Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku
Spesial Eps. Antara cinta dan cinta


__ADS_3

Selembar kertas hampir jatuh dari genggaman, hanya karena selembar kertas ini satu tahun yang terlupakan kembali kedalam pikiran.Satu tahun penuh makna, satu tahun penuh cerita.


Beberapa bulan yang lalu ia ingat lagi, wajahnya cemas menunggu di luar ruangan, teriakan istrinya yang memekakan telinga tak mampu ia redam.Hingga akhirnya teriakan itu berubah menjadi tangisan bayi, puji syukur ia panjatkan kepada Tuhan.


Seorang gadis kecil yang imut dan cantik membuat keluarganya terasa semakin sempurna, dengan semangat ia bekerja setiap hari dan pulang dengan cepat di sore hari, tak sabar ingin memeluk dan menciun buah hatinya.


Hingga suatu hari, dalam perjalanan menuju tempat kerja sebuah mobil tak sengaja menabrak kendaraan yang ia tumpangi.Kecelakaan yang tak dapat di elakkan membuatnya pingsan seketika dan koma beberapa hari, yang tak di sangka dalam bangunnya yang ia ingat adalah wanita yang pernah menjadi ratu di hatinya.


Ya, Mely seorang yang ia ingat, wanita yang telah membuatnya mencapai kesuksesan.Bagai sebuah siluet masa-masa indah kebersamaannya dengan Mely berganti-ganti dalam pelupuk mata.


Hingga karena pekerjaannya mereka harus menjalani hubungan jarak jauh, dan perang batinnya di mulai.


Tuntutan pekerjaan mengharuskan tubuh selalu fit, performa kerja semakin meningkat, dan keinginannya untuk membahagiakan Mely dengan segala cara justru membuatnya mudah setres.


Dalam keadaan butuh seseorang yang mampu membangkitkan semangat tanpa sengaja ia mengenal Dina, gadis biasa yang dalam kesulitan.


Kembali teringat dengan jelas malam itu ia melihat Dina tengah di ganggu oleh seorang pria hingga ia menjerit-jerit ketakutan.Bak Pahlawan Jordan datang menolong dan mengusir pria tersebut.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Jordan prihatin.


"Tidak, terimakasih" jawab Dina pelan.


Hari itu menjadi awal perjumpaan mereka yang menjadi sering, tanpa permintaan Jordan mengawal Dina karena kasian pada nasib Dina yang tak bisa hidup tenang.


Semakin hari kedekatan tak mampu di elakkan, dan cinta tentu hadir di hati Dina meski ia tahu Jordan telah memiliki tunangan.Siapa yang bisa menolak pria tampan, mapan, dan bertanggungjawab.


Satu malam setelah Jordan mengantar Dina pulang ia terjebak hujan hingga harus menunggu di rumah Dina yang sepi.


"Kemana orangtua kamu?" tanya Jordan.


"Lagi di rumah nenek lusa baru pulang"


"Oh, jadi kamu sendiri dong" ujar Jordan.


Dina hanya mengangguk sebagai jawaban, tak disangka rasa cinta yang dalam itu mengantarnya pada nafsu, berawal dari pegangan tangan dan berakhir di ranjang.


Tak ada sesal di hati mereka, justru cinta pun tumbuh di hati Jordan, perhatian yang dia butuhkan bisa di berikan Dina bahkan waktu dan segalanya saat Mely yang terhalang jarak tak mampu.


Layaknya pasangan kekasih baru mereka pergi berlibur bersama, menikmati masa-masa romantis berdua dan mengabadikannya dalam sebuah potret.


Kebahagiaan yang merupakan dosa itu akhirnya diketahui Mely, sebagai pria dia harus memilih antara cinta lama dan cinta baru.Ia mencintai Mely sejak awal jumpa pertama, cinta yang tulus dan suci yang akan membawa mereka ke jenjang pernikahan.


