Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 41


__ADS_3

Ponsel Kevin berdering. Terlihat nama Kenzo memanggilnya.


"Aku angkat telpon dari Kenzo dulu. Pikirkan sekarang juga, aku akan mengajakmu ke rumah orang tuaku malam ini." Kata Kevin sambil mengusap pipi Ayesha lalu berdiri untuk mengangkat panggilan dari Kenzo.


Ayesha terlihat berpikir, ia pun berpikir, bagaimana bisa tau jika tidak mencobanya. Kevin yang sedang mengangkat telpon dari Kenzo pun sesekali melihat ke arah Ayesha yang terlihat seperti memikirkan sesuatu. Kevin pun mengatakan jika sedang membujuk Ayesha untuk dibawa ke rumah orang tuanya dan Kenzo mendukung hal itu. Bahkan Kenzo mengatakan jika Keysha saudari kembar mereka juga akan datang dari paris dan sudah berada dalam perjalanan ke rumah.


Kevin kembali menghampiri Ayesha dan kembali menggenggam tangan Ayesha. "Bagaimana, Ay?" Tanyanya penuh harap.


Ayesha menatap kedua bola mata Kevin, tatapan penuh harapan itu menantikan jawaban Ayesha.


"Dengan satu syarat." Kata Ayesha dengan tatapan seriusnya.


"Apa?"


Ayesha menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar.


"Aku akan ikut denganmu untuk bertemu orang tuamu." Kata Ayesha lalu menjeda kalimatnya.


"Lalu?"


"Katakan semua tentangku pada kedua orang tuamu, jika kedua orang tuamu menolakku, kamu harus mengikuti kata mereka dan stop jangan pernah lagi untuk menemuiku lagi dalam hal apapun." Ucap Ayesha dengan yakin meski hatinya tengah bergemuruh.


Tidak Ayesha pungkiri, dalam hati kecilnya, ia juga ingin begitu diterima oleh orang tua Kevin, bahkan di anggap layaknya sebagai anak. Namun Ayesha tidak ingin berekpektasi terlalu tinggi, ia takut terjatuh dan tersakiti kembali. Itulah mengapa Ayesha memberikan syarat itu pada Kevin, sebelum hubungannya terlalu jauh, sebelum perasaannya terlalu dalam, Ayesha ingin segera mengetahui reaksi orang tua Kevin terhadap dirinya. Setidaknya jika orang tua Kevin menolak status Ayesha, Ayesha tidak akan terlalu sakit hati dan Kevin tidak akan lagi mengejarnya.


Kevin mengangguk yakin meski hatinya juga takut. Kevin tidak tau apa orang tuanya begitu menjunjung tinggi sebuah status atau bisa dengan lapang dada menerima status Ayesha dengan hati yang tulus.


"Baiklah, aku akan ikut denganmu." Ucap Ayesha. "Aku akan bersiap dulu."


"Bisa, aku bicara dulu dengan ke dua orang tuamu juga Andrew?" Tanya Kevin.


Ayesha menggelengkan kepalanya. "Tidak sekarang, jika ke dua orang tuamu menolakku, kamu tidak akan pernah kesini lagi, dan jangan bicara apapun pada keluargaku sebelum kita memastikannya dulu."


Kevin menghela nafasnya, ia memijat pangkal hidungnya karena dirinya juga ragu akan hal itu. Ayesha meninggalkan Kevin seorang diri di ruang tamu untuk bersiap pergi bersama Kevin menuju kediaman keluarga Kevin.


Di dalam kamar, Ayesha merias wajahnya dengan riasan natural, ia menatap dirinya di depan cermin. Begitu banyak ketakutan dalam benaknya, namun Ayesha harus mencoba menghadapi semua ini agar Kevin berhenti mengejarnya meski perasaan Ayesha sendiri tidak rela.


Ceklekk..


Andrew masuk begitu saja ke dalam kamar Ayesha dan menghampiri Ayesha yang masih berdiri di depan cermin besar itu.

__ADS_1


"Kenapa? Hilang percaya dirimu?" Tanya Andrew.


Ayesha hanya diam, ia sendiri menyesali mengapa dulu begitu mudah jatuh cinta pada Rama hingga kehilangan akal sehatnya, meninggalkan keluarga, pendidikan kuliahnya dan menikah di usia yang sangat muda.


"Kau tidak akan tau jika tidak mencobanya." Kata Andrew.


"Aku hanya takut terluka lagi, Kak."


"Itu tandanya kau sudah menyimpan harapan besar pada Kevin King."


