
Mely sangat tidak suka perasaan ini, rasa yang membuat dada terasa sesak, hati yang terasa pedih, rasa ini... rasa rindu.
Mely hanya bisa bertemu Jordan seminggu sekali, dan tentu ia sangat menantikan hal itu, ia sudah tak mampu menahan rindu yang mencekik. Betapa lama menunggu hari esok tiba padahal tinggal beberapa jam lagi saja, esok pasti akan indah dengan matahari terik dan dunia penuh warna, berjalan dengan menggandeng tangan kuat Jordan akan begitu sempurna untuk menghabiskan waktu.
Ketukan di pintu membuyarkan lamunan Mely, ia melirik jam. Rupanya sudah jam 22.16 WIB dalam hati tentu Mely merasa gusar, siapa yang bertamu malam-malam begini. Sebelum membuka pintu ia mengintip lewat jendela mencari tahu siapa yang mengetuk pintu. Dan betapa terkejutnya ia saat ia mengenal siapa orang itu.
"Jordan? kamu ngapain malam-malam gini ke sini? "
"Aku gak bisa nahan rindu lebih lama lagi, jika bisa ketemu lebih cepat kenapa kita harus nunggu besok?"
Mely tersenyum, betapa ia sangat senang mendengar ucapan Jordan. Sudah tiga bulan mereka menjalin hubungan dan semakin hari cinta itu semakin kuat, bahkan Mely merasa mereka sudah satu hati.
"Jadi sekarang kita mau ngapain?"
"Aku lapar, kita cari makan yuk"
Mely meminta waktu lima menit untuk bersiap, tak perlu lama karna ia hanya perlu mencuci muka dan memakai jaket. Sepanjang jalan Jordan banyak bercerita tentang pekerjaan barunya, ia begitu antusias dan banyak mengucapkan terimakasih berkat Mely ia sudah punya
penghasilan lagi.
Mely tak banyak makan saat di restoran karna memang ia tak lapar, yang ia mau hanya melihat Jordan. Berada di sampingnya setiap saat dan melihat dia tertawa.
Waktu terus berjalan tentu tanpa di sadari malam berganti pagi saat mereka memutuskan untuk pulang, tepat di lampu merah Mely melirik jam di tangannya tepat pukul 2 pagi, ia melirik lagi ke lampu merah yang menyala terang dan lingkungan di sekelilingnya. Rupanya jalanan sudah sepi, tanpa sengaja Mely melirik motor berwarna merah tepat di sampingnya, motor itu di bawa oleh seorang pria yang memakai helm dan membonceng wanita tambun berpakaian ketat.
__ADS_1
Cukup lama Mely menatap motor itu entah mengapa ada perasaan aneh tentang motor itu tapi ia tak begitu memikirkan. Saat lampu sudah berganti warna menjadi hijau Jordan langsung tancap gas, ini terlalu larut untuk Mely dan ia sadar Mely harus segera pulang.
Entah mengapa tiba" motor merah yang sedari tadi Mely lihat menyalip mereka begitu dekat, sembari membunyikan klakson kepada motor di depan yang hendak menyebrang. Alhasil motor itu maju ke depan dan tepat menghadang jalan Jordan, sadar akan terjadi bentrokan Jordan membunyikan klakson dan mencoba mengerem motornya, tapi ia tak berhasil.
Sedetik kemudian terdengar suara tabrakan yang nyaring dan memekakan telinga, seketika Mely merasa tubuhnya melayang di udara berputar beberapa kali sebelum jatuh membentur aspal.Telinganya berdenging keras tapi ia masih 100% sadar tanpa menghiraukan apa pun Mely segera bangun dan mencari Jordan.
Betapa terkejutnya ia saat melihat Jordan terbaring di aspal dengan setengah tubuhnya ke himpit motor. Mely memanggil-manggil nama Jordan dengan keras menyuruhnya bangun, tapi Jordan malah mengeluarkan suara erangan yang menyeramkan, matanya tak sepenuhnya terpejam dan melek pun tidak luka di keningnya pun mengeluarkan darah segar meski sedikit.
Mely segara membuka helm yang di pakai Jordan, dan mencoba mengangkat motor yang sedari tadi menghimpit tubuh Jordan tapi ia terlalu lemah untuk melakukan nya sendiri. Beruntung ada banyak orang menghampiri mereka dengan panik Mely meminta tolong pada warga sekitar.
