Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 37


__ADS_3

Ayesha tidak menanggapi apapun perkataan Kevin, ia terlalu malas untuk berdebat dengan Kevin, apa lagi Adryan selalu mengajarkan tidak baik jika berdebat di depan makanan. Selesai makan, Ayesha pun membersihkan meja dan mencucinya meski Kevin melarangnya, Kevin hanya ingin memakan masakan Ayesha bukan menginginkan Ayesha membersihkan apartementnya.


Ayesha membuatkan coklat hangat untuk Kevin dan juga untuk dirinya, Ayesha sedikit. mengingat saat kejadian dulu saat ia masih menumpang di apartement milik Kevin.


"Kev, ini untukmu." Kata Ayesha sambil memberikan satu cangkir coklat hangat dan Kevin menerimanya.


"Terimakasih." Balas Kevin dan tersenyum.


Mereka sama sama diam sambil menikmati coklat hangat yang mereka pegang masing masing, tenggelam dalam pikirannya masing masing. Ada perasaan aneh menelusup di hati keduanya namun masing masing dari mereka saling menepisnya. Ayesha menepisnya karena merasa tidak pantas dengan dirinya yang berstatus janda, sementara Kevin menepisnya karna rasa gengsinya yang slalu tinggi.


"Ay... Bagaimana dengan pekerjaanmu?" Tanya Kevin.


"Hem, baik. Aku bisa menguasai semua manajemen bisnis dari guru yang di datangkan oleh Daddy."


"Apa hubunganmu dengan kedua orangtua mu baik?"


Ayesha mengangguk. "Sangat baik, Kev. Mereka tidak per ah memaksaku menikah meski ada pria yang siap menikahiku."


"Menikahimu?" Tanya Kevin tak percaya.


"Aku menolaknya karena aku tidak ingin menikah lagi, aku lebih nyaman seperti ini, mengurus kantor Daddy dan mengembangkan potensiku, mencari kesibukan dan jika aku lelah, aku akan tertidur. Itu simple sekali, Kev."


"Itu bukan simple, tapi kamu seperti terbelenggu masa lalumu sendiri. Kamu tidak mau move on, padahal orang di sekitarmu melihatmu seperti menyedihkan." Balas Kevin yang memang cukup logis.


"Aku tidak perduli, aku tidak ingin lagi terikat oleh pernikahan, suami yang berkhianat, ibu mertua yang kejam, dan ipar yang jahat."


Kevin melihat rasa trauma di diri Ayesha. Ia tak menyangka jika luka yang di alami Ayesha membuatnya trauma seperti ini.


"Kev, aku harus pulang." Kata Ayesha lalu berdiri dari duduknya.


"Aku akan mengantarmu."


"Tidak perlu." Ayesha mencoba menolaknya.


Ting tong.. Ting tong..


Suara bel apartemen Kevin berbunyi. Kevin membukanya dan dilihatnya saudara kembarnya yang datang mengunjunginya.


"Tumben kesini?" Tanya Kevin saat Kenzo melangkahkan kaki nya masuk ke dalam apartement.


"Menjemput Ayesha." Jawab Kenzo dan membuat Kevin memberinya tatapan tajam.

__ADS_1


"Aku yang menghubunginya, Kev. Aku memintanya untuk menjemputku."


"Selama ini kalian saling berhubungan?" Tanya Kevin curiga.


"Ya, karna kami adalah teman." Jawab Kenzo sambil merangkul pundak Ayesha.


"Aku ke toilet dulu sebentar." Ayesha pergi meninggalkan dua kakak beradik kembar itu.


"Kau tak bilang ini padalu, Ken. Kalian masih berhubungan." Kata Kevin dengan kesal.


"Kau yang tidak memanfaatkan waktu. Mengapa tidak pernah menghubungi Ayesha padahal kau tau sendiri dimana rumah Ayesha." Balas Kevin sambil tersenyum smirk.


Kevin hanya diam dan tidak bisa membalas perkataan Kenzo.


"Kev, jangan gengsi. Sebelum pertunanganmu di resmikan, hentikan semua ini. Bilang pada Mama jika kau sudah move on dari Lova dan mencintai Ayesha, agar Mama tidak menekanmu untuk segera bertunangan dengan Lady."


Kevin hanya diam dan belum berkata apapun.


"Aku bersumpah, jika kau menyianyiakan Ayesha, maka aku yang akan mendekati Ayesha." Kata Kenzo membuat Kevin medelik.


Kevin baru mengetahui jika ternyata Kenzo begitu menyebalkan, membuat Kevin tidak bisa berkutik.


