
"Kevin....." Ayesha membekap mulutnya sendiri karena saking terkejutnya.
"Kakak bilang apa, kamu akan menyesal jika kabur dari acara lamaran ini." Ledek Andrew berbisik.
"Jadi kalian?" Ayesha menggantung pertanyaannya.
"Keluarga Kevin semalam datang kesini untuk melamarmu dan hari ini lamaran secara resminya, semua ide Kenzo dan Kakak yang mempersiapkannya untukmu." Kata Andrew.
Ayesha tak dapat membendung lagi air matanya dan segera memeluk Andrew. "Terimakasih, Kak."
Andrew mengusap punggung Ayesha. "Berbahagialah, Ay."
Andrew kembali mengajak Ayesha berjalan dimana Ayesha duduk di apit oleh Adrian dan Tanisha. Sementara di depan mereka ada Kevin yang duduk di apit oleh Kaisar dan juga Audrey.
Senyum mengembang terpancar di wajah Ayesha dan juga Kevin. Acara lamaran yang tidak diketahui oleh Ayesha itu pun seolah menjadi hadiah atas kesabaran Ayesha yang tlah menjalani hidup dengan penuh kepedihan di masa lalu.
Kevin berdiri dari duduknya, ia meraih mic yang di berikan oleh pembawa acara dari EO milik salah satu kerabatnya.
Kevin menatap dalam mata Ayesha dengan tatapan penuh cinta. "Ay, Will you marry me?" Tanya Kevin dengan begitu romantisnya.
Bahkan keromantisan Kevin membuat jantung Ayesha hampir mau copot.
"Yes i will, Kev." Jawab Ayesha.
Kevin segera memakaikan cincin di jari manis Ayesha dan Ayesha dengan segera berhambur memeluk Kevin
"Terimakasih, Kev."
Kevin membalas pelukan itu tanpa berkata apapun, Kevin tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini. Yang jelas Kevin juga begitu bahagia.
Acara lamaran itupun berlangsung dengan penuh suka cita. Keluarga Kaisar Wiguna dan Adrian Wibisana tidak pernah menyangka jika urusan bisnis akan berlanjut pada pernikahan dari kedua anak anak mereka, dan tentu saja hal itu tanpa adanya campur tangan kedua belah pihak terkecuali Kenzo yang slalu berusaha untuk menyatukan Kevin dan Ayesha.
"Kamu menyebalkan. Kamu tidak bilang ini padaku." Kata Ayesha saat duduk bersama Kevin sambil menikmati makanan di hadapannya.
"Ini kejutan, Sayang." Kevin tanpa malu mengecup bibir Ayesha sekilas meski banyak orang disana yang memperhatikannya.
"Tapi jantungku hampir copot, bahkan aku merangkai kata untuk menolak lamaran ini agar tidak menyinggung siapapun, ternyata kamu pria nya."
Kevin tergelak, "Semalam saat kamu tidur, Kenzo menelponku dan mengatakan ide briliant ini padaku. Mama dan Papa juga sudah mendukung, lalu malam itu juga Kenzo mengurus semuanya, dari menghubungi Andrew dan orang tuamu juga mencari EO yang bisa dadakan, untungnya salah satu kerabat Mama mempunyai jasa EO dan biasa menangani hal seperti ini."
Ayesha mengangguk. "Lalu cincin ini siapa yang membelinya? Apa Kenzo juga yang membelinya?" Tanya Ayesha.
"Cincin ini, Mama yang belikan, spesial untuk menantu pertamanya."
Ayesha tersenyum. "Mamamu baik sekali padaku."
"Semalam Mama juga menelponku, Mama mengatakan jika aku tidak boleh menyakitimu dan harus membahagiakanmu."
"Benarkah?" Tanya Ayesha tak percaya.
Kevin mengangguk, "Mama menyayangimu, Ay."
__ADS_1
Mendengar hal itu Ayesha tersenyum, "Aku merasa seperti sedang bermimpi."
"Mau tau caranya agar bisa membedakan mimpi dengan kenyataan?" Tanya Kevin dengan senyum smirk nya.
"Apa?"
"Bercinta." Bisik Kevin membuat Ayesha langsung mencubit pinggang Kevin.
"Mesuumm.."
Kevin tertawa, "Kita menikah minggu depan, sudah diputuskan oleh kedua orang tua kita."
"Cepat sekali, Kev?"
"Aku tidak sabar bercinta denganmu."
Lagi lagi Ayesha mencubit pinggang Kevin. "Kamu bisa tidak jangan bicara seperti itu di tempat umum?"
"Gak bisa, Ay."
Ayesha hanya menggeleng gelengkan kepalanya, ia harus mulai terbiasa menghadapi sikap mesum Kevin yang tidak pernah tau tempat.
