Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku
Eps. 41


__ADS_3

Sehari tak bertemu Nadin, membuatnya sudah cukup rindu.Dengan mengumpulkan semua keberanian akhirnya ia memutuskan menghubungi Nadin, untung saja ia punya nomor handphone Nadin sehingga ia bisa menelponnya.


"Hallo" ucap Nadin setelah mengangkat telpon.


"Hai Nad, ini Damar" jawab kak Damar.


"Oh, kamu.Ada apa ya?"


"Gak ada apa-apa sih,eng... kamu sibuk?"


"Gak ko lagi nyantai aja" jawab Nadin sedikit heran bercampur senang mendapat telpon dari kak Damar.


"Syukur deh, aku takut ganggu kamu.Oh ya kamu udah di kasih tahu belum kalau Deni sama Sely mau nikah tiga minggu lagi?"


"Oh iya, aku udah dapet kabar ko dari Sely, kemarin dia telpon ngasih tahu sekaligus ngundang"


"Oh, syukur deh kalau kamu udah tahu" sejenak kak Damar terdiam memikirkan apa lagi yang harus dia katakan.


"Emmm.... kamu mau datang ke acara pernikahan mereka?" tanyanya lagi.


"Ya pasti aku dateng lah, sehari sebelum mereka nikah aku pasti udah ke Bogor soalnya udah janji mau bantuin Mely bikin parsel dan bungkusin kado-kado"


"Oh iya" jawab kak Damar yang kembali terdiam.


"Eh kamu udah siapin kado buat mereka?" tanya kak Damar akhirnya setelah berfikir keras.


"Belum tuh"


"Oh sama aku juga belum, emm... gimana kalau kita cari kadonya bareng? soalnya aku bingung juga harus ngasih kado apa buat mereka" ucap kak Damar.


"Oh... emmm boleh aja" jawab Nadin sedikit kaget tak menyangka kak Damar akan mengajaknya pergi bersama.

__ADS_1


"Ok kalau gitu nanti aku kabarin ya, ya udah aku tutup dulu telponnya bye."


"Oke.Bye" jawab Nadin akhirnya telpon itu di tutupnya.


Kak Damar merebahkan tubuhnya di ranjang, tak sangka hanya bicara begitu saja dengan Nadin membuatnya berfikir keras hingga jantungnya berdegup kencang.


* * *


"Mel hari ini pulang kerja temenin aku belanja ya" ucap Sely di tengah jam kerja yang sebentar lagi akan berakhir.


Sepulang dari Jakarta besoknya mereka mengumumkan bahwa mereka akan menikah tiga minggu lagi, semua persiapan pun sudah di mulai. Kawan-kawan dekat dan sodara sudah di beritahu dan sisanya akan mereka beritahu seminggu sebelum hari H setelah surat undangan sudah siap.


"Boleh, mau belanja apa hari ini?" jawab Mely.


"Aku mau beli make up" ucap Sely.


sepulang kerja, Sely yang sudah memberitahu kak Deni bahwa ia akan pergi belanja dengan Mely akhirnya pergi berdua saja.Sely membeli semua kebutuhan make upnya seperti tuner, bedak, eyeliner, dan lain sebagainya.Tak hanya itu Sely juga membeli sepasang sepatu, hingga lelah mereka belanja berkeliling dan setelah istirahat sebentar untuk minum mereka pun pulang.


Setiap hari kini Sely dan Mely pergi belanja, berbagai macam barang dan kebutuhan yang nantinya bisa Sely pakai setelah menikah, tak terasa seminggu sudah berakhir masih tersisa waktu dua minggu lagi dan Sely akan semakin sibuk.Ia harus memilih gaun dan kebaya mana yang akan ia kenakan nanti, juga dekorasi dan tentu hidangan untuk para tamu.Baik Sely maupun kak Deni semakin sibuk menjelang hari pernikahan mereka, selama dua minggu ini pun mereka tidak ikut main dengan yang lain.


* * *


Dari pantulan kaca di lihatnya rambut yang di sisir rapi, kemeja biru yang bersih di balut jaket kulit coklat, celana jeans dan aroma parfum dari tubuhnya tercium wangi.Kak Damar sudah terlihat ganteng dan siap pergi, semalam ia sudah memberitahu Nadin bahwa dia akan pergi ke Jakarta menjemput Nadin dan mengajaknya belanja mencari kado untuk pernikahan Sely dan kak Deni.


