
"Katakan pada Mama, Kev. Dengan cara apa Mama bisa mempercayaimu?"
"Ada wanita yang sedang Kev kejar, Ma." Jawab Kevin. "Hanya saja Kevin sedang memantapkan hati, karena Kevin tidak ingin semua terburu buru."
"Kamu serius?"
Kavin mengangguk, "Tapi beri Kevin waktu, Ma. Kevin harus meyakinkan diri Kevin dulu dan juga dia."
Audrey menangkup wajah Kevin. "Mama akan mencoba mempercayaimu. Tolong jangan kecewakan Mama."
Kevin memegang tangan Audrey yang berada di pipinya, "Percaya pada Kev, Ma. Kevin janji tidak akan mengecewakan Mama." Ucap Kevin yakin meski hatinya ragu karena belum mengatakan status Ayesha pada Audrey. Kevin akan mengatakannya nanti saat berhasil meyakinkan Ayesha dan Ayesha menerima cinta Kevin.
Kevin hanya berharap, semoga sang Ibu tidak memandang rendah status janda, apa lagi Ayesha menjadi janda karena cerai, bukan ditinggal mati, Kevin tidak ingin Ayesha di nilia jelek oleh keluarganya terutama orang tuanya, Kevin ingin Audrey menerima Ayesha dengan tangan terbuka.
Ayesha tengah melamun di dalam kamarnya, entah mengapa ia merasa tidak percaya diri. Keceriaan dan sikap lemah lembutnya menguap begitu saja semenjak pengkhianatan mantan suaminya dulu.
"Kevin tidak boleh menyukaiku, aku janda, dia single, keluarganya pasti akan menentangku. Aku tidak ingin di pandang sebelah mata lagi oleh mertuaku nantinya." Gumam Ayesha.
"Aku akan meminta bantuan Kenzo untuk menjauhkan Kevin dariku." Imbuhnya lagi.
Keesokan harinya, Ayesha kembali ke kantor dan terkejut melihat buket bunga mawar putih di atas meja kerjanya. Ayesha segera menghampirinya dan mengambilnya, ia melihat kartu ucapan dan membacanya.
"Hi my Queen, have a nice day."
"Kevin King."
Ayesha membekap mulutnya sendiri, Kevin bisa bersikap seromantis ini padanya, padahal dulu sewaktu berpacaran dengan Ayesha, Kevin sangat dingin dan menyebalkan. Tapi kini semua seolah terbalik, di mata Ayesha kini Kevin terlihat romantis.
Ayesha menggeleng gelengkan kepalanya, ia tetap ingin membatasi dirinya, Ayesha membawa buket itu keluar dari ruangannya dan menyuruh asistennya untuk meletakannya di vas loby saja.
Ayesha sudah memantapkan diri untuk tidak terbelenggu lagi oleh urusan rumah tangga, Ayesha hanya akan mengabdikan diri di perusahaan milik sang Ayah bersama Andrew, Kakaknya.
Kevin mengetahui hal itu dari mata mata yang ia bayar, siapa lagi jika bukan Dita, asisten Ayesha yang mengirimi video Ayesha membawa buket bunga keluar dan diberikan pada officeboy.
__ADS_1
Kevin tersenyum melihat tingkah Ayesha, jika dulu Ayesha yang mencuri perhatian Kevin, maka kini Kevin yang ingin menarik perhatian Ayesha.
"Ay, aku akan buktikan jika aku adalah pria terbaik untukmu." Gumam Kevin.
Ceklekk..
"Saayaaang...." Lady masuk begitu saja ke dalam ruangan Kevin dan memeluk leher Kevin.
Kevin melepaskannya begitu saja. "Ngapain kamu kesini?" dan segera berdiri dari duduknya.
Lady kini duduk di atas meja Kevin dan memperlihatkan paha mulusnya itu, Kevin yang memang pria normalpun sempat tergoda namun segera menepisnya ketika mengingat Ayesha.
"Kev, kenapa sih galak begitu? Kita kan sebentar lagi tunangan." Ucap Lady dengan manja.
"Enak saja, pertunangan kita tidak akan terjadi, aku sudah bilang pada Mama untuk membatalkannya dan Mama sudah menyetujuinya."
"Apa?" Lady berdiri dari duduknya menghadap ke arah Kevin. "Katakan sekali lagi, Kev?"
"Kita tidak jadi bertunangan, lagi pula kita tidak berpacaran, kita hanya sedang penjajakan saja. Jika tidak cocok, kita tidak bisa memaksakan." Kata Kevin panjang lebar.
