Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 69


__ADS_3

Semalaman Kenzo memeluk Amanda dengan possesif, meski tidak lagi melakukannya, namun Kenzo tetap memeluk Amanda dengan kondisi tubuh yang sama sama polos sambil berada di dalam satu selimut yang sama.


"Ken..." Amanda mencoba melepaskan lingkaran tangan Kenzo di perutnya namun Kenzo enggan menyingkirkannya.


"Hem... Biarkan begini dulu, Sayang. Sebentar lagi saja."


"Kita harus pulang. Nanti Cheryl mencari kita." Kata Amanda.


"Ada Keysha dan Mama yang menjaganya, Cheryl pasti baik baik saja." Kenzo semakin mengeratkan pelukannya.


Amanda terdiam, dan diamnya Amanda membuat Kenzo membuka matanya lalu sedikit mengangkat tubuhnya dan menatap wajah cantik Amanda.


Di lihat seperti itu, Amanda merasa malu lalu menarik selimut untuk menutup wajahnya, namun Kenzo menarik kembali selimutnya hingga memperlihatkan kembali wajah cantik Amanda.


Kenzo mengulurkan tangannya untuk merapihkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah Amanda. Tangan besar itu terasa hangat di wajah Amanda. Tatapan mata mereka saling beradu.


"Jangan membenciku." Lirih Kenzo.


Amanda hanya diam sambil terus menatap dalam kedua mata Kenzo yang begitu mirip dengan mata Cheryl.


"Ternyata kau memang benar Papa Cheryl, mengapa aku tidak menyadarinya saat melihat matamu yang ternyata begitu mirip dengan mata Cheryl." Gumam Amanda.


"Ya, aku memang Papa Cheryl dan aku akan menjadi Papa bagi adik adik Cheryl dari rahim yang sama." Balas Kenzo.


Amanda terdiam kembali, dirinya tidak ingat jika setelah melakukan hubungan ini, bisa saja Amanda hamil kembali mengingat mereka tidak memakai pengaman apapun.


"Aku tidak akan memaksamu untuk hamil adiknya Cheryl. Itu hak mu, dan aku akan menghormati apapun keputusanmu, aku akan mengerti jika kamu tidak siap." Kata Kenzo seolah mengerti apa yang di pikirkan oleh Amanda.


"Aku ingin pulang, Ken." Kata Amanda mengalihkan pembicaraan.


Kenzo tidak memaksa Amanda untuk berbicara lebih, bagi Kenzo dengan Amanda menyerahkan dirinya seperti semalam sudah membuat Kenzo bahagia karena itu artinya Amanda sudah membuka peluang untuk menerima kehadiran Kenzo sebagai suaminya.


"Mandilah dulu, kita sarapan bersama kemudian pulang." Kata Kenzo menjawab.


Amanda diam karena dirinya merasa malu dengan tubuh polosnya.


"Tolong ambilkan kimonoku." Kata Amanda.


"Bagaimana cara aku mengambilkannya? Tubuhku juga masih polos." Balas Kenzo namun dalam hatinya bersorak gembira.


Amanda diam dan berpikir. "Bisakah kau menutup matamu?"

__ADS_1


"Aku tidak mengantuk."


"Bukan untuk tidur, hanya saja aku akan ke kamar mandi." Kata Amanda.


"Kenapa ingin menyembunyikannya dariku, sementara aku sudah menjelajahi semuanya tadi malam." Balas Kenzo membuat wajah Amanda bersemu merah.


"Aku ingin mandi bersamamu." Kata Kenzo lagi dan membuat Amanda membolakan kedua matanya.


"Aku sudah mengatakannya padamu semalam, aku tidak bisa berhenti jika kamu mengijinkannya." Imbuh Kenzo lagi.


Amanda masih diam mencerna semua perkataan Kenzo semalam.


"Ayo kita jalani rumah tangga ini bukan hanya karena Cheryl semata. Aku sudah mencintaimu dan aku yakin akan membuatmu juga mencintaiku." Kenzo terus saja meyakinkan Amanda.


"Aku malu." Jawab Amanda.


"Malu kenapa?"


"Malu jika kamu harus melihatku mandi."


Kenzo tersenyum, Amanda memanglah wanita polos, Kenzo benar benar merasa bersalah pernah merusak wanita sepolos Amanda.


"Jika terbiasa tidak akan malu lagi." Ucap Kenzo.


"Baiklah, aku akan memejamkan mataku dan kau bisa mandi terlebih dahulu." Kata Kenzo mengalah.


"Jangan ngintip."


Kenzo tertawa, "Ngintip juga udah tau semua isinya."


Amanda mencebik, "Ishh, kau memang seperti Cheryl, slalu saja menjawab."


Kenzo kembali tertawa lalu menutup kedua matanya, dan hal itu membuat Amanda segera turun dari atas ranjang untuk menuju kamar mandi, namun saat Amanda akan membuka pintu kamar mandi, sebuah tangan besar melingkar di perutnya, membuat Amanda terkesiap.