Ayesha kembali diam, benarkah jika dirinya mengharapkan hal baik dari keluarga Kevin.


Andrew menepuk pundak Ayesha, "Pergilah dan cari tau. Jangan sesekali kau menunduk, kau adalah putri dari keluarga Wibisana, tidak akan ada yang berani merendahkanmu." Ucap Andrew memberi semangat pada Ayesha.


Ayesha berbalik dan memeluk sang Kakak, "Pinjamkan pelukanmu ini nanti saat aku pulang ya Kak." Pintanya begitu manja.


Andrew mengusap kepala Ayesha dengan lembut. "Kakak berharap yang terbaik untukmu."


Setelah merasa lega dan percaya diri, Ayesha segera turun untuk menghampiri Kevin. Kevin bergitu terkesima dengan penampilan Ayesha yang sederhana namun elegant dan begitu memukau.


Andrew sengaja tidak menghampiri Kevin karena dirinya juga tidak ingin telalu berharap. Andrew hanya ingin, jika memang keluarga Kevin menolak Ayesha, maka Ayesha tetap baik baik saja dan tidak terluka.


Ayesha mendadak gurup dan tangannya berkeringat dingin. Kevin meraih tangan Ayesha dan menggenggamnya, membuat Ayesha menoleh ke arah Kevin yang masih duduk di sebelahnya.


"I love you, Ay." Akhirnya kata kata cinta itu keluar dari mulut Kevin dan Kevin mengecup punggung tangan Ayesha yang di genggamnya.


"Aku mencintaimu, entah sejak kapan, tapi aku sudah meyakinkan hatiku untukmu." Kata Kevin dengan sungguh sungguh.


Ayesha hanya diam tidak berkata apapun.


"Ayo kita turun." Ajak Kevin dan Ayesha pun mengangguk.


Kevin dengan setia menggandeng tangan Ayesha dan tak melepaskannya. Kedatangan mereka di sambut oleh Kenzo yang melihat dengan tatapan bahagianya.


"Terimakasih sudah memberikan kesempatan pada saudaraku yang merepotkan ini, Ay." Kata Kenzo.


"Ini tidak seperti yang kamu lihat, Ken. Aku kesini bukan karena sudah menerima Kevin, melainkan untuk meyakinkan satu hal, dan jika semua keluarga kalian menolakku, Kevin sudah berjanji tidak akan lagi menggangguku." Jelas Ayesha.


Kenzo memaklumi hal itu dan Kenzo juga tidak ingin membela siapapun.

__ADS_1


"Ay, kau kah itu?" Sapa seorang wanita yang ternyata adalah Keysha, saudari kembar Kevin dan Kenzo.


Ayesha mengernyitkan dahinya, "Key..."


Keysha melompat kegirangan, bertemu dengan salah satu teman baiknya semasa sekolah dulu. "Ay, ternyata benar kamu." Lalu Keysha berhambur memeluk Ayesha.


mereka saling berpelukan dan melepas rindu, hingga suara langkah membuat mereka melerai pelukannya, membuat Ayesha kembali di landa gugup.


"Ay, kau dan Kevin balikan?" Tanya Keysha menyelidik dan Ayesha menggelengkan kepalanya.


"Tidak seperti yang kau bayangkan, Key." Bisik Ayesha.


"Ma.. Pa..." Kevin menghampiri kedua orang tuanya dan mencium pipi keduanya bergantian.


Audrey melihat ke arah Ayesha dan hal itu terlihat oleh Kevin.


"Ma.. Kenalkan itu Ayesha, kekasihku." Kata Kevin dan mengajak Audrey untuk mendekat pada Ayesha.


Ayesha mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya. "Selamat malam Aunty, Aku Ayesha."


Audrey tersenyum dan menggenggam tangan Ayesha, "Senang sekali mengenalmu, selamat datang Ayesha."


Mereka lanjut makan malam bersama, Ayesha pun bercerita tentang dirinya, Ayesha juga tanpa ragu membuka statusnya yang merupakan seorang janda, membuat semua yang ada di sana terkejut terkecuali Kevin dan Kenzo yang hanya megusap pelipisnya menantikan reaksi sang Ibu.


Audrey berdiri dari duduknya, "Ayesha, bisa kita bicara berdua?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Note:


Satu Like,


Satu Vote,


Satu Komentar dari kalian,


Sangat berarti untukku menaikkan Novel ini.


Please jangan jadi silence readers.

__ADS_1


__ADS_2