Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 44


__ADS_3

"Mana bisa seperti itu?" Protes Ayesha.


Kevin kembali duduk di sebelah Ayesha dan meminum coklat hangat yang tadi di buatkan oleh Ayesha.


"Kev..."


"Hem..."


"Antar aku pulang saja, ya."


"Tidak, Andrew percaya padaku dan kamu akan menginap disini bersamaku."


"Tidak bisa begitu, Kev."


"Memang kenapa?"


"Kita belum menikah."


"Tapi kita akan menikah, Ay."


"Akan belum tentu jadi menikah."


"Ya jadi dong, sudah tidak ada rintangan lagi, keluargaku menerimamu. Tunggu apa lagi?"


"Tapi aku belum bilang iya." Kata Ayesha.


"Kamu gak perlu bilang iya, aku akan memaksamu."


"Ish..." Ayesha mencebik.


"Ayo tidur." Ajak Kevin.


"Aku tidak bawa pakaian ganti."


"Pakai pakaianku." Ucap Kevin lagi tanpa banyak bicara lagi segera menggendong Ayesha ala bridal membuat Ayesha menjerit.


"Kev, turunkan aku."


"Nanti kamu jatuh kalau aku turunin disini." Balas Kevin dengan cuek dan membawa Ayesha ke dalam kamarnya lalu menidurkannya dengan lembut di atas kasur.


Kevin bahkan menindih tubuh Ayesha dengan satu tangan menopang tubuhnya yang besar itu dan satu tangannya terulur mengusap wajah cantik Ayesha.


"Kev..." Wajah Ayesha memerah menahan rasa groginya.


"Rasanya aku ingin menikahimu sekarang juga." Ucap Kevin dengan suara parau menahan hasratnya.


"Ishh pikiran pria slalu saja kesana." Ayesha mendorong dada bidamg Kevin namun tak bergeser sekalipun.


"Dan kalian para wanita juga menyukainya kan?" Tebak Kevin.


"Sok tau." Balas Ayesha.


Kevin mendekatkan wajahnya ke wajah Ayesha dan Ayesha memejamkan matanya, sebagai wanita yang sudah pernah menikah, Ayesha tau apa yang akan di lakukan oleh Kevin terhadapnya.

__ADS_1


Kevin mengecup bibir Ayesha dan tidak ada penolakan dari Ayesha, Kevin mencoba mencium Ayesha lebih dalam lagi dan Ayesha menerima nya bahkan membalas ciuman Kevin, Ayesha juga melingkarkan kedua tangannya di leher Kevin dan mereka berdua larut dalam ciuman panas mereka di kamar Kevin.


Hingga Ayesha merasa terengah engah karena ciuman Kevin yang sangat buas dan Ayesha belum pernah berciuman seperti ini sebelumnya dengan Rama mantan suaminya dulu.


Kevin tersenyum kala melihat Ayesha meraup nafas dalam dalam, membuatnya ingin tertawa karena tingkah Ayesha yang begitu lucu menurutnya.


"Berapa banyak wanita yang kamu cium seperti ini?" Tanya Ayesha dengan nada cemburu dan Kevin menahan tawanya.


"Cemburu?" Tanya Kevin.


"Tidak."


"Koq nanya nya begitu?"


"Cuma ingin tau saja." Balasnya lalu mendorong sekuat tenaga Kevin hingga Kevin bergulir ke samping Ayesha.


Mereka sama sama diam dan menatap langit langit kamar Kevin.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Kevin seolah mampu menebak isi pikiran Ayesha.


"Aku takut kamu berselingkuh sama seperti dia dulu." Kata Ayesha memberi tahu apa yang mengganjal dalam pikirannya.


"Kenapa menyamakanku dengannya? Kami berbeda."


"Kalian sama, sama sama tidak cukup dengan satu wanita." Balas Ayesha dengan cepat.


Kevin kembali menindih Ayesha. "Kami berbeda." Kata Kevin tatapan serius. "Orang baik akan menjadi jahat jika sudah merasakan surga dunia yang tidak pernah di dapatkannya dan akan sulit berubah, sementara seorang pria breng*sekk sepertiku akan sadar jika sudah bertemu dengan wanita yang di cintainya." Kata Kevin.


"Masa?"


Ayesha menangkup kedua pipi Kevin. "I love U."


Kevin tersenyum tipis. "Katakan lagi."


"Tidak mau."


"Kalau tidak mau, aku akan membuka pakaianmu."


Ayesha mencebik, "Ishh, pikirannya mesum sekali."


Kevin tertawa. "Mandi bersamaku yuk, Ay."


Ayesha kembali mendorong tubuh Kevin, membuat Kevin tertawa melihat kegugupan Ayesha.


"Tidak mau, dan jangan harap bisa menyentuhku lebih sebelum menikahiku."


