
Sudah satu jam lamanya, Sakha berada di dalam mobilnya sambil memandangi pintu loby rumah sakit tempat Keysha di rawat. Bahkan jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam dan Sakha masih ragu untuk melihat kondisi Keysha.
"Pasti Keysha sudah tidur, dan yang menjaganyapun pastilah sudah tidur." Gumam Sakha lalu mencoba turun dari mobil dan ingin melihat kondisi Keysha.
Sakha sudah tau di ruangan mana Keysha di rawat dari asistennya yang slalu bisa di andalkan. Sakha melihat dari jendela pintu kamar Keysha yang sudah cukup remang. Namun Sakha tidak berani masuk dan lebih memilih duduk di depan kamar perawatan Keysha.
"Sakha..." Panggil seseorang dan membuat Sakha terkesiap.
"Kev..."
Kevin memang tengah menunggui Keysha karena tidak ada yang bisa menjaganya. Kevin akan bergantian berjaga dengan Kenzo setiap malamnya, dan jika siang, Sang ibu lah yang akan menjaganya.
Kevin duduk di sebelah Sakha, "Aku tidak tau kau kesini, jadi aku hanya memberi satu cup kopi." Ucap Kevin sedikit bergurau.
Sakha sedikit tertawa, "Dan aku kesini bukan untuk minum kopi, tapi untuk melihat kondisi Key."
Kevin mengerdikan bahunya. "Apa tidak ingin menjaganya malam ini? Aku akan sangat berterimakasih jika kau mau menjaga Key malam ini." Kata Kevin dnegan santai.
Sakha langsung menoleh ke arah Kevin.
"Istriku sedang hamil, dan adikku juga sakit, aku berpikir jika ada pria yang mau menjaganya malam ini maka aku akan menjodohkannya." Ucap Kevin membuat Sakha sedikit takut.
"Key menolakku." Lirih Sakha.
"Sudah mengatakannya secara langsung?" Tanya Kevin.
"Belum.. Hanya saja setiap ada kesempatan, Key slalu memberi isyarat seakan menolakku."
Kevin menganggukan kepalanya. "Bisakah kau bersikap lebih berani lagi pada Key, Kha?"
"Maksudmu?"
Kevin menghela nafasnya sejenak. "Misal, sedikit lebih agresif mungkin, tapi masih dalam batasan yang normal." Kata Kevin menjeda kalimatnya sejenak. "Key bukan wanita lemah dan menye menye, dia akan sulit di dekati jika kita nya tidak ekstream."
"Kau mengijinkannya, Kev?" Tanya Sakha tak percaya.
"Hei, sudah kubilang dalam batas yang normal, jangan terlalu lembut pada Key, Key suka pria tegas." Kata Kevin. "Awas kau berani berbuat lebih, kupastikan tamat riwayatmu." Ancam Kevin.
Sakha tertawa, "Mana berani, aku juga terlahir dari seorang wanita, Kev." Ucap Sakha.
Kevin menyerahkan cup beriiskan kopi itu pada Sakha. "Kau lebih membutuhkan ini, aku ingin pulang karena istriku sedang mengandung empat bayi sekaligus." Ucap Kevin. "Ku harap saat istriku melahirkan nanti, Kau sudah resmi menjadi kekasih Key atau bila perlu menjadi suaminya." Kevin berdiri dan menepuk bahu Sakha.
Sakha pun berdiri. "Terimakasih sudah mempercayaiku."
"Jika kau butuh bantuan, kau bisa memberitahuku. Aku tau kau sedang bersikeras mendapatkan bukti tentang kecelakaan Zein. Right?"
Sakha terdiam karena tak menyangka jika Kevin mengetahui hal ini.
"Aku akan mencarikan detektif andalan keluarga kami. Kurasa kau tau anggota Tim Harun? mereka akan mengungkap semuanya." Kata Kevin lagi.
__ADS_1
"Thanks, Kev."
"Balaslah rasa terimakasihmu dengan menjaga saudariku." Kata Kevin lalu meninggalkan Sakha sendirian.
Perlahan Sakha masuk ke dalam kamar perawatan Keysha dan dilihatnya Keysha yang sudah tertidur. Sakha duduk di kursi dekat brankar sambil menggenggam tangan Keysha. Sakha memandangi wajah Keysha yang begitu cantik saat tertidur dan tidak terasa Sakha pun tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang bersandar di atas brankar dan tangannya masih menggenggam erat tangan Keysha.
Malam hari, Keysha terbangun karena merasa haus. Ia menarik tangannya yang di genggam oleh Sakha. "Hah Kev, ngapain pegangin tangan aku." Decak Keysha yang belum menyadari jika pria di hadapannya adalah Sakha dan bukan Kevin.