"Mencintaiku atau mencintai kekuasaan keluargaku?" Kata Kevin dengan senyum menyeringai.
Lady membuka blazernya dan memperlihkatkan dirinya yang hanya memakai tanktop yang menjiplak di tubuhnya, Lady mendekati Kevin dan melingkarkan kedua tangannya di leher Kevin.
"Aku mencintaimu." Ucapnya sensual. "Sudah berapa lama kamu tidak menyentuh wanita, aku bisa membuatmu puas." Tangan Lady mengusap dada bidang Kevin.
Namun Kevin bisa menguasai dirinya sendiri, ia menghempaskan tangan Lady dari tubuhnya membuat Lady jatuh tersungkur.
"Pergi." Desis Kevin, "Pergi atau aku akan meminta Kenzo untuk menghentikan bantuan untuk perusahaan keluargamu." Ancam Kevin membuat Lady tidak bisa berkutik.
Lady mengambil blazernya dan juga tas nya, kemudian ia pergi dari ruangan Kevin dengan perasaan kesal.
Kevin menghembuskan nafas leganya, setidaknya satu masalah teratasi meski nanti Lady akan mengadu pada Audrey. Kini Kevin hanya ingin fokus mengejar cinta Ayesha dan meminta restu pada orang tuanya lalu menikahi Ayesha segera.
__ADS_1
Kevin membuka ponselnya, ia memesankan Ayesha makan siang melalui aplikasi khusus untuk makanan, Kevin memesankan makanan kesukaan Auesha, yakni makanan jepang seperti sushi.
Di sebrang sana, Ayesha merasa heran menerima kiriman makanan yang diberikan oleh officeboy, kemudian Ayesha membuka paperbag dan melihat sebuah note.
"Jangan lupa makan siang, meyakinkan hati juga butuh tenaga."
"Kevin King."
Lagi lagi Ayesha membekap mulutnya sendiri, sudah dua kali di hari ini Kevin mengiriminya sesuatu, yakni bunga dan makan siang.
"Kenapa dia jadi semanis ini?" Batin Ayesha.
Ayesha juga menemukan kembali Note ke dua dan membacanya. "Jangan berikan pada orang lain, Sushi ini begitu enak, kamu akan menyesal jika memberikannya pada orang lain."
Ayesha mengernyitkan dahinya, dalam pikirannya mengapa Kevin bisa membaca pikirannya. Namun karna Ayesha yang juga sudah lapar, membuat Ayesha mau mekanannya terlebih aroma dari makan siang yang di kirim oleh Kevin tercium menggugah seleranya.
Ayesha duduk di sofa dan mulai membuka kotak mika, ia melihat makanan jepang favoritnya, Ayesha tersenyum dan langsung memakan sushi dengan sumpit di tangannya.
"Ini enak sekali." Gumam Ayesha sambil mengunyah. "Apa Kevin benar benar jatuh cinta padaku?" Tanya Ayesha dalam batinnya, "Tidak, itu tidak boleh, Orang tuanya pasti malu mempunyai menantu berstatus janda sepertiku meski aku adalah teman baik Keysha dan Kenzo dulu."
Ayesha pun tidak mau terlena oleh perhatian Kevin, terlebih setau Ayesha, Kevin sudah memiliki kekasih meski Kevin slalu menyangkalnya.
"Pria hanya tau bermain main saja." Gumam Ayesha dengan datar.
Meski ada perasaan aneh di hati Ayesha, namun Ayesha selalu mencoba menepisnya. Ayesha selalu meyakinkan diri jika dirinya hanya akan bahagia seorang diri, Ayesha yakin hidup tanpa pria bisa lebih bahagia.
Dita masuk ke dalam ruangan Ayesha untuk mengambil berkas yang sudah di tanda tangani oleh Ayesha. Secara diam diam juga, Dita memfoto Ayesha yang tengah memakan makanan yang dikirim oleh Kevin dan mengiriminya pada Kevin.
"Suka makanannya tapi menghindar dari orangnya." Cibir Kevin dengan senyum penuh kemenangan.
"Ah, andai saja kantorku dekat dengan kantor Ayesha, pasti sudah ku datangi." Kata Kevin bermonolog. "Sepertinya aku harus mempercepat perpindahan kantorku ke pusat kota." Imbuhnya lagi sambil memikirkan ide ide selanjutnya untuk mendekati Ayesha kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Kalo Vote nya naik, Komentarnya rame, aku Up lagi hari ini ya. Dan kalau Vote dan komentarnya naik banyak, aku janji crazy Up deh 🤗