
"Papaaa." Seru Cheryl saat melihat kedatangan Kenzo di apartemennya.
Kenzo menangkap tubuh mungil Cheryl dan mengangkatnya. "Anak Papa wangi sekali." Ucapnya sambil mencium gemas pipi Cheryl.
"Aku sudah menunggu Papa dali tadi. Koq Papa lama?"
"Maaf, Sayang. Papa Tadi ada urusan dulu dan mampir ke toko mainan membeli ini." Kenzo menaikan tangannya dan memperlihatkan paperbag berisikan makanan dan mainan.
"Mainan." Seru Cheryl sambil memegang kedua pipinya.
Kenzo menurunkan Cheryl di sofa lalu membuka paperbag berisikan mainan edukasi untuk Cheryl.
"Ini gimana cala mainnya, Pah.." Tanya Cheryl.
Kenzo dengan sabar membantu Cheryl memasangkan mainannya hingga berbentuk rumah barbie.
"Cheryl sudah makan?" Tanya Kenzo.
Cheryl menggelengkan kepalanya. "Aku nunggu Papa."
Kenzo tersenyum kemudian berdiri untuk menuju dapur, dan hal itu terlihat oleh Amanda.
"Sini Ken, biar aku saja."
Kenzo tersenyum, "Terimakasih."
"Dari tadi Cheryl menunggumu. Maaf ya." Kata Amanda merasa tidak enak.
"Tidak apa, aku malah bahagia ada yang menungguku datang." Balas Kenzo.
"Kita jadi pergi?" Tanya Amanda.
"Jadi, biar Cheryl makan dulu lalu kita pergi. Kamu juga makan ya." Kata Kenzo penuh perhatian.
Selesai makan, Kenzo mengajak Amanda dan Cheryl ke suatu tempat. Yaitu apartement yang akan ia beli dari Kevin.
"Kita ngapain kesini?" Tanya Amanda. "Bukankah kita mau ke yayasan untuk melihat pengasuh Cheryl?"
"Kita kesini dulu, urusan yayasan semua sudah selesai. Besok sudah ada pengasuh untuk Cheryl." Jawab Kenzo.
__ADS_1
Mereka turun dari mobil, Kenzo slalu menggendong Cheryl dan Cheryl pun slalu menempel pada Kenzo.
"Masuklah." Kata Kenzo pada Amanda.
"Waahh, lumah Papa besal sekali." Seru Cheryl.
"Kamu suka?" Tanya Kenzo dan Cheryl mengangguk.
"Kamu tinggal disini?" Tanya Amanda.
Kenzo menggelengkan kepalanya, "Aku baru membeli apartement ini, untuk Cheryl."
Amanda mengernyitkan dahinya. "Apa maksudmu?" Tanyanya heran.
Kenzo mendudukan Cheryl di sofa, dan berlutut dengan satu kakinya di hadapan Chery. "Cheryl nonton televisi dulu ya, Papa mau bicara dulu sama Mama." Ucap Kenzo dengan lembut sambil menyalakan televisi berlayar lebar itu.
Setelah itu Kenzo mengajak Amanda untuk mengobrol di meja makan agar tidak terdengar oleh Cheryl.
"Amanda, maafkan aku jika aku tidak bertanya padamu dulu soal ini. Tapi jujur aku melakukan hal ini untukmu dan juga Cheryl. Apartement mu cukup jauh dan kamu tidak bisa memakai kendaraan."
Amanda hanya diam karena cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Kenzo.
"Maaf, Amanda. Aku hanya ingin membantumu." Lirih Kenzo. "Percayalah padaku sebagai teman, apartement ini bersebelahan dengan rumah sakit dokter gerald, kamu hanya cukup berjalan kaki dan itu juga menghemat waktumu."
"Mau ya." Pinta Kenzo.
"Kenapa kamu melakukan hal ini pada kami, Ken. Aku tidak mau hanya karena Cheryl membuatmu mengasihani kami, kamu juga punya keluarga dan bagaimana pandangan keluargamu pada kami, Ken?"
"Amanda." Kenzo memanggil Amanda dengan menatap kedua mata Amanda. "Percaya padaku, ya. Aku hanya ingin kamu mempercayaiku."
Amanda ingin menanyakan kenapa Kenzo bisa banyak melakukan hal ini padanya, namun Amanda hanya memilih diam.
"Dengan cara apa aku harus membalasmu?" Tanya Amanda pada akhirnya.
Kenzo diam dan mencoba menyelami perasaannya sendiri. Kemudian ia melihat ke arah Cheryl yang sedang asik menonton televisi kemudian kembali menatap Amanda.
