Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku
Eps. 50


__ADS_3

Tangisan bayi di pagi hari itu membangunkan semua orang rumah, meski dalam dekapan Dina bayi itu masih saja menangis, membuat orang yang mendengarnya merasakan pilu dan terganggu.


"Dina, ada apa sama anak kamu?" tanya ibu Jordan menengok.


"Aku gak tahu bu, udah aku kasih susu tapi dia tetep nangis badannya juga anget" jawabnya gusar.


"Ya ampun, ini pasti dia demam kenapa kamu diam aja ayo kita bawa ke dokter" jawab ibu Jordan panik.


"Maaf bu, aku gak tahu" ucap Dina menyesal.


Dengan segera Dina bergegas membawa perlengkapan dan keluar di temani mertuanya.


"Ibu ada apa? ko bayinya dari tadi nangis terus?" tanya Jordan yang tentu ikut terbangun, bersama Mely mereka berpapasan saat hendak pergi keluar.


"I, ini bayinya sakit demam" jawabnya.


"Ya ampun kasian banget, kalau gitu ayo aku anter ke rumah sakit" ucap Jordan yang tentu membuat Dina terharu, meski dalam keadaan amnesia tapi jiwa kebapaannya takkan pernah hilang.


"Emang kamu bisa? kamu kan lagi sakit?" tanya ibunya.


"Ya udah tante, biar di anter pake mobil aja kan lebih cepet, aku juga ikut ya, biar nemenin Jordan nyetir" ucap Mely yang tak kan pernah melewatkan satu kesempatan pun.


"Ya sudah ayo pergi" jawab ibu Jordan.


Dengan bergegas mereka segera membawa bayi itu ke rumah sakit terdekat, setelah sampai bayi itu segera mendapat penanganan dari dokter.Untungnya mereka membawa bayi itu cepat berobat karena meski demam biasa tapi cukup berbahaya juga bagi seorang bayi.


Dina yang kegirangan karena Jordan pun ikut membantu dan menemaninya saat anak mereka di rawat mengucapkan banyak terimakasih, bahkan dengan tidak adanya Mely di ruangan itu dia mendapat kesempatan bagus untuk mendekati suaminya lagi.


"Terimakasih, mas udah mau nganter kami berobat"


"Sama-sama, lagian cuma nganter doang ko"


"Gak mas, ini sangat berarti bagi aku, kalau tidak ada mas belum tentu anakku tertolong"


"Hush, kamu jangan ngomong begitu, gak baik.Lagian kan sekarang anak kamu sudah baik-baik saja" jawab Jordan.

__ADS_1


"Iya, maaf.Aku cuma menyampaikan rasa bersyukur aku, jika anakku sudah besar dan bisa berbicara tentu dia akan mengucapkan terimakasih juga padamu.Apalagi.... coba mas perhatikan dia memilki paras yang mirip denganmu, meski dia perempuan tapi setelah besar nanti dia pasti punya hidung dan mata yang sama denganmu"


Pernyataan Dina rupanya cukup mempengaruhi Jordan sampai dia memperhatikan bayi itu dengan seksama, semakin lama di lihat Jordan semakin merasakan hal yang mengganjal hatinya.


Seolah ia baru saja menemukan sesuatu yang hilang tapi ia juga tak tahu apa itu, ada pula rasa kasih sayang yang mengalir tanpa dia sadari untuk bayi itu.


"Sayang, kamu masih di sini?" tanya Mely tiba-tiba.


"Eh, kamu... iya" jawab Jordan kaget karena lamunannya buyar seketika.


"Bayinya udah selesai di periksa kan? apa kata dokter?"


"Iya, katanya demam biasa ko, kita bisa bawa dia pulang" ucap Jordan menjawab pertanyaan Mely.


"Oh, syukurlah.Aku ikut khawatir juga, tapi takut buat masuk tadi soalnya aku takut bayinya di suntik atau apa pun itu, denger bayinya nangis aja aku gak tega" Ucap Mely bermanja.


"Hmmm, iya sayang.Gak apa-apa ko" jawab Jordan sambil tersenyum.


"Ya udah kita pulang sekarang yuk" ajak Mely dan Jordan pun mengangguk.


