
Pesta yang meriah itu pun telah usai, setelah mereka menikmati makan malam bersama, mereka kembali ke dalam kamar hotel yang sudah di sediakan, namun bukan untuk menginap melainkan mengambil barang barangnya dan memilih untuk pulang ke rumah masing masing. Berbeda dengan Kevin dan Ayesha yang sudah resmi menjadi suami istri dan akan tidur di dalam satu kamar yang sama, mereka memilih untuk menginap dulu satu malam di hotel.
"Ay, tunggu..." Panggil Keysha.
Ayesha menahan langkahnya sementara Kevin terlihat sedikit kesal.
"Ngapain sih, Key?" Tanya Kevin.
"Ish kamu ini Kev, gak bisa bentar apa?" Ledek Keysha.
Keysha memberikan sebuah paperbag untuk Ayesha. "Untukmu, buka di dalam kamar mandi ya." kata Ayesha berbisik.
"Memangnya ini apa?"
"Lihat saja nanti." Key mengedipkan satu matanya.
"Bye Ay, bye Kev." Kata Keysha sambil memberikan kiss bye dan meninggalkan dua sejoli yang akan masuk ke dalam kamar pengantin mereka.
Kevin menutup pintu sementara Ayesha meletakan paperbag di atas meja dekat pintu kamar mandi. Ayesha cukup terkesiap saat sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang.
"Kev...."
"I love you, Ay..." Bisik Kevin di ceruk leher Ayesha.
Ayesha tersenyum, ia membalikan tubuhnya dan melihat ke arah Kevin, Ayesha juga memberanikan diri mengecup bibir Kevin, hidung mereka saling beradu dan tatapan mata mereka saling mengunci.
"Ay...."
Ayesha hanya diam dengan mata masih menatap mata Kevin.
"I love you." Kata Kevin lagi seolah tidak pernah bosan mengatakan cinta pada Ayesha.
"Love u too, Kev..."
Kevin ingin mendekatkan bibirnya ke bibi Ayesha, namun Ayesha menahan dadanya. "Mandi dulu."
Kevin tersenyum, jari nya mengusap bibir Ayesha yang kini menjadi candunya. "Aku duluan ya."
Ayesha mengangguk.
__ADS_1
Kevin segera masuk ke dalam kamar mandi sementara itu Ayesha membersihkan wajahnya dari make up tebal. Ayesha juga menyisir rambutnya yang sedikit kaku karena di beri hair spray oleh penata rambutnya.
Tidak lama kemudian, Kevin keluar dari dalam kamar mandi dengan tampilan yang sudah lebih segar, membuat Ayesha ingin meneteskan air liur nya sendiri saat melihat perut sixpack Kevin karena Kevin hanya melingkarkan handuknya saja sebatas pinggang.
"Sayang, aku sudah mengisi bath tub untukmu, berendamlah agar pegal pegalmu hilang." Kata Kevin begitu penuh perhatian.
"Terimakasih, Hubby." Balas Ayesha dan Kevin sangat menyukai panggilan Ayesha kepadanya.
Ayesha membawa paperbag yang tadi diberikan oleh Keysha ke dalam kamar mandi. Ayesha juga menyempatkan berendam meski hanya sebentar saja, setelah itu Ayesha membasuh tubuhnya menggunakan air hangat dan segera memakai bathtrubnya. Ayesha mencoba membuka paperbag yang diberikan oleh Keysha, terdapat dua box di dalam Paperbag itu. Ayesha membuka satu dan ternyata isinya adalah parfum mahal yang Keysha bawa langung dari Paris.
Ayesha juga membuka box kedua dan tercengang saat melihat isinya, sebuah lingerie berwarna nude yang sangat transparant.
"Oh my god, Key..." Gumam Ayesha.
Ayesha juga membaca sebuah note yang di selipkan oleh Keysha.
"Pakai parfum dan lingerie ini, Kevin akan semakin tergila gila padamu, buatlah malam pertama kalian yang begitu berkesan."
Ayesha melipat kembali kertas berisikan note itu, kemudian ia menatap dirinya di cermin. Selama ini Ayesha selalu melakukan perawatan luar dalam untuk dirinya sendiri, dan kini semua yang sudah Ayesha lakukan akan ia berikan hasilnya pada Kevin yang sudah resmi berstatus sebagai suaminya.
Ayesha tanpa ragu langsung memakai lingerie pemberian Key. Benar kata Key, Ayesha harus memberikan kesan malam pertama yang berkesan untuk Kevin. Ayesha juga menyemprotkan parfum di area tertentu membuat dirinya semakin wangi dan pastinya akan membuat Kevin lebih berhasrat lagi.
Langkah Ayesha membuat Kevin menoleh ke arahnya dan seketika membuat Kevin langsung menaruh ponselnya lalu berdiri untuk menghampiri Ayesha.
"Ay..." Kevin menarik pinggang Ayesha agar menempel dengan dirinya.
Ayesha pun menggantungkan kedua tangannya di leher Kevin. Wangi tubuh Ayesha yang tercium oleh Kevin membuat Kevin memejamkan kedua matanya seolah menahan hasratnya yang sudah memuncak.
