Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 80


__ADS_3

Amanda menuju kamar Ayesha dan kebetulan Ayesha tengah menggandeng tangan mungil Cheryl kekuar dari kamar.


"Mama.." Panggil Cheryl dan Amanda tersenyum tipis.


Sementara itu, Ayesha melihat wajah Amanda dengan mimik yang tidak biasa.


"Anak Mama betah banget sih di kamar Mommy." Kata Amanda pada Cheryl.


"Iya Ma, tadi Mommy mengajaliku menulis huluf sambung." Ucap Cheryl.


"Oh ya?"


"Iya tapi susah sekali, Ma." Adu Cheryl membuat Ayesha dan Amanda tertawa.


"Berarti itu tandanya, Cheryl harus belajar lebih giat lagi."


Cheryl mengangguk.


"Ayo kita ke dapur, katanya mau makan salad buah buatan Mommy." Ajak Ayesha.


Amanda pun mengikuti Ayesha. Amanda dapat melihat Ayesha yang begitu menyayangi Cheryl meski Ayesha tengah mengandung anak kandungnya sendiri.


"Bagaimana kandunganmu?" Tanya Amanda. Kini mereka duduk di kursi taman belakang rumah kediaman Wiguna yang super besar itu.


"Perutku membesar sebelum waktunya." Kata Ayesha sambil sedikit tertawa dan tangannya mengusap perutnya.


"Wajar saja, kau mengandung empat bayi sekaligus, Ay. Empat." Balas Amanda sambil menunjukan ke empat jarinya.


Ayesha tersenyum, "Amazing bukan?"


"Ya, adanya anak dalam rahim kita adalah sesuatu yang luar biasa." Jawab Amanda sambil melihat ke arah Cheryl yang asik bermain sepeda roda tiga di temani oleh salah satu pelayan.


Mata Ayesha pun mengikuti arah mata Amanda. "Cheryl adalah anugrah untukmu?"


Amanda mengangguk. "Tentu saja, semenjak mengetahui ada Cheryl di rahimku, aku sudah memikirkan bagaimana aku menghidupinya."


"Aku salut padamu, kau kuat sekali." Puji Ayesha.


"Keadaan yang membuatku harus kuat, Ay." Amanda tersenyum.


Mereka sama sama diam sambil melihat Cheryl yang asik bermain, hingga Ayesha memberanikan diri menanyakan sesuatu pada Amanda.


"Apa hubunganmu dengan Ken baik?" Tanya Ayesha penuh perhatian.


Amanda yang begitu percaya bahkan sudah menganggap Ayesha sahabatnya sendiripun tidak sungkan membicarakan hubungannya dengan Kenzo. "Baik, Ay."

__ADS_1


"Syukurlah." Ayesha menghela nafas sejenak. "Suamiku bilang cintanya Kenzo sudah berhenti di kamu."


Amanda mengerdikan bahunya. "Aku tidak ingin terlalu berharap, Ay."


"Apa kau ada masalah, Amanda?" Tanya Ayesha. "Kamu bisa bercerita padaku jika kamu percaya."


"Kami sedikit bertengkar, karena hal sepele." Kata Amanda. "Aku besok akan pergi ke luar kota selama tiga hari untuk seminar, namun Ken tidak mengijinkanku hanya karena katanya dia tidak terbiasa jika aku tidak ada." Amanda tersenyum sinis.


"Mau tau agar Ken tidak marah dan mengijinkanmu?" Tanya Ayesha dengan senyumnya.


"Cara apa?"


"Bergoyanglah di atas Ken." Kata Ayesha setengah berbisik sambil mengedipkan satu matanya.


Amanda diam dan diamnya Amanda membuat Ayesha takut salah bicara.


"Apa aku salah bicara? Apa kalian belum memulai hubungan di atas ranjang? Maafkan aku, Amanda. Aku tidak bermaksud untuk...." Ucapan Ayesha terpotong karena Amanda juga berkata.


"Kamu tidak salah bicara, hubungan aku dan Kenzo sudah sangat baik bahkan aku sedang mengandung anak Kenzo untuk yang kedua kalinya." Ucap Amanda membuat Ayesha menutup mulut dengan tangannya sendiri.


"Amanda..." Kata Ayesha yang terlihat tak percaya.


Amanda menganggukan kepalanya, "Jangan katakan ini pada Kevin ataupun Kenzo, aku belum ingin mengatakannya." Lirih Amanda penuh permohonan.


"Tapi kenapa, Amanda?"


"Apa sakitnya Ken karena Ken mengalami kehamilan simpatik? Aku pernah baca artikel tentang itu."


Amanda mengangguk, "Iya." jawabnya singkat.


"Apa yang membuatmu belum siap, Amanda?" Tanya Ayesha. "Ken pasti sangat bahagia jika mengetahui kehamilanmu, dan aku yakin Kenzo akan menebus rasa bersalahnya padamu dulu."