Ayesha keluar dari dalam kamar mandi dan segera menghampiri Kenzo. "Ayo Ken." Ajak Ayesha.


Kevin menatap mata Ayesha, mencoba mendalami perasaannya lewat tatapan matanya itu. "Terimakasih, Ay." Ucapnya seakan tak rela melepas Ayesha pulang bersama Kenzo.


Di perjalanan, Ayesha hanya diam dan Kenzo mencoba mengajak Ayesha berbicara.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Kenzo sambil fokus menyetir.


"Tidak tau."


"Kevin menyukaimu, Ay." Kata Kenzo membuat Ayesha menoleh ke arahnya. "Hanya saja Kevin terlalu gengsi mengakuinya."


Ayesha tersenyum getir, ia menatap jalanan di depannya. "Lady cocok dengan Kevin, setidaknya dia wanita single, sementara aku hanya seorang janda yang menyedihkan."


"Janda lebih terhormat dari pada single namun sering berkencan dengan banyak pria." Ujar Kenzo ambigu.


"Maksudmu?"


Kenzo hanya mengerdikan bahunya, "Entahlah, aku juga tidak ingin menyebarkan aib orang lain."

__ADS_1


Ayesha menyenggol lengan Kenzo, "Ishh..."


Kenzo tertawa, "Bagaimana perasaanmu pada Kevin? Setidaknya dulu kamu pernah tergila gila pada Kevin."


"Biasa saja, mungkin karena aku membatasi perasaanku sendiri jadi aku tidak mau terlalu pusing dengan perasaanku sendiri."


"Jika Kevin benar mencintaimu, kamu mau menerimanya?" Tanya Kenzo ingin tau.


"Tentu saja tidak, sudah ku bilang jika aku ini janda dan tidak pantas untuk Kevin, terlebih aku memang tidak berniat untuk membuka hatiku lagi."


Kenzo hanya menghela nafas, Ayesha sulit sekali di yakinkan jika tidak semua pria seperti Rama dan tidak semua mertua sejahat Ratna.


Kenzo mengantar Ayesha hingga depan rumahnya, ia segera pulang kembali karena masih ada urusan lainnya. Sementara Ayesha langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.


Ayesha mengingat semua perkataan Kenzo, benarkah jika Kevin mencintainya? Pantaskah dirinya jika bersanding dengan Kevin King Wiguna? Apa keluarga Kevin akan menerimanya dengan status Ayesha yang menyandang gelar janda?


Ayesha megusap wajahnya, ia terlalu tinggi berekspektasi, dalam pikirannya, mana ada keluarga apa lagi mertua jika anaknya mendapatkan wanita berstatus janda. Padahal Ayesha tau jika orang tua Kevin dan Kenzo adalah orang yang baik, namun rasa traumanya membuatnya slalu menjadi curiga dan takut akan memulai hal baru.


"Tuhan, jauhkan Kevin dariku." Gumam Ayesha.


Keesokan harinya, Kevin kembali bekerja meski kepalanya sedikit pusing. Hampir semalaman Kevin tidak tidur karena terus memikirkan Ayesha. Saat rapat pun Kevin tidak begitu fokus dan menunda rapat beberapa hari ke depan.


Kevin kembali ke dalam ruangannya dan memutuskan segera pergi untuk mendatangi Ayesha ke perusahaannya. Entah apa yang ada dalam pikirannya, yang jelas Kevin hanya mengikuti kemauannya sendiri.


Setelah menempuh jarak empat puluh menit, Kevin tiba di perusahaan besar milik Wibi Grup. Kevin merutuki dirinya yang memiliki kantor jauh sehingga waktu istirahatnya ia habiskan di jalan untuk menuju Wibi Grup, ia mengumpat akan memindahkan kantornya di pusat kota meskipun nanti harus kembali tinggal di rumah sang Ibu.


"Kev..." Panggil Andrew dan Kevin melihat ke arah Andrew. Mereka sudah tidak lagi memanggil dengan sebutan formal semenjak Andrew tau jika triplets dari keluarga Wiguna itu adalah sahabat Ayesha dan banyak menolong Ayesha.


"Hai Dru."


"Ada angin apa kau kemari?"


Kevin menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal itu, "Aku mencari Ayesha."


"Ayesha?"


Kevin hanya nyengir menyembunyikan kegugupannya.


"Ada urusan bisniskah?" Tanya Andrew pura pura tidak tau. Sebagai seorang Kakak, Andrew hanya ingin melihat keseriusan Kevin dan tidak ingin Ayesha kembali merasakan pahitnya cinta kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Babang Kev galau sama perasaannya..


Mau di bawa kemana kira kira perasaan Babang Kev?


__ADS_2