Suasana kamar yang cukup temaram tak membuat Keysha menyadari jika Sakha lah yang menemaninya tidur.
"Kev, bangun. Tidurlah di tempat tidur, nanti badanmu sakit." Kata Keysha sambil mencoba duduk dan menggoyang goyangkan bahu Kevin.
Sakha yang merasa terganggu, perlahan mengerjapkan matanya. "Key, kau sudah bangun?"
Keysha yang mendengar suara yang ternyata bukan suara milik Kevin langsung serkejut saat menyadari jika itu adalah suara Sakha. "Kamu ngapai disini?" Tanya Keysha.
Sakha menyalakan lampu agar mereka bisa saling melihat wajahnya dengan jelas.
"Key, aku menjagamu karena Kevin harus pulang." Ucap Sakha.
"Haisshh, Kevinnn." Umpat Keysha merasa sebal namun hatinya merasa senang.
Sakha kembali menggenggam tangan Keysha dan kini duduk di sisi brankar Keysha meski Keysha mencoba menarik tangannya kembali namun Sakha tetap menggenggamnya erat.
"Kha kamu ngapain sih?" Tanya Keysha karena risih.
"Jangan usir aku, Key."
"Jagain pacar." Jawabnya mencoba seberani mungkin.
"Pacar siapa?"
"Ya pacar aku lah."
"Kamu salah minum obat ya, Kha?" Tanya Keysha.
"Bukan karena salah minum obat, tapi karena aku tuh cinta sama kamu, Key."
Keysha mencebik, "Cinta tapi dari kemarin ngediemin aku terus nyuekin aku. Ninggalin aku di makam Kak Zein, di kantor kayak gak kenal dan tau tau malah deket sama Vivian sampai Vivian diangkat jadi personal asisten."
Sakha tersenyum mendengar semua unek unek Keysha. "Jadi kesal sama aku? Udah cinta dong sama aku?" Goda Sakha.
"Ishh apaan sih, percaya diri banget. Kamu kan udah ada Vivian."
"Vivian apa? Cemburu sama Vivian?"
"Enggak!! Ngapain cemburu sama ulet keket begitu."
Tiba tiba saja Sakha membelai pipi Keysha dan Keysha membeku di buatnya.
__ADS_1
"Jangan membenciku." Lirih Sakha. "Asal kamu tau, hatiku juga sakit saat aku harus mengacuhkan dirimu."
Keysha hanya diam mencoba mendengarkan apa isi hati Sakha.
"Aku mencintaimu, Key percayalah." Ucap Sakha. "Dan tentang Vivian, aku sengaja menjadikannya dekat denganku karena aku mencurigai satu hal dan sedang mencari bukti."
Keysha mengernyitkan dahinya, "Mencurigainya kenapa?"
Sakha mencoba kuat menceritakan apa yang terjadi pada Zein yang sebenarnya. "Aku menerima kabar, jika mobil yang di pakai Kak Zein ada yang menyabotase dan aku yakin jika Vivian dan keluarganya terlibat."
"Apa??" Pekik Keysha.
Sakha mengangguk, "Percaya padaku ya Key."
Keysha terdiam.
"Aku sungguh mencintai kamu, hatiku juga sakit saat kamu dekat dengan orang staff admin gudang." Kata Sakha lagi.
Keysha mengernyit heran. "Kamu menguntit aku?"
"Bukan aku, tapi Toni dan Toni melaporkannya padaku."
"Sama saja, kamu juga yang nyuruh Toni." Kesal Keysha.
"Kamu tuh sakit atau engga sih? Koq bisa marah marah dan nuduh nuduh."
Keysha yang sedang duduk segera tidur membelakangi Sakha dan menaikkan selimutnya hingga ke dagu. Namun tiba tiba saja Sakha naik ke atas brankar Keysha dan memeluk Keysha dari belakang.
"Kha..."
"Apa, Cinta?"
"Ishh..." Keysha menyikut perut Sakha.
"Tidurlah, aku juga mengantuk."
"Ya tidur di tempat tidur, masa disini sama aku."
"Ya karena kamu kekasihku, calon istriku."
"Sejak kapan?"
"Sejak melihatmu pertama kali di Kha-Fashion."
Keysha terdiam dan Sakha semakin mengeratkan pelukannya. "I love you, Key." Lirihnya kemudian terdiam.
Jantung Keysha berdegup sangat kencang, dan membuat Keysha sedikit tersenyum samar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Tenang aja, aku gak sebaik itu jodohin si Rama sama Keysha, Keenakan Rama dong ya. 😁😁
Mana yang setuju Key-Kha?