Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 96


__ADS_3

Sore hari Sakha kembali ke rumah keluarga Wiguna, Keysha sudah menunggunya di temani oleh Cheryl.


"Uncle Kha." Kata Cheryl sambil menunjuk sebuah mobil milik Sakha yang memasuki kediaman keluarga Wiguna.


Keysha tersenyum sambil merapihkan poni Cheryl. Sakha menghampiri Keysha dan mencium lembut puncak kepalanya.


Sakha pun menggendong Cheryl. "Hai apa kabarmu?"


"Baik, tadi aku sekolah dan di sekolah aku mewalnai belbagai macam gambal hewan." Cerita Cheryl dan Sakha pun senang mendengarkannya.


Bahkan Sakha membawa Cheryl ke kamar Keysha karena Cheryl terus saja menempel pada Sakha dan Keysha. Saat Sakha mandi, Keysha menemani Cheryl hingga Cheryl di jemput oleh Amanda untuk mandi sore.


"Cheryl mana, Baby?" Tanya Sakha sambil mengeringkan rambutnya dengan satu tangannya.


"Di jemput Amanda, mandi sore katanya."


Sakha duduk di sofa bersama Keysha.


"Bagaimana tadi di kantor, pasti ada yang seneng banget ketemu kamu." Ucap Keysha sambil mencebik.


"Jadi cemburu? Ledek Sakha.


"Iyalah, kan cinta." Jawab Keysha dengan random.


Sakha tersenyum dan membawa Keysha ke dalam pelukannya sambil mencium kening Keysha. "Aku juga cinta sama kamu, cinta banget malah."


"Jadi tadi gimana?" Tanya Keysha tak sabar.


"Tadi, ya gak gimana gimana, dia aku marahin karena berdasarkan laporan Toni, dia banyak gak mengerjakan pekerjaan."


"Pasti dia kesal sekali." Tebak Keysha.


"Ya, dan dia pergi dengan rasa marah karena aku bilang jika tidak mau kerja, ajukan saja surat resign."


"Terus?" Tanya Keysha tak sabar.


"Terus ku bilang pada Toni agar memberinya banyak pekerjaan."


Keysha mendongakan wajahnya lalu mencium dagu Sakha. "Itu baru suamiku."


Malam harinya, Sakha, Kevin dan Kenzo berkumpul di ruang kerja Kaisar. Kaisar sengaja memanggilnya karena mendapatkan laporan titik terang dari tim Harun untuk kasus kecelakaan Zein.


"Tim Harun bilang kita harus memakai plan B."


Sakha menghela nafas.


"Kha, kau pasti bisa. Setelah ini pernikahan ini bisa kalian publikasi." Kata Kevin.


"Keysha tidak akan setuju, Kev."


"Kalau begitu lakukan tanpa sepengetahuan Keysha." Sahut Kenzo


"Jangan seperti itu." Ucap Kaisar menengahi. "Key harus tau dan jika Key ingin masalah ini cepat selesai, maka Key harus mendukungnya."


Sakha pun berpikir dan menyetujui apa kata mertuanya itu. Sakha memang tidak mau menyembunyikan apapun dari Keysha, Sakha pun mengungkapkannya pada Kaisar membuat Kaisar bangga dan percaya pada menantunya itu.

__ADS_1


Satu minggu ini Vivian di sibukkan dengan banyaknya pekerjaan yang diberikan oleh Toni, bahkan Vivian tidak mempunyai waktu untuk mendekati, merayu bahkan menghasut Sakha.


Hubungan Keysha dan Sakha pun terlihat biasa saja jika itu di kantor, namun saat Keysha harus ke dalam ruangan Sakha, mereka sedikit bermesraan melepas rindu meski tidak melakukan hal lebih karena takut membuat banyak orang curiga.


Sikap Keysha yang cuek mampu mengatasi perasaannya ketika Sakha mengatakan rencana B untuk menjebak Vivian.


Rama tidak lagi berani mendekati Keysha setelah kejadian di rumah sakit itu, Rama terlalu pengecut dan takut kehilangan pekerjaannya jika sampai mendekati orang orang yang berhubungan dengan Ayesha. Rama pun berusaha mencari pekerjaan di tempat lain meski belum ada yang menerimanya lagi.


Vivian masuk ke dalam ruangan Sakha karena Toni menyuruhnya memberikannya laporan yang harus di periksa.


Vivan seolah ingin menggoda Sakha dengan memakai rok mini dan baju yang memperlihatkan belahan dadanya.


"Kha.. Ini laporannya." Vivian sedikit membungkukkan tubuhnya agar Sakha melihat ke arahnya.


"Kau ingin menggodaku?" Tanya Sakha.


"Kha, kamu tau kan aku begitu mencintaimu." Kata Vivian.


Sakha menghela nafas, "Apa yang kau inginkan?"


"Tentu saja memilikimu."


