
Di ruang kesehatan Kak Deni dan Sely menemani ku sampai Kak Anggi datang menyatakan bahwa ia sangat menyayangkan perlakuan Reni terhadapku, dia juga sudah bilang untuk sementara waktu Reni di skors sampai dia bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Dengan polos ku katakan Reni tak bersalah ia hanya mencoba membantuku mengeluarkan barang dan ini kesalahan ku yang tidak benar menerimanya, tak hanya Sely yang geram mendengar ucapanku Kak Anggi pun turut berkata.
"Anak-anak yang lain sudah cerita di sana ada banyak saksi dan banyak yang liat dengan sengaja Reni membuat kamu jatuh, bagaimana bisa kamu berkata begitu.Saya mohon Mel kamu jangan terlalu percaya sama Reni kamu masih baru belum kenal dia"
Aku menang, untuk kali ini memenangkan semua hati yang ada di sini.Di dengar dari perkataan Kak Anggi Reni memang dulu pernah ngebully orang cukup parah, yah siapa peduli sekarang dia berada jauh di bawahku.
Untuk menyempurnakan aktingku, ku katakan badan ku sakit dan minta ijin pulang saja agar bisa istirahat. Dengan mudah aku mendapatkan ijin dari Kak Anggi meski ia agak takut kalau-kalau aku akan mengadu pada tante sehingga mengakibatkan Kak Anggi dalam masalah lain.
Tapi ku katakan aku tak mungkin mengadu hal sepele seperti ini padanya jadi ia bisa bernafas lega, aku memilih Sely untuk mengantarku pulang. Hari ini sudah cukup dekat dengan Kak Deni karna dari awal alasanku menempel terus padanya adalah membuat Reni cemburu jadi setelah dia di skors aku tak perlu berusaha terlalu keras.
"Kak Mel gak apa-apa aku tinggal balik kerja?" tanya Sely setelah mengantarku pulang.
"Gak apa-apa ko, kamu kan harus kerja. Paling aku tiduran aja di kamar"
"Aku masih khawatir, aku gak nyangka deh Reni bisa-bisanya ngebully kakak di jam kerja padahal setahu aku dia selalu ngebully di luar jam kerja.Tentu aja alasannya agar dia gak ketahuan dan bisa terus kerja agar bisa terus liat Kak Deni"
"Kamu tahu banget ya soal Reni?" tanyaku heran.
"Hmmmm.. sebenarnya dulu aku sempet deket sama Kak Deni tapi terus Reni ngelabrak aku semenjak itu udah aku jauhin Kak Deni aku gak punya keberanian kayak Kak Mel makanya aku jauhin Kak Deni meski agak sulit juga sih"
"Kamu pernah deket sama Kak Deni? ko baru cerita sekarang?"
"Ya abisnya Kak Mel gak nanya sih, lagi pula sekarang kita udah temenan kan.Ya udah aku balik ke toko lagi ya... bye" jawab Sely tergesa-gesa dan pergi begitu saja.
Entah kenapa aku merasa Sely menyembunyikan sesuatu dari ku, rasanya telah terjadi sesuatu antara dia dan Kak Deni.Mungkinkah dulu Sely memiliki perasaan terhadap Kak Deni? ucapannya saat mengatakan kedekatan mereka dulu secara tak langsung sudah menguak fakta bahwa Sely menyukai Kak Deni tapi kedekatan itu harus berakhir karna ketakutan Sely terhadap Reni.
Mungkin ini hanya firasat ku saja mungkin hanya pikiran sepintas ku, tapi jika memang nyata aku berharap rasa itu telah hilang dari hati Sely mau bagaimana pun juga Reni tidak mungkin melepaskan ku, dan jika Reni tahu Sely memiliki perasaan terhadap Kak Deni bisa-bisa Sely dalam bahaya.
Ku ganti seragamku dan memakai kaus biasa, segelas es lemon pasti sangat menyegarkan pikiranku yang sudah bekerja ekstra.
