Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 73


__ADS_3

Ayesha tengah mengusap perutnya, ia masih tak menyangka jika di dalam rahimnya terdapat empat janin sekaligus.


Ayesha bahkan sudah memikirkan nama nama untuk ke empat janinnya meski belum di ketahui jenis kelaminnya.


Kevin mendekat ke arah Ayesha dan merebahkan kepalanya di pangkuan Ayesha lalu menciumi perut Ayesha.


"Hai baby baby nya Daddy." Sapa Kevin.


Tangan Ayesha mengusap kepala Kevin, "Aku menyiapkan empat nama bayi laki laki dan empat nama untuk bayi perempuan." Kata Ayesha.


"Hem, pasti bagus bagus semua nama pilihan dari Mommy Ay." Puji Kevin untuk menyenangkan hati Ayesha.


"Kev, apa menurutmu empat anak sudah cukup?" Tanya Ayesha.


Kevin duduk dan berhadapan dengan Ayesha. "Setelah ini apa kau ingin hamil lagi?"


"Aku belum memikirkannya, aku malah sedang berpikir bisa tidak ya memiliki waktu mengurus empat bayi sekaligus dan tidak mengabaikanmu."


Kevin menangkup wajah Ayesha dan mengecup bibirnya sekilas. "Tuhan memberimu empat anak sekaligus, itu menandakan jika kau mampu. Aku tidak keberatan kamu mengabaikanku demi anak anak kita. Yang terpenting kamu slalu bersamaku, membesarkan semua anak anak kita."


Mata Ayesha berkaca kaca, "Kev, kenapa kau manis sekali."


"Karena kamu istriku, aku wajib memperlakukan istriku semanis mungkin agar kamu bahagia."


Kabar kehamilan Ayesha menyebar setelah dua keluarga Wiguna dan Wibisana menggelar acara syukuran dan memberikan bonus berupa insentif tambahan pada seluruh karyawannya. Bahkan hal itu di beritakan besar besaran oleh media karena kedua keluarga itu juga membagikan santunan kepada orang tidak mampu.


Rama mantan suami Ayesha dan Ratna yang juga mantan mertua Ayesha menonton berita tersebut, membuat Rama hanya bisa meratapi dan juga membuat Ratna geram.


"Dasar lebay, hamil saja sampai masuk berita dimana mana." Kesal Ratna.


"Ayesha hamil kembar empat, Bu." Lirih Rama penuh penyesalan.


"Wajar saja, wong suaminya juga punya saudara kembar tiga." Jawab Ratna dengan ketus.


"Pasti Ayesha bahagia sekali, Bu."


"Ibu rasa Ayesha hanya pura pura bahagia, ibu yakin Ayesha masih mencintai kamu, Ram."


"Tidak mungkin itu, Bu. Rama tidak ada apa apanya di banding suaminya Ayesha."


"Halahh kamu ini, Ayesha tuh masih cinta sama kamu, Ram. Buktinya dulu Ayesha mau ninggalin keluarga nya yang kaya raya demi kamu. Kamu saja bodoh tidak memberitahu Ibu jati diri Ayesha yang sebenarnya."


Ponsel Rama berbunyi notifikasi, tanda jika Rama mendapatkan orderan berupa makanan. Rama berdiri dan memakai jacket hijaunya.

__ADS_1


"Rama kerja dulu, Bu." Pamit Rama meski tidsk bersemangat.


"Ngojek aja kamu bilang kerja. Kamu gak ada niat apa ngelamar lagi ke perusahaan." Kesal Ratna.


"Ngojek juga masih bisa ngasih ibu tempat tinggal dan makan. Kalau Ibu tidak suka Ibu cari saja suami lagi." Balas Rama yang sudah muak dengan kelakuan sang Ibu.


Rama bergegas keluar dan meninggalkan Ratna seorang diri. Membuat Ratna kesal, "Aku tidak bisa seperti ini terus." Gumam Ratna penuh ambisi.


Waktu berlalu, Ayesha menikmati masa masa kehamilannya dan Kevin slalu perhatian saja padanya. Begitupun dengan Amanda, Amanda menikmati perannya sebagai istri yang sesuangguhnya dari Kenzo, Kenzo slalu bersikap lembut dan penuh perhatian pada Amanda juga Cheryl. Kenzo benar benar bersikap sebagai seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab. Kini dunianya hanya fokus pada keluarganya saja.


Bagaimana dengan Keysha? Keysha menikmati pekerjaannya sebagai tim kreatif sebuah perusahaan di bidang fashion, meski terkadang bertemu dengan Vivian, namun Keysha beruntung karena tidak satu divisi dengan Vivian.


Rysakha Abimana slalu memperhatikan Keysha meski mereka belum pernah bertemu langsung.


"Gadis yang unik." Gumam Sakha sambil menggaruk dagu nya yang tidak gatal itu.