Jordan telah memilih, dia harus meninggalkan Dina, tapi saat dia mengetahui bahwa Dina tengah mengandung anaknya kembali ia bimbang.


Tak mampu memilih, tak ingin kehilangan Mely tapi tak sanggup mengabaikan anak sendiri mencoba mencari pengertian Mely ia telah bertekad akan menikahi keduanya.


Tak di sangka murka Mely muncul ke permukaan, gadis lembut dan anggun entah pergi kemana, Mely menolak mentah-mentah dan mengutuk.Mau tak mau Jordan harus terima di tolak.

__ADS_1


Namun bukan berarti dia kehilangan segalanya, ia masih memiliki Dina yang memberinya buah hati dan menjadi istri yang sempurna.


Setelah semua yang terjadi kini Jordan hanya bisa menyesal akan apa yang ia perbuat pada Dina, ia juga mengutuk dirinya yang amnesia dan lupa akan Dina.


Andai kecelakaan itu tidak pernah terjadi, Mely mungkin tidak pernah hadir kembali dan merusak rumahtangganya.Tapi ini bukan pula sepenuhnya kesalahan Mely, andai dulu ia teguh hati tak terpikat Dina mungkin saat ini istrinya adalah Mely dan mereka hidup bahagia.


Tak mampu mengulang waktu, yang bisa membuat kebahagiaannya kembali kini adalah keputusannya lagi. Pagi sekali Jordan datang mengunjungi Dina di kediamannya.


Kaget bukan kepalang Dina menyuruh Jordan masuk dengan kikuk.Segelas kopi ia suguhkan dan duduk menunggu Jordan bicara.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Jordan.


"Aku baik mas, hal apa yang membuat mas datang bertamu?"


"Ada yang ingin aku katakan padamu"


"Apa?" tanya Dina tak sabar.


"Aku tidak akan menceraikanmu, mari kita pulang dan menjalani hidup seperti biasa lagi" ujar Jordan tanpa basa basi.


Kaget pada apa yang barusan didengarnya Dina tak mampu menjawab apapun.


"Aku sudah ingat semuanya, ingatanku sudah kembali, karena itu mari kita jalani kehidupan kita seperti sebelumnya"


"Lalu bagaimana dengan Mely?"


Dalam beberapa waktu Dina terdiam hingga akhirnya ia tersenyum dan berkata.


"Pulanglah mas, surat cerai kita akan aku urus sesegera mungkin."


"Apa? kenapa?" tanya Jordan tak paham.


"Sejak dulu bahkan sebelum kita menikah aku hanyalah wanita simpananmu, kau tidak mencintaiku sepenuhnya.Aku hanya lah pilihan kedua bagimu, selalu seperti itu.Dulu kau menikahiku karena aku mengandung anak mu dan karena Mely telah menolakmu.Kini kau pun datang lagi padaku karena Mely menolak mu untuk kedua kalinya.Andai dulu aku tidak hamil sudah pasti aku tidak mungkin kau lirik, sebesar apa pun cintaku padamu aku tetaplah hanya pilihan terakhir saja.Aku sudah lelah mas, aku tidak ingin menjadi simpanan yang di pakai saat tak ada pilihan"


"Tidak Dina, aku bersungguh-sungguh.Aku juga mencintaimu jika tidak bagaimana mungkin kita bisa melakukan hubungan hingga lahir anak itu" bantah Jordan menolak.


"Itu bukan cinta mas, itu hanya nafsu."


Meski Jordan bersikeras tapi Dina tetap menyuruh Jordan pergi, hingga seminggu kemudian surat cerai dari Dina telah Jordan terima.Mencoba membujuk berapa kali tapi usahanya tak pernah berhasil.


Dina sudah bulat dengan keputusannya, dan mereka pun bercerai.Namun Jordan tak menyerah begitu saja dia mengajukan sidang untuk hak asuh anaknya.Entah mengapa takdirnya begitu buruk, hak asuh dengan mudah di dapatkan oleh Dina.


