Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku
Spesial eps : Duri 4


__ADS_3

5 Maret menjadi hari yang paling spesial untuk Sely, sepulang kerja kemarin dia mengatakan ingin menghabiskan waktunya bersama ku dengan bersenang-senang. Tentu setelah sepulang kerja, dia terus mengoceh dan terlihat sangat bahagia.Saat ku tanyakan pada mba Anggi rupanya besok tanggal 5 Maret adalah hari ulang tahunnya.


Aku menjadi berfikir keras untuk memberinya sebuah kado yang istimewa, di hari yang spesial baginya dia sudah begitu baik ingin berbagi kebahagiaan denganku. Maka aku tidak boleh membuatnya kecewa aku harus membahagiakan nya sepanjang hari itu.


"Traktir saja dia, makanan atau minuman apa pun yang dia pesan kamu yang bayar dengan begitu juga Sely pasti senang" jawab tante Isma saat aku meminta pendapat darinya.


Itu ide yang cukup bagus, sepanjang hari dia bersama ku dia sudah katakan ingin pergi jalan-jalan denganku tentu kami akan memberi beberapa makanan dan minuman cukup bagus untuk membayar semua itu, tapi aku rasa itu tidaklah cukup.Aku ingin sesuatu yang bisa dia simpan dan dia lihat sepanjang waktu.


Aku melihat sekeliling kamar ku, apa yang bisa ku berikan padanya. Ini sudah malam jika aku tidak buru-buru semua toko akan keburu tutup dan aku tak punya kesempatan lagi untuk membelikannya kado. Tak ada waktu banyak untuk berfikir kuputuskan untuk mencari jawabannya sambil ber jalan-jalan.


Malam yang cerah mendukung suasana hati ku yang sedang bersemangat, kuputuskan untuk masuk ke salah satu toko jam hanya untuk melihat-lihat tapi lebih berharap mendapat sesuatu.


"Mely... " panggil seseorang dari belakangku, saat aku menoleh ternyata Kak Deni yang memanggil.


"Kamu lagi apa di sini?" tanyanya heran tapi aku tahu ada sedikit rasa senang di nada bicaranya.


"Oh kak Deni, cuma lagi liat-liat aja. Kakak sendiri lagi apa? "


"Jam tanganku rusak, jadi aku service di sini"


"Ohhh" jawabku mengangguk-anggukan kepala.


Beberapa detik kami diam dan mataku kembali melihat-lihat jam tangan di dalam etalase, ada beberapa jam tangan yang kelihatan menarik tapi kurang cocok jika di jadikan sebagai kado.


"Kamu mau beli jam?" tanya kak Deni yang rupanya sedari tadi memperhatikanku.


"Gak juga, aku lagi nyari kado aku pikir mungkin jam tangan bisa jadi pilihan yang tepat tapi aku belum nemuin yang cocok"


"Oh kalau boleh tau kamu nyari kado buat siapa? "

__ADS_1


"Buat Sely, besok dia ulangtahun"


"Jadi Sely besok ulangtahun ya"


Aku menganggukkan kepala sebagai jawaban, Tiba-tiba dia menarik ku ke sebuah etalase jam tangan yang lain dan menunjuk salah satu jam tangan.


"Kamu lihat jam tangan warna silver itu yang ada tulisan namanya? "


"Iya aku lihat, kenapa?"


"Aku rasa itu kado yang bagus, kamu bisa pilih mau jam tangan yang mana terus kamu kasih ke pegawainya minta di tulisin nama Sely"


Aku memikirkan saran Kak Deni, dan aku rasa itu saran yang cukup bagus. Aku segera melihat-lihat satu persatu model jam tangannya, dan pilihanku jatuh pada jam tangan berwarna emas, lingkaran jam nya berukuran sedang dan di kelilingi batu biru yang cantik, segera ku serahkan ke pegawai nya untuk meminta di ukir nama Sely.


Setelah selesai aku mengucapkan terimakasih pada Kak Deni yang sudah membantuku, ini adalah kali kedua dia menolongku padahal aku ingin menjauhinya tapi takdir malah terus membuat kami menjadi dekat sampai ada rasa segan ku padanya.


