
Aroma harum telor goreng membangunkan ku dari tidur yang nyenyak, pagi datang begitu cepat ini hari baru di tempat baru untuk ku.Ku hirup nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.
Sambut hari dengan tersenyum dan apapun yang terjadi hari ini harus bisa bersyukur. Ucapku pada diri sendiri, saat aku keluar kamar tante Isma tersenyum sambil meletakan sepiring sarapan di meja makan.
"Sepertinya tidur kamu nyenyak" ucapnya yang melihat wajah fresh ku meski aku belum mandi.
"Ya, kamarnya nyaman tan aku ampe nyenyak tidurnya bahkan seinget aku baru kali ini lagi aku tidur nyenyak"
"Syukur deh kalau kamu betah, sekarang kamu sarapan dulu terus itu mandi dan siap-siap karna hari ini tante mau bawa kamu ke toko, tapi tante keluar dulu sebentar ya"
"Iya tan".
Tante Isma memang sudah rapih dengan pakaian serba ungunya, entah dia mau kemana sepagi ini aku tak mau ambil pusing segera ku habiskan sarapannya dan cepat-cepat melaksanakan perintah tante, aku tak mau di hari pertama kerja aku sudah buat kesalahan atau lambat.
Tante membawaku ke toko baju yang sudah ia kelola selama lima tahun, setauku toko ini dia bangun setelah cerai awalnya dia sendiri yang menjaga sampai akhirnya dengan usaha kerasnya dia dapat memiliki karyawan dan dua cabang toko di tempat lain.
Aku baru sadar Tante Isma adalah wanita yang hebat, ia tak membiarkan sakit hati membuatnya tenggelam dalam keterpurukan justru ia bangkit dan menjadi wanita karir yang hebat.Melihatnya membuatku memiliki semangat baru, aku yang lebih muda darinya tentu harus lebih bersemangat menjalani hidup ini cobaan apa pun itu harus bisa menjadikan ku lebih dewasa dan kuat.
"Akhirnya kita nyampe, ayo turun" ucap tante Isma padaku.
Tokonya cukup besar dari informasi yang aku dapat dari tante Isma ia memiliki 12 karyawan, 7 karyawan wanita dan 5 karyawan pria. Biasanya karyawan wanita ia tempatkan di kasir dan helper sedangkan karyawan pria untuk di gudang dan paling hanya 2 karyawan pria yang ia tugaskan untuk membantu di depan jika ramai.
Karna tante suka warna ungu sudah bisa di tebak cat dinding toko pun berwarna ungu dan seragam karyawan juga bernada sama.Tante terus membawaku ke belakang masuk ke kantornya yang bersebelahan dengan gudang.Ia juga memanggil seorang karyawan wanita yang dia percaya sebagai supervisor.
"Anggi perkenalkan ini Mely dia karyawan baru di sini saya minta kamu tolong ajari dia segala macam tentang pekerjaannya, ya kamu tau sendiri seperti jadi kasir dan helper"
"Baik bu"
"Oh ya dan untuk pembagian jam istirahatnya juga saya serahkan sama kamu, kamu atur-atur aja gimana baiknya"
"Siap bu"
__ADS_1
"Mel kamu boleh ikut dia sekarang"
Aku mengangguk sebagai tanda jawaban, Anggi ini cewek jangkung dan punya paras yang cukup cantik bahkan dia menurutku dia punya tubuh yang proporsional seperti model.Dia mengajak ku berkeliling dan memperkenalkanku pada karyawan lain.
Karna hari ini kebetulan sedang sepi jadi tak banyak yang bisa di lakukan, aku hanya di tugaskan untuk ikut merapikan pakaian di bagian meja diskon. Sesekali teman baru ku mengajukan beberapa pertanyaan yang sederhana seperti aku tinggal dimana, berasal dari mana dan yang lainnya.
