
Mereka lanjut makan malam bersama, Ayesha banyak bercerita soal dirinya. Bahkan Audrey dan Kaisar baru mengetahui jika Ayesha ternyata berteman baik dengan ketiga anaknya saat di sekolah dulu.
"Jadi kau putri keluarga Wibisana?" Tanya Kaisar.
"Iya, Uncle." Angguk Ayesha.
"Setauku, kau mempelajari bisnis di Amerika dan baru kembali dua tahun yang lalu." Ucap Kaisar.
Ayesha tersenyum, sementara Kevin dan Kenzo saling bersitatap dan masing masing mereka mengusap pelipisnya.
"Tidak seperti itu, Uncle. berita tentang aku yang memperlajari bisnis ke Amerika hanya pengalihan isu skandal yang dulu aku perbuat."
"Skandal?" Tanya Kaisar meyakinkan. Dirinya tidak tau hal apapun meski mengenal baik keluarga Wibisana. Yang Kaisar tau putri satu satunya itu mempelajari bisnis di negri paman sam itu.
Ayesha menarik nafas dan menghembuskannya secara kasar, lalu Ayesha pun memberanikan diri memulai bercerita.
"Aku kuliah di sini, dan saat berjalan dua tahun atau di semester empat, aku menikah dengan pria yang tidak di sukai oleh Daddy dan memilih melepas nama keluarga Wibisana dari namaku. Gosip yang sebenarnya nyata itu tersebar dan membuat Mommy ku sakit sehingga harus di berobat di Amerika dan ke dua orang tuaku mengalihkan isu itu dengan membuat cerita jika aku tengah mempelajari bisnis di Amerika." Jelas Ayesha.
"Kau sudahlh menikah, Ay?" Tanya Keysha tak percaya.
Keysha, Kaisar dan Audrey cukup terkejut dengan pernyataan Ayesha terkecuali Kenzo dan Kevin yang hanya bisa memijat pelipisnya saja.
Ayesha menatap wajah Keysha yang berada di sebrang mejanya. Ayesha mengangguk, "Aku sudah pernah menikah dan bercerai, Key." Ucapnya seolah tanpa beban seolah merasa lega setelah mengatakan hal itu.
Entah apa yang akan keluarga Kevin lakukan, Ayesha akan menerimanya dengan lapang dada.
Audrey berdiri dari duduknya, "Ayesha, bisa kita bicara berdua?" Tanya Audrey dengan serius.
Kevin ikut berdiri dari duduknya dan menatap sang Mama. "Ma...." Ucapnya dengan memelas.
"Kev, Mama ingin bicara dengan Ayesha dulu berdua."
__ADS_1
"Kevin ikut, Ma.. Urusan Ayesha adalah urusan Kevin juga." Kata Kevin mencoba melindungi.
Ayesha pun berdiri dari duduknya. "Kev, ingat perjanjian kita tadi. Kamu tidak boleh menentang orang tuamu."
Kevin menggelengkan kepalanya. "Ay, aku tidak bisa."
Audrey melihat tatapan penuh cinta dari Kevin untuk Ayesha, Audrey yakin jika putranya sangat mencintai Ayesha.
"Beri aku waktu berbicara dengan Mamamu, Kev. Please." Pinta Ayesha dengan sungguh sungguh.
Kenzo mendekat ke arah Kevin dan Ayesha. "Biarkan Mama mengajak bicara Ayesha dulu, Kev." Kata Kenzo menahan Kevin.
"Ayo Ayesha." Ajak Audrey menuju ruang kerja milik Kaisar, suaminya.
Audrey dan Ayesha duduk bersama di atas sofa. Mereka hanya berdua saja dan berbicara empat mata.
"Apa kau mencintai putraku?" Tanya Audrey dengan tatapan lembutnya sambil menggenggam kedua tangan Ayesha yang saling bertumpuk.
"Aku tidak tau, Aunty." Jawab Ayesha.
"Aunty..." Panggil Ayesha dan Audrey kembali menatap Ayesha. "Tidak apa apa jika Aunty tidak mengijinkan Kevin menjalin kasih denganku. Tapi aku mohon Aunty, bantu aku agar Kevin berhenti mencariku, berhenti menghubungiku." Pinta Ayesha.
"Kau membatasi dirimu?" Tanya Audrey.
Ayesha menggelengkan kepalanya, "Aku hanya ingin melindungi hatiku sendiri, Aunty. Aku tidak ingin jatuh terlalu dalam, aku pernah terluka dan rasa sakit itu masih teringat jelas."
Audrey melihat guratan kesedihan di wajah Ayesha, entah luka apa yang di alami oleh Ayesha sehingga membuat Ayesha trauma untuk menjalin kasih dan membuka hatinya kembali.