"Kamu pulang naik apa Mel? " tanyanya saat aku hendak berpamitan


"Ini kan udah malam Mel, mening kamu aku antar pulang aja ya. Bahaya lho anak gadis jalan malam-malam sendirian"


"Gak usah ka, rumah aku deket ko naik angkot bentar aja nyampe ko"


"Udah aku anter ja, lagian malam gini angkot udah jarang Mel. Kalau kamu kenapa-kenapa di jalan gimana hayo"


"Beneran ka, aku bisa pulang sendiri"


Aku mencoba terus menghindar tapi Kak Deni sangat bersikukuh hingga akhirnya aku tak bisa menolak, terpaksa aku menyetujui. Sepanjang jalan Kak Deni berusaha mengajak ku ngobrol tapi aku tak begitu meladeni, aku teringat nasihat Sely yang mengatakan aku harus berjaga jarak dengannya. Sampai di rumah pun aku hanya mengucapkan terimakasih dan masuk begitu saja.


* * *

__ADS_1


Ku bungkus jam tangan itu sedemikian rupa agar terlihat cantik, aku berharap Sely akan menyukainya.Awalnya aku ingin memberikannya pagi hari sebelum kami bekerja tapi aku bangun kesiangan hingga lupa tak membawanya ke tempat kerja.


Saat tiba di toko aku cepat-cepat membuka loker dan menyimpan tas ku di dalam namun aku menemukan seikat bunga dan coklat di dalam loker ku, ini aneh siapa yang sudah menyimpannya di dalam loker ku. Tapi rupanya hadiah itu bukan untuk ku, di dlm bunga itu terselip sebuah kartu ucapan yang isinya "happy birthday Sely" rupanya ada seseorang yang ingin memberi kejutan untuk Sely tapi dia salah menaruhnya.


Aku hendak menyerahkannya kepada Sely tapi berhubung waktu kerjaku sudah di mulai kuputuskan untuk menundanya.


Bagiku waktu bekerja berjalan dengan cepat, aku dan Sely sudah berjalan ke loker untuk mengambil tas dan pulang.Tapi bagi Sely waktu terasa lambat berjalan, mungkin karna dia menantikan waktu kami main bareng.


Sebelum kami pulang ku serahkan seikat bunga dan coklat yang tadi pagi hendak ku berikan, Sely sangat senang dan banyak mengucapkan terimakasih sampai aku tak di beri kesempatan untuk menjelaskan bahwa hadiah itu bukan pemberianku.


Barulah saat aku minta dia mengantar ku pulang dulu dengan alasan ingin mandi dan mengganti pakaian ku ambil kado yang sudah ku persiapkan untuknya dan ku berikan padanya.


"Ya ampun Kak Mel, hadiahnya banyak banget udah ngasih aku bunga, coklat sekarang ngasih hadiah lagi"


"Gak ko Sel, bunga sama coklat yang tadi aku kasih bukan dari aku"


"Lho bukan dari Kak Mely? terus dari siapa donk" tanyanya heran


"Gak tahu, orang barangnya ada di loker aku pas aku lihat ada kartu ucapannya buat kamu.Mungkin dari temen kamu yang lain pengen ngasih surprise tapi salah naro"


"Iya tapi temen aku yang mana?"


"Ya mana aku tahu temen kamu kan banyak Sel, bisa siapa aja" jawabku seraya mengangkat bahu


"Tapi temen terdekat aku cuma Kak Mel doang, sama yang lain biasa aja"


"Tapi yang tahu kamu ulangtahun kan banyak buka aku doang, mungkin penggemar rahasia kamu kali" ucapku menggoda.


"Ah Kak Mel nih.... ada-ada aja"

__ADS_1


Ucap Sely seraya tersipu malu, dia masih memikirkan tapi aku segera mengajaknya pergi mumpung hari masih sore dan kami punya banyak waktu untuk bermain.Mungkin saja Sely benar-benar memiliki penggemar rahasia, jika ada yang sadar bahwa dia adalah orang menyenangkan dan baik terlebih dia juga punya wajah yang manis dan imut pasti ada banyak pria yang menyukainya, bagiku saja dia seperti adik yang lucu, kadang menggemaskan dan sedikit mengesalkan bila keluar sifat jahilnya, sifat manjanya pun selalu mengundang tawa. Dia istimewa.


__ADS_2