"Jadi temanku, percaya padaku dan cukup hanya percaya saja padaku." Kata Kenzo sungguh sungguh.
Amanda mengangguk. "Terimakasih."
__ADS_1
Kenzo merasa lega karena Amanda pada akhirnya menerima apa yang di berikan oleh Kenzo.
"Barang barangku bagaimana?" Tanya Amanda.
"Barang barangmu sudah ada yang akan mengambilnya. Semua sudah aku atur, tidak perlu kembali lagi kesana." Jawab Kenzo.
Kenzo pun mengajak Amanda berkeliling di apartementnya. "Di sini ada tiga kamar. Ini kamarku jika aku menginap disini, ini kamarmu, dan ini kamar Cheryl."
"Kami tidur satu kamar saja, Ken. Cheryl belum terbiasa tidur di kamar sendiri."
Kenzo mengangguk. "Iya." terus Kenzo menunjuk ujung lorong. "Disana kamar untuk pengasuh Cheryl nanti."
"Pengasuhnya menginap?" Tanya Amanda.
Kenzo mengangguk, "Dan di hari sabtu, dia akan pulang dan kembali senin pagi."
Akhirnya setelah memberi banyak pengertian pada Amanda, Amanda mau menerima semua bantuan Kenzo. Amanda berkeyakinan jika nanti pasti akan terlihat ada maksud apa di balik kebaikan Kenzo ini.
Seharian ini Kenzo menemani Cheryl bermain di apartement barunya. Chery sudah terlihat akrab sekali meski mereka baru mengenal beberapa hari. Kenzo tak henti hentinya menatap wajah Cheryl yang tak lain adalah putrinya sendiri. Rasanya ingin sekali Kenzo memeluk dan menciumi seluruh wajah Cheryl lalu mengatakan jika dirinya memanglah Papa kandung Cheryl. Namun rasa itu masih harus Kenzo tahan karena Kenzo takut Amanda marah dan mengusir dirinya.
"Papa tidak pulang?" Tanya Cheryl pada Kenzo.
Hal itupun yang di tunggu oleh Amanda, sedari tadi Amanda ingin menanyakan hal itu namun merasa tak enak mengingat apartement ini adalah milik Kenzo meski Kenzo sudah mengatakan memberikannya pada Cheryl.
"Papa ingin menemani Cheryl tidur dulu, baru Papa pulang."
"Bacain buku celita ya, Pa?"
"Tentu saja." Balas Kenzo.
Kenzo membantu Cheryl untuk menyikat gigi, kemudian Amanda lah yang membantu Cheryl menggantikan pakaian tidurnya.
"Ayo, Pa.." Ajak Cheryl yang sudah bersiap dengan kostum tidurnya, piyama hello kitty dan mendekap boneka hello kitty kesukaannya.
Kenzo membawa Cheryl ke atas tempat tidur mengambil satu buku cerita lalu membacakannya. Sementara itu, Amanda sibuk membereskan barang barangnya yang sudah di bawa oleh orang orang Kenzo ke apartement barunya. Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 11 malam dan Amanda baru menyadari jika Kenzo masih berada di kamar bersama Cheryl.
Amanda menyusul Kenzo ke kamar dan melihat pemandangan begitu mengharukan. Dimana Cheryl tidur bersama Kenzo dan buku cerita yang tertelungkup di atas dada Kenzo. Amanda mendekat ke arah tempat tidur dan dilihatnya dengan jelas wajah tampan Kenzo yang menurut Amanda begitu terlihat kharismatik. Bahkan sikap dewasa Kenzo mampu membuatnya terlihat sebagai seorang ayah yang sesungguhnya untuk Cheryl. Ya, Kenzo benar benar terlihat sebagai seorang ayah untuk Cheryl.
Amanda segera menggeleng gelengkan kepalanya, membuang jauh jauh angan angan yang entah mengapa ada dalam pikirannya. Amanda tidak membangunkan Kenzo, biarlah malam ini Kenzo tidur bersama Cheryl. Amanda menaikan selimut untuk menutupi tubuh Cheryl juga Kenzo, lalu mematikan lampu terang yang berganti dengan lampu redup. Setelahnya Amanda keluar dari kamar dan masuk ke dalam kamar lainnya untuk tidur disana. Amanda mencoba memejamkan mata, entah mengapa sekelebat kejadian malam itu melintas begitu saja, namun Amanda tidak bisa mengingat wajahnya karna saat itu kesadaran Amanda tidak sepenuhnya sadar dan berada di bawah pengaruh alkohol juga obat bia*dap itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like, Koment, hadiah dan Vote sangat berarti untuk menaikan semangatku dalam menulis bab selanjutnya 🙏