Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 83


__ADS_3

Amanda bangun karena dirinya merasa lapar, ia melepaskan tangan Kenzo dari atas pinggangnya dan membuat Kenzo juga ikut terbangun.


"Sayang, mau kemana?" Tanya Kenzo dengan suara beratnya.


"Ken, aku lapar. Aku tadi tidak makan siang." Kata Amanda membuat Kenzo sedikit terkejut.


"Kamu gak makan siang? Ini sudah mau malam."


"Tadi aku sedikit pusing." Jawab Amanda.


"Ya sudah, mandi dulu dan aku akan pesankan makanan."


"Tidak mau, aku ingin mencari jagung bakar, sepertinya enak dengan cuaca dingin disini, apa lagi sekita sini banyak kebun teh. Enak makan jagung bakar di pinggir jalan."


"Itu tidak higienis, Sayang."


"Tapi aku ingin, Ken." Kata Amanda dengan keras kepala.


Kenzo hanya menghembuskan nafas kasarnya, ia akan mencoba mengikuti kemauan Amanda. Mungkin Amanda tengah merasakan mengidam dan Kenzo tidak ingin kehilangan moment seperti ini.


"Baiklah, kita akan mencari jagung bakar yang kamu inginkan." Kata Kenzo membuat Amanda berbinar dan langsung mencium pipi Kenzo.


"Terimakasih Papa Cheryl." Ucap Amanda membuat hati Kenzo bergembira.


"Bisakah kita bercinta dulu, Sayang?" Tanya Kenzo.


Amanda menatap wajah Kenzo, "Bisakah jika nanti malam saja?"


"Baiklah, apapun asal kamu bahagia, Sayang." Ucap Kenzo tak memaksa. "Tapi janji ya, sudah satu minggu lebih kita tidak bercinta."


Amanda mengangguk, "Tapi aku mohon kamu harus pelan." Kata Amanda tanpa menceritakan alasannya.


Namun Kenzo paham akan hal itu dan memilih mengikuti semua kata Amanda karena Amanda lah yang tau kondisi tubuhnya sendiri.


Selepas bersih bersih, mereka keluar dari hotel untuk mencari jagung bakar. Dan tidak jauh dari hotel, mereka menemukannya dan langsung memakannya disana.


"Ini wangi sekali." Kata Amanda lalu menggigit jagung bakarnya sedikit demi sedikit. Amanda juga memesan mie kemasan yang di seduh dan memakannya.


"Ah kenyang sekali." Ucap Amanda.


Kenzo tersenyum melihat Amanda, membahagiakan Amanda dengan hal kecil seperti ini sudah membuat Amanda bahagia.


"Udara disini sejuk sekali." Kata Kenzo yang baru pertama kali duduk di warung kopi pinggir jalan.


"Biasanya setiap seminar, aku slalu mengajak Cheryl kesini, dan Cheryl sangat menyukai udara dingin seperti ini." Kata Amanda.


"Kalau begitu aku akan memberikan Cheryl sebuah villa di daerah sini saja. Bagaimana menurutmu?" Tanya Kenzo.


"Sepertinya ide bagus, bulan depan Cheryl akan berulang tahun ke lima, kau bisa memberikan Villa itu sebagai kado untuknya." Balas Amanda.


"Baiklah, aku akan menyuruh Roy untuk mencari Villa yang bagus untuk putriku tercinta."

__ADS_1


Mereka kembali berjalan menuju hotel, Kenzo membawa Amanda ke kamar yang sudah ia pesan, berupa presidential suite room.


"Barang barangku, Ken?".


"Sudah dipindahkan oleh room boy." Jawab Kenzo lalu membuka pintu kamar mewahnya itu.


"Kamar ini pasti mahal, bahkan lebih mahal dari uang sakuku disini." Ucap Amanda membuat Kenzo terkekeh.


"Uang sakumu dariku juga lebih besar dari gajimu di rumah sakit." Kata Kenzo dan membuat Amanda mencebik.


Amanda masuk ke dalam kamar mandi dan Kenzo pun mengikutinya, "Ken, mau apa?"


"Mau kamu."


"Ish..."


Kenzo tertawa, "Aku ingin berendam bersamamu." Kata Kenzo. "Hanya berendam saja." Ucapnya dan segera melucuti pakaian Amanda.


"Ini sudah malam, aku bisa masuk angin." Ucap Amanda saat menahan pakaiannya yang hendak di buka oleh Kenzo.


Kenzo pun berpikir, apa yang di katakan Amanda ada benarnya, apa lagi kondisi Amanda sedang hamil. "Ya sudah cuci muka dan kaki saja ya."


Amanda pun mengangguk. Selesai ritual bersih bersihnya Amanda menyusul Kenzo ke atas tempat tidur, Kenzo membuka satu tangannya dan Amanda masuk ke dalam dekapan Kenzo.


"Sedang apa?" Tanya Amanda sambil melihat ke arah ponsel Kenzo yang menyala.


"Kevin mengirimiku foto dengan caption sudah jadi Daddy dari anak cantik ini." Kata Kenzo.


Amanda tersenyum. "Kev dan Ay baik ya."


