Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku
Spesial eps : Duri 15


__ADS_3

Di ruang kesehatan Kak Deni dan Sely menemani ku sampai Kak Anggi datang menyatakan bahwa ia sangat menyayangkan perlakuan Reni terhadapku, dia juga sudah bilang untuk sementara waktu Reni di skors sampai dia bisa mengendalikan dirinya sendiri.


Dengan polos ku katakan Reni tak bersalah ia hanya mencoba membantuku mengeluarkan barang dan ini kesalahan ku yang tidak benar menerimanya, tak hanya Sely yang geram mendengar ucapanku Kak Anggi pun turut berkata.


"Anak-anak yang lain sudah cerita di sana ada banyak saksi dan banyak yang liat dengan sengaja Reni membuat kamu jatuh, bagaimana bisa kamu berkata begitu.Saya mohon Mel kamu jangan terlalu percaya sama Reni kamu masih baru belum kenal dia"


Aku menang, untuk kali ini memenangkan semua hati yang ada di sini.Di dengar dari perkataan Kak Anggi Reni memang dulu pernah ngebully orang cukup parah, yah siapa peduli sekarang dia berada jauh di bawahku.


Untuk menyempurnakan aktingku, ku katakan badan ku sakit dan minta ijin pulang saja agar bisa istirahat. Dengan mudah aku mendapatkan ijin dari Kak Anggi meski ia agak takut kalau-kalau aku akan mengadu pada tante sehingga mengakibatkan Kak Anggi dalam masalah lain.


Tapi ku katakan aku tak mungkin mengadu hal sepele seperti ini padanya jadi ia bisa bernafas lega, aku memilih Sely untuk mengantarku pulang. Hari ini sudah cukup dekat dengan Kak Deni karna dari awal alasanku menempel terus padanya adalah membuat Reni cemburu jadi setelah dia di skors aku tak perlu berusaha terlalu keras.


"Kak Mel gak apa-apa aku tinggal balik kerja?" tanya Sely setelah mengantarku pulang.


"Gak apa-apa ko, kamu kan harus kerja. Paling aku tiduran aja di kamar"


"Aku masih khawatir, aku gak nyangka deh Reni bisa-bisanya ngebully kakak di jam kerja padahal setahu aku dia selalu ngebully di luar jam kerja.Tentu aja alasannya agar dia gak ketahuan dan bisa terus kerja agar bisa terus liat Kak Deni"


"Kamu tahu banget ya soal Reni?" tanyaku heran.


"Hmmmm.. sebenarnya dulu aku sempet deket sama Kak Deni tapi terus Reni ngelabrak aku semenjak itu udah aku jauhin Kak Deni aku gak punya keberanian kayak Kak Mel makanya aku jauhin Kak Deni meski agak sulit juga sih"


"Kamu pernah deket sama Kak Deni? ko baru cerita sekarang?"


"Ya abisnya Kak Mel gak nanya sih, lagi pula sekarang kita udah temenan kan.Ya udah aku balik ke toko lagi ya... bye" jawab Sely tergesa-gesa dan pergi begitu saja.


Entah kenapa aku merasa Sely menyembunyikan sesuatu dari ku, rasanya telah terjadi sesuatu antara dia dan Kak Deni.Mungkinkah dulu Sely memiliki perasaan terhadap Kak Deni? ucapannya saat mengatakan kedekatan mereka dulu secara tak langsung sudah menguak fakta bahwa Sely menyukai Kak Deni tapi kedekatan itu harus berakhir karna ketakutan Sely terhadap Reni.


Mungkin ini hanya firasat ku saja mungkin hanya pikiran sepintas ku, tapi jika memang nyata aku berharap rasa itu telah hilang dari hati Sely mau bagaimana pun juga Reni tidak mungkin melepaskan ku, dan jika Reni tahu Sely memiliki perasaan terhadap Kak Deni bisa-bisa Sely dalam bahaya.


Ku ganti seragamku dan memakai kaus biasa, segelas es lemon pasti sangat menyegarkan pikiranku yang sudah bekerja ekstra.


