
Mely mencoba menutup matanya tapi tetap ia tak bisa tidur, badannya menggigil meski ia sudah memakai selimut. Baru kali ini ia terserang demam lagi, mungkin karna kecapean kerja dan weekend dia pakai untuk liburan ke Bogor yang selalu di terpa musim hujan.
handphonenya berdering, dia lihat rupanya dari Jordan yang menanyakan bagaimana keadaannya saat ini. Mely membalas ia merasa kedinginan dan Jordan tak ada bertanya lagi.
cukup lama Mely menunggu pesan Jordan tapi tak ada satupun atau bahkan tanda-tanda Jordan mengirim pesan, ia menjadi berfikir apa yang tengah di lakukan Jordan saat ini. Mungkinkah ia cuek saja saat tau pacarnya tengah sakit?. Mely menepis pikiran jelek itu, tak mungkin. Bukankah ia sangat baik selama ini, bukankah ia begitu perhatian, mungkin ia sedang sibuk saja. Tapi kembali dalam hati ia pun bertanya lagi, kesibukan apa yang tengah ia lakukan hingga tak ada mengirim pesan lagi, bukankah ia sedang menganggur?.
Di guncang dengan pikiran jelek Mely merasa kepalanya semakin sakit. Ia coba memijit-mijit kepalanya dengan pelan berharap sakitnya akan hilang. Saat itu pintunya di ketuk, Mely merasa aneh siapa yang bertamu malam-malam begini, dengan berjalan perlahan Mely mendekati pintu dan membukanya.
Jordan berdiri tepat di depan Mely dengan kedua tangan sibuk menengteng tas belanjaan.
"Jordan..... apa... apa yang kamu lakukan?"
"Aku khawatir sama keadaan kamu, jadi aku mutusin beli bubur buat kamu makan dan obat buat kamu minum supaya kamu baikan"
Mely merasa malu terhadap dirinya sendiri, betapa bodohnya ia memikirkan hal-hal jelek itu, berprasangka buruk padahal Jordan sedari tadi di jalan dan membelikannya obat serta makanan.
"Harusnya kamu gak usah repot-repot, ini kan udah malam lagian kamu juga masih nganggur, tapi kamu selalu ajak aku jalan-jalan dan sekarang beliin aku obat dan makanan pula"
"Kamu tenang aja tabungan aku masih ada ko, lagian gak mungkin juga aku cuek-cuek aja sedangkan kesayangan aku lagi sakit kayak gini"
Mely tersenyum bahagia, ia memang merasa wanita paling beruntung karna telah memiliki Jordan. Mely mempersilahkan Jordan masuk, walau hanya sebentar tapi waktu tak di sia-siakan Jordan, ia menyuapi Mely makan sampai habis setelah Mely minum obat baru Jordan pamit pulang.
__ADS_1
Sekarang Mely merasa lebih baik, badannya mulai terasa enak dan kepalanya pun tak lagi sakit. Ia menutup mata dan akhirnya bisa tidur dengan nyenyak.
* * *
Hari ini Mely pulang kerja lebih cepat dari biasanya, dan karna dia sudah berjanji akan menemani Ocha belanja dia pun mengirim pesan pada Jordan agar tak perlu menjemputnya.
Ocha menggandeng tangan Mely, menuntunya menyusuri setiap toko baju yang kelihatan menarik. Sesekali jalan bareng teman memang seru juga, Mely menikmati saat-saat kekonyolan Ocha dan tertawa senang sampai mereka merasa lelah dan memilih istirahat dulu dan makan karna memang perut mereka sudah mulai terasa perih.
Mereka memilih salah satu restoran yang kelihatan cukup mewah tapi kece untuk di tongkrongi anak muda, Melya menyuruh Ocha yang pesankan makanan sedang ia akan pergi ke toilet dulu.
Rupanya ketika di toilet Mely tak sengaja mendengar percakapan pegawai restoran yang sedang membahas pekerjaan mereka, dan dari percakapan itu Mely seolah mendengar bahwa restoran itu sedang membutuhkan pegawai pria.