* * *


Semakin hari, hati kak Afdal semakin gelisah.Bahkan beberapa hari ini dia sudah memimpikan Mely terus, entah apa yang terjadi tapi perasaannya mengatakan bahwa Mely sedang membutuhkannya padahal jelas-jelas ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Mely tertawa dan tersenyum bersama pria yang bernama Jordan.


Bahkan Mely sendiri yang mengatakan bahwa dia masih mencintai pria itu, perasaan yang mengganggu ini akhirnya tak bisa lagi dia tahan.Ia mencoba mencari tahu siapa orang yang bernama Jordan itu.


Jika menyangkut masalalu Mely artinya hanya Nadin lah satu-satunya orang yang bisa dia tanyai, ia mencoba meminta nomor telpon Nadin pada Sely tapi rupanya ia tak memilikinya saat ia mencoba menanyai kak Damar tak di sangka ternyata ia mendapatkannya.


Meski ia agak heran juga kenapa kak Damar bisa memiliki nomor telpon Nadin tapi ini bukan saatnya untuk terheran-heran.Tanpa berlama-lama ia langsung menelpon Nadin.


"Hallo, di sini Nadin, dengan siapa saya bicara?" ucap Nadin yang telah mengangkat telpon.


"Hai Din, ini gue Afdal" jawabnya senang.


"Oh, lu Dal.Ada apa ya? ko bisa tau nomor telpon gue" tanya Nadin terheran.

__ADS_1


"Iya, gue dapat nomor lu dari Damar.Eeee.... ada yang mau gue tanyain" kata Kak Afdal yang malah mulai meragu.


"Oh, nanya apa?"


"Ini soal Mely"


"Iya... terus..?" tanya Nadin semakin terheran.


"Ee.... lu tahu gak Mely dulu pernah deket sama orang yang namanya Jordan" tanyanya akhirnya.


Sejenak tak ada jawaban dari Nadin, tentu saja karena Nadin terkejut akan pertanyaan kak Afdal.Pertanyaannya justru membuat seribu tanya lagi bagi Nadin.


"Hallo, din.... lu masih di situ kan?" tanya kak Afdal karena ia tak mendengar suara Nadin cukup lama.


"Eh, ia, hallo. Gue masih di sini ko" jawab Nadin tergagap.


"Jadi, lu tahu gak?"


"Emmmmm, emang kenapa?"


"Gak apa-apa sih, cuma.....Mely pernah minta gue buat nemenin dia pergi ke Bali, dan dia nengokin orang yang namanya Jordan, sampai sekarang Mely belum pulang ke Bogor.Jadi ya gue pengen tahu aja siapa Jordan ko sampai-sampai Mely belum pulang juga"


"Apa? Mely belum pulang ke Bogor?" tanya Nadin kaget.


"I, iya.Emang kenapa Din?"


"Wah gak beres nih, apa sih yang dipikirin anak itu?" tanya Nadin langsung khawatir.


"Apanya yang gak beres Din? emang ada apaan sih?" tanya Kak Afdal semakin khawatir dan bingung.


"Gak, gak ada apa-apa, thanks ya udah ngasih tahu gue.Nanti gue kabarin lu lagi" ujar Nadin dan langsung menutup telpon.


Kak Afdal hendak menelpon Nadin kembali, namun rasanya ia tak kan di gubris jadi ia mengurungkan niatnya.


Pertanyaan demi pertanyaan baru bermunculan di benaknya, bahkan pertanyaan awal mengenai identitas Jordan pun masih belum ia ketahui.Siapa Jordan itu sampai-sampai Nadin menjadi sewot seketika? bahkan dari nada bicara Nadin seolah Mely berada dalam bahaya begitu dia mengetahui Mely masih bersama orang yang bernama Jordan.

__ADS_1


"Aaarrhhhhh, Mely, Mely, Mely... Ada apa sih sama lu, siapa juga Jordan? kenapa lu bilang lu cinta sama cowok itu tapi Nadin justru khawatir lu deket sama cowok itu? Apa orang yang bernama Jordan itu berbahaya buat lu?" erang Kak Afdal kesal karena ia tak mengerti apa yang sedang terjadi.


__ADS_2