Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 59


__ADS_3

Tidak terasa, sebulan terlewati. Rumah tangga Kevin dan Ayesha berjalan dengan baik. Bahkan kini Ayesha yang tidak mau pindah dari rumah mertuanya karena Audrey slalu mengajarinya banyak hal. Dari membuat makanan favorit, menata taman, dan juga banyak hal lainnya yang membuat Ayesha merasa nyaman dan aman.


Ayesha mendatangi kantor Kevin untuk mengajak sang suami makan siang bersama. Kini kantor utama King Corp sudah resmi pindah ke pusat kota dan kantor sebelumnya menjadi kantor cabang.


Ayesha segera menuju ruangan Kevin dan Kevin nenyambutnya.


"Sayang...." Panggil Kevin lalu memeluk Ayesha.


"Kangen...." Kata Ayesha dengan manja.


Mendengar hal itu, Kevin merasa aneh. Ayesha memperlihatkan sisi manjanya pada Kevin dan tentu saja Kevin merasa senang.


"Kenapa tidak menyuruhku pulang?" Tanya Kevin.


Ayesha menggelengkan kepalanya. "Aku mau lihat suamiku bekerja."


Kevin mengajak Ayesha untuk duduk di sofa. "Mau makan siang dimana?"


"Aku ingin makan steak, kayaknya enak deh."


"Tumben, biasanya pilih restoran jepang atau chines food."


"Iya nih, tau tau pengen Steak dengan saus creamy yang di mix sama mushroom."


"Ya udah, ayo." Ajak Kevin.


Mereka pergi menuju restoran steak, Kevin dengan setia memegang tangan Ayesha dan menggenggamnya erat.


Benar saja, Ayesha terlihat lahap sekali memakan steak hingga habis tak bersisa. "Memang di rumah tidak makan?"


"Makan, tapi karena ingin steak jadi aku mau makan lagi."


"Nanti kamu gendutan lho." Ledek Kevin.


"Emang kalau aku gendutan, kamu udah ga cinta lagi sama aku?"


Kevin tertawa, "Cinta, Ay. Sampai kapanpun aku tetap cinta sama kamu, mau kamu seperti apa juga tetap cinta."


"Bohong." Ayesha mencebik.


"Ish koq marah sih, kamu koq sensitif banget kayaknya."


"Terus kenapa? Gak suka?"


Kevin makin tergelak, "Pulang yuk, ke kamar."


"Ish, mesum."


"Abisnya greget lihat kamu ngambek begitu." Kevin semakin senang saja menggoda Ayesha.


Hubungan mereka semakin romantis dan jauh dari masalah, itu semua karena kelembutan Ayesha dan juga sikap Kevin yang begitu mencintai Ayesha.


Sementara itu, hubungan Kenzo dan Amanda masih berjalan di tempat. Amanda masih tetap untuk membatasi diri dan mereka berhubungan hanya sebatas Cheryl. Amanda juga masih belum bisa menebak kenapa Kenzo bisa sebaik itu.

__ADS_1


Tetapi sikap dingin Amanda tidak berpengaruh apapun untuk Kenzo. Kenzo tetap memberi perhatian pada Amanda meski Amanda memasang dinding tinggi di hatinya.


Siang ini Amanda di kejutkan dengan Kenzo dan Cheryl yang datang menjemputnya di taman rumah sakit. Cheryl berhambur memeluknya dan Amanda menangkapnya.


"Tumben jemput Mama."


"Papa yang ajak." Jawab Cheryl sambil menunjuk Kenzo yang dengan santai berjalan ke arahnya.


Kenzo mengambil kembali Cheryl dari gendongan Amanda. "Sudah selesai?" Tanyanya dengan lembut.


Amanda mengangguk.


"Ayo kita pergi." Ajak Kenzo.


"Kemana?"


"Cheryl bilang crayonnya habis, kita mau beli ke mall." Jawab Kevin dan Amanda mengikutinya.


Mereka jalan jalan bertiga, percis seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia. Kenzo membantu memilihkan crayon dan perlengkapan menggambar untuk Cheryl dan membayarnya.


"Papa, aku lapal." Kata Cheryl sambil mencium pipi Kenzo.


"Mau makan apa?"


"Spaghetti."


"Oke, kita ke restoran steak ya."


Kenzo memesankan dua porsi steak untuk dirinya dan juga untuk Amanda. Juga spaghetti dan beberapa cemilan yang Cheryl sukai.


Kenzo berdiri. "Ay.."


Panggilan Ay membuat Amanda merasa jika wanita yang ada di hadapannya ini adalah kekasih Kenzo.


Ayesha melihat ke arah Cheryl yang sedang asik memainkan sendok dan garpu lalu melihat ke arah Amanda. Ayesha tau jika Kenzo tengah bersama anak dan wanita yang tidak sengaja pernah ia tiduri.


