
Ini hari yang cerah untuk memulai hari baru dan hidup baru. Mely memutuskan hari minggu ini dia akan membongkar lemarinya, membersihkannya dan tentu membuang semua yang sudah tidak ia butuhkan lagi.Dan ia harus cepat karena sore ini juga ia sudah memiliki janji kencan dengan pacar barunya.
Mely tak menyangka ia memiliki banyak barang yang ia simpan di lemari yang bahkan lebarnya hanya dua rentangan tangannya.Ada banyak baju lama yang tak terpakai, kertas-kertas usang, buku-buku, dan satu kotak kenangan.
Seperti gadis lainya, Mely cukup di buat bahagia oleh mantannya.Terbukti dari banyaknya barang yang ia simpan di kotak itu, ada gelang, kalung, sekotak kecil tiket bioskop, jaket dengan sulaman namanya.Seketika kenangan itu muncul, hari-hari bahagia itu dan harapan indah itu.
Dia sadar memang tidak seharusnya dia simpan barang-barang itu karna akibatnya pasti buruk terhadap mentalnya.
"Sebuah luka memang bisa sembuh, tapi bekasnya tidak akan pernah hilang"
Kata-kata nyata yang memang benar adanya, bagaimana ia bisa lupa jika ada sesuatu yang dapat mengingatkannya.Mely berkedip membuyarkan lamunan tentang masalalu.
Dia segera membawa kotak itu keluar dan membuang nya di tong sampah, kecuali jaketnya.Benda itu masih bagus dan layak pakai, ia berencana untuk memberikannya pada orang lain entah itu pengemis atau siapa pun.Namun sebelum itu tentu ia membongkar sulamannya terlebih dahulu, menghilangkan namanya.
"Tinggalkan yang sudah lalu, tataplah jalan di hadapanmu terus berjalan dengan keyakinanmu, bahagia itu pasti akan datang"
Gumamnya pada diri sendiri, dan ia pun melanjutkan pekerjaannya.
* * *
Mely terlihat cantik seperti biasa saat Jordan menjemputnya.Kali ini memilih bogor untuk menghabiskan waktu bersama, menikmati udara sejuk dan dingin tentu cara jitu juga untuk menghilangkan stres setelah bekerja bagi Mely.
Jordan sangat perhatian dan begitu memanjakan Mely, ia selalu siap untuk Mely sebelum Mely berkata kedinginan dia sudah menghentikan laju motor di warung kopi pinggir jalan hanya agar Mely dapat menghangatkan tubuhnya dengan secangkir kopi panas.
Mereka tiba di salah satu tempat wisata, orang memanggilnya curug ngumpet 1.Rasa lelah terbayar sudah saat cipratan air terjun mengenai wajahnya, begitu segar dan dingin.
__ADS_1
Tentu mereka mengabadikan momen ini dengan sebuah kamera, agar suatu saat mereka bisa melihatnya lagi merasakan lagi kebahagiaan yang tengah mereka rasakan.
Setelah lelah bermain secangkir teh panas terasa nikmat di tenggorokan.Mely menatap Jordan dengan penuh cinta, rasanya ia baru di hidupkan kembali menjadi orang yang baru.
"Mel kamu tau gak kita pacaran udah berapa lama?"
"Gak tau, aku gak pernah ngitungin hal begituan gak ada gunanya.Maksudnya ya.... gak begitu penting aja karna suatu hubungan itu gak di liat berapa lamanya tapi seberapa besar komitmennya"
"Aku ngerti, aku juga setuju sama kamu, tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan sama kamu tapi.... kamu jangan marah ya"
"Ko gitu emang kamu mau nanya apa?"
"Ya pokoknya kamu jangan marah"
"Ya ok aku gak bakal marah"
Jordan tak langsung bertanya, ia menatap mata Mely dulu memastikan Mely memang tak akan marah.Dengan perlahan Jordan mulai bicara.
"Kamu pertama kali pacaran kapan?, pasti aku bukan pacar pertama kamu.Dengar..... kalau kamu gak mau bilang juga gapapa, aku tau itu termasuk dalam privasi kamu, aku cuma pengen tau aja karena....... karena aku ingin tau semua hal tentang kamu"
Mely diam sejenak, berfikir haruskah ia ceritakan atau tidak.Jujur memang ia sedikit malas menceritakan masa lalu itu, tapi ia pun tak ingin Jordan kecewa karena merasa blm mengenalnya sepenuhnya.Jadi akhirnya Mely memutuskan saat Jordan mulai merasa di acuhkan.
