Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 40


__ADS_3

hari libur akhir pekan pun tiba, dan selama hari kerja, Ayesha selalu mendapat kiriman bunga di setiap pagi dan kiriman makan siang di jam istirahat kerja. Siapa lagi pelakunya jika bukan Kevin. Ayesha pun sedikit luluh dengan tidak memberikan bunga bunga itu pada office boy lagi dan memilih menyimpan bunga itu di dalam vas di ruangannya.


Hari ini, Ayesha berencana untuk jalan jalan menikmati hasil kerjanya. Ia akan berbelanja di pusat perbelanjaan terbesar di pusat kota. Semenjak bercerai, Ayesha lebih senang menghibur diri dengan berbelanja dan memanjakan dirinya sendiri, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama lima tahun menikah dengan Rama dulu.


Ayesha melewati toko perlengkapan bayi dan anak, ia melihat sebuah ranjang bayi yang begitu menggemaskan. Tangan Ayesha mengusap perutnya sendiri, ia mengingat sang jabang bayi yang pernah singgah di rahimnya meski hanya hitungan minggu.


"Andai kamu bisa bertahan, pasti usiamu sekarang genap dua tahun dan hidup bersama Mama dengan baik." Gumam Ayesha.


Ayesha melanjutkan aktifitasnya, Ayesha tidak ingin terlalu lama mengingat masa lalu nya yang menyedihkan itu. Ayesha sudah hidup dengan bahagia dan melepaskan masa lalunya, kini tujuannya hanya ingin hidup bahagia, itu saja.


Ayesha menuju sebuah restoran bernuansa korea food. Ia ingin makan beberapa menu khas korea yang tersaji di restoran itu. Namun Ayesha terkejut saat tiba tiba saja seseorang duduk di sampingnya saat Ayesha sedang melihat buku menu restoran itu.


"Kev, sedang apa kau disini?" Tanya Ayesha dengan heran.


"Makan siang bersama kekasihku." Jawabnya dengan santai.


Ayesha mengedarkan pandangannya, namun ia tidak menemukan keberadaan orang yang sedang di carinya.


"Cari siapa?" Tanya Kevin yang melihat Ayesha kebingungan.


"Lady, kekasihmu."


Kevin tertawa, "Dia bukan kekasihku."


Ayesha mencebik, "Lalu kekasihmu yang mana lagi yang sedang bersamamu?"


Kevin menatap mata Ayesha dengan lembut, tatapan yang sedikit membuat Ayesha terbuai.


"Tentu saja wanita yang satu minggu ini slalu aku kirimi bunga dan makan siang." Ucapnya dengan lembut sambil menggenggam tangan Ayesha.


Ayesha terkesiap dan mencoba menarik tangannya namun Kevin menahannya.

__ADS_1


"Jangan bercanda, Kev. Itu tidak lucu." Kesal Ayesha.


"Aku tidak sedang bercanda, Ay. Aku serius. Aku ingin kamu menjadi kekasihku dan ayo kita menikah." Ucap Kevin sungguh sungguh.


Ayesha hanya membuang muka dan kembali membaca buku menu. Kevin tidak memaksanya karena ingin membuat Ayesha nyaman terlebih dahulu, Kevin yakin pelan pelan Ayesha akan menerimanya dan membuka hatinya untuk Kevin.


"Disini makanan favoritnya apa, Ay?" Tanya Kevin mengalihkan pembicaraan.


"Semua makanan disini enak." Jawab Ayesha seperlunya.


"Kalau begitu pesankan aku makanan yang sama dengan yang kamu pesan, aku tidak mengerti menu makanan disini."


Ayesha tempak berpikir. "Kita makan yang berbeda saja, biar kita bisa saling sharing, aku juga ingin makanan yang lain, tapi aku takut kekenyangan." Kata Ayesha dengan wajah berbinar. Ayesha seakan lupa dengan pernyataan Kevin yang menyatakan jika dirinya adalah kekasihnya.


"Boleh." Balas Kevin yang sudah melihat sikap Ayesha padanya mencair.


Ayesha memesan makanan yang ia ingin makan, hingga meja mereka cukup penuh dengan berbagai makanan.


"Ini enak." Kata Kevin sambil mengambil makanan dan mencobanya.


Tanpa sadar Ayesha seolah membuka diri untuk Kevin, mereka saling sharing makanan yang berada di hadapannya, juga berbicara dan tukar pikiran soal pekerjaan. Kevin yang sudah terbiasa dengan urusan bisnisnya memberi masukan masukan yang positif pada Ayesha agar Ayesha lebih baik lagi dalam memimpin perusahaan nya meski ada Andrew sebagai pimpinan tertinggi.