Waktu berjalan cukup menyenangkan sampai Ka Anggi memberitahu ku sudah jam istrahat. Karna ini sebuah toko tentu jam istirahat di bagi dua secara bergiliran agar toko tetap buka dan ada penjaganya.
Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan di jam istirahat, karna aku belum lapar dan tak tahu harus kemana akhirnya aku pergi ke loker terlebih dulu sebelum ku putuskan apa yang akan ku lakukan di jam istirahat.
"Hai anak baru"
Sapa seorang wanita dari belakang punggungku, aku berbalik dan melihat dia tengah berdiri tepat di hadapanku dengan tiga orang lainnya mengikuti di belakang, mereka menatap ku seraya tersenyum tapi senyum yang menyebalkan.
"Kalau gak salah tadi nama kamu Mely ya" ucapnya mengingat
"Dan kalau gak salah kamu Reni" balas ku.
"Kamu tuh baru di sini baru berapa jam jadi kalau ngomong tuh yang sopan, panggil Kakak.... Kak Reni"
"Maaf ka.... Reni" jawabku pelan.
Aku bisa membalas serangannya dengan mudah tapi aku tak ingin cari gara-gara di hari pertama kerja ku, aku tak ingin hari baru ku hancur karna emosi ku yang tak bisa ku tahan.
"Ya sudah sebagai tanda permintaan maaf kamu harus traktir kita makan"
Ketiga temannya bersorak setuju, tanpa menunggu persetujuan ku dia langsung menarik tanganku membawaku ke warung nasi terdekat. Secuil pun aku tak ikut makan bukan karna takut tapi memang aku tak lapar, yang kulakukan hanya melihat wajah mereka satu persatu mendengarkan obrolan mereka dan akhirnya tentu membayar tagihan mereka.
Tak ku sangka ternyata setelah aku di tinggalkan begitu saja untuk membayar tagihan seorang wanita menghampiriku dan ternyata dia adalah karyawan tante Isma juga.
"Berapa total semuanya?" tanyanya padaku
__ADS_1
"Apa?" tanyaku tak mengerti
"Reni dan gengnya, berapa total harga mereka makan?"
"Oh.. dua ratus ribu" jawabku masih agak linglung.
Wanita itu mengeluarkan selembar uang seratus ribu dan menyerahkannya padaku.
"Nih, biar kamu gak terlalu berat bayarnya"
"Oh gak usah kak, uang aku cukup ko"
"Udah ambil aja, lain kali kalau istirahat bareng aku aja ya. Kerja juga usahain bareng aku aja"
Aku mencoba menolak nya lagi tapi dia bersikeras, akhirnya aku menerima bantuannya juga. Kami pulang bersama ke toko, di perjalanan dia memperkenalkan namanya Sely dan tinggal tak jauh dari toko.
Aku sudah memanggilnya dengan panggilan Kak Sely tapi ia menolak alasannya ia merasa tua jika di panggil Kakak walau pun ia senior tapi ia lebih senang di panggil Sely saja terlebih saat kami tau usianya lebih muda dari ku akhirnya ia yang memanggilku Kak Mel.
"Sel pulang kerja kamu sibuk gak?"
"Gak tuh ka, emang kenapa?"
"Sebagai tanda terimakasih mau gak pulang kerja aku traktir ngopi?"
"Oh.yaelah cuman gitu doank tapi ya boleh deh, nanti kita pulang sama-sama"
Sely tergolong orang yang menyenangkan, suka bercanda dan baik hati. Tubuh mungilnya kadang jadi bahan bully an yang lain tapi dia selalu menganggapinya dengan santai, tak heran jika semua karyawan di sini menajadi teman baiknya.
Reni pun tak luput menjadi teman baik bagi Sely, meski sifat Reni yang sombong dan tukang bully tapi rupanya mereka bisa berteman cukup baik.
Sepulang kerja aku langsung memberitahu Tante Isma bahwa aku akan pulang terlambat, dan tante mengijinkan tentu karna aku sudah memberitahukan alasannya.
__ADS_1