"Jadi mau kan menikah denganku?" Tanya Kevin dan Ayesha segera berdiri lalu mengambil pakaian milik Kevin dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Kevin tertawa pelan, ia sungguh senang menggoda Ayesha meski dirinya sendiri menjadi kewalahan karena menahan hasratnya sendiri.


"Bila perlu besok juga aku akan menikahi dia." Gumam Kevin.


Sementara itu, Ayesha memegang dadanya yang berdegup kencang. Entah mengapa ia menjadi grogi di depan Kevin. Ayesha segera merampungkan acara mandinya dan memakai pakaian Kevin yang kebesaran di tubuhnya bahkan bagian bawahnya bisa menutupi bagian pahanya. Ayesha keluar dan terlihat lebih segar dan kini gantian Kevin yang membersihkan diri.

__ADS_1


Kevin tidur sambil memeluk Ayesha dari belakang, mereka banyak membicarakan soal rencana masa depan mereka.


"Kita nikah di hotel ya." Kata Kevin.


"Aku malu, nanti wartawan akan tau statusku."


"Aku akan menutup mulut mereka dan aku yakin jika Andrew juga akan melakukan hal yang sama sepertiku. Lagi pula apa kamu tidak ingin menikah dengan acara resepsi yang besar dan meriah?"


Ayesha mengangguk, "Mau, sangat mau, aku ingin menikah dan di dampingi oleh Daddy saat berjalan ke arahmu nanti."


"Kamu memakai gaun pengantin putih dan pasti terlihat sangat cantik." Puji Kevin.


"Ishh gombal."


Kevin tertawa dan mengeratkan pelukannya.


"Setelah menikah kita akan tinggal dimana, Kev? Apa kita tinggal bersama orang tuamu?"


Kevin mengetahui jika Ayesha tengah merasa tidak nyaman, rasa trauma akan ibu mertuanya yang toxic membuatnya melangkah ragu untuk menuju masa depan.


"Ay.. Aku akan mengikutimu dimanapun kamu ingin tinggal."


"Disini saja, Kev. Aku suka disini."


"Tapi aku sedang proses memindahkan perusahaan utama ke pusat kota, Ay. Dan semua aku lakukan agar selalu dekat denganmu."


Mendengar hal itu perasaan Ayesha menghangat. Ia tak menyangka jika Kevin sebegitu besar mencintainya sampai mengorbankan perusahaannya dan memindahkannya ke pusat kota.


"Ay... Kamu lebih suka apartemen atau sebuah rumah?"


Ditanya seperti itu, Ayesha merasa dirinya begitu di hargai. "Jika boleh memilih, sebelum kita memiliki anak, aku ingin tinggal di apartement karena lebih privasi. Tapi jika nanti kita memiliki anak, aku ingin sebuah rumah dengan halaman belakang yang cukup luas."


Kevin mengusap lembut kening Ayesha. "Aku akan melakukan hal apapun selama membuatmu nyaman termasuk tempat tinggal, Ay."


Ayesha terdiam, ia melupakan satu hal. "Kev, bagaimana jika nanti aku tidak bisa memberimu anak?" Tanyanya dengan perasaan bergemuruh namun Ayesha mencoba memberanikan diri untuk menanyakannya.


"Pikiranmu terlalu jauh, Ay. Aku menikah denganmu untuk menemaniku sampai tua, jika nanti ada anak diantara kita, itu adalah bonus untuk kita, jika tidak ada, jangan di pikirkan, bagiku kamu saja sudah cukup."


"Kamu tidak akan bosan denganku? Tidak akan jenuh?"


"Tidak sama sekali dan berhenti berpikir macam macam, aku sudah berhenti di kamu dan hanya kamu tidak ada wanita lain."


Ayesha tersenyum.


"Ayo tidur." Kata Kevin.


Ayesha memejamkan matanya setelah Kevin mencium puncak kepalanya, mereka menghabiskan waktu malam bersama setelah berbagi cerita merangkai masa depan. Ayesha akan mencoba mempercayai Kevin sepenuhnya dan menghilangkan rasa traumanya. Ayesha berharap jika pernikahannya nanti dengan Kevin menjadi yang terakhir, Ayesha juga berharap jika Tuhan mau berbaik hati dan memberi segera Ayesha seorang anak sebagai pengganti anaknya yang pernah gugur dulu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf ya Kemarin hanya Up 1Bab, tiba tiba aja aku harus ngedadak pulang kampung karena Ibuku masuk rumah sakit dan harus di rawat.


Mohon doanya untuk kesembuhan ibuku ya teman teman Readers 💕

__ADS_1


Maaf kalau nanti Bab nya gak teratur, karna fokus sama Ibu dulu 🙏


__ADS_2