Sepulang kerja, Keysha menyempatkan diri untuk mengunjungi makam Zein. Keysha membeli bunga untuk ia letakan di pusara makam kekasih hatinya itu. Diam diam Sakha pun mengikuti Keysha.


Keysha mengusap batu nisan bertuliskan Zein Abimana, sudah tiga tahun lamanya Zein meninggalkan Keysha dan hingga kini Keysha belum bisa membuka hatinya kembali meski banyak pria tampan juga mapan yang mendekatinya.


"Kak Zein, datanglah ke mimpiku. Aku merindukan saat makan seafood di restoran favorit kita." Gumam Keysha lalu tersenyum sebelum akhirnya Keysha meninggalkan makam itu.


Keysha berjalan keluar area makam karena semenjak kecelakaan bersama Zein saat itu, Keysha tidak berani mengemudikan mobil sendiri dan lebih nyaman menggunakan taxi bahkan driver ojeg online meski Kenzo slalu menyediakan supir pribadi untuknya.


Saat Keysha berjalan, tiba tiba saja seorang pria menjambret tas milik Keysha, Keysha mencoba mempertahankan tas miliknya namun penjahat itu menggunakan pisau lipat untuk melukai lengan Keysha.


"Akhhh"


"Jambret!!" Keysha berteriak lalu berlari mengejar jambret yang membawa tas Keysha dengan kondisi tangan Keysha yang sudah berlumuran darah.


Bughhh


Sakha berhasil mencegat jambret itu dan memukulinya, kejadian itu menarik perhatian orang yang melintas di area pemakaman yang sudah cukup sepi itu dan membantu Sakha untuk mengamankan jambret itu hingga polisi tiba.


"Kamu tidak apa apa?" Tanya Sakha lalu mengeluarkan sapu tangan dan mengikatnya di lengan Keysha yang tergores cukup dalam oleh pisau lipat milik penjambret.


"Ini hanya luka kecil, tidak masalah."


"Tapi ini banyak mengeluarkan darah, ayo kita ke klinik terdekat." Kata Sakha lalu segera menarik satu tangan Keysha yang tidak terluka masuk ke dalam mobil.


Sakha membawa Keysha ke klinik terdekat dan Keysha segera di tangani oleh dokter jaga disana, beruntung luka nya tidak dalam dan tidak sampai di jahit, hanya perlu di perban saja.


Dalam waktu kurang dari setengah jam, Keysha sudah selesai ditangani. Keysha menghampiri Sakha untuk mengucapkan terimakasih karena sudah membantunya.

__ADS_1


"Terimakasih, Tuan." Ucap Keysha.


"Sakha." Sakha mengulurkan tangannya dan memperkenalkan namanya.


Keysha menerima uluran tangan itu, "Keysha." Balasnya.


"Terimakasih sudah membantuku."


Sakha mengangguk. "Lukamu tidak apa apa?"


"Tidak apa apa, sudah aku bilang ini hanya luka kecil."


"Ayo aku antar pulang." Ajak Sakha.


"Tidak perlu, rumahku cukup jauh dari sini."


"Dimana?"


"Jalan XYZ."


"Itu dekat dengan apartementku, apartementku tak jauh dari situ. Ayo." Kata Sakha lalu Keysha pun tak menolak.


Sakha mengemudikan mobilnya dan Keysha duduk di sampingnya.


"Tadi aku melihatmu di makam Kakakku." Kata Shaka tiba tiba membuat Keysha langsung melihat ke arahnya.


Sakha menepikan mobilnya di sebuah rest area karena ia dan Keysha memang harus berbicara.


"Kau, Rey?" Tanya Keysha, "Adik Kak Zein yang berada di Rusia?" Tanyanya lagi.


Sakha mengangguk. "Rysakha, hanya Kak Zein yang memanggilku Rey. Dan orang lain banyak memanggilku Sakha."


Keysha menutup mulutnya tak percaya. "Wajahmu berbeda sekali dengan Kak Zein."


Sakha mengangguk. "Aku hanya anak dari wanita selingkuhan Ayah kami. Aku dan Kak Zein berbeda ibu tapi Kak Zein begitu menyayangiku."


Keysha merasa dirinya salah bicara, "Maafkan aku, Kha. Kak Zein tidak bicara soal itu padaku."


Sakha tersenyum, "Tidak masalah." Balas Sakha.


Keysha dan Sakha sama sama diam, bingung ingin bicara soal apa. Memang Keysha tidak terlalu mengenal keluarga Zein bahkan belum pernah bertemu dengan keluarga Zein karena yang Keysha tau orang tua Zein sudah meninggal saat Zein masih kecil, Keysha juga tau jika Zein mempunyai adik hanya saja tidak terlalu detail karena saat itu Sakha berada di Rusia dan saat Zein meninggalpun Sakha masih berada di Rusia dan kembali pulang saat prosesi pemakaman sudah selesai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Lanjut jangan kisah Key-Kha nya?


Ken-Ay dan Kev-Amanda masih berjalan ya.


__ADS_2