
Rama pun menceritakan sedikit masalah pribadinya, dimulai ada affair dengan teman kerjanya hingga berujung perceraian lalu ternyata selingkuhananya mengandung anak dari pria lain yang merupakan saingan di tempat kerjanya dan berakibat perkelahian itu.
Rama juga terlihat menyesal saat menceritakan kejadian di masa lalunya itu. Hingga tidak terasa mereka tiba di sebuah mini market karena Keysha slalu memakai mini market sebagai titik rumahnya karena menghindari seseorang berbuat jahat padanya jika tau ternyata Keysha anak dari seorang konglomerat dan tinggal di rumah super mewah.
"Sudah saya bayar di aplikasi ya Mas." Kata Keysha sambil menyerahkan helm nya pada Rama.
"Rumah Mba dimana? Kenapa tidak sampai rumah?" Tanya Rama.
"Oh saya memang mau beli dulu coklat untuk keponakan saya. Makasih ya Mas. Semoga nanti di terima kerja di perusahaan tempat saya kerja." Jawab Keysha dan segera pergi masuk ke dalam mini market, sementara Rama kembali melajukan motornya kembali.
Rama bergegas pulang ke rumah, namun sebelum pulang, ia mampir ke sebuah warnet untuk mengirimkan cv nya via email ke perusahaan tempat Key bekerja di bidang fashion untuk melamar menjadi staff administrasi.
"Semoga berhasil." Gumam Rama saat email itu berhasil dikirim.
Rama kembali bergegas pulang kerumah karena sudah sore dan dirimya juga sangat lelah. Setibanya di rumah, Rama bergegas membersihkan diri lalu bersiap untuk makan karena sudah lapar, namun Rama menelan rasa kecewanya karena tidak menemukan makanan di meja makan.
"Kamu sudah pulang, Ram? Bawa makanan gak? Ibu dari tadi nungguin kamu karena sudah lapar." Kata Ratna tanpa bersalah.
"Bu, harusnya Rama yang tanya, kenapa tidak ada makanan, Rama ini habis bekerja, lapar Bu."
Ratna berkacak pinggang, "Kamu pikir kamu saja yang lapar, ibu juga lapar."
Rama mengusap wajahnya dengan kasar, "Tadi pagi Rama kasih uang ibu untuk belanja sayur tiga puluh ribu, Bu. Memang ibu tidak belanja?"
"Mana cukup uang segitu, Ram. tiga puluh ribu ibu belikan sarapan nasi uduk lima ribu, nasi padang dua puluh ribu, dan es teh lima ribu."
"Ya Tuhan, Ibu.. Rama rela tidak makan siang demi hemat asal dapur tetap ngebul dan kontrakan terbayar, tapi ibu malah boros."
"Kamu mau perhitungan sama ibu?" Tanya Ratna dengan sengit.
"Berhenti Bu, Rama muak sama sikap Ibu. Kalau ibu begini terus, Rama titipkan ibu saja di panti sosial milik pemerintah, Rama pusing sama Ibu." Sentak Rama lalu Rama bergegas keluar rumah namun Ratna mencegahnya.
"Mau kemana kamu, Ram?" Tanya Ratna.
"Mau cari istri biar ada yang ngurusin hidup Rama, setelah menikah, Rama akan tinggal berdua bersama istri Rama dan jangan harap Ibu bisa ngerecokin hidup Rama lagi." Tegas Rama kemudian benar benar pergi dari rumah kontrakannya itu.
__ADS_1
Rama pergi menuju ke tempat dimana ia biasa mangkal, beruntung ada dermawan yang sedang membagikan nasi bungkus dan Rama segera memakannya bersama teman temannya karena sudah merasa sangat lapar.
"Ayesha." Lirih Rama dalam hati. "Aku sedang menikmati karmaku, Yesha." Batin Rama meratapi nasibnya. "Kamu pasti jauh lebih bahagia dari pada aku."
**
Satu minggu berlalu, Amanda masih belum mengatakan kehamilannya pada Kenzo meski Kenzo sudah mengetahuinya. Hari ini Amanda di panggil oleh manajemen rumah sakit karena ia menerima tugas untuk menghadiri seminar tentang kesehatan gigi anak di luar kota. Amanda pun menerimanya karena ini adalah bagian dari pekerjaannya.