"Ayesha, apa diantaramu dan mantan suamimu memiliki anak?" Tanya Audrey ragu ragu.
Ayesha tersenyum miris. "Lima tahun menikah, aku begitu menginginkan seorang anak dari mantan suamiku dulu. Tetapi saat aku memilikinya di dalam rahimku, takdir tidak berpihak padaku. Mantan suamiku terbukti telah menghamili wanita lain dan memutuskan untuk menikahinya padahal saat itu aku juga baru hamil. Bahkan mertuaku menyiksaku dengan berbagai macam pekerjaan rumah, menyuruhku memasak dan menyiapkan kamar tamu yang ternyata di siapkan untuk selingkuhan mantan suamiku padahal saat itu kondisiku sangat lemah, dan kakak iparku dengan sengaja membuatku terjatuh lalu aku keguguran." Cerita Ayesha membuat Audrey membekap mulutnya sendiri.
__ADS_1
Audrey begitu terkejut dengan apa yang Ayesha alami dalam pernikahannya dulu. Bagaimana bisa seorang putri dari keluarga terpandang di perlakukan semena mena oleh keluarga dari mantan suaminya itu.
"Karena itu, Aunty. Aku sungguh tidak apa apa jika Aunty dan Uncle menolakku. Aku sudah mempersiapkan mentalku, aku sadar diri jika aku hanya seorang janda yang tidak pantas untuk Kevin. Aku sangat tau jika orang tua slalu ingin yang terbaik untuk anak mereka, begitupun dengan Aunty." Ucap Ayesha dengan setegar mungkin.
"Aku janji, aku akan menjauh dari Kevin, tapi tolong bantu aku juga Aunty, agar Kevin bisa menerima keputusan ini." Pinta Ayesha.
"Keputusan apa maksudmu?" Tanya Audrey.
"Keputusan jika Aunty tidak bisa menerimaku." Jawab Ayesha.
Audrey menghela nafas. Sungguh Audrey baru tau jika Ayesha sudah menyiapkan mentalnya sejauh ini.
"Ayesha..." Panggil Audrey dengan lembut. "Menurutmu, alasan apa yang membuatku untuk tidak menerimamu?" Tanya Audrey.
"Karena statusku yang janda. Pasti semua orang tua menginginkan anaknya menikah dengan wanita baik baik."
"Memangnya janda itu tidak baik baik?" Tanya Audrey lagi.
"Janda itu aib, semua orang slalu memandang rendah pada status seorang janda yang bercerai dengan suaminya."
Audrey kembali menggenggam tangan Ayesha. "Tidak ada orang yang ingin gagal dalam berumah tangga. Jika pun harus gagal, mungkin tuhan sudah mempersiapkan jalan lain untuk hidup nya yang lebih baik. Hentikan pemikiranmu yang seperti itu. Seorang janda bahkan lebih baik dari pada seorang wanita yang masih berstatus lajang namun ternyata sering bergonta ganti pria. Bahkan aku merasa jika Kevin yang tidak pantas untukmu karena Kevin pernah menjadi seorang casanova dan menjalin hubungan dengan banyak wanita." Kata Audrey panjang lebar. "Jadi Ayesha, Mama menyetujui hubunganmu dengan Kevin, bukalah hatimu untuk Kevin. Mama baru melihat Kevin menatap seorang wanita dengan penuh cinta, jangan ragukan Kevin karena Mama yang akan menjaminnya jika Kevin benar benar mencintaimu." Kata Audrey lagi dan kali ini Audrey menyebut dirinya dengan sebutan Mama untuk Ayesha.
"Aunty...."
"Panggil Mama, Ayesha. Mama Kevin berarti Mamamu juga. Mama menerimamu, Mama tidak memperdulikan statusmu. Mama hanya meminta jagalah rumah tanggamu dengan Kevin, hilangkan rasa traumamu dan bukalah hatimu untuk Kevin, hiduplah dengan bahagia bersamanya."
Ayesha tidak dapat membendung air matanya, ia tidak menyangka jika masih ada seorang ibu mertua berhatikan malaikat seperti Audrey.
"Terimakasih, Ma.." Ayesha memeluk Audrey dan Audrey membalas pelukan itu.
Sementara itu Kevin tengah berjalan mondar mandir tidak tenang, ia merasa takut jika sang Mama menyakiti hati Ayesha. Demi apapun Kevin akan memperjuangkan cintanya pada Ayesha, tidak perduli jika orang tuanya menentangnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like, Koment, hadiah dan Vote sangat berarti untuk menaikan semangatku dalam menulis bab selanjutnya 🙏