Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 92


__ADS_3

Keysha terbangun dan tersenyum kala tidur di apit oleh Sakha dan juga Cheryl. Pergerakan Keysha membuat Sakha pun ikut terbangun.


"Sayang, kau sudah bangun?" Tanya Sakha lalu ikut terduduk dan mencium kening Keysha dengan lembut, membuat Keysha terkejut.


"Morning kiss, Sayang." Ucap Sakha sambil mengusap lembut pipi Keysha.


Sakha melihat ke arah Cheryl yang masih tertidur. "Cheryl lucu sekali." Ucapnya lalu tersenyum.


Keysha dapat melihat ketulusan di wajah Sakha, Sakha terlihat menyukai Cheryl bahkan tidak keberatan sama sekali saat Cheryl meminta tidur bersama.


"Kha, mau sarapan apa?" Tanya Keysha.


Sakha yang di tawari seperti itupun tersenyum. "Aku bukan type pemilih makanan, Key. Bahkan saat di Rusia dulu. Aku pernah kelaparan karena Istri dari Daddy Abimana tidak mengirimkanku uang yang diberikan oleh Daddy padaku, sehingga aku bekerja di restoran dan memakan makanan seadanya untuk menyambung hidup."


Keysha merasa terkejut mendengar hal seperti itu.


"Tapi Kak Zein slalu menolongku, dengan memberikan uang sakunya dan dikirimkan padaku, Kak Zein merasa tak enak karena Mommy kandungnya berlaku seperti itu padaku." Kata Sakha lagi.


Keysha terdiam, tidak menyangka jika kehidupan Sakha sebagai anak yang di sembunyikan seperti itu.


"Aku mandi dulu, ya." Kata Sakha kemudian mencium kembali pipi Keysha.


Keysha masih terdiam, memikirkan jika Sakha memiliki masa lalu yang cukup memprihatinkan.


Cheryl terbangun, "Onty.. Kemana Uncle Kha?" Tanya Cheryl.


"Sedang mandi, Cheryl mau mandi juga?" Tanya Keysha.


Tak lama kemudian Sakha pun selesai membersihkan diri dan menghampiri Cheryl dan Keysha, "Mau Uncle gendong?"


Cheryl mengangguk, "Uncle gendong aku tulun kebawah." Kata Cheryl yang masih terlihat mengantuk.


Sakha tertawa lalu menggendong Cheryl, dan Sakha pun melihat ke Arah Keysha, "Baby, mandilah dulu. Aku kebawah ajak Cheryl ya."


Keysha mengangguk, dan lagi lagi Sakha mengecup puncak kepala Keysha sebelum meninggalkan Keysha di kamarnya.


Sakha menuruni anak tangga dengan Cheryl di dalam gendongannya.


"Anak Daddy, sudah bangun." Sapa Kevin.


Cheryl mengangguk, "Aku mau susu, Dad. Dimana Papa dan Mama?"


"Sini, biar Mommy yang buatkan Cheryl susu." Sahut Ayesha dan Sakha mendudukkan Cheryl di kursi meja bar.

__ADS_1


Sakha menuju taman belakang dan bergabung bersama Kevin dan Kaisar. Tidak lama kemudian, Kenzo pun menghampiri dan bergabung bersama mereka.


Mereka membahas tentang kecelakaan Zein yang cukup janggal. Kaisar pun mendukung untuk mengungkap misteri itu dengan mengerahkan anak buahnya yakni, Tim Harun.


Kaisar pun menanyakan pada Sakha perihal rumah tangganya yang baru saja kemarin resmi menjadi suami Keysha.


"Sakha, apa rencanamu selanjutnya soal rumah tanggamu bersama putriku?" Tanya Kaisar, sementara itu baik Kevin maupun Kenzo hanya menyimaknya saja.


"Jujur, Pah. Aku belum ada rencana apapun. Selama pernikahan ini belum di publikasi, aku dan Keysha akan tetap tinggal disini. Tapi aku ingin segera menuntaskan kejanggalan kecelakaan yang di alami Kak Zein, setelah itu aku akan mengadakan respsi pernikahan dan mempublikasinya.


Kaisar mengangguk. "Setelah di publikasi, kau akan membawa Keysha keluar dari rumah ini?" Tanya kaisar ingin tau.


Sakha terdiam, kemudian berkata. "Aku akan membawa Keysha untuk sementara waktu tinggal di penthouse karena aku belum memiliki rumah. Aku akan segera mencari rumah untuk Keysha."


"Kau tidak ingin tinggal di rumah peninggalan keluarga Abimana?" Tanya Kevin.


Sakha tersenyum tipis, "Bolehkah aku mendiskusikan satu hal pada kalian?" Tanya Sakha ragu ragu.


"Katakan saja, kami ini sekarang keluargamu." Balas Kenzo.


