
Dengan telaten Mely membantu Jordan naik ke mobil dan duduk di sampingnya, terus menggenggam tangannya mulai dari kepergian mereka dari rumah sakit hingga tiba di rumah.Keluarga Jordan sudah berdiri di pintu untuk menyambut kedatangan mereka.
"Akhirnya kalian sampai juga, ayo masuk" sambut ibu Jordan dengan di bantu Mely mereka pun masuk ke dalam rumah.
"Kamu udah pulang, aku baru aja selesai masak makanan kesukaan kamu, ayo kita makan dulu" ucap Dina saat mereka sudah masuk.
"Makasih din, tapi aku rasa Jordan lebih baik istirahat dulu meski perjalanannya gak jauh tapi tetep kita harus jaga kondisi badannya" kata Mely menjawab.
Tanpa bisa membantah Dina hanya menatap Mely dengan penuh emosi, terlebih Jordan yang setuju dengan usul Mely.Tanpa rasa bersalah mereka mengabaikan Dina yang menelan ludah kepahitan.
"Mely, tante sudah siapkan kamar buat kamu tidur.Kamu mau istirahat sekarang atau makan dulu?" tanya ibu Jordan mencoba ramah meski sikap Mely cuek.
"Aku mau istirahat ja, dimana kamarnya?"
"Oh, baiklah kalau kamu mau istirahat kamar kamu yang itu di samping kamar Jordan."
Mely pergi tanpa mengucapkan apa pun, di kamar ia mulai memikirkan tindakannya selanjutnya.Tuhan telah memberikan kesempatan untuk membalaskan dendamnya tentu ia tidak boleh menyia-nyiakannya.
"Mungkin sebaiknya aku membuat Dina cemburu dulu, mumpung dia juga tinggal di sini dan aku juga harus membuat Jordan tidak pernah menanggapi Dina, mereka tidak boleh sering berkomunikasi" tutur Mely setelah berfikir keras.
"Hei, kenapa aku tidak masak untuk makan malamnya.Jordan pasti lebih memakan hasil masakan ku ketimbang masakan orang lain."
Mely beranjak pergi ke dapur dan melihat semua bahan yang ia butuhkan ada di kulkas, maka ia pun memulai.Ia hanya memasak makanan sehat seperti sayur jadi tak butuh waktu lama untuk memasak.
"Mely kamu sedang apa?" tanya Dina yang tiba-tiba datang.
"Kamu lihat sendirikan? aku lagi masak buat makan malam Jordan" jawabnya dingin.
"Tapi aku kan udah masak" protes Dina.
__ADS_1
"Iya aku tahu, tapi Jordan pasti lebih seneng kalau dia makan hasil masakan aku ketimbang hasil masakan orang yang gak dia kenal"
"Maksud kamu apa ngomong gitu?" tanya Dina marah.
"Apa? emang aku ngomong apa? aku kan cuma ngomong yang sesuai fakta aja"
"Dasar kamu ya, perempuan jahat" teriak Dina dengan penuh emosi dan mulai menyerang Mely dengan tangannya, tentu Mely jadi teriak histeris.
"Hei hei apa yang kalian lakukan" tanya ibu Jordan datang karena mendengar teriakan Mely.
"Tante coba lihat apa yang Dina lakuin sama aku, dia nyerang aku" ucap Mely setengah terisak dan langsung pergi menjauhi Dina.
"Kamu nih apa-apaan sih Dina?" tanya ibu Jordan emosi melihat Mely yang acak-acakan.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Jordan yang tiba-tiba datang.
"Sayang... " panggil Mely lirih airmata jatuh di pipinya dan dengan lemah ia memeluk Jordan.
"Liat apa yang dia lakukan, aku cuma mau masak buat kamu tapi dia marah sampe mukul aku, nyakar aku kayak gini" jelas Mely dalam isakan.
"Kalian jangan mudah percaya sama dia, kejadian yang sebenarnya gak gitu" ucap Dina panik.
"Terus apa yang terjadi?" tanya ibu Jordan.
Dina terdiam, ia hampir saja mengatakan bahwa dia tidak terima Mely mengatakan Jordan lupa akan dirinya.Kenyataannya memang itulah yang terjadi dan Dina tidak bisa mengatakan kebenaran yang sesungguhnya.