Seperti biasa, Amanda pulang di jemput oleh Kenzo. Semenjak Kenzo merasa tidak sehat, Kenzo selalu memakai supir dan tidak menyetir sendiri. Amanda masuk ke dalam mobil dan melihat Kenzo yang tidur bersandar di kursi belakang. Amanda melihat wajah Kenzo yang masih sedikit pucat.
Amanda meraih tangan Kenzo dan di genggamnya, membuat Kenzo tersadar.
"Honey kau sudah disini?" Tanya Kenzo dengan suara berat.
"Kamu masih lemas?"
Kenzo mengangguk. "Aku masih mual dan tadi sebelum masuk mobil aku sempat muntah lagi." Kata Kenzo dan Amanda merasa tak tega.
"Istirahatlah." Kata Amanda lalu Kenzo kembali menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya.
Kenzo segera membersihkan tubuhnya dan kembali beristirahat di atas ranjang sambil menunggu Amanda, sementara itu Amanda membereskan pakaiannya ke dalam koper kecil untuk besok ia berangkat tugas selama tiga hari.
Kenzo yang tidak melihat Amanda tak kunjung keluar dari walk in closet pun menyusul Amanda dan melihat amanda tengah membereskan baju ke dalam kopernya.
"Honey mau kemana?" Tanya Kenzo.
Amanda menoleh kemudian fokus kembali melipat pakaiannya. "Ah maaf aku belum bilang padamu, Ken. Besok aku harus menghadiri seminar kesehatan di luar kota selama tiga hari."
"What?"
Amanda menutup kopernya dan meresletingnya kemudian mendekat ke arah Ken. "Maaf Ken, ini tugas." Ucap Amanda.
"Bagaimana jika aku tidak mengijinkannya?" Kata Kenzo karena Kenzo tidak ingin Amanda sampai kenapanapa di kehamilan mudanya, hanya saja Kenzo diam karena Amanda sendiri belum mengatakannya.
"Ken, mengertilah, ini tugas. Aku titip Cheryl ya. Hanya tiga hari saja."
__ADS_1
Kenzo menggelengkan kepalanya. "Batalkan, bila perlu keluar dari rumah sakit itu, aku sedang mengurusan perijinan klinikmu, Amanda."
"Ken, ijinkan aku pergi. Biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu."
"Tapi tidak dengan keluar kota, Amanda. Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu dan juga...." Kenzo tak meneruskan perkataannya.
"Dan juga siapa?" Tanya Amanda.
"Dan juga aku." Ralat Kenzo. "Aku tidak bisa tidur tanpa memelukmu, apa lagi aku sedang sakit."
Amanda tersenyum, Kenzo jika sedang sakit, manjanya melebihin kemanjaan Cheryl pada Amanda.
Amanda mengusap pipi Kenzo lalu mengecup bibirnya sekilas. "Kamu seperti Cheryl."
"Jangan pergi, Amanda."
"Ini tugas, Ken." Amanda tetap keras kepala.
Amanda kembali mengecup bibir Kenzo, "Mau bercinta denganku?" Tanyanya merayu agar Kenzo memberinya ijin untuk pergi.
Ditawari seperti itu tentu saja Kenzo tak ingin menolak, namun sebisa mungkin Kenzo menahannya karena tidak ingin mencederai Amanda juga calon adik Cheryl.
"Aku sedang tidak mood." Jawab Kenzo dan membuat Amanda menjadi curiga.
"Ada apa denganmu? Apa kau sudah menemukan wanita lain untuk menyalurkan hasratmu?" Tanya Amanda penuh curiga. Kehamilannya membuat perasaan Amanda menjadi lebih sensitif.
Kenzo membolakan matanya, bukan maksud Kenzo ingin menolaknya, Kenzo sendiripun menahan mati matian hasratnya selama lebih dari satu minggu ini.
Amanda membanting pintu dengan keras dan segera ke kamar Ayesha untuk menemui Cheryl sementara Kenzo masih diam melihat Amanda marah untuk pertama kalinya.
Kenzo menggaruk keningnya yang tidak gatal itu. "Wanita hamil memang rumit, sabar Ken. Ini hanya sementara." Gumam Kenzo.
"Aku juga ingin, tapi bukankan wanita hamil muda tidak boleh di sentuh?" Gumam Kenzo lalu meninju udara karena kesal dan takut saat melihat Amanda dengan wajah marahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Like, Koment, hadiah dan Vote sangat berarti untuk menaikan semangatku dalam menulis bab selanjutnya 🙏