"Ay, kamu disini?" Tanya Kenzo.


Ayesha mengangguk. "Aku bersama Kev, kami duduk di sana." Ayesha menunjuk meja di ujung dan melambaikan tangannya pada Kevin yang kebetulan melihat ke arahnya.


Kevin yang mengertipun berdiri dan menghampiri Ayesha lalu menarik pinggangnya.


"Ken..." Panggil Kevin.


Amanda hanya diam sampai Kenzo memanggil namanya.


"Amanda, kenalkan ini Kevin Saudara kembarku dan ini Ayesha, sahabatku yang juga istri Kevin." Ucap Kenzo dan Amanda berdiri lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Ayo gabung." Ajak Kenzo yang kini berpindah duduk di sebelah Amanda.


Kevin dan Ayesha duduk bersama di hadapan Kenzo dan Amanda. Ada rasa tidak percaya diri Amanda. Sementara itu Ayesha menatap mata bulat dan menggemaskan milik Cheryl, dalah hatinya, Ayesha pun ingin memiliki seorang anak kecil seperti Cheryl.


"Hai cantik, siapa namamu?" Tanya Kevin pada Cheryl.

__ADS_1


"Cheil, Uncle." Jawab Cheryl yang membuat Kevin dan Ayesha tertawa pelan karena kelucuan Cheryl.


"No, bukan Uncle, tapi panggil aku Daddy Kev dan ini Mommy Ay." Kata Kevin.


Cheryl mengangguk, "Aku jadi anak uncle dan aunty juga?"


Kevin mengangguk, "Ya, anaknya Papa Ken berarti anaknya Daddy Kev juga."


Amanda merasa tidak nyaman dengan pembicaraan ini. Entah mengapa ia merasa Kenzo dan keluarganya akan mengambil Cheryl darinya.


Hal itu terlihat oleh Ayesha. Sebagai sesama wanita, Ayesha mengerti apa yang dirasakan oleh Amanda.


Kevin mengajak Kenzo untuk keluar dari restoran sebentar dan membawa Cheryl karena Kevin ingin membelikan mainan untuk Cheryl. Dan hal itu di jadikan kesempatan oleh Ayesha untuk mengajak bicara Amanda.


"Putrimu cantik sekali." Puji Ayesha. "Kau pasti bangga mendapatkan putri secantik Cheryl."


Amanda hanya tersenyum.


"Andai aku juga bisa memiliki seorang putri yang cantik seperti itu." Lirih Ayesha.


"Kau belum memiliki anak?" Tanya Amanda.


Ayesah menggelengkan kepalanya, "Sebelum menikah dengan Kev, aku sudah menikah dengan pria lain dan bercerai, umur pernikahanku wktu itu lima tahun, saat pernikahanku berumur lima tahun, saat itu juga aku positif hamil, namun tidak lama dari itu aku keguguran dan kehilangan bayiku."


Amanda menatap wajah Ayesha dan Ayesha mengangguk. "Aku seorang janda saat menikah dengan Kev."


"Maaf." Lirih Amanda.


Ayesha menatap wajah Amanda, Ayesha tau siapa Amanda karena Kevin tlah menceritakan semuanya.


"Amanda, apa hubunganmu dengan Kenzo?" Tanya Ayesha.


"Kami hanya berteman saja, dan Kevin ingin jadi partner yang solid untuk Cheryl." Jawab Amanda.


"Aku rasa, Kenzo menyukaimu. Apa kau menyukainya?" Tanya Ayesha dengan langsung.


"Tidak mungkin itu, Ay. Kenzo hanya merasa iba saja padaku." Kata Amanda.


"Hai, kau pasti sama sepertiku dulu. Yakni membatasi dirimu sendiri." Ujar Ayesha membuat Amanda terdiam.


"Kau tau, Amanda? Kenzo tidak pernah seserius ini pada wanita."


"Kau mengenal baik Kenzo?"


Ayesha mengangguk. "Kami dulu sahabatan semasa SMA."


"Kau janda tanpa anak, sementara aku wanita yang tidak tau siapa ayah dari anakku."


Mendengar hal itu, Ayesha merasa bersedih karena Amanda belum mengetahui siapa Kenzo, Kenzo yang sebenarnya adalah ayah biologis Cheryl. Namun Ayesha tidak punya hak untuk memberi tahu Amanda karena Ayesha yakin jika Kenzo akan memberi tahunya di waktu yang tepat.


"Amanda.. Apa jika suatu saat Ayah kandung Cheryl datang untuk bertanggung jawab, kamu mau menerimanya?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like, Koment, hadiah dan Vote sangat berarti untuk menaikan semangatku dalam menulis bab selanjutnya 🙏


__ADS_2