"Maaf mba, saya boleh tanya? maaf tadi saya gak sengaja mendengar percakapan mbak, apa benar restoran ini sedang membutuhkan karyawan pria ya?"
"Oh begitu ya, kalau saya boleh tau bagaimana cara melamar pekerjaannya ya, apakah lewat e-mail atau datang langsung ke sini? kebetulan ada orang yang sedang cari pekerjaan dan dia sudah pengalaman di restoran"
"Oh, mbak nanti telpon aja ke nomor ini, itu nomor pimpinan kami, mbak bisa tanyakan langsung bagaimana caranya"
pegawai restoran itu menyerahkan kartu nama, dan Mely menerimanya ia membaca sekilas kartu itu dan mengucapkan terimakasih. Ia merasa senang karna kini ada harapan Jordan bisa mendapatkan pekerjaan di sini.
Melya kembali ke mejanya saat Ocha tengah makan dengan lahapnya tanpa menunggunya terlebih dahulu, belanja memang menyenangkan tapi cukup membuat lelah dan perut keroncongan wajar bila Ocha pun makan dengan begitu lahapnya.
__ADS_1
* * *
Kartu nama yang di berikan pegawai restoran itu tentu Mely serahkan kepada Jordan, dan reaksi pertama Jordan tentu sangat senang. Ia langsung menghubungi nomor tersebut, selama seminggu Mely tak dapat bertemu Jordan setelah ia mendapat kabar bahwa Jordan harus mempersiapkan diri dan berkas untuk interview.
Rasanya sangat hampa saat ia tak dapat bertemu, meski ia bisa berkirim pesan dan telponan tapi tak dapat bertemu langsung cukup membuat Mely kesepian.
Tapi kesabarannya membuahkan hasil yang baik, Jordan memberitahu ia sudah di terima kerja walau malah menjadi koki. Tapi Mely ikut senang juga karna Jordan berkata ia sudah biasa memasak dan memang dulu pun ia sempat kerja menjadi koki meski tak lama.
Namun di balik kebahagiaan itu Mely sadar kini semua akan berubah, ia sudah tak bisa sebebas dulu menghabiskan waktu bersama Jordan karna kini Jordan sudah memiliki pekerjaan.
Agak menyakitkan baginya tapi tentu ia harus sabar karna ini yang mereka inginkan, demi masa depan mereka yang lebih baik. Dalam satu minggu mereka hanya bisa bertemu sekali saja, dan tentu Jordan tak berubah ia tetap memanfaatkan momen itu dengan lebih baik lagi, karna ada waktu enam hari membendung rindu dan satu hari untuk melepaskannya, lebih terasa istimewa dari biasanya saat mereka dapat bertemu di akhir pekan.
* * *
"Mel ko gue sekarang gak liat lu jemput cowok lu?"
Tanya Dewi penasaran di tengah makan jam istirahat mereka, memang wajar ada rasa penasaran di hati teman-temannya, karna bisanya Jordan menjemput Mely pulang kerja setiap hari tapi sudah berapa lama mereka tak melihatnya.
"Dia sekarang udah kerja, udah punya kesibukan sendiri jadi yah..... sekarang dia gak bisa jemput gue kayak biasanya. Kita pun jadi jarang ketemu, kita cuma bisa ketemu seminggu sekali di hari minggu doang pas dia libur kerja"
"Owh... senasib dong Mel kita sekarang"
__ADS_1
Timpal Siska, mereka tertawa. Memang diantara mereka berempat awalnya hanya Siska yang memiliki pasangan setelah Mely pacaran dengan Jordan ia sempat di bully Dewi dan Ocha karna sudah menjadi bucin (budak cinta) karna kerjaan Mely saat makn siang selalu berkirim pesan dengan Jordan atau telponan.
Kini Siska dan Mely senasib karna Siska juga hanya bisa bertemu dengan pacarnya di akhir pekan saja, tentu kendalanya karna mereka punya kesibukan dengan pekerjaan Masing-masing meski begitu mereka menikmatinya.