Tiba-tiba aku teringat pada Kak Damar, aku belum memberitahunya soal jawaban Sely. Kucari handphone ku di tas berniat mengabari Kak Damar tapi yang pertama kali kutemukan adalah kotak kado, aku hampir lupa pagi tadi aku berniat melihatnya tapi karna keburu di panggil Sely ku urungkan niat itu.


Sampai aku ijin pulang pun aku lupa akan kotak itu jadi sekarang waktu yang cocok untuk membukanya, dengan perlahan ku bolak balik kotak itu tak ada yang istimewa sama seperti kotak kado lainnya jadi ku buka saja.


Tak ku sangka di dalamnya aku menemukan sepucuk surat dan gelang, bukan gelang biasa aku sangat mengenal gelang ini.Gelang yang ku berikan pada Kak Deni, gelang yang dia bilang akan dia serahkan pada wanita pujaan hatinya.


Kenapa gelang itu ada di loker ku? apakah wanita yang di maksud Kak Deni adalah aku? tapi kenapa? bukankah kami menganggap sodara satu sama lain, dia sendiri yang mengatakan aku adalah adik baginya tapi kenapa dia mengirimkan gelang ini padaku? gelang dua rantai yang menjadi satu karna batu yang berbentuk hati.


Dengan tergesa-gesa ku buka selembar surat yang ia sertakan di dalamnya, dan mulai membaca.


**Aku menikmati hujan di hari senin


bukan karna udaranya yang dingin

__ADS_1


tapi karna tiba-tiba ada getaran di hati


sepintas, ku pikir


entah apa sebab mataku tak mau berpaling


mungkin karna senyum itu


mungkin karna tawa itu


hari yang kuhabiskan dengan bertopeng


seketika rasa haus akan dirimu membuatku gila


menyeruak


memberontak,


ingin ku hancurkan duri yang menghalangi


antara keinginanku dan dirimu


aku yang memikirkanmu di setiap hembusan nafas


aku yang melewati jalur di hatimu setiap hari


mencoba membuatmu takjub


padahal aku hanya butiran debu


aku mencoba membaca matamu


diam-diam berharap ada aku


tapi hingga detik ini duri itu menebasku


kembali menyatakan ketidakmungkinan antara kita


kaulah perjalananku


dan menjadi tujuanku


nama yang ku panjatkan dalam doa


lalu kucari takdir kita di langit

__ADS_1


jika tak kutemukan


akan kuciptakan di bumi


aku ingin berjuang, mengumumkan kecintaanku pada alam


hingga duri yang menjadi batas


berubah menjadi pelindung


panggil saja aku si gila


hukum aku atas kecintaanku


tapi ijinkan aku untuk berkata


I LOVE YOU


aku masih bertopeng


melewati jalur di hatimu setiap hari


aku masih bertopeng


yang terbang seperti pasir


tidak ada yang harus di katakan


semua yang ku inginkan sudah ku nyatakan


mataku milikmu, tapi kau tak menyadarinya


tidak akan ada yang mencintaimu, seperti aku


meski yang nampak


aku hanya diam.


Aku tak pandai berkata-kata, apalagi soal cinta karna aku bukanlah pujangga. Aku hanya memberitahumu tentang keresahanku, rasa indah yang justru menenggelamkanku dalam penderitaan.Tapi aku masih di sini, masih berjuang tersenyum meski kau semakin menghindar, aku tahu perasaan cinta ini mungkin seharusnya ku pendam saja.Aku tahu aku tak pantas untuk ini.


Tapi sebelum aku benar-benar pergi dari pandanganmu ijinkan aku menerima jawabanmu, Sely aku mencintaimu.


Jika kau pun memiliki perasaan yang sama pakailah gelang yang ku berikan untukmu lalu kita hadapi semua masalah bersama-sama.Tapi jika menurutmu kehadiranku hanya beban tak perlu kau pakai, biarlah kau simpan saja sebagai tanda kau pernah memiliki teman.


Aku yang selalu memandangmu dari kejauhan.

__ADS_1


Deni.


__ADS_2