Tiba-tiba aku teringat pada Kak Damar, aku belum memberitahunya soal jawaban Sely. Kucari handphone ku di tas berniat mengabari Kak Damar tapi yang pertama kali kutemukan adalah kotak kado, aku hampir lupa pagi tadi aku berniat melihatnya tapi karna keburu di panggil Sely ku urungkan niat itu.
Sampai aku ijin pulang pun aku lupa akan kotak itu jadi sekarang waktu yang cocok untuk membukanya, dengan perlahan ku bolak balik kotak itu tak ada yang istimewa sama seperti kotak kado lainnya jadi ku buka saja.
Tak ku sangka di dalamnya aku menemukan sepucuk surat dan gelang, bukan gelang biasa aku sangat mengenal gelang ini.Gelang yang ku berikan pada Kak Deni, gelang yang dia bilang akan dia serahkan pada wanita pujaan hatinya.
Kenapa gelang itu ada di loker ku? apakah wanita yang di maksud Kak Deni adalah aku? tapi kenapa? bukankah kami menganggap sodara satu sama lain, dia sendiri yang mengatakan aku adalah adik baginya tapi kenapa dia mengirimkan gelang ini padaku? gelang dua rantai yang menjadi satu karna batu yang berbentuk hati.
Dengan tergesa-gesa ku buka selembar surat yang ia sertakan di dalamnya, dan mulai membaca.
**Aku menikmati hujan di hari senin
bukan karna udaranya yang dingin
__ADS_1
tapi karna tiba-tiba ada getaran di hati
sepintas, ku pikir
entah apa sebab mataku tak mau berpaling
mungkin karna senyum itu
mungkin karna tawa itu
hari yang kuhabiskan dengan bertopeng
seketika rasa haus akan dirimu membuatku gila
menyeruak
memberontak,
ingin ku hancurkan duri yang menghalangi
antara keinginanku dan dirimu
aku yang memikirkanmu di setiap hembusan nafas
aku yang melewati jalur di hatimu setiap hari
mencoba membuatmu takjub
padahal aku hanya butiran debu
aku mencoba membaca matamu
diam-diam berharap ada aku
tapi hingga detik ini duri itu menebasku
kembali menyatakan ketidakmungkinan antara kita
kaulah perjalananku
dan menjadi tujuanku
nama yang ku panjatkan dalam doa
lalu kucari takdir kita di langit
__ADS_1
jika tak kutemukan
akan kuciptakan di bumi
aku ingin berjuang, mengumumkan kecintaanku pada alam
hingga duri yang menjadi batas
berubah menjadi pelindung
panggil saja aku si gila
hukum aku atas kecintaanku
tapi ijinkan aku untuk berkata
I LOVE YOU
aku masih bertopeng
melewati jalur di hatimu setiap hari
aku masih bertopeng
yang terbang seperti pasir
tidak ada yang harus di katakan
semua yang ku inginkan sudah ku nyatakan
mataku milikmu, tapi kau tak menyadarinya
tidak akan ada yang mencintaimu, seperti aku
meski yang nampak
aku hanya diam.
Aku tak pandai berkata-kata, apalagi soal cinta karna aku bukanlah pujangga. Aku hanya memberitahumu tentang keresahanku, rasa indah yang justru menenggelamkanku dalam penderitaan.Tapi aku masih di sini, masih berjuang tersenyum meski kau semakin menghindar, aku tahu perasaan cinta ini mungkin seharusnya ku pendam saja.Aku tahu aku tak pantas untuk ini.
Tapi sebelum aku benar-benar pergi dari pandanganmu ijinkan aku menerima jawabanmu, Sely aku mencintaimu.
Jika kau pun memiliki perasaan yang sama pakailah gelang yang ku berikan untukmu lalu kita hadapi semua masalah bersama-sama.Tapi jika menurutmu kehadiranku hanya beban tak perlu kau pakai, biarlah kau simpan saja sebagai tanda kau pernah memiliki teman.
Aku yang selalu memandangmu dari kejauhan.
__ADS_1
Deni.