
Amanda berjalan cepat masuk kembali ke dalam hotel dan Roy pun menyusulnya.
"Di mana kamar Ken?" Tanya Amanda sambil berjalan cepat.
"Saya akan mencari info ke resepsionist dulu, Nyonya." Kata Roy lalu Roy menuju respsionist sementara Amanda menunggu di dekat lift.
Tidak lama kemudian, Roy datang membawa kartu akses untuk masuk ke dalam kamar Kenzo.
"Tuan Ken di lantai lima belas." Kata Roy lalu menekan pintu lift agar mereka bisa menyusul Kenzo.
Amanda dan Roy masuk ke dalam lift, Roy melihat kecemasan di wajah Amanda.
"Nyonya, jika saya boleh memberi saran, lebih baik anda pulang saja. Saya takut Tuan Ken menyakiti anda." Kata Roy memberi nasihat sesuai intruksi dari Kenzo.
"Ken adalah suamiku, Papa kandung dari putriku, aku tidak akan membiarkan Ken bersama wanita lain." Tegas Amanda.
"Nyonya, Tuan Ken tidak akan melakukannya bersama wanita lain, Tuan Ken sudah lama meninggalkan kebiasaan itu."
Amanda menatap tajam Roy. "Roy, apa kau tidak berpikir? Jika ada yang memasukan obat terlarang itu ke minuman Ken, itu tandanya Ken sudah masuk perangkap dan pasti akan ada wanita yang menyerahkan diri ke dalam pelukan Ken untuk menjebak Ken, Kenzo dalam pengaruh obat, tidak mungkin bisa menolaknya." Balas Amanda membuat Roy terdiam seketika.
Pintu lift terbuka, Roy berjalan cepat di depan Amanda, hingga terlihat seorang wanita yang berada di depan pintu kamar Kenzo dan Amanda segera menariknya lalu menamparnya.
"Nona Salsa?" Gumam Roy.
"Siapa dia Roy?" Tanya Amanda.
"Dia anak Tuan Yosi, Nyonya."
Amanda mengangguk. "Putuskan segala kerjasama perusahaan suamiku dengan perusahaannya." Kata Amanda dengan dingin.
"Dan kau *******. Jangan bermimpi untuk bisa tidur dengan suamiku karena Kenzo hanya milikku seorang!!" Ancam Amanda pada Salsa.
Salsa hanya meneguk salivanya dengan kasar. Salsa baru sadar ternyata wajah Amanda yang terlihat tenang namun begitu menakutkan jika sedang marah.
"To.. Tolong jangan ganggu perusahaan ayahku." Lirih Salsa.
"Harusnya kau memikirkan hal itu sebelum kau dan ayahmu bertindak bodoh!! Kecam Amanda lalu Amanda memberikan kode pada Roy untuk menyeret Salsa jauh dari depan kamar Kenzo.
__ADS_1
Sementara itu Amanda mencoba menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya dengan kasar sambil menatap daun pintu kamar yang masih tertutup.
"Kenzo suamimu, Amanda. Tidak apa apa jika harus memberikan tubuhmu pada suamimu sendiri." Gumam Amanda meyakinkan dirinya sendiri.
Amanda menempelkan kartu akses ke handel pintu dan seketika pintu terbuka. Dilihatnya Kenzo yang terlihat resah dengan berjalan mondar mandir tepat di bawah pendingin ruangan dengan suhu yang begitu dingin. Bahkan pakaian Kenzo sudah terbuka dan hanya menyisakan boxer nya saja.
"Ken...." Panggil Amanda saat pintu tertutup sempurna.
Kenzo melihat ke arah Amanda saat mendengar suara pintu tertutup.
"Amanda, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kenzo.
Amanda berjalan perlahan mendekat ke arah Kenzo.
"Amanda, pergilah." Kata Kenzo sambil mengangkat kedua telapak tangannya agar Amanda berhenti mendekatinya karena Kenzo takut menyakiti Amanda.
"Ken..."
"Aku tidak ingin hilang kendali, aku tidak ingin menyakitimu dan berujung kamu membenciku." Jelas Kenzo sambil menahan rasa tersiksanya.
"Aku tau itu rasanya sangat menyakitkan, Ken." Lirih Amanda. "Aku istrimu, lakukanlah padaku." Ucap Amanda dengan terus menatap kedua mata Kenzo.
"Kau akan membenciku, Amanda." Balas Kenzo.
Amanda menggelengkan kepalanya. "Bukankah kau mencintaiku?" Tanya Amanda setengah berbisik.
"Aku mencintaimu, tetapi aku tidak ingin menyakitimu, aku tidak ingin memaksamu sampai ada cinta tumbuh di hatimu." Jawab Kenzo yang juga setengah berbisilk karena samkin kuat meredam hasrat yang masih bergejolak itu.
