Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 90


__ADS_3

Pagi ini Rama masuk kembali ke kantor dalam kondisi tidak bersemangat. Semalaman Rama tidak bisa tidur karena terus terbayang wajah Ayesha yang semakin cantik.


"Andai dulu aku tidak menyianyiakanmu, pasti kita sudah bahagia bersama anak kita." Gumam Rama penuh penyesalan yang entah untuk keberapa kalinya.


Rama berangkat dengan menggunakan motornya, seperti biasa Rama tidak pernah lagi bersarapan di rumah karena Ratna tidak pernah menyiapkannya. Rama hanya meninggalkan uang 30 ribu di atas meja untuk uang belanja kebutuhan dapur meski Ratna tidak pernah membelanjakannya dan hanya membeli makanan untuk dirinya sendiri.


"Dulu Ayesha tidak pernah membiarkanku berangkat bekerja tanpa sarapan, sekarang rasanya aku rindu masakan Ayesha." Kata Rama sambil tersenyum getir di atas motornya.


Rama pun berpikir jika ia harus menghindari Keysha karena tidak mungkin Rama mendekati Keysha yang ternyata adalah keturuan keluarga Wiguna dan saudari ipar dari mantan istri Rama dulu.


Berbeda dengan Vivian, Vivian merasa kesal karena belum bertemu dengan Sakha bahkan dari semalam Sakha tidak bisa di hubungi.


"Toni, sebenarnya kemana sih Sakha?" Tanya Vivian.


"Saya kan sudah bilang, Pak Sakha sedang ke Paris mengurus kerjasama Kha-Fashion dengan perusahaan agency model disana." Jawab Toni sesuai intruksi dari Sakha.


"Masa ngedadak?"


"Ini sudah rencana bulan lalu, kamu saja tidak tau, kamu kan baru seminggu jadi personal asisten Pak Sakha." Balas Toni.


Di rumah sakit, Sakha masih tertidur bersama Keysha dalam satu brankar.


Entah mereka saling merasa nyaman satu sama lain atau apa, membuat mereka enggan membuka mata meski tadi suster datang untuk memeriksa infus Keysha.


Kevin mengantar Kaisar dan Audrey yang akan menjaga Keysha siang ini, namun Audrey merasa terkejut karena melihat Keysha masih tertidur bersama seorang pria.


"Key.." Kata Audrey sedikit keras namun Key masih terlelap.


"Keysha Queen Wiguna, bangun!!" Audrey sedikit berteriak membuat Keysha dan Sakha pun terbangun.


"Akhh Mama, Papa." Pekik Key lalu terduduk. Key melihat ke sampingnya dan Sakha pun mencoba duduk namun Keysha mendorongnya hingga Sakha terjatuh.


"Awsshhh.." Sakha kemudian berdiri merasa tidak enak pada keluarga Keysha.


"Kalian kenapa bisa tidur bersama? Kalian berpacaran? Dan walaupun kalian berpacaran itu tidak baik jika tidur bersama sebelum menikah." Omel Audrey pada putri satu satunya itu.


"Kami tidak berpacaran, Ma." Ucap Keysha.


"Maaf Aunty." Sela Sakha dan semua menatap ke arah Sakha.


Sakha melirik ke arah Kevin dan Kevin menganggukan kepalanya samar.


"Maaf, Aunty, Uncle." Ucap Sakha lagi. "Ini semua salahku, bukan salah Keysha." Sakha menghela nafas sejenak. "Jika boleh jujur, saya Sakha Abimana, mencintai putri Aunty dan Uncle. Ijinkan saya mengejar putri kalian yang kalian cintai ini."


"Tapi tidak begini caranya, Sakha. Saya mendidik Keysha untuk menjadi wanita terhormat." Kata Audrey yang masih marah karena tak terima melihat putri yang slalu ia jaga, tidur bersama pria meski tidak melakukan hal apapun.

__ADS_1


"Maaf Aunty, saya tidak berbuat lebih pada Keysha, saya berani bersumpah. Dan saya juga tidak ada niatan melecehkan Keysha, mungkin cara saya salah, tapi saya mohon maafkan saya." Kata Sakha sungguh sungguh.


"Kalian menikah saja." Sahut Kevin yang seketika mendapatkan tatapan tajam dari Keysha.


"Ya, Papa setuju. Kalian menikah saja atau jangan berhubungan lagi sama sekali." Sahut Kaisar juga.


"Tapi, Pah..."


"Key, kamu itu putri Papa satu satunya. Papa dan Mama bahkan kedua saudara kembarmu begitu menjagamu. Dengan kejadian ini kami malah semakin khawatir dengan kehidupanmu." Kata Kaisar menjelaskan. "Jika kalian menolak menikah, kalian harus berpisah, Key berhenti bekerja dan kau Sakha Abimana jangan lagi mendekati putriku." Tegas Kaisar.


Sakha maju satu langkah kedepan. "Jika Uncle dan Aunty percaya juga mengijinkanku untuk menikahi Keysha, saya bersedia untuk menikahi Keysha detik ini juga."


"Kha...." Panggil Keysha.