Dengan menggunakan motor ia pun berangkat.Sedang di waktu yang sama Nadin di rumahnya tengah gelisah menunggu kedatangan kak Damar, ini adalah untuk pertama kali dalam hidupnya ada seorang pemuda yang mengajaknya pergi.Ia tak berhenti memilih pakaian mana yang akan ia kenakan, hingga ia keluarkan semua pakaian yang ada di dalam lemarinya namun ia masih belum menemukan pakaian yang bagus.


"Apakah begini rasanya jatuh cinta? memilih pakaian saja bikin gue frustasi, oh Mely pantas saja lu dulu galau" gumam Nadin sambil menutup wajah.


Setelah menarik nafas panjang akhirnya Nadin pun memutuskan akan memakai pakaian biasa saja, hanya dia sendiri yang jatuh cinta kak Damar belum tentu jadi ia belum boleh besar kepala.Kembali ia membereskan pakaiannya ke dalam lemari.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya kak Damar sampai dan setelah berpamitan dengan kedua orang tua Nadin mereka pun pergi, karna tidak tahu harus pergi kemana akhirnya Nadin menyarankan untuk ke mall saja.

__ADS_1


Sepanjang jalan kiri kanan ada banyak toko yang terlihat bagus tapi mereka tidak juga mendapat ide, akhirnya Nadin mengajak kak Damar pergi ke toko jam.


Di barisan jam tangan Nadin melihat-lihat sebuah jam tangan Couple rasanya cocok juga memberikan jam tangan Couple sebagi kado pernikahan.


"Menurut kamu ngasih kado jam tangan Couple cocok gak?" tanya Nadin meminta saran.


"Jam tangan ya, bagus juga sih apalagi kalau jam tangan Couple kan bisa mereka pakai" jawab kak Damar.


Setelah memilih cukup lama akhirnya Nadin berhasil memutuskan dan dia membeli sepasang jam tangan warna coklat bergaya klasik.Untuk kak Damar sendiri Nadin menyarankan untuk memberi pakaian batik couple juga sebagai hadiah, karna tak tahu apa yang harus ia beli akhirnya ia menurut dan membeli sepasang pakaian batik.


Lelah belanja sebelum pulang mereka memilih makan dulu, Nadin yang suka mie memesan seporsi bakmi dan di ikuti kak Damar memilih bakmi sebagai makanannya.


"Gak terasa ya dua minggu lagi mereka mau nikah" ucap Nadin memulai pembicaraan.


"iya" jawab kak Damar menyetujui, memang terasa sangat cepat.


"Sely pasti terlihat cantik dengan kebaya warna putih, bunga melati harum di kepalanya.Aku sangat senang menghadiri pernikahan, senyum yang menghiasi wajah kedua mempelai, kebaya yang cantik-cantik, bunga di sana sini dan pernikahan yang paling aku tunggu adalah pernikahan Mely"


"Kenapa pernikahan Mely bukan pernikahan kamu sendiri?" tanya Kak Damar sedikit heran.


"Aku ingin melihat Mely menemukan cinta sejatinya, sebuah pernikahan yang di dasari cinta, bukan uang bukan paksaan.Tapi memang cinta maka sebuah pernikahan akan terlihat indah"


"kamu sangat sayang sama Mely, kalau Mely sudah menikah lalu apa yang bakal kamu lakukan?"


"Hah? aku? ya tentu menjalani hidup seperti biasanya" jawab Nadin kaget mendengar pertanyaan yang di ajukan kak Damar.


"Apa kamu berniat akan menikah juga?" tanya kak Damar penasaran.


"Setiap gadis di dunia ini selalu bermimpi akan ada pangeran yang membawanya pergi dengan kereta kuda yang cantik, tapi seiring berjalannya waktu gadis itu akan berubah menjadi wanita dan seorang wanita telah melupakan mimpinya karna keadaan, takdir, dan masalah yang ia hadapi ia hanya akan meminta dengan siapa pun dia menikah nanti semoga pria itu akan memperlakukannya dengan baik.Aku sudah menjadi seorang wanita, aku belum memikirkan soal pernikahan ku.Membayangkan hidup berumah tangga saja tak kuasa, aku belum siap untuk hal itu" jawab Nadin mengakui.


Jawaban yang di harapkan kak Damar, bukan niat dia mempermainkan sebuah hati tapi ia pun belum siap.Namun tidak siap bukan berarti dia tak mau mencintai, memiliki seorang gadis yang selalu mendukungnya di setiap waktu.Rupanya inilah jawaban kenapa ia merasa cocok dengan Nadin karna mereka memiliki pemikiran yang sama.

__ADS_1


__ADS_2