Tanpa memiliki pekerjaan, tanpa istri yang mendampingi dan tanpa anak yang menyemangati.Jordan hidup sebatang kara menyesali apa yang telah terjadi padanya.


Hingga ia nekat mencari Mely dan mencoba mengambil kembali hatinya.Beruntung Nadin mau membantunya, dengan mudah Nadin memberikan alamat Mely di Bogor.


"Makasih Din, makasih banget lu mau nolongin gue" ucap Jordan bersyukur.

__ADS_1


"Gue sama sekali gak ada niat buat nolongin lu, gue ngasih alamat Mely biar lu bisa liat dengan mata kepala sendiri bahwa wanita yang udah lu sia-siain sekarang lagi di bahagiain sama orang lain, dan bukan cuma satu orang.Malam minggu ini lu pergi liat sendiri Mely ada di kafe ***** jam 10 malam" jawab Nadin.


Meski Nadin berkata seperti itu tapi Jordan tak goyah, sesuai ucapan Nadin Jordan pergi ke kafe yang di maksud.Tanpa waktu lama malam itu Jordan sudah bisa melihat Mely tengah duduk berkumpul.


Ia bisa melihat wajah Mely yang cerah, tawanya lepas tanpa ada beban sedikit pun.Ia sangat cantik dan menarik, ia bercanda dengan bebarapa orang di situ dan berantem dengan seorang pria yang wajahnya tak asing lalu Jordan melihat kedekatan Mely dengan pria itu nampak spesial.


Dengan wajah sumringan Mely menerima suapan darinya, Nadin yang hadir diantara orang-orang itu telah berkata jujur, Mely memang sudah bahagia.Namun bukan berarti dia akan menyerah begitu saja.


Mencoba memberanikan diri Jordan mulai berjalan menghampiri Mely, di panggilnya Mely yang sedang membelakangi nya.


Orang-orang itu diam seketika di tengah tawa dan menatap Jordan, Mely yang paling terakhir menengok kaget melihat Jordan di hadapannya.


"Mely... ada yang ingin aku katakan" ucap Jordan.


Sejenak tak ada kata yang di ucapkan Mely, dia harus berfikir hingga akhirnya menjawab.


"Kau bisa bicara sekarang"


Jordan terpaku, sejenak ia berpikir bisakah ia bicara di hadapan semua mata yang tengah tertuju padanya.Namun tekadnya sudah bulat, dengan mengumpulkan semua keberanian akhirnya ia berkata dengan jelas.


"Aku mencintaimu, aku ingin kau menjadi milikku lagi"


Sontak semua orang kaget mendengar pernyataan Jordan, tapi tidak dengan Mely.Dengan santai dia menggenggam tangan Kak Afdal menunjukannya pada Jordan dan menjawab.


"Maaf aku sudah menjadi miliknya."


Jarak yang ia tempuh, tekad yang kuat, harapan yang sirna sudah membawanya pulang dengan lunglai, setiap kakinya terasa berat melangkah pergi meninggalkan Mely yang samar-samar ia dengar tengah bercanda dengan kawan-kawannya.


"Siapa itu Mel?" tanya Sely penasaran.


"Penggemar berat aku kali" jawab Mely santai.


"Yaelah kaya artis aja kamu punya penggemar" ledek kak Deni.


"Ya ampun kakak, adik kakak ini cantik jadi wajar dong kalau punya penggemar"


"Eh yang ada juga gue lah artis" ujar kak Afdal


"Idih artis apaan lu?" tanya Kak Damar membuat ekspresi jijik.


"Artis pasar tradisional" ujar Nadin menjawabkan.


"Ah sialan lu, kan bentar lagi gue mau di rekrut jadi komikus" jawab Kak Afdal tak terima di cemooh.


"Sama siapa?" tanya yang lain serentak.


"Sama kakek sugiono" jawab Kak Afdal bergurau.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2