"Ken!!" Pekik Amanda sambil mencoba melepaskan tangan Ken.


"Sudah ku bilang semalam, aku tidak bisa berhenti jika kamu sudah mengijinkannya." Kata Kenzo lalu mengangkat tubuh polos Amanda ala bridal ke dalam kamar mandi dan mendudukannya di meja marmer dekat wastafel.


Wajah Amanda bersemu merah saat melihat tubuh polos Kenzo dan Kenzo memandangi Amanda dengan tatapan penuh damba. Jari jemari Kenzo menelusuri wajah cantik Amanda membuat Amanda sedikit berdesir merasakan sensasi yang ingin Amanda rasakan kembali.


"Kamu cantik, aku sudah mencintaimu saat malam itu terjadi, andai malam itu kamu tidak pergi begitu saja, pasti kamu tidak akan menderita selama ini karena perbuatanku dulu." Lirih Kenzo.

__ADS_1


Amanda menatap wajah Kenzo, "Aku pikir kamu yang sudah meninggalkanku malam itu."


Kenzo menggelengkan kepalanya. "Aku mencari informasi tentangmu dan ternyata aku yang salah memasuki kamar." Balas Kenzo. "Tapi aku bersyukur akan hal itu, aku tidak tau pria seperti apa yang akan mendatangimu jika bukan aku."


Amanda pun mengangguk samar, "Ya, mungkin jika itu bukan kamu, aku akan tetap sendirian membesarkan Cheryl seorang diri."


Kenzo menelusuri wajah Amanda dengan bibirnya, membuat Amanda semakin berdesir dan seketika membuat Amanda melingkarkan tangannya di pinggang Kenzo seolah tidak menolak sentuhan Kenzo yang begitu memabukannya.


"Ken.. Akhhh..." Desyyahh Amanda membuat Kenzo semakin bergairah.


Sebagai wanita dewasa, Amanda pun membutuhkan sentuhan Kenzo, Amanda juga tidak munafik, ia juga menyukai aktifitas panasnya bersama Kenzo di atas ranjang.


Perlahan Kenzo membuka lebar kedua paha Amanda dan memasukan pusakanya dengan posisi Kenzo yang berdiri. Amanda semakin tak kuasa menahan dirinya, Amanda melenguh beberapa kali saat merasakan sentuhan demi sentuhan hingga mengeluarkan suara desyahan yang indah dari suara Amanda.


"Ken.. Aku... Akhh..."


"Sebentar lagi, sayang..." Kenzo terus bergerak memberikan kenikmatan pada tubuh Amanda. "Kamu enak sekali, Sayang. Sudah ku bilang aku tidak bisa berhenti." Racau Kenzo.


"Lebih cepat, Ken." Kata Amanda sambil mencengkram erat bahu Kenzo.


Kenzo tersenyum penuh kemenangan, bahkan tanpa sadar kini Amanda yang meminta gerakan yang Amanda sukai itu.


"Baiklah Sayang, aku milikmu."Balas Kenzo sambil melihat wajah Amanda yang sayu itu.


Kenzo terus menghujam milik Amanda, hingga terlihat wajah Amanda yang sudah terlihat lelah karena merasakan pelepasan berkali kali. Kenzo pun mengakhiri permainannya dengan melepaskan kembali benihnya di dalam milik Amanda, berharap jika benih benihnya akan kembali tumbuh di rahim wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.


"I love U, Amanda. I love U so much." Erang Kenzo membuat hati Amanda menghangat karena sudah dua kali Kenzo mengakhiri pergumulannya dengan kata cinta untuk Amanda.


Nafas mereka saling memburu dan posisi mereka masih saling berpelukan. Kenzo mengendurkan pelukannya dan menggendong Amanda ala bridal lalu menyalakan shower air hangat untuk membilas tubuh Amanda. Kenzo menyabuni tubuh Amanda yang terlihat seksi, bahkan Amanda pun mulai berani menyentuh tubuh Kenzo meski belum berani menyentuh ke bagian inti Kenzo.


Kenzo memainkan jari jemarinya di bagian inti Amanda membuat Amanda kembali mencengkram pinggang Kenzo.


"Ken, sudah." Kata Amanda dengan menggigit bibir bawahnya.


"Boleh jika nanti di rumah aku meneruskannya kembali?" Tanya Kenzo ambigu.


Amanda mengangguk, "Lakukan apa saja agar aku bisa secepatnya mencintaimu." Jawab Amanda membuat Kenzo tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seneng banget aku tuh baca bacain komentar yang tumben brudul banget semalam 🤩

__ADS_1


Terimakasih teman teman readers semua khususnya untuk yang masih memberiku vote dan juga hadiah🫰


Bantu nilai novel Jodoh Sama Mantan dengan ⭐️5 juga ya, pelase jangan kasih bintang 1-3 🙏


__ADS_2