Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku
eps. 13


__ADS_3

Jordan datang menemui Mely karna perintah Mely yang tak bisa di tolak, meski Jordan merasa malas karna lelah setelah seminggu bekerja dan ingin beristirahat di akhir pekan.Tapi demi Mely dia datang juga.


"Kamu masih hubungan dengan wanita itu"


Ucap Mely membuka topik yang justru tidak ingin Jordan bicarakan, tapi jika Mely sudah memulai maka dia harus bicara.


"Aku udah putusin dia tapi dia gak mau, sampe sekarang dia gak mau ngelepasin aku bahkan dia datang ke rumah cuma buat narik simpati aku, aku... udah gak tahu harus gimana lagi"


"Sayang... apa kamu gak curiga sama dia"


Jordan menatap heran pada Mely yang beringsut mendekatinya dan bicara begitu lembut tapi meyakinkan.


"Kamu bilang sejak kamu di angkat jadi kepal koki dia datang ke kamu buat minta tolong karna dia sering di usik mantan pacarnya, apa kamu gak heran? Jangan-jangan selama ini dia cuma manfaatin kamu doank secara kamu ini udah mapan, yang dia pengen itu cuma bergantung sama kamu, lagi pula jika dia wanita yang baik kenapa ada banyak sekali orang yang benci sama dia"


"Aku juga sempet berfikir seperti itu, tapi setiap dia bicara dia selalu bisa meyakinkan aku dan aku percaya bahwa dia itu tulus sama aku"


"Jangan-jangan kamu udah di pelet lagi sama dia"


Jordan terdiam mendengar ucapan Mely, memang sejak Jordan selingkuh dia lebih tempramen. Hal ini yang menguatkan Mely bahwa dia memakai guna-guna demi bisa memiliki Jordan sepenuhnya.


"Terus aku harus gimana? ketika aku sama kamu aku bisa lupa dia, aku bahkan sadar kalau apa yang aku lakuin salah dan aku ingin sama kamu terus, tapi kalau aku udah balik ke Bali lagi dia selalu ada buat aku dan mampu bikin aku jatuh kepelukan dia"

__ADS_1


"Gini aja, kamu hancurkan semua hal yang berhubungan sama dia, kayak misalnya baju gitu"


"Ya aku punya baju couple yang dia kasih ke aku"


"Kalau gitu kamu harus hancurkan baju itu, kamu robek-robek baju itu dan bakar jangan lupa kamu foto dan kirim ke dia"


Tak di sangka begitu pulang ke Bali Jordan langsung menuruti perintah Mely,tentu saja Dina yang di kirimi foto baju yang di bakar itu sakit hati dan marah pada Jordan, tapi rupanya ia cukup tabah dan kuat ia memaafkan Jordan. Bahkan ia bersikap lebih manja sampai hati Jordan luluh lagi.


* * *


Mely memandang langit malam yang kelam, hanya awan hitam berkumpul tanpa cahaya. Siang tadi Mely baru mengabari orangtuanya untuk tidak mengharapkan dia menikah dengan Jordan, tentu ia beritahukan pula alasannya. Meski orangtua Mely begitu kecewa dan marah bahkan sempat meminta Mely pulang ke Bandung dan istirahat di sana tapi berkat Mely yang bisa meyakinkan kedua orang tuanya bahwa dia baik-baik saja dan bisa menjalani hidup di jakarta akhirnya mereka hanya bisa mengiyakan.


Nadin pun yang sudah di beri tahu begitu malu pada Mely hingga tak punya muka untuk bertemu, tapi Mely yang ia kenal adalah wanita tangguh yang mandiri. Sikap Mely yang dewasa mampu bicara tegas untuk berkata.


"Lu ngomong apa sih Mel, udah jelas-jelas Jordan yang salah dan ******* itu yang salah"


"Oh ya, kalau gue di posisi Jordan gue juga pasti bakal selingkuh, terang aja ketika gue butuh sandaran dan ada orang yang mau jadi sandaran tentu gue ambil kesempatan itu karna orang yang harusnya ada malah gak bisa hadir di samping gue buat sandaran, dan kalau gue jadi Dina gue juga pasti mau ko pacaran sama Jordan meski tau dia udah tunangan, cewek mana yang gak mau sama dia, udah cakep mapan lagi. Terlebih lagi dia ada buat ngelindungin"


Nadin menangis mendengar ucapan Mely, ia seolah membela dua orang yang dianggap Nadin sebagai ********. Ia tak menyangka Mely mampu memaafkan dan berlapang dada.


"Terus sekarang apa yang bakal lu lakuin?"

__ADS_1


"Berjuang.... memperjuangkan hak gue sebagai tunangannya.... tapi jika kehadiran gue udah gak dianggap lagi dan jika gue udah gak adi butuhin.. gue pasti mundur... karna gak ada untungnya buat gue terus berjuang sendirian"


Mely menutup matanya, rasa pedih, sakit, kecewa, bukanlah kepahitan pertama kali ini ia rasakan. Ia sudah pernah berharap dan harapannya musnah begitu saja.Ia mampu ikhlas tapi yang ia pertanyakan kenapa harus dengan cara seperti ini, setelah semua pengorbanan yang ia berikan saat selangkah lagi ia menuju kebahagiaan ia malah jatuh tersungkur.


* * *


Minggu terakhir Jordan menghabiskan waktu bersama Mely di jakarta, membawanya pergi jalan-jalan dan bersenang-senang. Minggu terakhir karna setelah ini mereka bertemu lagi sebagai musuh bukan sepasang kekasih yang memadu cinta.


Bahkan minggu terakhir mereka ditutup dengan sebuah pertengkaran, bagaimana tidak. Saat Jordan bersama Mely Dina terus mengirim pesan yang berisi kekecewaannya kepada Jordan, hingga Mely naik pitam.


"Kamu benar-benar hebat ya, di depan kamu calon istri kamu sedang memanjakan kamu dengan penuh cinta bersamaan dengan itu kamu saling berkirim pesan dengan sang selir"


"Bukan gitu yang, dia terus ngirim pesan dia bilang aku tega ninggalin dia setelah semua yang dia berikan sama aku, dia kecewa karna aku udah mencampakkan dia"


"Memang apa yang dia kasih sampai kamu harus peduli sama dia, apa dia ngasih kamu nyawa seperti yang aku ngasih ke kamu, apa dia nemenin kamu dari nol seperti yang aku lakuin, aku yang harusnya nanya gitu sama kamu, apa yang kurang dari aku sampai kamu tega selingkuh dari aku"


"Cukup Mel, aku tahu kamu lebih baik dari dia tapi tolong jangan bikin aku pusing. aku butuh waktu buat berfikir"


"Apa yang harus kamu pikirkan? kamu cuma harus ganti no handphone kamu, hindari dia udah gitu aja, atau kita percepat pernikahan kita supaya aku bisa terus ada di samping kamu"


"Aku gak tahu, aku usahain kita percepat pernikahan kita"

__ADS_1


Mely tentu tahu Jordan tak bersungguh-sungguh berniat mempercepat pernikahan mereka, ia bicara seperti itu hanya agar bisa menghindari amarah Mely.Tak masalah karna Mely pun sudah tak berharap banyak, dia sudah lelah berjuang.


Mungkin nasibnya hanya untuk berjuang bukan untuk bahagia, mungkin takdir percintaannya memang sudah seperti ini.Hanya saja sebelum dia pergi dengan ikhlas dia ingin berjuang untuk yang terakhir kalinya.


__ADS_2