Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 36


__ADS_3

Dua tahun kemudian..


"Ay, kita ada janji makan siang bersama klien, tapi Kakak tidak bisa karena ada klien kita dari Korea yang akan datang siang ini juga." Kata Andrew pada Ayesha.


"Baiklah Kak, biar makan siang bersama klien, aku yang handle saja."


Andrew tersenyum, kini perusahaan sang Ayah semakin berkembang semenjak Ayesha ikut bergabung. Bahkan ide ide briliant Ayesha begitu terpakai oleh Wibi Group. Ayesha berubah menjadi wanita yang mandiri, tegas dan elegant. Namun Ayesha tetap menutup hatinya untuk cinta meski banyak yang mendekatinya dan bahkan berani melamarnya pada Adrian langsung.


Adrian dan Tanisha yang tidak ingin kehilangan Ayesha kembali, kini lebih mengikuti kemauan Ayesha dan tidak menekannya. Mereka tidak mau membuat Ayesha tertekan kemudian pergi. Adrian dan Tanisha membiarkan dulu Ayesha untuk menata hatinya hingga timbul percaya diri di dirinya kembali.


Ayesha pergi bersama Egi yang kini menjadi supir merangkap bodyguard pribadinya, hal itu Adrian lakukan karena takut jika Ayesha kembali bertemu dengan Rama dan keluarganya. Apa lagi kini kedaan Rama dan keluarga begitu menyedihkan, Adrian tidak ingin Ayesha mengasihani mereka dan memaafkan mereka meski Ayesha sudah lama menganggap mereka semua mati tanpa tau kondisi mereka seperti apa saat ini karena dulu Ayesha memilih untuk melepaskannya.


Ayesha berbincang dengan Klien nya membuat Kliennya begitu terkesima. Hingga kedua nya menemukan kesepakatan dan akan bertemu kembali minggu depan di perusahaan untuk melanjutkan kontrak di tahap selanjutnya.


Ayesha berpamitan duluan karena hari ini ia ingin merelaksasi tubuhnya di sebuah salon kecantikan, ia mendatangi salon langganannya dan disana Ayesha tak sengaja bertemu dengan seseorang yang sudah lama tak ia temui.


"Ay...." Ayesha yang merasa namanya di panggilpun menoleh ke arah sumber suara.


"Kevin..."


Kevin tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Ayesha, Kevin melihat tampilan Ayesha yang terlihat jauh berbeda dari terakhir kali saat mereka bertemu dua tahun yang lalu.


"Apa kabar, Ay?" Tanya Kevin sambil mengulurkan tangannya mengajak Ayesha bersalaman.


Ayesha menyambut uluran tangan Kevin dan menjabatnya erat. "Baik, Kev. Kamu sendiri?"


"Seperti yang kamu lihat, aku tetap baik dan sepertinya kamu jauh lebih baik."


Ayesha hanya tersenyum, bertemu dengan Kevin membuatnya canggung, tidak seperti jika bertemu dengan Kenzo, Ayesha akan percaya diri seperti biasanya.


"Ah sedang apa kamu disini, Kev?" Tanya Ayesha mengalihkan kegugupannya.


"Sayang...." Seorang wanita mendekat ke arah Kevin. "Aku baru selesai." Ucapnya sambil bergelayut manja di lengan Kevin.


Kevin menjadi gugup seperti seorang pria yang tengah ketahuan berselingkuh, padahal dirinya dan Ayesha hanya berteman.


"Aku duluan." Kata Ayesha sambil tersenyum.


"Apa dia temanmu, Sayang?" Tanya Wanita itu.


"Kevin mengangguk samar, "Dia Ayesha, temanku juga teman Kenzo dan Keysha." Jawab Kevin.


Wanita bernama Lady tersenyum hangat pada Ayesha kemudian mengulurkan tangannya seperti mengajaknya berkenalan.


"Aku Lady, tungannya Kevin." Kata Lady.


Ayesha membalas uluran tangan itu, "Ayesha." Balasnya sambil tersenyum tipis.


"Tidak, kita belum bertunangan." Kata Kevin dengan cepat seolah takut jika Ayesha salah paham.


"Ya tapi akan bertunangan dalam waktu dekat." Lady terkekeh karena menganggap Kevin hanya bercanda.


"Selamat, semoga pertunangan kalian di lancarkan." Doa tulus Ayesha.

__ADS_1


Kevin hanya diam sementara Lady tersenyum lebar.


Kevin segera mengajak Lady untuk pulang, sementara Ayesha masuk ke dalam salon untuk memulai perawatannya.


"Ternyata Kevin bisa juga serius pada satu wanita. Wanita itu pasti spesial sekali hingga bisa meluluhkan perasaan Kevin." Kata Ayesha bermonolog dalam hatinya.


Di dalam mobil, Kevin hanya diam mengingat pertemuannya kembali dengan Ayesha yang kini terlihat begitu dewasa di matanya.