"Dia... dia mau masak tapi aku bilangin kalau aku udah masaka kan terus dia tetep ngeyel dia gak mau dengerin aku" jawab Dina akhirnya.
"Memang kenapa kalau aku gak mau dengerin kamu, aku mau masak buat Jordan dan masakan yang aku buat itu makanan sehat yang memang harus Jordan makan, dokter juga bilang Jordan tuh belum boleh makan makanan pedas dan berminyak seperti yang kamu masak jadi wajar dong kalau aku mau masak" ujar Mely membela diri.
__ADS_1
"Kamu nih gak tahu malu ya, kamu pikir kamu siapa bisa marahin Mely se enaknya.Mely jelas-jelas perhatian sama aku dan dengan telaten ngelayanin aku kamu gak berhak bicara apalagi marah sama Mely" teriak Jordan murka.
Betapa sakit bagai seribu jarum menusuk hatinya, Jordan lebih memilih membela wanita lain dari pada istrinya sendiri.Tapi Dina masih bisa memaafkan, karena ia memaklumi perlakuan Jordan akibat Amnesia yang di deritanya.
"Maafkan aku" jawab Dina pelan yang tahu apa pun yang dia katakan pada akhirnya Jordan akan membela Mely.
"Sudah, sudah bubar semua, Jordan Mely sebaiknya kalian kembali ke kamar aja biar ibu yang selesain masakan Mely" ujar Ibunya melerai.
Meski dalam marah tapi Jordan menurut dan kembali ke kamarnya bersama Mely.
Di kamar Jordan membantu Mely menyisir rambut dan merapikannya lagi, ia menghapus air mata Mely dengan lembut dan terseyum memberi semangat.Andai ini adalah Jordan yang dulu Mely pasti sudah memelulnya erat tapi pengkhianatan yang telah ia lakukan membuatnya malah semakin benci.
"Terimakasih sayang, kamu sudah mau masakin buat aku.Kamu begitu perhatian dan baik aku gak habis pikir Dina malah marah-marah gak jelas sama kamu" ujar Jordan yang tanpa mereka sadari Dina tak sengaja mau lewat kamar itu dan tertarik untuk menguping obrolan mereka.
"Udahlah, mungkin dia sayang aja takut nanti masakan dia gak ada yang makan kan jadi mubadzir" jawab Mely dengan nada polos seperti biasanya.
"Ya tapi kan ada ibu ada ayah juga yang makan masakan dia, lagian kamu masak khusus buat aku doang kan?"
"Iyalah, kan kamu yang paling penting jadi aku masak ya buat kamu doang"
"Makanya itu yang aku gak ngerti, sikapnya itu yang berlebihan.Lagian dia siapa sih, aku ko gak inget punya sodara kayak dia" tanya Jordan keheranan.
"Udahlah ngapain sih kamu mikirin orang gak jelas gitu, sekarang yang penting itu kesehatan kamu jadi jangan banyak pikirin yang aneh-aneh ya"
"Ya aku gak terima perlakuan dia sama kamu, berani-beraninya dia marahin kamu kayak gitu.Lagian ngapain juga ngurusin kita lebih baik kan dia urusin bayinya itu, aku jadi heran deh kemana suaminya? kenapa dia malah tinggal bareng kita? Jangan-jangan dia di buang lagi sama suaminya, yah aku gak heran sih kelakuannya aja kayak gitu marah-marah gak jelas pasti suaminya gak tahan sama dia dan pergi ninggalin dia gitu aja"
Mely hanya mengangkat kedua tangan dan menggeleng menanggapi ucapan Jordan kebalikan dengan hatinya yang bersorak penuh kemenangan.
Sedang Dina di balik pintu menutup mulutnya dengan kedua tangan agar suara tangisnya tak kedengaran.Dalam batin ia meraung menyerukan kepedihannya.
__ADS_1
"Sampai hati kamu bicara seperti itu tentangku mas, ini adalah bayimu, kaulah ayah dan suamiku yang terbuang karena penyakit amnesiamu.Haruskah ku katakan kebenarannya agar kau tahu siapa aku dan menghilangkan pikiran jelekmu tentangku?"