Sakha menghela nafasnya sejenak. "Sudah lama aku berencana melepas semua kekayaan keluarga Abimana, aku hanya ingin fokus pada usahaku sekarang. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Sakha.


"Menurutku itu bukan sesuatu yang sepele. Kau satu satunya ahli waris keluarga Abimana, Kha." Kata Kenzo.


"Kau bisa menjual sahammu ke pasaran dan menggunakan modal itu untuk usahamu." Ucap Kevin.


Sakha menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku berencana menyumbangkan semuanya untuk pembangunan rumah sakit di berbagai daerah. Lagi pula setelah Kak Zein meninggal, perusahaan itu sudah hampir gulung tikar dan susah sekali mencari investornya."


"Kha, apa di hati terdalammu, kau sungguh ingin melepas Abimana?" Tanya Kaisar dengan serius.


Sakha hanya terdiam, di hatinya yang terdalam, sesungguhnya Sakha juga menyayangi keluarga Abimana meski dirinya tidak pernah di anggap ada oleh keluarga Abimana dulu.


"Kha...." Tiba tiba saja Keysha datang menghampiri Sakha yang terlihat bingung.


Semua melihat ke arah Keysha yang berjalan dan berdiri di dekat Sakha.


"Kha, tadi ponselmu berdering, aku lihat sih Pak Toni yang nelpon, kayaknya penting deh soalnya sampai dua kali menelponmu." Ucap Keysha.


Sakha berdiri dari duduknya, "Ponselnya dimana?" Tanya Sakha dengan tatapan teduh bahkan Kaisar, Kevin dan Kenzo bisa melihat tatapan penuh cinta dari Sakha untuk Keysha.


"Aku tinggal di kamar." Jawab Keysha.


Sakha tersenyum kemudian melihat ke arah Kaisar, Kevin dan Kenzo untuk berpamitan melihat ponselnya.

__ADS_1


Keysha pun ikut menyusul Sakha, namun Kaisar menahannya.


Keysha duduk di tempat tadi suaminya duduk.


"Kau sengaja membuat Sakha pergi kan Key?" Tanya Kevin.


"Kev, Ken, Pah.. Kalian sendiri yang nenikahkan Sakha denganku. Aku mohon apapun rencana Sakha kedepannya bersamaku, biar kami membicarakannya dulu." Ucap Keysha.


"Papa hanya takut kamu tidak bahagia, Key."


"Pah, bukankah Papa yang menyuruh Key menikah dengan Sakha, harusnya Papa percaya pada Sakha."


"Papa percaya pada Sakha, Key. Hanya saja Papa ingin menolong perusahaan Abimana sampai Sakha memegang semuanya." Ucap Kaisar.


Keysha menggelengkan kepalanya. "Sakha tidak pernah mau tau perusahaan Abimana, baginya Kha-Fashion adalah jiwanya, sama hal nya seperti Kev yang begitu mencintai King Corp dan rela melepas WG group, Pah."


Kaisar, Kev dan Kenzo pun terlihat diam dan seolah tenggelam dalam pikirannya masing masing.


"Aku lihat dulu Sakha." Pamit Keysha kemudian pergi meninggalkan saudara kembar dan ayahnya itu.


Keysha menyusul Sakha ke dalam kamar Keysha. Dilihatnya Sakha yang duduk di tepi ranjang sambil melihat isi ponselnya.


"Kha..." Panggil Keysha.


Sakha mendongakan wajahnya dan melihat Keysha yang tengah berjalan ke arahnya lalu duduk di samping Sakha.


"Katanya ada telpon, kok ini ga ada?" Tanya Sakha.


"Aku bohong." Lirih Keysha.


Sakha melihat wajah Keysha, "Kenapa?"


"Kha, aku mendengar Papa, Kev dan Ken menanyakanmu soal Abimana, aku takut kamu tidak nyaman." Jawab Keysha merasa tidak enak.


Sakha tersenyum melihat Keysha yang perduli bahkan mengkhawatirkannya. "Terimakasih, Key." Jawab Sakha kemudian Sakha melihat lurus kedepan.


"Aku bingung." Ucap Sakha lalu tiba tiba saja Keysha menggenggam satu tangan Sakha yang membuat Sakha kembali menatap wajah Keysha.


"Aku istrimu, Kha. Bicarakan semua padaku."


Sakha menatap dalam mata Keysha, kemudian perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Keysha, tangan Sakha mengusap lembut pipi Keysha dan Keysha memejamkan matanya. Sakha mengecup sekilas bibir Keysha kemudian sedikit menyesapnya dalam lalu melepaskan secara perlahan, membuat Keysha kembali membuka kedua bola matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Aku kelupaan Up karena komentar sepi lho. Padahal tadinya mau crazy Up 😁


__ADS_2