Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku
Eps. 57


__ADS_3

"kurang ajar, selama ini dia sudah membohongiku" gumam Jordan menahan emosi.


Dari hasil tes yang telah dilakukan ternyata bayi yang di sebut-sebut anak Jordan bukanlah darah dagingnya, DNA mereka sama sekali berbeda.


"Ayo kita pulang" ujar Jordan kepada Mely.


Mely masih tak buka suara, bahkan ia tak mencoba untuk meredam amarah yang melanda Jordan, tentu saja karena itulah yang di inginkannya.


Setelah berhasil menghasut Jordan pagi itu, Mely telah menduga bahwa Jordan pasti akan melakukan tes DNA untuk mencaritahu apakah benar bayi itu darah dagingnya.Sedetik pun Mely tak pernah berpaling dari mengawasi sehingga ketika Jordan mengambil rambut bayi itu untuk sempel maka tanpa sepengetahuan siapa pun Mely sudah mengganti rambut tersebut.


Tentu dengan tujuan agar Dina kehilangan kepercayaan Jordan sepenuhnya, dan adegan terbaiknya akan di mulai.


"Dina.... Dina... " teriak Jordan murka ketika mereka sampai di rumah.


"Sayang, tenang dulu.Kamu jangan marah-marah kayak gini gak baik buat kesehatan kamu" ujar Mely mulai berakting.


"Mely... biarkan aku bicara dengan perempuan itu, hampir setahun aku menjalani rumah tangga dengannya tanpa tahu bahwa aku telah menjaga anak hasil hubungan gelap, andai aku tahu lebih cepat pasti sudah ku usir dia dari dulu dan menikahimu" ujar Jordan menyesal.


"Jordan, ada apa ini?" tanya ibunya karena merasa terusik oleh teriakan Jordan.


"Ibu dimana perempuan itu?"


"Perempuan siapa maksud kamu?"


"Tentu saja Dina siapa lagi" jawab Jordan kesal.


"Dia ada di kamarnya, memang kenapa?"

__ADS_1


"Ibu lihatlah, aku sudah melakukan tes DNA dan hasilnya ternyata bayi itu bukanlah darah daging ku ibu"


"Apa?" tanya ibunya kaget.


Jordan menyerahkan bukti tertulis dari hasil tes yang dia lakukan, setelah melihatnya ibunya semakin kaget lagi.


"Mas Jo, ada apa ribut-ribut?" tanya Dina menghampiri.


"Dasar wanita ******! tega sekali kamu menipu putraku dan mengambil keuntungan dari kebaikannya" teriak ibu Jordan tak mampu menahan marah.


"Ibu, kenapa ibu bicara seperti itu? apa salahku?" tanya Dina tak mengerti.


Dengan kasar ibu Jordan melemparkan berkas hasil uji DNA kepada Dina, nampak jelas mata Jordan tajam menatap dirinya namun Mely tentu memandang dengan mata mengejek.Diambilnya kertas tersebut dan di lihatnya.


"Aku sudah melakukan tes DNA dan hasilnya bayi itu bukanlah anakku, pantas saja setelah kecelakaan saat aku bangun dari koma yang ku ingat hanya Mely bukan dirimu meski kau istriku.Rupanya, rumahtangga kita bukan atas dasar cinta, aku yakin kau telah merayuku agar aku mau menikahimu.Alasannya pasti karena pria yang telah menghamilimu tak mau bertanggungjawab, sehingga kau manfaatkan kebaikanku dan kau katakan bayi itu adalah anakku" ungkap Jordan.


"Tidak mas, tidak mungkin.Bayi itu adalah anak kita, darah dagingmu" ucap Dina membela diri.


"Aku sudah tidak ingin melihatmu lagi, aku akan segera menceraikanmu jadi angkat kakimu dari rumah ini dan bawa serta anak haram itu" teriak Jordan.


"Tidak mas, jangan lakukan ini kepadaku.Aku sungguh mencintaimu, anak itu adalah benar darah dagingmu mas" kata Dina sambil menangis sedih.


"Tidak usah katakan cinta, jelas-jelas kamu pasti mengincar kekayaan Jordan.Kamu pasti merayunya karena dulu dia punya pekerjaan yang bagus.Dina, pergilah dari sini, toh Jordan sudah tidak punya apa-apa biarkan dia hidup bahagia dengan Mely" ucap Ibu Jordan.


Tangisan Dina berhenti, sedihnya kini berubah menjadi amarah.Dipandangnya Mely dengan tatapan dengki dan dengan berani Mely balas menatap namun dengan santai.