Tanpa Kevin duga, Ayesha berjinjit dan mengecup bibir Kevin, membuat Kevin tidak menyianyiakan kesempatan itu, Kevin menyambut ciuman Ayesha dengan begitu dalam hingga menekan tengkuk Ayesha. Ciuman itu semakin dalam dan semakin menuntut, namun kali ini Ayesha dapat mengimbanginya membuat Kevin semakin terpancing untuk berbuat lebih.
Kevin mengangkat Ayesha seperti koala tanpa melepaskan ciuman panasnya, Kevin membawa Ayesha ke sofa dan mendudukan Ayesha diatasnya dengan posisi masih berciuman.
Tangan Kevin mulai memperlihatkan kelihaiannya dengan meraba masuk kedalam lingerie seksi Ayesha, meraih benda padat nan kenyal yang berada di atas paha Kevin dan mereemmassnya dengan gemas.
Puas bermain disana, tangan Kevin kembali menjelajah mengusap punggung Ayesha yang sangat lembut, dan ciuman Kevin kini beralih ke leher jenjang Ayesha membuat Ayesha mendongakan kepalanya untuk memberi akses lebih pada Kevin.
"Akhh, Kev..." Akhirnya suara de'syahan itupun keluar dari bibir Ayesha saat tangan Kevin meraih dua gunung kembar dan memainkan bagian puncaknya, bahkan Kevin merobek bagian atas lingerie hingga membuat dua gunung itu menyembul dengan sempurna. Kevin segera meraup salah satunya dan menyesapnya dengan rakus.
"Kev, pelan...." Kata Ayesha yang kini merangkul kepala Kevin.
__ADS_1
Kevin menidurkan Ayesha di sofa dan kepalanya mulai turun ke bawah.
"Kev mau apa?" Tanya Ayesha menahan kepala Kevin namun Kevin tidak menjawabnya dan hanya terus saja turun ke bawah, menurunkan segitiga pengaman Ayesha dan meraupnya.
"Kev, jangan...." Pekik Ayesha namun sedetik kemudian Ayesha kembali men'desyahh nikmat.
Kevin dengan lihai memainkan lidahnya di bagian pusat inti Ayesha, mengobrak ngabrik isinya hingga terasa aliran hangat keluar dari sana. Nafas Ayesha terengah engah ketika mendapatkan pelepasan pertamanya.
Ini adalah pengalaman pertama Ayesha diperlakukan seperti itu, pasalnya dulu saat bersama Rama, Rama tidak pernah melakukan hal itu dan Ayesha baru merasakan sensasi berbeda ini hanya bersama Kevin.
Kevin melihat wajah sayu Ayesha yang terlihat sangat seksi di matanya.
"Kev, itu jorok." Kata Ayesha sambil terengah engah.
Dari kata kata Ayesha, Kevin sangat tau jika Ayesha baru pertama kali merasakan hal itu. Membuat Kevin semakin bersemangat mengajak Ayesha untuk melakukan hal hal lebih dari hanya sekedar bercinta saja.
Kevin mengangkat tubuh Ayesha ala bridal dan memindahkannya di atas tempat tidur, Kevin dengan segera melepas kaos oblongnya dan juga celana boxernya membuat Ayesha menelan salivanya dengan kasar.
"Ada apa? Hem?" Tanya Kevin dengan lembut sambil merapihkan anak rambut Ayesha ke belakang telinganya.
"Apa kita akan melakukannya?" Tanya Ayesha.
"Kau belum siap?" Kevin balik bertanya, Kevin tidak ingin egois meski ia sudah sangat menginginkan Ayesha.
Tangan Ayesha terulur mengusap dada bidang Kevin sambil menatap kedua bola mata Kevin yang sudah diselimuti gairah. "Aku sudah sangat siap." Jawab Ayesha setengah berbisik.
"I love you." Kata Kevin lalu memulai memasukan juniornya ke bagian inti Ayesha.
Ayesha mengeratkan pegangannya di pinggang Kevin seolah menahannya karena baru merasakan kembali benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya setelah dua tahun ia menjanda, terlebih milik Kevin lebih besar dari milik mantan suaminya yang dulu.
"Kamu sempit sekali, Sayang." Kata Kevin saat miliknya sudah terbenam sempurna.
"Milikmu yang kebesaran, Kev." Balas Ayesha membuat Kevin tergelak. Kevin pun dapat menyimpulkan jika dirinya lebih perkasa dari mantan suaminya Ayesha dulu dan Kevin akan membuktikan jika dirinya dapat memuaskan lahir dan batin diri Ayesha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon maaf ya, Up agak telat, aku lagi sibuk di rumah sakit jagain ibuku yang habis operasi tadi pagi dengan segala drama cari pendonor darah kesana kesini.
Vote mana Vote.. Udah di kasih yang panas masa gak mau kasih aku Vote di hari senin ini biar aku makin semangat dan lelahku hari ini hilang 😅😅
__ADS_1