Amanda menggelengkan kepalanya, "Aku hanya belum siap mengatakannya, terlebih saat melihat reaksi Kenzo tadi."


Ayesha mengernyitkan dahinya. "Reaksi apa?"


"Aku mencoba merayu Ken agar Ken mengijinkanku ikut seminar di luar kota, aku mengajaknya bercinta dan Ken menolaknya. Aku rasa Ken sudah menyalurkan hasratnya pada wanita lain karena sudah satu minggu lebih Ken tidak pernah meminta hak nya padaku." Amanda menceritakannya pada Ayesha.


"Oh my God." Gumam Ayesha. "Jangan berpikir negatif, Amanda. Bisa saja Ken sedang lelah atau masih merasa tidak enak badan." Ayesha mencoba membuka jalan pikiran Amanda.


"Entahlah, Ay. Mungkin perasaanku yang terlalu sensitif." Kata Amanda.


Ayesha menggenggam tangan Amanda. "Sharinglah padaku, kita selain ipar iparan juga bersahabat bahkan kita satu keluarga. Aku senang sekali mengenalmu, Amanda."


Amanda pun tersenyum, "Ya, aku juga senang sekali mengenalmu, selama ini aku tidak memiliki siapapun, bahkan aku juga tidak mempunyai teman." Jawab Amanda dengan sendu.

__ADS_1


Malam hari, keluarga besar Wiguna kumpul untuk makan malam bersaama, Amanda meski masih kesal dengan Kenzo namun tidak memperlihatkannya dan tetap bersikap seolah biasa saja. Beruntung Amanda dapat membujuk Cheryl tidur bersama karena beralasan besok akan pergi selama tiga hari. Cheryl yang akhir akhir ini senang tidur bersama Keysha akhirnya kembali tidur di kamar Kenzo bersama Amanda dan tentunya Kenzo juga.


Kenzo mengusap pelipisnya karena tidak bisa membujuk Amanda apa lagi Cheryl tidur bersama mereka. Amanda memeluk Cheryl dengan posesif dan mengabaikan Kenzo. Bahkan saat Kenzo kembali memuntahkan makan malamnya, Amanda seolah acuh meski di hati terdalamnya tidak tega.


"Honey...." Panggil Kenzo dengan pelan karena takut membangunkan Cheryl.


"Honey, aku ingin bicara sebentar saja, Sayang." Rayu Kenzo sambil menyentuh titik titik sensitif Amanda.


Amanda yang tengah hamil muda dan juga mengalami perubahan hormon membuat darahnya berdesir.


Amanda perlahan melepaskan pelukannya pada Cheryl dan duduk dengan sangat pelan pelan. "Kamu ngapain sih? Ganggu aku tau gak?" Kesal Amanda.


Kenzo bagai anak balita yang kena omel dan memasang wajah sendu, membuat Amanda menahan tawa karena Kenzo terlihat seperti Cheryl.


"Jangan abaikan aku, aku gak bisa tidur kalau gak meluk kamu." Lirih Kenzo.


"Biasain, udah ada anak masa gak mau ngalah sama anak." Sindir Amanda.


"Gak mau, aku semakin mual kalau kamu gak peluk."


"Masa?" Cibir Amanda.


Kenzo mengangguk.


"Tidur Ken, ini sudah malam, besok aku harus berangkat pagi." Kata Amanda dengan nada memarahi.


"Ayo bercinta, tadi kamu ngajak aku bercinta, ayo." Bujuk Kenzo.


Amanda mencebik, "Gak jadi. Udah keburu males." Jawabnya lalu tidur kembali memeluk Cheryl.


Kenzo hanya menghembuskan nafas kasarnya, ia merasa serba salah menghadapi kelabilan ibu hamil. Kenzo tidak memaksa karena takut jika Amanda merasa tidak nyaman. Namun Kenzo sudah memikirkan sebuah rencana yang akan membuat Amanda berkata jujur tentang kondisinya saat ini.


Pagi hari nya, Amanda menyempatkan diri mengurus Cheryl yang juga akan berangkat sekolah di playgroup nya. Amanda menguncirkan rambut Cheryl di kiri dan kanan lalu memakaikannya jepit jepit koleksinya yang di belikan oleh Keysha dan juga Ayesha.


"Mama, aku sudah cantikkan?" Tanya Cheryl sambil bergaya.


"Cantik sekali." Puji Amanda. "Cheryl ingat pesan Mama ya, selama Mama pergi tidak boleh nakal, harus nurut dan tidak boleh merepotkan orang rumah."


Cheryl mengangguk. "Iya Ma.. Mama jangan lama lama ya." Kata Cheryl dan Amanda mencium puncak kepala Cheryl.


Kenzo hanya memperhatikannya meski Kenzo juga ingin di cium oleh Amanda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini 1 Bab dulu ya,

__ADS_1


Besok aku siapin Crazy Up 3 Bab, jadi tolong siapin juga Vote setiap senin nya untukku ya 😁😁


__ADS_2