
Sudah satu minggu ini Sakha dan Keysha menghabiskan waktu di penthouse. Mereka seperti tengah menikmati honeymoon meski hanya di dalam penthouse saja. Sakha bahkan tak ingin keluar dari kamar dan terus saja ingin bercinta dengan Keysha.
Namun hari ini, baik Sakha maupun Keysha harus kembali ke Kha-Fashion, perusahaan yang akan mereka kelola bersama. Tepat di hari ini pun Sakha akan mempublikasi hubungannya dengan Keysha pada seluruh karyawan Kha-Fashion.
Keysha memeluk Sakha dari belakang dan menyandarakan kepalanya di punggung Sakha. Sakha mengusap kedua tangan Keysha yang melingkar di perutnya.
"Apa yang kau pikirkan, Baby." Tanya Sakha seolah tau pikiran Keysha.
"Apa pendapat semua karyawan Kha-Fashion jika tau kita sudah menikah?"
Sakha membalikan tubuhnya dan menangkup wajah cantik Keysha. "Tidak akan ada yang berani mengomentari pernikahan kita. Jangan takut, jalan terus bersamaku ya." Kata Sakha membuat Keysha menganggukan kepalanya.
Mereka pun tiba di Kha-Fashion, Sakha dengan manisnya membukakan pintu untuk Keysha, bahkan mereka jalan bergandengan tangan membuat semua orang menatap dengan heran seolah bertanya, ada hubungan apa diantara mereka.
Sakha berjalan dengan aura dingin, namun ketika menatap wajah cantik Keysha, tatapan Sakha menjadi hangat dan penuh cinta. Banyak diantara karyawan yang mengatakan jika Sakha dan Keysha adalah pasangan serasi, mengingat beberapa karyawan tau siapa Keysha sebenarnya. Namun ada juga yang tidak menyukainya, merekalah teman teman Vivian dulu.
Sakha membawa Keysha ke dalam ruangan rapat, dimana disana sudah ada beberapa pimpinan tertinggi karena Sakha yang memerintahkan agar pimpinan tertinggi mewakili divisinya masing masing untuk menghadiri pengumuman yang akan Sakha berikan.
Sakha mendudukan Keysha di kursi yang berada percis di sebelahnya, kemudian Sakha tetap berdiri dengan tangan yang masih menggenggam tangan Keysha.
"Terimakasih yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk menghadiri rapat singkat kali ini." Kata Sakha dan semua pimpinan mendengarkan dengan serius.
"Disini saya ingin memberi pengumuman jika saya, Sakha Abimana telah resmi mempersunting Keysha Queen Wiguna sebagai istri saya pada bulan lalu." ucap Sakha membuat seluruh peserta rapat terlihat terkejut.
Sakha membiarkan para pemimpin divisi itu sedikit riuh lalu Toni kembali menenangkannya.
Setelah semua diam kembali, Sakha kembali berbicara. "Saya tidak ingin ada keributan apa lagi berita miring tentang pernikahan saya maupun yang menyangkut istri saya. Jika ada yang berbuat seperti itu maka saya akan bertindak tegas. Dan itu adalah tanggung jawab saudara sekalian sebagai pimpinan divisi."
Sakha pun memberikan kode pada Toni agar memperlihatlan foto saat Sakha dan Keysha menikah pada bulan lalu. Hal itu sengaja di lakukan untuk menghindari hal berita tidak benar.
Semua pimpinan divisi mengangguk mengerti, apalagi mereka pun mengetahui nama belakang Keysha yang bukan dari keluarga sembarang orang. Tidak mungkin Sakha dan Keysha melakukan hal negatif sementara Keysha berasal dari keluarga terpandang.
Rapat pun di bubarkan, para pimpinan divisi pun melakukan breafing di divisinya masing masing dan mengatakan informasi tentang pemilik Kha-Fashion itu.
Keysha berada di dalam ruangan Sakha, mereka pun merasa lega karena sudah mempublikasikan hubungannya.
__ADS_1
"Kamu bahagia?" Tanya Sakha pada Keysha yang berada di atas pangkuan dan menghadap ke arah Sakha.
Keysha mengangguk. "Aku tidak menyangka kita sampai di titik ini."
"Tidak menyesal kan menikah denganku?"
Keysha menggelengkan kepalanya. "Tidak sama sekali, mungkin kamu adalah pria yang Tuhan siapkan untuk menggantikan Kak Zein."