"Kev, kenapa tidak mengkui jika kita akan bertunangan?" Tanya Lady.


"Yang ingin kita bertunangan kan kamu dan Mamaku, aku sih belum siap jika harus bertunangan apa lagi menikah."


"Tapi, Kev..."


"Sudahlah Lady, aku tidak ingin berdebat. Aku akan mengantarmu pulang."


"Koq pulang?"


"Aku ada kerjaan mendadak dan harus aku tangani segera." Kilah Kevin.


Lady hanya mencebik sambil melipat kedua tangan di dadanya.


Kevin segera memutar mobil kembali saat Lady turun dari mobilnya, bukan untuk mengejar pekerjaan, melainkan Kevin ingin kembali ke salon dan menemui Ayesha kembali.


Kevin menanyakan pada bagian pendaftaran dan Ayesha masih berada di dalam. Kevin menunggu Ayesha di luar salon untuk menunggunya sampai selesai.


Selang dua jam, Ayesha baru menuntaskan kegiatannya, kini ia terlihat lebih segar. Setelah selesai melakukan pembayaran, Ayesha keluar dari salon dan tidak melihat mobilnya disana.


"Kemana Bang Egi?" Tanya Ayesha kemudian membuka ponselnya.


Ayesha menoleh ke arah sumber suara, "Kev.."


Kevin mendekat ke arah Ayesha, "Aku akan mengantarmu pulang."


"Kamu tau kemana supirku?" Tanya Ayesha.


"Aku menyuruhnya pulang, aku juga sudah meminta ijin pada Andrew untuk membawamu." Kata Kevin terus terang.


"Kamu disini untuk...."


"Menunggumu." Ucap Kevin kemudian menarik tangan Ayesha untuk masuk ke dalam mobilnya.


Kevin memasangkan seatbelt dan membuat jantung Ayesha semakin berdegup kencang.


"Kev, dimana tunanganmu?" Tanya Ayesha.


"Sudah aku bilang dia bukan tunanganku."


"Tapi kalian akan bertunangan."


"Akan bertunangan bukan berarti akan menjadi tunanganku, Ay."


Ayesha hanya diam dan enggan berdebat, hari ini pekerjaannya begitu padat dan Ayesha merasa sangat lelah.

__ADS_1


"Kev, ini bukan jalan ke rumahku." Kata Ayesha setelah menyadari jika jalannya bukan mengarah ke arah rumah nya.


"Aku lapar, Ay. Aku belum makan dan aku ingin kamu memasakan makanan untukku."


"Masak?"


Kevin mengangguk sambil fokus pada kemudinya. Hingga mereka tiba di apartemen milik Kevin dan Ayesha masuk ke dalam unitnya. Semua masih sama, tidak ada yang berubah dari apartement itu.


Ayesha segera ke dapur dan mencuci tangannya di wastafel.


"Terakhir kali aku memasak, yaitu di dapurmu, Kev. Sudah dua tahun lebih ini aku tidak pernah memegang kompor dan alat masak lainnya." Ucap Ayesha dengan sendu.


Ayesha membuka lemari es dan mengambil bahan makanan yang sudah tersedia. Ia membuat sop daging sapi dan Sambalado Ayam karena Ayesha tau Kevin sengat menyukai makanan pedas.


Kevin hanya memperhatikan gerak gerik Ayesha hingga Ayesha menyajikan makanan yang telah ia masak itu di atas meja makan.


Ayesha mendekat ke arah Kevin yang sedari tadi menatapnya. "Makanlah, aku sudah selesai memasak."


"Temani aku makan."


Ayesha mengangguk dan tidak membantah, ia segera duduk bersama Kevin dan makan bersama.


"Maaf, jika aku memaksamu untuk memasak." Kata Kevin pada akhirnya. "Aku hanya merindukan masakanmu, itu saja." Imbuhnya lagi.


Ayesha tersenyum, "Aku akan mengajari tunanganmu memasak nanti."


"Sudah ku bilang dia bukan tunanganku."


"Kalau begitu, aku akan mengajarimu calon tunanganmu memasak." Kata Ayesha lagi.


"Tidak, aku hanya mau kamu yang memasak untukku setiap hari."


"Mana bisa begitu, aku bekerja dan tidak tinggal denganmu disini."


"Kalau begitu kembali lah tinggal bersamaku lagi, kembali bekerja bersamaku lagi."


"Kev, kamu sudah punya calon tunangan. Apa katanya nanti jika nanti aku tinggal disini denganmu?"


"Aku tidak perduli."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yang nungguin Ayesha ketemu Kevin mana suaranya?


Note:


Satu Like,


Satu Vote,


Satu Komentar dari kalian,


Sangat berarti untukku menaikkan Novel ini.

__ADS_1


Please jangan jadi silence readers.


__ADS_2