Tatapan Kevin tak lepas dan terus saja menatap wajah Ayesha yang sedang menikmati makanannya sambil berbincang dengan Keysha.
"Lihat Kevin, dia sepertinya tergila gila padamu." Bisik Keysha.
"Kevin itu mesum sekali, entah berapa banyak wanita yang Kevin tiduri sampai mesum berlebihan seperti itu, Key." Balas Ayesha.
Ayesha tersenyum, "Aku masih merasa seperti mimpi akan menikah dengan Kevin."
"Dan kita jadi saudara ipar, Ay." Keysha memeluk Ayesha.
Kenzo duduk di sebelah Kevin. "Kau bahagia, Kev?"
"Sangat." Jawab Kevin dengan singkat.
"Sudah melupakan Lova?"
Kevin seketika menatap tajam Kenzo, "Aku tidak lupa pada Lova, hanya saja perasaanku sekarang hanya tertuju pada Ay seorang."
"Ay siapa?"
"Ya Ayangku lah, Ayesha seorang."
Kenzo tertawa, "Wajahmu tak pantas jika kau terlihat bucin, Kev."
"Jangan di lihat kalau begitu."
Kenzo merasa dirinya merasa berhasil menjodohkan Kevin dan Ayesha meski membutuhkan waktu yang sangat lama.
"Kapan kau akan menyusulku?" Tanya Kevin pada Kenzo.
__ADS_1
"Menyusul kemana?"
"Menikah lah. Menyusul ke pelaminan."
"Sombong kau." Cibir Kenzo.
"Masih mencari wanita itu? Susah ken mencari wanita yang tidak kau tau identitasnya. Apa lagi kalian bertemu dan melakukan one night stand saat masih di luar negri dan kejadian itu sudah lima tahun berlalu." Kata Kevin mencoba membuka pikiran Kenzo.
Kenzo menghela nafasnya. "Tapi bagaimana jika dia membawa benihku dan hamil, pasti anakku sudah berusia empat tahun sekarang."
"Kalau wanita itu hamil, kalau tidak bagaimana?" Tanya Kevin.
"Tapi aku yang merenggut kesuciannya, aku bisa membedakan hal itu, Kev. Aku harus tanggung jawab." Balas Kenzo.
"Kau masih mengingat wajahnya?"
Kenzo mengangguk, "Sangat mengingatnya."
"Kurasa kau memang jatuh cinta padanya, bukan karena hanya ingin bertanggung jawab." Ujar Kevin dan membuat Kenzo berpikir.
Sementata itu, Ayesha kini duduk bersama Audrey dan Tanisha. Ayesha merasa bahagia karna perlakuan calon ibu mertuanya itu sangat baik bahkan penuh perhatian pada Ayesha. Sesuatu yang Ayesha tidak pernah dapatkan dari mantan mertuanya dulu.
"Nanti habis menikah, tinggal dulu sama Mama ya Ay, kan ada Key juga." Ajak Audrey.
Ayesha mengangguk, "Iya, Ma."
Audrey merasa bahagia, karena Ayesha lah Kevin bisa melepas masa lalu dan sikap playboy nya. Audrey berjanji akan memperlakukan Ayesha seperti anaknya sendiri, menjadi ibu mertua tempat Ayesha curhat jika nanti sedang ada masalah dengan Kevin.
Acara pertunangan itu pun akhirnya selesai. Semua keluarga Kevin sudah pulang terkecuali Kevin yang masih betah di rumah keluarga Ayesha.
"Kev, kamu gak pulang?"
"Kamu nya disini, masa aku pulang."
"Ishh, besok kan kamu harus kerja."
"Aku malas, Ay."
"Ish koq malas sih? Udah mau jadi kepala rumah tangga gak boleh malas." Ucap Ayesha menyemangati.
Kevin tersenyum, Ayesaha memang berbeda dari wanita wanita lain yang slama ini hanya mengejar materi. Perlahan sikap lembut Ayesha kembali dan Ayesha berubah seperti dulu lagi, Ayesha yang baik, cantik, lembut dan kini Kevin menyukai hal itu.
Berbeda dengan Ayesha, kini Rama hidup jauh dari kehidupannya dulu. Bahkan hingga kini Rama belum bisa menemukan keberadaan Ratna juga Mira yang entah berada di mana. Ketiga orang itu seolah olah tengah mengecap pahitnya karma atas perbuatan mereka sendiri di masa lalu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat hari raya iedul fitri untuk teman teman readers yang merayakannya.
Mohon maaf lahir batin ya teman teman.
Nanti ada Season 2 jodohnya Kenzo ya. Udh ada bocorannya di Bab ini. Tetap sesuai judul, Jodoh sama Mantan, tapi ini bukan Mantan Kenzo tapi Mantan one night stand nya Kenzo.
__ADS_1