Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku
Eps. 56


__ADS_3

Gorden tersingkap di pagi yang cerah, cahaya matahari masuk menerpa wajah Jordan.Menyilaukan matanya memaksanya untuk bangun.


Di tengah cahaya itu samar-samar nampak seseorang berdiri dan menghadap padanya, orang itu lalu berjalan ke sisi yang lebih gelap di dalam kamar dan mendekatinya, hingga ia tahu bahwa orang itu adalah Mely.


"Apa aku membangunkanmu?" tanya Mely lembut.


"Kau, apa yang kau lakukan?" tanya Jordan heran.


"Seperti yang kau inginkan, merawatmu" jawab Mely dengan senyum manis, tapi Jordan tak mampu membalas senyum itu setelah tahu apa yang telah terjadi.


"Mely... dengar, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ujar Jordan bingung harus mulai dari mana.


"Apa yang ingin kau katakan telah di ketahui oleh semua orang, jangan memikirkannya terlalu keras, bersantailah."


"Kau tahu apa yang akan aku katakan?"


"Setahun yang lalu kita menjalani hari bagai adam dan hawa, hingga kau mendapatkan pekerjaan dan diangkat sebagai kepala koki, kita harus menjalani hubungan jarak jauh tapi tak lantas membuat cinta kita ikut menjauh, bahkan kau telah melamarku dan kita mulai mempersiapkan pernikahan kita, namun entah apa yang terjadi tiba-tiba kau memberitahuku bahwa kau akan menikahi wanita lain dan kau pun hilang begitu saja" ucap Mely bercerita.


Jordan tertegun mendengarnya, teringat ucapan ibunya yang juga mengatakan bahwa dirinya memang sangat mencintai Mely tapi tiba-tiba menikahi Dina begitu saja.


"Hampir setahun berlalu, aku berusaha mencarimu dan mengontekmu tapi tidak berhasil, hingga Nadin memberitahuku bahwa kau kecelakaan dan terus memanggil namaku.Senang bercampur khawatir aku segera menemuimu, ya Jordan.Disinilah aku akhirnya, merawatmu penuh cinta meski dalam hatiku terluka karena tahu kau kini kepunyaan orang lain."


Airmata mengalir di pipi Mely, kepedihannya mencuat ke permukaan hingga Jordan pun dapat merasakannya juga.


"Entah apa yang terjadi, aku tidak tahu.Sampai saat ini pun aku masih ragu apakah bayi itu adalah anakmu, karena usia pernikahan mu masih baru tapi Dina telah melahirkan bayi itu, aku... sempat berfikir... mungkinkah Dina telah membohongi mu dan memaksamu untuk menikahinya, atau bisa saja dia berbuat sesuatu yang mengerikan "


"Mengerikan? apa maksudmu dengan mengerikan?" tanya Jordan kaget.

__ADS_1


"Aku di beritahu bahwa dulu Dina adalah kasir restoran tempatmu bekerja, bisa saja dia tergiur dengan ketampanan dan kemapananmu hingga membuatmu tak sadar dan mengandung anak kalian, itulah yang di inginkannya agar bisa mendapatkanmu karena kenyataannya saat kau kecelakaan yang kau ingat hanya aku, dan yang kau panggil hanya namaku."


Jordan terdiam memikirkan, ia memang benar-benar lupa pada apa yang telah terjadi padanya.Apa yang di ucapkan Mely bisa saja benar terjadi, karena kenyataannya yang ia ingat memang kecintaannya.


"Ah tapi tak usah berburuk sangka, kamu tak perlu memikirkannya karena ini hanyalah fikiran wanita yang selalu mencintaimu, berharap cinta kita yang dulu masih bisa terjaga rapi dan di wujudkan dalam kehidupan berumah tangga.Tapi... rasanya itu hanya sebuah mimpi belaka, aku bersedia datang ke sampingmu karena aku memang mencintaimu, aku rela merawatmu meski kau sudah menjadi suami orang lain, demi kesehatan mu aku dan ibu mu harus merahasiakan hal ini darimu, maaf Jordan karena kami tak pernah memberitahumu kebenarannya.Sekarang kau sudah mengetahuinya, kesehatanmu sudah membaik, sekarang tugasku telah selesai."


* * *


Tanpa sepengetahuan siapapun, Jordan masuk kedalam kamar Dina.Di samping tempat tidurnya ia melihat tempat tidur bayi yang tentu isinya adalah bayi mungil yang sedang tertidur pulas.


