Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 81


__ADS_3

Kenzo dan Amanda mengantar Cheryl ke sekolah dan nanti Audrey lah yang akan menjemput nya sekalian mengajak Cheryl jalan jalan ke sebuah Mall.


Selesai mengantar Cheryl, Kenzo mengantar Amanda hingga ke rumah sakit.


"Pak, keluarlah sampai aku panggil nanti." Titah Kenzo pada supirnya yang berumur lebih tua darinya.


"Baik Tuan muda Ken." Jawab sang supir lalu keluar dari mobil dan menyisakan Kenzo bersama Amanda.


Kenzo merapatkan duduknya dan menghadap ke arah Amanda. "Sayang..."


"Apa?" Kata Amanda dengan galak.


"Kita mau berpisah tiga hari, masa kamu galak sih." Ucap Kenzo dengan tidak bertanggung jawab.


Amanda terdiam, lalu tiba tiba saja Kenzo mencium pipi Amanda membuat Amanda menoleh ke arahnya dan Kenzo dengan segera menahan tengkuk Amanda dan menciumnya dengan begitu bu*as.


"Hmppp.." Amanda mencoba berontak namun pada akhirnya terbuai dengan ciuman Kenzo yang begitu memabukan.


Amanda mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzo dan membalas ciuman Kenzo, bahkan Kenzo menarik Amanda untuk naik ke atas pangkuan Kenzo tanpa melepas pagutannya.


Mereka berciuman dengan panas dan cukup lama, dan perlahan Amanda menyudahinya karena ia harus segera masuk ke dalam rumah sakit dan mengambil surat tugasnya di bagian manajemen rumah sakit.


Kenzo mengelap bibir Amanda yang basah karena ulahnya. "Say love me, Honey." Lirih Kenzo namun Amanda hanya diam saja.


"Sudah ku katakan jika aku akan mengatakan perasaanku jika kita baru selesai bercinta." Balas Amanda dengan keras kepala. "Tapi semalam kau menolak ajakanku untuk bercinta membuatku sedikit kecewa padamu."


"Aku tidak bermaksud, Amanda. Aku hanya..." Kenzo menjeda kaliamatnya. "Sedang mual dan takut kamu ilfeel." Ungkapnya.


"Aku harus berangkat, Ken." Ucap Amanda.


"Jangan lagi mengabaikanku, ya." Pinta Kenzo dan Amanda mengecup sekilas bibir Kenzo.


"Aku titip Cheryl ya." Kata Amanda sambil berpindah duduk dan merapihkan pakaiannya yang sedikit tersingkap juga merapihkan lipstiknya.


"Dia juga putriku, Sayang, jangan lupa itu, kau tak perlu menitipkannya karena aku akan menjaga putriku bahkan dengan nyawaku sekalipun." Balas Kenzo membuat Amanda tersenyum.


"Kau memang Papa yang hebat. Aku pergi dulu ya." Amanda pamit lalu kembali mencium sekilas bibir Kenzo.


"Jaga dirimu. Ada aku dan Cheryl yang menunggumu. I love you."


Amanda hanya mengangguk dan memberikan senyum termanisnya pada Kenzo tanpa membalas kata cinta Kenzo pada Amanda.

__ADS_1


Sang supir kembali masuk ke dalam mobil saat Amanda sudah masuk ke dalam rumah sakit.


"Tuan, mobil yang anda minta ada di samping kiri anda." Kata samg supir memberi tahu.


Kenzo mengangguk, "Pulanglah dan jaga putriku." Ucap Kenzo pada supir itu lalu Kenzo segera berpindah ke mobil satunya lagi. Mobil lain untuk mengikuti Amanda.


"Aku tidak bisa jauh darimu, Sayang. Bayi kita juga tidak ingin jauh dari Papa nya, akhirnya aku bisa menikmati honeymoon bersamamu meski kamu sedang tugas." Batin Kenzo tersenyum lebar sambil duduk di kursi penumpang, karena Kenzo masih belum bisa mengendarai mobil sendiri karena rasa mualnya yang bisa datang kapanpun.


Kenzo bahkan sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan tentang berhubungan di masa hamil trimester pertama, tak ada larangan hal itu selama ibu dan janinnya sehat. Kenzo yakin, sebagai seorang dokter, pastilah Amanda sangat menjaga kesehatan dirinya dan juga bayinya, karena hal itubterkihat saat semalam Amanda mengajaknya bercinta.


**


Sementara itu Keysha baru saja tiba di kantor dan seseorang memanggilnya.


"Mbak mbak..."


Keysha menoleh dan mencoba mengingat siapa yang memanggilnya.


"Maaf Mbak, saya Rama. Driver ojeg online yang minggu lalu mengantar mbak dan memfoto iklan lamaran di pos satpam." Kata Rama dan akhirnya Keysha mengangguk.


"Mas di terima disini?" Tanya Keysha berbasa basi.