"Lakukan padaku, Ken."
Kenzo menatap dengan intens kedua mata Amanda. "Aku tidak akan bisa berhenti jika melakukannya, Amanda. Aku takut menyakitimu dan membuatmu membenciku."
"Lakukan padaku karena itu adalah tanggung jawabku sebagai istrimu." Kata Amanda lalu mengecup sekilas bibir Kenzo.
Kenzo yang merasakan sentuhan lembut di bibirnya, seketika langsung meraup dalam dalam bibir Amanda. Dengan kelihaian tangan Kenzo, perlahan membuka resleting gaun di balik punggung Amanda dan seketika membuat gaun itu merosot ke lantai.
Kenzo mengusap punggung Amanda dengan masih tak melepaskan pagutannya dan mencari kaitan dua kacamata lalu membuka pembungkus itu dan melemparkannya ke sembarang arah. Kenzo menggiring Amanda ke atas tempat tidur lalu menidurkannya dengan perlahan dan menatap kedua mata indah Amanda.
__ADS_1
"Aku mencintaimu." Kata Kenzo sambil mengusap kepala Amanda.
Amanda mengangguk. "Aku akan berusaha mencintaimu, lakukanlah agar aku bisa segera membalas cintamu." Balas Amanda.
Kenzo mencium kening, hidung, kedua pipi Amanda dan kembali meraup bibir tipis Amanda, turun ke dagu dan ke leher jenjang Amanda. Amanda merem*mas kepala Kenzo saat Kenzo menyesap ceruk leher Amanda. Ciuman Kenzo kini turun ke area dada memberikan beberapa kissmark disana. Kini Kenzopun meraup salah satu gunung kembar Amanda yang terlihat penuh di dalam genggamannya, bagai bayi kehausan, Kenzo menikmatinya seolah tidak ada rasa puasnya.
Amanda hanya melenguh merasakan sensasi aneh yang ia rasakan, apa lagi saat Kenzo menurunkan segi tiga pengamannya dan berani meraup bagian kewanitaannya dan memainkan nya dengan lihai, membuat Amanda merasakan pelepasan pertamanya dengan nafas yang terengah engah dan tubuh yang bergetar hebat.
Kenzo kembali mensejajarkan wajahnya dengan wajah cantik Amanda yang kini terlihat sayu.
"Jangan membenciku." Lirih Kenzo.
Amanda menangkup kedua pipi Kenzo, "Bagaimana bisa aku membenci pria yang begitu di cintai oleh putriku sendiri."
Kenzo tersenyum, "Maaf, aku harus memulainya. Aku mohon apapun yang terjadi jangan pernah membenciku dan jangan pernah lari dariku." Kata Kenzo lalu mulai memasukan pusakanya ke bagian inti Amanda.
Amanda mencengkram erat pinggang Kenzo karena pusaka Kenzo masih terasa asing baginya.
"Sakit?" Tanya Kenzo penuh perhatian.
Amanda mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya, "Sedikit."
"Maaf.. Milikmu masih sempit sekali." Bisik Kenzo.
"Karena hanya kamu yang pertama hingga kini yang berani memasukinya." Balas Amanda membuat Kenzo tersenyum bahagia.
Kenzo memulai aksinya, melepaskan hasratnya dan Amanda pun menikmatinya. Dalam kondisi seperti ini, Amanda membiarkan Kenzo melakukannya seorang diri sementara Amanda hanya menerimanya saja. Sebagai seorang dokter, Amanda juga sangat tau kebutuhan biologis pria terlebih Kenzo sudah lama tidak melakukannya apa lagi kini di bawah pengaruh obat lak*nat itu.
Amanda terus saja melenguh merasakan sensasi kenikmatan dan mencoba memuaskan Kenzo. Hingga lama mereka bergumul, dan akhirnya Kenzo kembali mengeluarkan benihnya di rahim Amanda, sama seperti kejadian lima tahun yang lalu saat Kenzo tanpa sadar tidak memakai pengaman dan menebar benihnya di rahim Amanda.
"Amanda, aku mencintaimu." Erang Kenzo saat Kenzo ambruk dan tetap berada di atas Amanda dengan posisi satu tangan yang menopangnya.
Amanda mengusap punggu Kenzo yang basah karena peluh sambil mengatur kembali pernafasannya agar tenang. Amanda terus meyakini dirinya jika kini Amanda adalah istri Kenzo dan akan menjalankan rumah tangga serta kewajibannya sebagai seorang istri dari Kenzo King Wiguna meski cinta itu belum tumbuh di hati Amanda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kebangetan sih kalo komentarnya gak rame, hadiahnya gak nambah, yang like nya segitu gitu aja 🤭
__ADS_1