Dari dalam saku Jordan mengeluarkan gunting kecil dan dengan hati-hati ia menggunting sedikit rambut bayi itu, di masukannya rambut itu di dalam kantong plastik kecil dan di simpannya lagi di dalam saku bersama gunting yang dia bawa.


Cukup lama ia memikirkan perkataan Mely hingga memutuskan akan melakukan tes DNA untuk memastikan anak siapa yang Dina ungkap sebagai bayi mereka.Dengan susah payah Jordan berhasil membujuk Mely agar mau tetap tinggal sebentar lagi.


Ia memang masih mencintai Mely dan masih berharap dapat hidup bahagia dengannya, tapi sebelum itu dia harus memastikan terlebih dahulu. Apa yang telah terjadi padanya setahun belakang.


Dengan perlahan Jordan mengangkat bayi itu dan menggendongnya dalam pelukan, rasa sayang mengalir begitu saja.Jordan telah memutuskan, bila kenyataannya bayi ini bukanlah anak kandungnya maka ia akan mengusir Dina beserta anaknya, tapi jika bayi ini memang darah dagingnya maka ia berniat akan menceraikan Dina dan mengambil hak asuh atas bayinya.


"Mas, kamu di sini?" tanya Dina kaget melihat Jordan di dalam kamarnya, dan yang lebih mengagetkan saat Jordan balik badan dan dia menemukan Jordan tengah menggendong anak mereka.


Rasa haru bercampur bahagia membuat Dina tak mampu bicara, entah sudah berapa lama ia tak melihat suaminya menggendong putri mereka, pemandangan yang indah ini ingin ia tatap berlama-lama.


"Aku masih belum ingat apapun, tapi aku sudah tahu kebenarannya.Ibu yang memberitahuku bahwa kau memang istriku" ujar Jordan.


Betapa ia sangat bersyukur, akhirnya Tuhan menjawab doa-doanya.Jordan berdiri dengan sehat dan tengah memeluk buah hati mereka.


"Maaf, aku belum ingat apapun tentangmu atau tentang bayi ini" ujar Jordan lagi.

__ADS_1


"Tak apa mas, yang penting kau sudah mengakui keberadaan kami di sampingmu" jawab Dina.


Tak ada kata-kata lagi yang terucap, Dina terlalu bahagia pada apa yang baru saja terjadi, mimpinya untuk melihat dan merasakan lagi kebahagiaan keluarga kecil mereka sebentar lagi akan menjadi kenyataan.


* * *


Seorang diri, Jordan pergi ke rumah sakit tanpa di ketahui oleh siapapun, ia telah menyerahkan rambut yang dia ambil dari bayi itu dan dirinya juga untuk bahan tes DNA.


Ingin sekali ia menunggu sampai hasil tes keluar namun karena ibunya menelpon bahwa Nadin akan pulang ke Jakarta mau tak mau ia harus pulang.


Mely dan dirinya dengan sukarela menawarkan untuk mengantar sampai bandara, meski Nadin menolak tapi karena Mely bersikukuh akhirnya mereka pun pergi.


"Baru juga dua hari, masa kamu udah mau pulang aja sih Din" keluh Mely dalam perjalanan menuju bandara.


"Ya mau gimana lagi, cuti gue udah abis jadi mau gak mau ya gue harus masuk kerja lagi"


"Tapi nanti kamu main lagi yak"


"Gue gak bisa janji tapi gue usahain deh."


Nadin mengucapkan salam perpisahan begitu sampai dan pergi meninggalkan mereka.Saat itulah telpon dari rumahsakit datang mengabarkan bahwa hasil tes sudah keluar.Tanpa fikir panjang Jordan segera tancap gas menuju rumahsakit.


"Lho ko kita ke rumah sakit yang?" tanya Mely yang ikut serta.


"Aku harus mengambil hasil tes DNA" jawab Jordan.


Tak ada pertanyaan lagi setelah itu, Mely hanya terus mengikuti Jordan masuk ke dalam dan bertemu Dokter.Dua buah helai kertas hasil tes di serahkan Dokter kepada Jordan agar dia bisa melihat sendiri hasilnya.

__ADS_1


Jordan dan Mely melihat lembar kertas itu dan alangkah kagetnya Jordan saat mengetahui hasil dari tes DNA yang ia lakukan.


__ADS_2