Sakha mencium lembut bibir Keysha dan keduanya pun larut dalam ciumannya itu. Keysha melepaskannya terlebih dahulu dan menatap mata Sakha. "I love you, Kha."
"Love you too." Balas Sakha.
**
Sementara itu, Ratna tengah di usir dari kontrakan karena tidak kunjung membayar sewa, apalagi Ratna kepergok tengah menggoda suami dari pemilik kontrakan itu, membuat pemilik kontrakan menjadi berang.
"Pergi kau Nenek tua, tak tau diri, sudah tua masih menggoda suami orang!!" Sentak Bu Didi pemilik kontrakan
"Mah, sudah Mah, malu sama orang." Ucap pak Didi, suaminya.
"Heh, suamimu yang mau sama aku, aku tua tua gini juga masih sanggup layanin suamimu, tidak seperti kamu yang katanya sudah gak mau ngelayaninya." Balas Ratna.
Mendengar hal itu, Bu Didi semakin naik pitam, ia melempari barang barang Ratna keluar dari kontrakannya. Bahkan Bu Didi hendak mengambil pisau namun Ratna dapat menangkapnya dan mendorong Bu Didi sampai terjatuh lalu Ratna segera pergi dan tanpa sadar membawa pergi pisau itu bersamanya juga.
Ratna terburu buru pergi karena banyak yang membela Bu Didi dan dirinya takut di keroyok. Ratna berjalan tanpa mempunyai uang sepeserpun, bahkan ia tak membawa barang barang maupun pakainnya. Ratna terus berjalan hingga tak terasa ia berada di komplek ruko mewah kawasan berbelanja, matanya menatap tajam saat melihat dari jauh seseorang yang pernah ia kenali.
"Ayesha." Gumam Ratna.
Ayesha yang tengah pergi bersama Audrey, Amanda dan Cheryl untuk mencari perlengkapan bayi pun tidak menyadari jika ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
Ratna bak kesetanan berlari dengan pisau di balik punggungnya. Ratna semakin marah karena melihat Ayesha yang semakin cantik dengan perut membuncit. Ratna beranggapan jika Ayesha lah yang membuat keluarganya hancur seperti ini.
"Mommy, awassss." Teriak Cheryl saat melihat Ratna yang seolah olah akan menerkam Ayesha.
Hal itu membuat Amanda yang sedang hamilpun berlari kecil untuk mendorong Ayesha.
__ADS_1
Jlebbb..
"Ayeshaaa."
"Mommy..."
"Ayyy."
Ayesha yang tak bisa menghindarpun terkena tusukan yang di lakukan oleh Ratna.
"Rasakan kau Ayesha, kau kira kau bisa bahagia begitu saja sementara aku disini menderita, Hah." Sentak Ratna.
Audrey berteriak meminta pertolongan, supir dan bodyguard yang tadi mengawal langsung berlari kearah keributan. Sang bodyguard memukul tengkuk Ratna membuatnya pingsan seketika. Sementara itu Ayesha segera dilarikan ke rumah sakit. Beruntung toko perlengkapan bayi itu berdekatan dengan rumah sakit.
Amanda segera menelpon Kenzo menceritakan kejadiannya sementara Audrey terlihat begitu shock. Amanda sendiri merasakan keram di perutnya, namun ia menahannya karena harus kuat menghadapi situasi seperti ini.
Tidak lama kemudian Kenzo dan Kevin datang bersamaan. Kevin begitu terlihat kacau karena takut sesuatu menimpa istri dan calon ke empat anaknya itu.
"Suami Nyonya Ayesha." Panggil suster dan mengarahkan Kevin untuk menemui dokter.
"Silahkan duduk, Tuan."
"Bagaimana dengan istri saya, dok?" Tanya Kevin yang terlihat panik.
"Luka tusukannya tidak terlalu dalam, namun istri anda mengalami kontraksi karena terkejut menerima serangan. Saya sarankan istri anda agar segera di operasi untuk mengeluarkan bayi bayinya."
"Lakukan apa saja asalkan istriku selamat, dok." Kata Kevin dengan serius.
Dokter mengangguk tanda mengerti. Dokter pun segera melakukan tindakan operasi meski bayi bayi Ayesha belum cukup bulan untuk di lahirkan.
Rupanya keluarga Wibisana pun sudah berada di depan ruang operasi, mereka sudah membawa Ratna ke polisi dan akan menjatuhkan hukuman yang berat untuk wanita seperti Ratna.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini aku Up 4 Bab karena akan Tamat di hari ini juga ya.
__ADS_1
Bantu Vote nya mumpung hari senin 🤗