"Saat itu aku masih SMA, ya.... cinta pertamaku adalah saat aku SMA.Masa di mana orang bilang itu cinta monyet tapi aku menganggapnya serius, maksudku... aku benar-benar jatuh cinta dan itu bukan permainan.Tapi.... ternyata itu memang sebuah permainan"
"Maksud kamu? permainan gimana?"
__ADS_1
"Aku jatuh cinta pada kaka kelasku, dia cukup terkenal di kalangan cewek ya.... karena dia anak basket mungkin.Tentu di tunjang dengan badan jangkung kulit putih bersihnya, tapi karena dia yang keren bukan berarti aku yang mengejar cintanya.Aku hanya anak kutu buku yang selalu antusias pada hal-hal yang berbau misteri, aku tidak peduli pada olahraga apalagi basket sampai dia satu hari dia meminta bantuan ku untuk tugas bahasa Indonesianya"
Mely berhenti sejenak menatap Jordan, dari mata itu dia tau Jordan mendengarkan dengan serius maka ia melanjutkan.
"Aku dengan senang hati mau membantu karena dia berjanji akan membayar ku, tapi ternyata itu hanya sebuah alasan agar ia bisa mendekatiku, dan dia berhasil.Aku jatuh cinta padanya singkat cerita dia menembakku dan kami pun jadian, begitu bodohnya aku yang tidak tau soal cinta dan laki-laki, kami baru sebulan pacaran dan aku baru mengetahui bahwa dia punya selingkuhan aku mencoba tegar, sakit hati itu ku telan dan aku masih bisa tersenyum padanya pura-pura tidak tau tentang perselingkuhannya, tapi....... aku tak bisa membendung amarahku saat aku tau hal yang paling menyakitkan"
Mely mencoba menahan air mata yang mendesak, tapi ia tak mampu bekas luka itu terbuka dan terasa pedih akhirnya jatuh juga air mata itu, mengalir di pipinya yang mulus.Jordan menghapus air mata itu dengan tangannya, ia mengerti perasaan Mely sakit.Dengan susah payah Mely melanjutkan ceritanya.
"Seorang cowok beken.... tampan... banyak wanita yang memujanya, meneriaki namanya dan aku baru sadar kenapa ia mau denganku, dengan anak kutu buku yang dingin bahkan tidak menarik.Rupanya aku hanyalah bahan permainan untuknya.... aku hanyalah barang taruhan.Jika dia bisa membuatku jatuh cinta dan menerimanya menjadi pacarku dia menang dan menerima sejumlah uang dari teman-temannya, dan bila aku berkata tidak maka ia kalah.Dengan bodohnya aku berkata iya"
"Maafkan aku"
Ucap Jordan menyesali, ia tak menyangka Mely memiliki kisah cinta yang cukup tragis.Begitu menyakitkan bahkan hanya untuk di kenang.
"Kamu gak salah ko, kan aku yang mau cerita... yah.... begitulah kisah cinta dan pacar pertamaku, memang cukup menyakitkan aku sendiri gak nyangka ada orang setega itu, yang berani menyakiti aku karena bukan cuma di selingkuhi tapi juga di jadiin barang taruhan, aku gak tau salah aku di mana sampe dia tega kayak gitu"
"Sayang.... kamu gak salah, dia yang salah.Bahkan aku pun sebagai cowok gak habis pikir kenapa ada orang seperti itu, kamu tuh sempurna kamu gak kurang suatu apapun, kamu cantik, mandiri, sabar kamu tuh istimewa"
Jordan menggenggam tangan Mely dengan erat, matanya lekat memandang Mely.
"Makasih"
Jawab Mely menanggapi pujian yang di lontarkan Jordan, tentu dengan menyeka air mata dan senyum manis yang khas.
"Dengerin aku, aku minta maaf udah bikin kamu inget masalalu kamu yang suram.Tapi aku janji.... aku bakal kasih yang terbaik buat kamu, aku pasti berusaha dan lakuin apa pun buat bahagiain kamu, aku gak akan ninggalin kamu.Aku sayang kamu"
__ADS_1
Ucap Jordan bersungguh-sungguh, Mely sangat suka saat Jordan seperti ini, dia begitu serius dan terlihat lebih keren dari biasanya.Mely mengangguk ia percaya Jordan mampu melakukannya, sampai sekarang Jordan memperlihatkan keseriusannya dengan banyak perhatian dan kasih sayang.Setiap saat dia di buat bahagia dan senang, ia begitu bersyukur mempunyai pasangan seperti Jordan, ia bersyukur pilihannya untuk membuka hati adalah pilihan yang tepat.