Sakha tersenyum sinis.


"Kha, kenapa kamu belum mau membuka hatimu?" Tanya Vivian seolah menggoda dengan duduk di atas meja kerja Sakha dan menghadap ke arah Sakha.


"Karena aku masih ragu menerima warisan Abimana."


"Apa yang membuatmu ragu?"


"Aku merasa kecolongan." kata Sakha. "Kak Zein kecelakaan padahal aku tidak ingin itu terjadi."


"Bukankah dengan matinya Kak Zein akan membuatmu bisa menguasai harta Abimana?" Tanya Vivian.


"Aku ingin mencari penyebab kematian Kak Zein dan mengucapkan banyak terimakasih padanya, bila dia wanita aku akan menikahinya." Kata Sakha. "Dan menikmati harta Abimana bersamanya.


"Siapa yang kamu curigai?" Tanya Vivian ingin tau.


"Bukankah wanita itu Keysha? Dia kekasih Kak Zein, bisa saja dia ingin menguasainya kan?"


Vivian diam sambil menggigit bibir bawahnya. "Aku akan menikahinya dan memberikan kekayaan Abimana padanya." Bisik Sakha.


"Tidak Kha!!"


Sakha mengangkat satu halisnya. "Kenapa?"


Vivian diam seperti ragu ingin bicara sesuatu. "Kau bisa jadi wanita simpananku tetapi tidak bisa menguasai harta Abimana karena akan ku berikan pada wanita yang sudah membantuku secara tidak langsung."


"Bukan Keysha penyebab kematian Zein, Kha." Ucap Vivian tiba tiba.


"Tidak mungkin. Kau sendiri yang slalu mengatakan padaku jika Keysha pembawa sial dan penyebab kematian Kak Zein."


"Apa karena itu kau ingin mendekati Keysha?" Tanya Vivian.


"Tentu saja." Jawab Sakha.

__ADS_1


Vivian tertawa, "Kau salah Kha, semua yang aku katakan adalah kebohongan karena ku kira kau akan memenjarakan dan membenci orang yang sudah membunuh Kak Zein."


"Kebohongan apa maksudmu?"


Vivian mengusap rahang tegas Sakha, "Ayahku lah yang merencanakan kecelakaan itu, ayahku pula yang menyabotase mobil Zein dan menyusun skenario kecelakaannya lalu membuatmu terpaksa pulang untuk menjadikanmu pewaris tunggal Abimana."


"Benarkah?" Tanya Sakha. "Apa buktinya?" Tanya Sakha lagi.


Vivian terdiam.


"Aku akan menikahimu sekarang juga jika itu benar, Vivian."


"Hanya karena ayahku membantu menyingkirkan Zein?"


"Tentu saja, harta Abimana itu harus jadi milikmu bukan?"


Vivian mengangguk.


"Buktinya ada di Villa keluarga Abimana, yaitu tempat saat aku tidak berhasil menjebaknya, penjaga Villa lah yang membantu Ayahku."


Sakha merasa geram, ia mendorong Vivian hingga terjatuh.


"Kha...."


Hal itu membuat Tim Harun, Kevin, Kenzo, bahkan Keysha juga dua orang polisi keluar dari tempat persembunyian rahasia di ruangan Sakha.


"Kha, kau menjebakku." Teriak Vivian yang kini di borgol oleh polisi dan mencoba memberontak.


"Diam kau wanita jahat." Sentak Sakha dengan mata yang sudah memerah.


"Sayang, tenangkan dirimu." Kata Keysha mengusap dada Sakha.


"Kau dan Ayahmu adalah orang serakah dan jahat Vivian, akan kumasukan kau ke penjara bersama seluruh keluargamu." Ancam Sakha.


Keysha masih menenangkan Sakha. Membuat Vivian semakin emosi.


"Jangan sentuh Sakha!!" Teriak Vivian.


Keysha maju dan mendekat ke arah Vivian. "Kenapa aku tidak boleh menyentuh suamiku sendiri? Jelaskan Vivian."


Vivian mengernyitkan dahinya. "Apa maksudmu?".


"Sakha Abimana adalah suamiku, Sakha bukan mengurus bisnis ke Paris, tapi saat itu, kami menikah."


Vivian semakin memberontak, ia ingin menendang Keysha namun Kenzo melindungi Keysha.


"Bawa wanita jahat ini ke penjara dan segera tangkap orang orang yang terlibat." Titah Kevin dan Polisi segera menyeret Vivian keluar.


Sementara itu Tim Harun menyelamatkan bukti rekaman yang mereka simpan di bawah meja kerja Sakha dan menyerahkannya kenpolisi dengan pengamanan super ketat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Minggu mau 1 Bab, dobel Up atau crazy Up lagi nih?


Semua tergantung ramainya komentar ya 😉

__ADS_1


Aku maksa karena besok senin ku tamatin nih.


__ADS_2