lama.
* * *
Setelah pulang ke Jakarta, tak satupun pesan atau telpon dari Jordan yang Mely angkat.Dina pasti memberitahukan kedatangan nya kepada Jordan, jadi tak heran jika Jordan ingin bicara pada Mely.Tapi Mely ingin bertemu langsung dan bicara empat mata dengannya.
Jordan datang sesuai keinginan Mely yang tak terucapkan, Mely bersikap seolah tak ada yang terjadi ia masih menyambut Jordan dengan senyum indahnya di paras cantiknya pula.Bahkan Mely memasak makanan kesukaan Jordan, dan ekspresi Jordan tentu rasa bersalah.
"Sayang... aku ingin bicara"
Jawab Mely datar tanpa memandang pada Jordan, hatinya yang hancur membuat Mely kehilangan rasa gairah. Tak ada antusias lagi saat bertemu dan tak ada bahagia lagi saat bicara dengan Jordan.
"Aku tahu aku udah bikin kamu kecewa, aku tahu aku salah.Aku juga gak tahu kenapa semua ini bisa terjadi, aku sedang dalam masa sulit dan butuh seseorang buat ngehibur aku dan dia yang datang meski aku berharap itu kamu"
"Beri dia cukup uang untuk pekerjaannya dan lupakan dia"
"Apa? "
"Kamu bilang dia ngehibur kamu kan, kalau gitu kasih dia uang untuk pekerjaannya yang udah ngehibur kamu, lalu lupakan dia karna dia cuma wanita penghibur"
__ADS_1
"Mel.. kamu jangan keterlaluan gitu dong, dia gak seperti itu aku tau kamu marah tapi gak seharusnya kamu bilang seperti itu"
"Lalu aku harus manggil dia apa?"
Air mata yang sedari tadi di tahan Mely sudah tak sanggup ia bendung, bahkan ia sudah tak bisa bicara dengan tenang, setiap kalimat yang ia lontarkan begitu penuh kekesalan dan kekecewaan.
"Aku juga butuh kamu setiap aku lagi ada masalah, tapi aku gak pernah sedikit pun berniat buat cari orang buat ngehibur aku. Aku cuma bisa nangis dan nunggu kamu dateng.... aku rindu kamu... selalu rindu... dan aku bisa lewatin hari tanpa ada kamu di samping aku dengan pikiran kamu sedang berjuang di sana demi masa depan kita, tapi.... tapi... kamu... yang aku perjuangkan justru mengecewakan"
Melya menangis sejadi-jadinya, tangisan kerinduan yang penuh rasa sakit.Dan tangisan itu yang membuat Jordan sadar selama ini Mely sudah menderita karnanya.Jordan memeluk Mely dan airmatanya pun ikut mengalir.
"Maafkan aku sayang, aku bisa ngerasain kesepian kamu. Aku pasti ninggalin dia, kamu benar dia gak seharusnya ada diantara kita"
Ucap Jordan ditengah tangisannya.Mely senang dengan ucapan Jordan tapi bukan berarti dia percaya.
Hubungan mereka kembali romatis seperti dulu, tapi Mely tak percaya begitu saja. Diam-diam Mely sering bertanya kepada adik Jordan tentang kesehariannya, awalnya baik-baik saja dan tak ada yang mencurigakan.
Tapi dalam waktu dua minggu Jordan kembali bersikap aneh, dia mulai sibuk lagi hingga jarang mengirim kabar kepada Mely sampai dia mendapat kabar rupanya wanita itu pernah datang ke rumah Jordan.Rasa penasaran Mely membawanya datang kembali ke Bali, menyelidiki apa yang terjadi.
Seperti biasa Mely mengintai Jordan, dan rasa penasarannya terjawab. Mely melihat dengan matakepalnya sendiri Jordan pergi dengan wanita itu memakai baju yang sama ke sebuah undangan.
Setahun lebih masa pacaran mereka selama itu Mely tidak pernah memiliki baju yang di desain khusus sama dengan Jordan, tapi wanita itu sanggup memilikinya.
Melya merasa sakit tapi anehnya gairah hidupnya meningkat, wanita ini cukup hebat mampu memikat Jordan entah dengan kata-kata apa hingga Jordan menurut dan kembali pada pelukannya, seorang musuh yang cukup sepadan untuk Mely lawan.
Dari mulut Jordan sendiri Mely di beri tahu, Dina sering tersandung kasus merepotkan dengan mantan pacarnya, menurut Jordan mantan Dina sering mengusik hidupnya dan bahkan pacar mantannya juga ikut-ikutan itulah kenapa Jordan bersimpati padanya sampai bisa menjalin hubungan karna sering jalan berdua dan di mintai tolong.
__ADS_1
Jordan juga mengaku sikap Dina padanya hampir sama seperti sikap Mely pada Jordan, sangat pantas jika hati Jordan goyah.Tapi semakin tahu sifat wanita itu, Mely yang selalu bersikap mengalah dan lembut merasa tersaingi dan harus merebut kembali apa yang harus jadi miliknya, dan untuk itu Mely merasa perang ini akan penuh drama.