
Mereka berkumpul di ruang keluarga, bahkan Kaisar pun terpaksa pulang lebih cepat untuk menengahi permasalahan yang menimpa putra keduanya itu.
"Katakan pada Mama, Ken. Apa yang kau perbuat dan kami tidak mengetahuinya." Kata Audrey.
"Ma.. Pa... Maafkan Ken." Ucap Kenzo dengan memberanikan diri menatap wajah kedua orang tuanya.
"Ini kejadian lima tahun yang lalu saat Ken masih di London. Ken tidak sengaja meniduri wanita yang ternyata adalah salah satu dokter di rumah sakit anak dokter gerald."
Audrey memejamkan matanya, bagaimana bisa Ken bisa berbuat seperti ini.
"Ken sudah mencoba mencarinya, Ma. Tapi Ken tidak menemukannya sampai takdir mempertemukan Ken dengan Cheryl, Ken sudah melakukan test DNA dan hasilnya menyatakan jika Cheryl benar anak Ken, Ma."
"Dia sudah tau jika pria itu adalah kamu?" Tanya Kaisar.
Kenzo menggelengkan kelakanya, "Ken terlalu pengecut, Pa." Akunya.
"Bagaimana dengan keluarganya?" Tanya Kaisar lagi.
"Amanda anak yatim piatu dan berasal dari panti asuhan. Amanda ada di London karena sedang kuliah kedokteran dari beasiswanya."
Audrey berdiri dan memukuli Kenzo, "Bagaimana kau bisa sejahat itu pada anak yatim piatu, Ken? Kau sembarang menyebar benihmu hingga tidak tau jika wanita malang itu mengandung anakmu dan pasti dengan susah payah melahirkan juga membesarkan anakmu, Cucu Mama Ken." Audrey menangis merasa bersalah pada Amanda.
Kevin berdiri dan menahan sang Mama agar berhenti memukuli Kenzo sementara Kaisar hanya diam memikirkan solusi untuk masalah Kenzo.
Kevin pun membatu Kenzo menjelaskan pada kedua orang tuanya jika Kenzo sudah berniat baik untuk tanggung jawab dengan cara mendekati Amanda secara perlahan namun Amanda sulit didekati hingga puncaknya saat Kenzo mengajak Amanda menikah, Amanda malah mengusir Kenzo dan memutuskan hubungannya dengan Cheryl. Bahkan secara diam diam juga Kevin sudah menemui Amanda dan menveritakan siapa Kenzo dengan memberikan bukti hasil DNA pada Amanda.
Audrey pun mengerti hal itu, sebagai seorang perempuan, Audrey tau rasanya tersakiti seperti itu. Hidup sendirian, harus mengandung dari pria yang ia sendiri tidak tau siapa dan membesarkan seorang anak bukanlah perkara mudah.
Audrey meminta Kenzo untuk segera menyelesaikan masalahnya dengan sesegera mungkin, membuka semua rahasia dan membawa Cheryl juga Amanda masuk ke dalam keluarga Wiguna. Audrey tidak ingin wanita yang pernah di rugikan oleh Kenzo menderita lebih lama lagi dengan menanggung beban seorang diri.
Kenzo yang sudah di ceritakan oleh Ayesha tentang kondisi Cheryl segera menuju rumah sakit. Tidak perduli jika Amanda nanti akan mengusirnya sekalipun. Yang ada dalam pikiran Kenzo adalah kondisi Cheryl saat ini.
Suara tangis terdengar dari luar pintu, tangisan yang membuat hati Kenzo terasa pilu.
"Sakit, Ma.. Sakit sekali." Kata Cheryl dalam tangisannya.
"Papaa... Huu aku mau Papa, Ma..."
__ADS_1
Deg... Hati Kenzo merasa di remat remat, luka yang masih menganga itu seperti di taburi garam dan semakin perih.
Kenzo membuka pintu dan dilihatnya Amanda yang tengah bersedih sambil menggendong dan mencoba menenangkan Cheryl. Amanda dan Cheryl melihat ke arah pintu yang terbuka seketika membuat Cheryl semakin mengencangkan tangisannya.
"Papaaa."
Kenzo segera mendekat kearah Amanda dan mengambil alih Cheryl dari gendongan Amanda.
Cheryl memeluk leher Kenzo dengan erat seolah tidak ingin berpisah lagi dengan sosok yang ia anggap sebagai ayah meski memang Kenzo adalah Ayahnya.
Amanda juga meluapkan tangisannya sambil menutup wajah dengan kedua tangannya, melihat hal itu, Kenzo pun menarik kepala Amanda dan menyandarkan di bahu satunya. Kenzo secara bersamaan memeluk Amanda juga Cheryl, ada perasaan sesak yang menyelimuti di hati Kenzo.