"Ini pasti ulah kamu, ya... aku yakin semua ini gara-gara kamu" teriak Dina mencoba menyerang Mely tapi Jordan dengan sigap melindungi.

__ADS_1


"Hei dasar wanita gila, mau apa kamu?" tanya Jordan menghalau Dina sedang Mely berteriak-teriak ketakutan.


"Lepaskan aku mas, biar ku bunuh saja wanita sialan itu" teriak Dina murka.


Dengan satu hentakan Jordan mendorong Dina menjauh hingga ia jatuh tersungkur, posisi jatuh yang menghantam lantai membuat Dina mengaduh kesakitan.


"Mas... tega sekali kamu, padahal aku adalah istrimu, gara-gara perempuan itu kamu melukaiku" ucap Dina lirih.


"Jangan bicara sembarangan kamu, jika bukan karena Mely saat ini aku pasti masih jadi budak mu" jawab Jordan.


"Mas, andai ingatanmu kembali pasti kamu akan membelaku, kita berdua sama-sama tahu apa yang telah terjadi" ujar Dina, matanya kembali berkaca-kaca dan dengan perasaan sedih diungkapnya tabir masalalu yang hanya mereka saja yang tahu.


"Setahun yang lalu, saat kau sudah melamarnya kita berkenalan.Kau dengan kebaikanmu menolongku yang sedang di terpa badai masalah, sungguh saat itu aku merasa kaulah pria yang diciptakan untuk melindungiku, terlebih setelah kita berkenalan aku semakin tahu segala sesuatu tentangmu karena kita bekerja di tempat yang sama, meski begitu aku hanya mengagumimu karena tahu kau kepunyaan orang lain."


Sekejap Dina memandang wajah Mely, mengenang masa dimana ia baru tahu pula tentang Mely waktu itu, dan lanjut bercerita.


"Tapi, meski begitu kita tetap berjodoh.Satu waktu setelah kau menolongku saat sekelompok orang yang menggangguku dengan gagah kau melindungiku dan mengantarku pulang, saat hujan lebat yang memaksamu untuk tetap tinggal, saat itulah nafsu menyerbu cintaku hingga kita melakukannya yang kau sebut khilaf saat itu.Aku tidak menyalahkanmu, aku memang mencintaimu dan tak bisa berdiam saat di pelukanmu.Kita melakukannya atas dasar suka sama suka, dan satu bulan kemudian saat kita mencoba melupakan apa yang telah terjadi mengingat kau tunangan orang lain aku baru tahu bahwa aku telah mengandung anakmu."


Kini akhirnya Mely tahu mengapa Jordan dapat terpikat oleh Dina, hilang kabar dan selalu sibuk waktu itu.


"Awalnya aku berniat menggugurkannya, tapi aku tak mampu.Dia adalah anugerah dari yang Kuasa, dia adalah bukti cintaku padamu, hingga akhirnya aku memilih untuk menjaganya.Aku memberitahumu tanpa berfikir kau akan bertanggungjawab, aku hanya ingin kau tahu saja bahwa kau akan menjadi ayah.Dan betapa senangnya hatiku saat kau mempercayai kata-kataku, kau merangkulku mas, kau memberiku kebahagiaan.Dan saat itu kau pun katakan meski telah bertunangan kau akan tetap menikahiku agar anak kita memiliki orangtua.Namun berita bahagia ini tentu membuatnya murka" ucap Dina menunjuk Mely.


"Dia marah besar saat tahu kau lebih memilihku, dan bahkan dia mengutuk kita di hari pernikahan kita.Tak ku sangka saat kau kecelakaan dan hilang ingatan, yang kau panggil adalah namanya sehingga mau tak mau kami merahasiakan rumah tangga kita.Dan dia yang datang ke sini dengan berkata ingin menyembuhkanmu adalah dusta, dengan memanfaatkan amnesiamu dia mencoba merusak kenabahagiaan kita, dia sedang membalaskan dendamnya kepada kita."


"Cukup Dina, rangkaian cerita menarikmu takkan bisa membodohi secarik fakta" ujar ibu Jordan jutek.


"Aku bercerita yang sesungguhnya, dia sedang berusaha membuat kita menderita.Kau harus percaya padaku mas, yang harus kau usir adalah dia bukan aku."

__ADS_1


"Diam... aku tidak ingin mendengar bualanmu lagi, saat ini juga kau harus angkat kaki dari sini" ucap Jordan kembali mengusir.


"Mas.... tolong jangan lakukan ini kepadaku."


__ADS_2