Keysha hanya menganggukan kepalanya, "Semoga interviewnya lancar ya Mas, saya ke atas dulu." Pamit Keysha karena Keysha merasa risih dengan orang baru terlebih Keysha sedikit tidak menyukai Rama karena cerita Rama sendiri yang menceritakan masa lalunya. Keysha sangat tidak menyukai pengkhianatan meski Rama sudah terlihat menyesalinya.


Rama hanya mengangguk, Rama sendiri beranggapan jika Keysha tidak menyukainya karena hanya driver ojeg biasa sementara Keysha seperti seorang putri walaupun bekerja sebagai tim kreatif di perusahaan fashion.


Sakha melihat tak suka saat Keysha berbincang meski sebentar dengan pria lain. "Siapa pria itu?" Tanya Sakha pada Toni.


"Di lihat dari pakaiannya, sepertinya dia calon karyawan yang akan di interview hari ini, Tuan."


Sakha hanya menganggukan kepalanya.


"Perlukah di diskualifikasi, Tuan?" Tanya Toni.


"Tidak, jangan campurkan urusan pekerjaan dengan pribadi, bisa saja dia sedang berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dan aku tidak boleh berbuat kejam." Ucap Sakha membuat Toni kagum atas sikap dewasa bos nya itu.


Sakha memulai pekerjaannya dengan pikiran yang berkecamuk, ia terus saja memikirkan Keysha yang sulit di dekati. Bahkan Keysha seolah menjaga jarak dengan Sakha.


Hari ini Keysha akan persentasi mewakili tim nya, Sakha terus saja memandang Keysha dengan perasaan kagum. Wanita dari kalangan atas namun begitu sederhana, mandiri, juga tidak lemah. Keysha wanita yang begitu sempurna di mata Sakha.


Namun Vivian melihat tak suka pada Sakha yang memperhatikan Keysha, Vivian sengaja menyenggol gelas dan membuat berkas berkas untuk persentasi Keysha menjadi basah.

__ADS_1


"What are you doing, Vi?" Tanya Keysha dengan kesal.


"Maaf Key, aku tidak sengaja." Ucap Vivian sesantai mungkin.


"Key, persentasimu bisa di lanjutkan nanti setelah berkasimu di perbaiki." Kata Sakha.


"Tidak bisa, Kha. Ini sudah dead line, akan naik cetak dan produksi." Sela Vivian. Vivian menatap tajam Keysha, "Sebagai tim kreatif harusnya kau mempunyai cadangan persentasimu, Key." Kata Vivian mencoba mengkambing hitamkan Keysha.


"Vivian, sudah. Itu kan karena ulahmu." Bela Sakha yang memang melihat kesengajaan Vivian.


"Tetap saja Key juga salah karena tidak memiliki cadangan, Kha." Kata Vivian.


Keysha menghela nafas sejenak lalu melihat gunting di hadapannya, tanpa berpikir panjang Keysha mengambil gunting itu dan menarik sebagian rambut Vivian lalu memotongnya tanpa rasa bersalah.


"Apa yang kau lakukan, Key?" Teriak Vivian dengan histeris dan sontak membuat semua orang yang berada di ruangan itu ikut berteriak melihat kenekatan Keysha.


Keysha melempar guntingnya ke atas meja. "Maaf, Vivian. Aku sedang emosi dan aku refleks melakukan hal itu. Apa kau memiliki rambut cadangan?" Tanya Keysha dengan wajah sinisnya.


"Wanita gila." Sindir Vivian.


Keysha tertawa, "Ya, aku memang gila dan aku bisa melakukan hal gila lainnya pada orang yang berani menyenggolku." Kata Keysha dengan tatapan tajam.


Vivian mendekat ke arah Sakha, "Kha, kita tidak bisa bekerja dengan orang gila seperti Keysha." Adu Vivian untuk menghasut Sakha sambil bergelayut di lengan Sakha.


"Disini kau lah yang gila, Vivian." Jawab Sakha sambil menghempaskan tangan Vivian dari lengannya.


Toni membubarkan rapat itu namun Keysha, Vivian dan Sakha masih berada dalam satu ruangan termasuk Toni.


"Kha, ingat ya, aku punya saham 20% di perusahaan ini, dan aku bisa menariknya kapanpun aku mau, aku juga bisa melobi pemegang saham lainnya untuk menariknya dari sini."


"Tarik saja sahammu, aku bisa membelinya bahkan jika kau menjualnya dua kali lipat." Sahut Keysha. "Aku juga akan menggunakan kekuasaan Ayah dan saudaraku untuk melobi pemegang saham lainnya." Imbuhnya lagi.


Vivian mengatupkan mulutnya, ia lupa jika ia tengah berhadapan dengan seorang Queen Wiguna yang tidak bisa di remehkan dalam hal bisnis.


Keysha tersenyum penuh kemenangan dan Vivian keluar dari ruangan rapat dengan Perasaan kesal. Vivian akan ke salon untuk memperbaiki potongan rambutnya terlebih dahulu baru akan memikirkan rencana lainnya untuk menjauhkan Sakha dari Keysha.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Senin nih,, yang mau aku crazy up 3 Bab, kasih Vote ya..


Up ku tergantung komentar dan Vote hari ini 😁

__ADS_1


__ADS_2