Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 88


__ADS_3

Keysha mencoba seprofesional mungkin saat persentasi di depan Sakha meski Sakha tidak melihatnya. Bukan Sakha tidak ingin melihatnya, namun Sakha hanya menghindari tatapan penuh rasa bersalah dari Keysha.


Sebenarnya Sakha merasa sedikit khawatir saat melihat wajah Keysha yang terlihat pucat, namun Sakha tidak bisa memperlihatkan rasa khawatirnya karena Vivian berada di dekatnya.


Hingga meeting itu selesai, Keysha memilih ijin kerja karena merasa tubuhnya semakin tidak enak. Dan hal itupun di ketahui oleh Sakha.


Sakha berusaha mengejar Keysha yang sudah turun ke loby, beruntung Toni dapat mengalihkan perhatian Vivian dengan memberinya banyak berkas yang harus di periksa.


Keysha merasakan tubuhnya yang semakin pusing saat keluar dari lift, namun Keysha mencoba menahannya hingga saat di pintu loby, Keysha bertabrakan dengan Rama yang baru saja selesai beristirahat.


"Key..." Panggil Rama terlihat cemas karena wajah Keysha semakin pucat.


Keysha melihat ke arah Rama, dan sinar matahari di pintu loby membuat Keysha silau dan tiba tiba saja kehilangan keseimbangannya lalu pingsan di hadapan Rama.


"Key..." Pekik Rama lalu menahan tubuh Keysha.


Tidak lama kemudian Sakha pun tiba dan ingin langsung mengambil alih Keysha namun Rama terlanjur berdiri dan ingin membawa Keysha ke klinik di perusahaannya.


"Bawa saja ke rumah sakit." Kata Sakha yang membuat Rama menahan langkahnya.


Rama terlihat ragu karena ini sudah memasuki jam kerjanya, Rama takut akan kehilangan pekerjaannya.


"Saya CEO disini dan saya akan memberimu ijin untuk membawa Key ke rumah sakit, selesai dari rumah sakit kembali ke kantor dengan segera. Kamu bisa memakai mobil perusahaan." Ucap Sakha dan Rama mengangguk.


Rama pun di antar oleh supir perusahaan menuju rumah sakit. Sakha segera menelpon Kevin dan memberitahu tentang Keysha yang pingsan di kantor.


Kevin yang sedang berada di luar bersama Ayesha untuk makan siang pun segera menyusul Keysha ke rumah sakit.


Keysha diperiksa di IGD dan Rama bersama sang supir berada di depan IGD.


"Pak, saya ke toilet dulu ya, nanti kalau sudah ada keluarganya Key, bapak tunggu di mobil aja, nanti saya kesana." Kata Rama pada supir.


Rama pun ke toilet dan tidak lama kemudian Kevin dan Ayesha tiba di rumah sakit. Kevin segera berbicara dengan dokter soal kondisi Keysha percis di depan IGD, sementara Ayesha berada di samping Kevin.


Rama yang baru saja keluar dari toilet begitu terkejut melihat Ayesha bersama Kevin yang sedang berbicara dengan dokter di depan IGD. Rama menatap Ayesha dengan perut yang sudah membuncit, Rama juga melihat Ayesha yang begitu cantik meski sedang mengandung dan tangan Kevin seolah possesif terus menggenggam tangan Ayesha.

__ADS_1


Tanpa sengaja Ayesha pun melihat ke arah Rama yang sedang menatapnya. Mulut Ayesha terkunci tanpa mengeluarkan suaranya. Ayesha melihat tampilan Rama yang kurus dan tidak terawat, namun Ayesha sudah tidak memiliki perasaan apapun. Baginya, Rama hanya masa lalunya dan bukan urusannya lagi.


Ayesha segera memalingkan wajahnya dan kembali fokus kembali mendengarkan apa kata dokter.


Rama pun bergegas pergi setelah mengetahui jika Keysha merupakan triplets dari suami Ayesha.


Sepanjang perjalanan Rama berpikir, mengapa Keysha bekerja di Kha-Fashion sementara keluarganya sendiri memiliki perusahaan besar dengan begitu banyak anak cabang.


Rama membuka ponsel pintarnya dan mencari tau di internet tentang triplets dari keluarga Wiguna, dan benar saja jika Keysha yang dekat dengannya ternyata seorang Queen Wiguna dan bersaudara ipar dengan mantan istri Rama dulu.