Amanda menatap wajah Kenzo dan melihat ketulusan di mata Kenzo. Kenzo perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Amanda kemudian mencium bibirnya.


Amanda membalas ciuman Kenzo dan kini posisinya berada diatas pangkuan Kenzo dengan posisi duduk dan kedua tangan yang melingkar di leher Kenzo.


Kenzo terus memberikan sentuhan di titik titik sensitif Amanda sambil melucuti pakaiannya saru persatu. Amanda pun tergerak untuk melepaskan tshirt yang dipakai oleh Kenzo.


Kenzo menidurkan Amanda dengan perlahan dan mereka memulai malam panasnya, Kenzo melakukannya dengan penuh hati hati membuat Amanda sedikit heran dan sedikit berpikir jika Kenzo tau sesuatu.


Tidak sampai satu jam, Kenzo pun menyudahi permainannya saat di rasa Amanda sudah merasakan pelepasannya.


Kenzo mengucapkan kata cinta namun dirinya masih belum beranjak dari tubuh polos Amanda, tangan Kenzo menopang tubuh nya sendiri agar tidak menindih perut Amanda.


Mata mereka saling bersitatap dan Amanda mencium ujung hidung Kenzo. "Apa kau tau sesuatu?" Tanya Amanda dengan lirih.


"Aku ingin kau yang mengatakannya." Balas Kenzo.


Lama Amanda terdiam, hingga Amanda mengatakan sesuatu yang Kenzo tunggu tunggu. "Aku mencintaimu, Ken." Kata Amanda dan Kenzo tersenyum.


"Terimakasih sudah membalas cintaku." Kenzo mengecup sekilas bibir Amanda dan ucapannya terjeda. "Terimakasih juga sudah mau mengandung benihku untuk ke dua kalinya." Imbuhnya lagi.


Amanda mengusap rahang tegas Kenzo, "Sejak kapan kamu mengetahuinya?"

__ADS_1


"Itu tidak penting. Yang terpenting bagiku sekarang, kamu dan anak anak kita sehat."


"Anak anak?" Tanya Amanda meyakinkan.


"Entah mengapa aku yakin jika kamu mengandung bayi kembar." Ucap Kenzo kemudian pindah posisi ke sebalah Amanda dan membawa Amanda ke dalam dekapannya.


"Bagaimana jika tidak?"


"Tidak apa apa, berapapun anak kita nanti, berapapun jumlah anak yang kamu lahirkan nanti, aku tetap bangga padamu."


Amanda mengangguk.


"Sudah pernah memeriksakannya?" Tanya Kenzo.


"Belum. Aku berencana memeriksakannya setelah memberitahumu dan kita memeriksakannya bersama. Itu impianku saat mengandung Cheryl dulu."


Kenzo mencium puncak kepala Amanda. "Maaf, maafkan aku. Aku janji akan menebus semuanya di kehamilanmu saat ini.


"Ken..."


"Hem...."


"Jangan tinggalkan aku dan Cheryl juga anak ini ya. Jangan buat mimpiku hancur." Untuk pertama kalinya Amanda mengeluarkan isi hatinya.


"Tidak akan pernah, aku berjanji jika hidupku sudah berhenti di kamu. Jangan berpikir macam macam, apa yang ku lakukan adalah semua demi keluarga kecil kita."


Amanda meneteskan air matanya. Kehamilannya kali ini membuat perasaannya begitu sensitif dan Kenzo dapat memahami hal itu.


"Katakan semua keinginanmu dan aku akan menurutinya." Ucap Kenzo.


"Apapun?" Tanya Amanda.


"Ya, Apapun itu, asal jangan memintaku untuk melepaskanmu."


"Tidak mungkin." Balas Amanda sambil tertawa.


Kenzo menyingkap selimut dan menggendong Amanda ke kamar mandi, "Ayo aku bantu bersihkan sisa percintaan kita, ibu hamil tidak boleh tidur terlalu malam." Ucapnya penuh perhatian.


"Sepertinya aku akan semakin mencintaimu, Ken."


"Tentu saja, itulah harapanku."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf ya, sebenarnya Bab ini tuh udah aku Up kemarin jam 6 sore, tapi gak tau kenapa di Review sama NT nya lama banget, padahal adegan Ken-Amanda menurutku gak hot banget kan ya 😄😄


Sampai tadi pagi ternyata bab ini belum terbit juga. Tapi demi apapun kemarin aku sudah usahakan Crazy Up.


Tadinya malah aku gak mau Up, tapi aku menghargai readers yang udah mau ninggalin jejak di kolom komentar, eh gak taunya malah reviewnya lama banget.


Aku juga menghargai beberapa readers yang udah kasih aku vote walau jauh dari ekspektasi, karena jujur lho ya, nulis itu butuh mood, dan lihat jumlah Vote yang naik juga komentar yang ramai, bikin aku semangat meskipun jari jemari sampai siku pegel luar biasa.

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian yang sudah setia mendukung karyaku. Akan aku usahakan hari ini 3 Bab untuk mengganti Bab yang kemarin.


Mohon dukungannya 🙏


__ADS_2