Entah mengapa di dekat Kevin, Ayesha seperti kembali menemukan dirinya sendiri yang sudah lama redup, Ayesha seperti tengah mencari sandaran tempatnya mengeluarkan rasa lelahnya selama ini.


Ayesha juga merasa sedikit bebannya terangkat setelah sharing masalah pekerjaan pada Kevin. Bahkan Ayesha mengungkapkan sedang menabung dari penghasilannya sendiri, Ayesha ingin membuka usahanya dan menggali potensinya sendiri, yakni memiliki sebuah toko khusus untuk perlengkapan bayi dan anak. Toko yang mungkin penghasilannya tidak sebesar dibanding Ayesha memegang perusahaan ayahnya sendiri, namun toko itu mampu mengobati kesedihan Ayesha akan masa lalu kehilangan calon bayinya dulu.


Mendengar hal itu Kevin baru menyadari, luka Ayesha belum sepenuhnya sembuh, Ayesha masih terluka karena kehilangan calon bayinya dulu. Bayi yang sudah ia tunggu tunggu selama lima tahun dan gugur begitu saja karena ulah Rama dan keluarganya.


Kevin tersenyum hangat pada Ayesha, dan senyuman Kevin bagai menghipnotis Ayesha begitu saja. Bahkan Ayesha tidak menyadari jika sedari tadi tangannya selalu di genggam oleh Kevin.


Kevin membayar semua makanan yang tadi di pesan oleh Ayesha meski Ayesha melarangnya. Namun sebagai seorang pria, tentu saja Kevin bersikeras yang membayarnya. Kevin juga membawakan semua belanjaan Ayesha, Kevin sudah terlihat seperti seorang kekasih yang sempurna untuk Ayesha.

__ADS_1


Kevin mengantar Ayesha hingga ke rumah orang tuanya. Ayesha pun mempersilahkan Kevin untuk masuk, tentu saja hal itu di setujui langsung oleh Kevin.


"Ay, ini malam minggu. Kita keluar yuk." Ajak Kevin.


"Kamu tidak pulang ke apartement? Apartementmu jauh lho."


"Di sini juga kan ada rumah orang tuaku, Ay. Besok masih minggu, aku bisa pulang besok atau senin pagi." Jawab Kevin.


Ayesha diam seolah berpikir. "Memang kamu tidak ngapelin kekasihmu?" Tanya Ayesha lagi.


"Ay, kan sudah aku bilang padamu, jika kamu ini kekasihku sekarang, bahkan kekasih terakhirku, aku akan menikahimu jika kamu setuju."


"Lalu bagaimana dengan Lady?" Tanya Ayesha.


"Ay, dengar ya." Kata Kevin dengan tatapan serius. "Pertama, sedari awal aku tidak ada hubungan dengan Lady, hubunganku karena penjajakan saja dan belum sampai ke tahap pacaran, dan jika merencanakan pertunangan pun itu karena orang tua Lady yang memintanya, bukan kerena keinginanku. Tapi minggu lalu aku sudah mengatakan pada orang tuaku ingin membatalkan pertunangan itu karena aku tidak bisa menerimanya, aku juga mengatakan jika aku sedang mengejar seorang wanita dan Mamaku mengerti hal itu dan menerimanya." Jelas Kevin. "Kedua Aku pria single dan serius ingin menikahimu." Imbuhnya lagi.


Ayesha terdiam, dalam hatinya ia begitu senang mendengar hal itu, namun Ayesha masih tetap membatasi hatinya karena takut akan jatuh kembali. Terlebih, orang tua Kevin tidak tau wanita apa yang sedang di kejar oleh putranya itu.


"Menikahlah denganku, Ay." Kata Kevin dengan sungguh sungguh.


"Aku seorang janda, tidak pantas untukmu." Jawab Ayesha dengan rasa tidak percaya diri.


"Aku tidak perduli, aku tetap mencintaimu dan tetap ingin menikahimu. Aku pun pria tidak sempurna, Ay."


"Tapi orang tuamu tidak tau soal aku, aku takut di tolak dan di rendahkan oleh orangtuamu. Aku tidak ingin memiliki mertua yang toxic kembali, Kev."


"Ayo kita yakinkan orang tuaku sama sama. Aku yakin mereka akan menerimamu." Bujuk Kevin.


Ayesha menggelengkan kepalanya, "Jangan menentang orang tuamu, Kev. Aku tidak ingin di tuduh mencuci otakmu lalu menentang orang tuamu."


"Orang tuaku tidak sejahat itu, Ay. Ayo ikut denganku sekarang. Aku akan mengenalkanmu pada mereka."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Please, mumpung senin aku minta vote dari teman teman readers dong 🥲


__ADS_2