Jordan masih dalam keadaan pingsan saat ia dan yang lain di bawa ke pinggir jalan, seorang ibu berbaik hati memberikannya sebotol air untuk menyadarkan Jordan. Dengan perlahan Mely memberi minum pada Jordan, beberapa detik kemudian Jordan pun batuk-batuk dan mulai sadar.
Hembusan nafas lega dapat juga keluar dari hidung Mely, tapi ia masih khawatir karna Jordan mendapat luka lebih banyak darinya dan tentu orang yang mereka tabrak masih belum sadar. Mely segera mencari handphonenya dan memanggil ambulans, di tengah perjalanan ke rumah sakit Jordan bertanya apa yang terjadi dengan pahit melyt menjawab bahwa mereka sudah menabrak pengendara motor lain.
Jordan masih kelihatan bingun, syokh akan apa yang terjadi pada mereka. Jordan segera mendapatkan perawatan setelah tiba di UGD begitu pun Mely dan orang lainnya, Mely menengok Jordan saat ia sudah selesai di periksa, dan di sana Jordan masih di obati.
Tanya Mely pada seorang dokter yang merawat Jordan.
"Untuk luka luarnya tidak, hanya lecet biasa di kening tangan dan punggung, tapi untuk luka dalam saya belum bisa memastikan sebaiknya nanti kita coba ronsen saja, tidak perlu terburu-buru boleh istirahat sebentar untuk meredakan syoknya"
Sang dokter berpamitan setelah selesai memeriksa dan Mely berhenti bertanya, Jordan menatap Mely dengan rasa bersalah dan Mely tau apa alasannya.
"Kamu baik-baik aja kan sayang... mana yang sakit coba aku liat"
__ADS_1
Mely menggelng dan tersenyum agar Jordan tau bahwa ia baik-baik saja, dan tentu agar Jordan tak menyalahkan diri sendiri.
"Aku minta maaf sayang, aku.... aku gak tau apa yang terjadi... seingat ku. Seinget aku kita lagi jalan mau pulang dan kita.... kita... kita lagi ngobrol, aku gak tau.... aku masih bingung"
"Ssssttttt, kamu tenang ya... aku baik-baik aja dan justru kamu yang luka parah, kita emang lagi jalan mau pulang dan.... dan ini bukan salah kamu"
"Maafkan aku, aku janji aku gak bakalan buat kamu celaka lagi, dan kalau sampe itu terjadi aku gak bakal maafin diri aku sendiri, aku pasti tanggungjawab sama kamu"
"Aku tahu, sekarang mening kamu istirahat dulu biar aku telpon Nadin supaya ada yang bantuin aku di sini"
Mely memeluk Jordan dan sempat mencium kening pria itu sebelum membiarkannya istirahat.
Respon pertama yang di dapat Nadin tentang kecelakaan yang menimpa mereka tentu adalah kaget, Mely tak cerita banyak ia hanya minta Nadin untuk datang karna ia pun cukup terguncang.
Nadin datang bersama ayahnya sekaligus om nya jordan, Mely mendapatkan pelukan hangat dari Nadin setibanya di rumah sakit.
"Ya ampun Mel kok bisa sih, gue bener-bener kaget waktu lu kasih kabar, gue gak habis pikir deh ko bisa kalian kecelakaan"
"Namanya kecelakaan Din siapa yang tau, gue aja masih syok"
"Iya sory, oke sekarang kita tengok Jordan dulu"
Mereka segera masuk ke dalam dan mendapati Jordan sedang istirahat, Mely sangat ingin tetap diam dan memastikan Jordan baik-baik saja, tapi ayah nadin dan Nadin memaksanya pulang dan tidur karna jelas terlihat dari wajahnya Mely memang membutuhkan istirahat.
__ADS_1
Dengan perdebatan yang cukup sengit akhirnya Mely menyerah dengan syarat Nadin akan mengabarinya jika Jordan sudah bangun.
Mely kira dia akan susah tidur setelah tiba di kosannya, rupanya fisik dan mentalnya memang sudah lelah hingga ia terlelap dengan mudahnya.