"Maafkan aku. Tolong maafkan aku." Ucap Kenzo sambil mencium pipi Cheryl dan puncak kepala Amanda bergantian.
Amanda mengangkat wajahnya dan menatap wajah Kenzo yang penuh dengan ketulusan. Lalu Amanda melepaskan pelukan Kenzo dan beralih duduk di kursi kecil.
Tidak lama dari itu Cheryl tertidur dan Kenzo kembali menidurkannya dengan sangat perlahan di brankar. Kenzo juga menelpon asistennya untuk datang dan mengurus kepindahan ruang perawatan Cheryl ke ruangan eksekutif.
Kenzo masih tidak berani menyapa Amanda, Kenzo juga fokus pada Cheryl dan setelah urusan administrasi selesai, akhirnya Cheryl di pindahkan ke ruangan eksekutif.
"Iya Sayang?"
"Pa, nanti di sekolahku ada hali ayah, aku mau pentas, Papa bisa datang kan?"
Kenzo mengusap lembut kepala Cheryl. "Iya Papa pasti akan datang."
"Papa janji?" Tanya Cheryl sambil menjulurkan jari kelingkingnya dan Kenzo pun membalasnya.
"Ya Papa janji." Jawab Kenzo. "Tapi Cheryl harus banyak makan ya? Biar cepat sembuh." Imbuhnya lagi dan Cheryl mengangguk.
Setelah menyuapi Cheryl makan dan memberikannya obat. Cheryl kembali tertidur. Kenzo mendekat ke arah Amanda untuk mengajaknya berbicara karena sedari tadi Amanda hanya diam saja.
"Maaf." Kata Kenzo yang kini belutut dengan satu kakinya di hadapan Amanda yang sedang duduk di sofa.
Amanda hanya diam dan tidak berkata apapun.
"Aku, Aku.. Aku adalah pria di malam lima tahun yang lalu." Ungkap Kenzo pada akhirnya. "Aku tidak sengaja menidurimu malam itu, aku salah memasuki kamar saat itu. Saat aku menyadari kesalahanku, aku berusaha mencari informasi, namun saat aku kembali ke kamar, aku tidak menemukanmu dan datamu tidak terdaftar di club itu. Tapi sungguh selama lima tahun ini aku terus mencarimu." Kata Kenzo mengungkapkan semuanya.
__ADS_1
"Aku tau." Balas Amanda dengan lirih yang membuat Kenzo seketika membeku dengan tatapan tak lepas dari wajah Amanda yang terlihat tenang.
"Aku tau kau memang Ayah biologis Cheryl." Ungkapnya lagi dan Kenzo semakin merasa bingung.
Amanda meraih tas nya dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan memberikannya pada Kenzo, sebuah amplop yang bertuliskan nama rumah sakit tempat Kenzo mengajukan test DNA.
Kenzo menerimanya dengan tangan bergemetar. "Kevin yang memberikannya padaku."
"Kevin?"
Amanda mengangguk. "Kevin sudah menceritakan semuanya." Kata Amanda dengan tatapan lurus kedepan tanpa melihat ke arah Kenzo.
"Tolong jangan ambil Cheryl dariku, kau tau aku ini hanya anak yatim piatu dan tak memiliki siapapun di dunia ini. Aku hanya memiliki Cheryl, Cheryl adalah alasan untukku tetap terus bertahan."
"Amanda..."
"Kau bisa kapan saja menemuinya, kau boleh memberi fasilitas apapun untuknya, tapi aku mohon jangan ambil Cheryl dengan kekuasaanmu."
Kenzo menggelengkan kepalanya, "Aku tidak akan mengambil Cheryl darimu. Kita akan membesarkannya bersama. Aku, kamu, Cheryl tidak bisa dipisahkan."
Amanda menggelengkan kepalanya. "Kita tidak saling mencintai."
"Kita akan jadi saling mencintai jika terus bersama. Menikahlah denganku, kita akan menjadi orang tua yang sempurna untuk Cheryl, aku tidak akan memaksamu dalam tahap ini."
Amanda tetap menggelengkan kepalanya.
Kenzo menggenggam kedua tangan Amanda yang saling bertumpu, "Ibuku memintaku untuk membawamu dan Cheryl pulang ke rumah."
Amanda menatap mata Kenzo, "Ibumu?"
Kenzo mengangguk. "Ayo kita pulang kerumah, kita ciptakan keluarga yang bahagia untuk Cheryl."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebenarnya ini Bab untuk besok minggu. Tapi berhubung besok minggu aku mau hunting ke percetakan cari yasin untuk 40hr an ibuku, jadi aku terbitkan sekarang untuk menemani malam minggu kalian.
Besok ijin libur ya, aku masih wara wiri kesana kesini 🙏
__ADS_1