"Dunia ini sempit sekali." lirih Rama sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Sementara itu, Keysha dipindahkan ke ruang perawatan, Keysha harus di rawat karena gejala typhus dan harus beristirahat, sebenarnya Keysha bisa istirahat di rumah, namun Kevin yang begitu tau jika adiknya susah diatur memutuskan agar Key di rawat saja di rumah sakit, dengan begitu Key akan cepat sembuh.


Ayesha pun menemani Key karena Kevin harus segera kembali ke kantor untuk bekerja kembali. Ada yang mengganjal di hati Ayesha ketika melihat Rama di dekat IGD tadi, mungkinkan jika Keysha mengenal Rama dan begitupun sebaliknya.


Keysha tersadar dan Ayesha membantunya duduk lalu memberikannya air minum. "Apa yang terjadi padamu, Key?"


Keysha memijat pelipisnya. "Aku merasa pusing dan tubuhku merasa tidak nyaman."


"Kau ingat siapa yang membawamu kesini?" Tanya Ayesha.


Ayesha menghela nafas, ia ingin menanyakan sesuatu namun seperti tertahan.


"Ada apa, Ay?" Tanya Keysha.


"Siapa nama temanmu itu?" Tanya Ayesha pada akhirnya.


"Mas Rama, dia staf administrasi gudang dan baru sebulan kerja di Kha-Fashion karena sebelumnya dia driver ojeg online."


Ayesha terkejut mendengarnya, terkejut karena ternyata Keysha berhubungan dengan masa lalunya yang menurut Ayesha tidak baik. Ayesha tidak perduli apa pekerjaan Rama saat sudah tidak bersama Ayesha. Yang Ayesha takut jika Keysha berhubungan dengan orang tidak baik seperti Rama dan ibunya.


"Ay..." Panggil Keysha.


Ayesha terkesiap, lalu kembali menguasai dirinya. "Seberapa dekat hubunganmu dengannya?" Tanya Ayesha.

__ADS_1


"Hanya sebatas teman, Ay. Tidak lebih." Jawab Keysha. "Ada apa denganmu, apa yang kau sembunyikan? Aku tau ada yang tidak beres kan? Apa itu soal penyakitku atau ada hal lain?" Tanya Keysha.


Ayesha menatap wajah Keysha, ia harus mengatakan pada Keysha sebelum Rama mendekati Keysha lebih jauh lagi


"Key, Rama yang kamu kenal itu, adalah mantan suamiku dulu." Ucap Ayesha membuat Keysha membolakan kedua matanya.


"Apa, Ay? Aku tidak salah dengar kan?" Tanya Keysha.


Ayesha mengangguk. "Aku takut kamu berhubungan lebih dengannya, bukan karena aku masih ada perasaan padanya, tetapi karena aku mengkhawatirkanmu, Rama tidak bisa lepas dari ibunya." Kemudian Ayesha pun menceritakan kejadian yang menimpa Mira pada Keysha.


"Ya Tuhan, ternyata dia pria breng*sek itu." Balas Keysha. "Aku tidak ada hubungan selain teman, Ay. Awalnya kenal karena aku memakai jasa ojeg dia dan berlanjut dia kerja di tempatku. Tidak ada yang lain, aku berani bersumpah." Ucap Keysha.


Ayesha mengangguk, "Aku percaya."


Obrolan mereka terhenti karean Audrey tiba bersama Cheryl. Cheryl segera naik ke atas brankar Keysha dan menanyainya banyak hal.


"Kenapa Onty sakit? Apa Onty tidak mau makan?" Tanya Cheryl.


"Oh anak Onty yang cantik, Onty sakit karena Cheryl tak kunjung bisa mengucap hurup R." Jawab Keysha.


"Key, kau sedang sakit, jangan mencandai Cheryl." Omel Audrey.


"No, Oma. Onty tidak sedang mencandai aku, Onty sedang sakit." Ucap Cheryl lucu dan menggemaskan.


"Kalian ini, cocok sekali." Cibir Audrey dan Keysha mencium gemas ponakannya itu.


"Onty halus cepat sembuh, Aku ingin tidul belsama Onty lagi." Kata Cheryl.


"Bagaimana jika Cheryl tidur disini menemani Onty?"


Cheryl mengangguk. "Aku mau aku mau."


Keysha tersenyum, namun pikirannya mengingat Sakha, apakah Sakha tau jika Keysha sakit, apa Sakha memikirkannya sama seperti Keysha yang memikirkannya.


"Apa aku sudah jatuh cinta pada Sakha?" Tanya Keysha dalam hati.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Up lagi, jangan?


__ADS_2