Sakha membalikan tubuhnya menghadap Keysha. "Key, aku mencintaimu, aku serius ingin menikahimu, aku tidak akan memaksamu untuk membalas cintaku tapi ijinkan aku menikahimu, aku janji akan menunggumu hingga mencintaiku dan tidak akan pernah memaksamu dalam hal apapun. Kedua orang tuamu dan Kevin saksinya." Kata Sakha sungguh sungguh.


"Pah, Ma... Key belum siap berumah tangga." Kata Keysha lagi.


"Kalau begitu, keluar dari pekerjaanmu dan jangan lagi berhubungan dengan Sakha Abimana." Tegas Kaisar.


Keysha terdiam, entah mengapa ia sendiri tidak mau keluar dari pekerjaannya dan menjauhi Sakha.


"Key, please..." Pinta Sakha penuh harap.


Kaisar mengangguk. "Papa, Mama, Kev akan ke kafetaria bawah. Satu jam lagi Papa akan kemari lagi." Ucap Kaisar dan mengajak Audrey juga Kevin untuk keluar.


Sakha duduk di sisi brankar Keysha dan wajah mereka saling bertatapan.


"Jangan gila, Kha." Kata Keysha pada akhirnya.


"Menikahlah denganku, Key."


"Lalu bagaimana Vivian? Bukankah kau sedang berencana membongkar kecelakaan Kak Zein?" Tanya Keysha.


Sakha meraih tangan Keysha untuk di genggamnya. "Kita rahasiakan dulu pernikahan kita, di kantor aku tetap akan mengabaikanmu, namun aku akan memberi perhatianku padamu lewat pesan singkat. Tolong beri aku waktu sedikit lagi saja, bantu aku menyelesaikannya agar Kak Zein tenang disana." Pinta Sakha sungguh sungguh.


"Tapi kami tidak akan memaksaku, kan?" Tanya Keysha ambigu.


Sakha mengangguk. "Aku tidak akan memaksamu sampai kamu yakin mencintaiku."


"Bagaimana jika aku tetap tidak bisa mencintaimu dan selalu mencintai Kak Zein?"


"Aku bahkan rela menjadi bayang bayang Kak Zein untukmu, Key." Sakha mengusap pipi lembut Keysha. "Mau ya menikah denganku."


"Apa yang akan kau beri padaku?" Tanya Keysha.

__ADS_1


"Pengabdianku seumur hidupku untukmu, Queen Wiguna."


Keysha terdiam.


"Kha-Fashion akan kuberikan untukmu sebagai hadiah pernikahan kita." Kata Sakha lagi.


"Tidak mungkin, Kha. Aku tau Kha-Fashion sangat berarti untukmu."


"Tapi untukku kamu yang lebih berarti, Key. Aku rela kehilangan segalanya demi mendapatkanmu."


"Itu namanya ambisius, Kha." Keysha sedikit tertawa.


"Jika tidak ambisius maka aku tidak akan mendapatkanmu, Key." Sakha tersenyum. "Jadi mau ya menikah denganku?"


Keysha menghela nafasnya, "Kau menghancurkan impianku, Kha."


Sakha merasa bingung dan mengernyitkan dahinya. "Menghancurkan impianmu yang mana?"


"Di lamar dengan begitu romantis, dengan bunga mawar putih, cincin berlian, dan gaun yang indah." Keysha memgerdikan bahunya lalu melihat ke sekelilingnya. "Lihatlah dirimu sendiri, memintaku menikah di atas brankar rumah sakit, dengan aku yang memakai baju passien, bahkan kita berdua belum mandi sama sekali. Dan satu hal yang penting, tidak ada cincin dan bunga, lamaran macam apa seperti ini? Diluar ekpektasiku."


Sakha tersenyum, "Aku akan membuatkan resepsi besar di atas kapal pesiar, mau?"


"Tidak mau." Balas Keysha.


"Lalu maunya seperti apa?"


"Belikan aku sebuah resort pribadi dan kita akan menggelar resepsi disana." Kata Keysha.


"Baiklah, aku setuju." Jawab Sakha.


Hari itu, Keysha kembali pulang karena sudah tidak demam meski masih sedikit pusing. Di rumah keluarga Wiguna di gelar acara pernikahan Keysha dan Sakha secara privat. Hanya dihadiri kekuarga inti dan dari pihak Sakha hanya ada Toni sebagai saksi mengingat Sakha sudah tidak memiliki siapapun.


Meski pernikahan itu diadakan secara dadakan dan secara tertutup, namun dekorasi pernikahan itu sangatlah indah. Dan Sakha tidak percaya jika akhirnya dirinya menikahi Keysha, wanita yang dicintai oleh mendiang Kakak tirinya yang Sakha pun mencintainya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siapa nih yang tadi minta Up 1x lagi untuk pengantar tidur?


Ada juga yg katanya biar mimpi indah dan tenang 😘


Dan juga kalian yg udah ramein dan ninggalin jejak di komentar.


Hari ini aku sudah crazy Up lho ya, kalau komentar rame dan nyenengin tuh maunya Up terus 🤩


Besok besok gitu juga ya 😘

__ADS_1


__ADS_2