
Kenzo menepuk keningnya sendiri saat melihat Cheryl tertidur di sofa dengan televisi yang masih menyala. Amanda tersenyum melihat hal itu.
"Tau gitu gak buru2 tadi." Kata Kenzo sambil memindahkan Cheryl ke atas tempat tidur.
"Tapi udah plong kan?" Ledek Amanda sambil mengeringkan rambutnya dan berjalan ke dalam walk in closet untuk berpakaian.
Kenzo tersenyum smirk lalu menyusul Amanda dan memeluknya dari belakang. "Masih mau lagi." Kata Kenzo.
"Nanti Cheryl bangun."
"Ruangan ini kedap suara." Kata Kenzo sambil membuka bathrub yang Amanda pakai.
"Ken, kan sudah mandi."
"Mandi lagi nanti."
Kenzo mendudukan Amanda di pangkuannya dengan posisi menghadap dirinya, tubuh Amanda yang masih polos terpampang nyata di hadapan Kenzo.
"Kamu seksi sekali." Kata Kenzo sambil menelusuri leher jenjang Amanda.
Amanda pun mereemmass kepala Kenzo dan memeluknya dengan erat, membuat Kenzo yakin jika Amanda mempunyai sisi liar yang masih belum terlihat.
"Aku ingin kamu di atas." Kata Kenzo.
"Aku tidak tau caranya." Lirih Amanda.
"Ikuti nalurimu, bergerak di atasku, cari posisi yang enak menurutmu."
"Tapi aku malu."
Kenzo mengecup sekilas bibir Amanda. "Aku suamimu, bukan orang lain. Aku Papanya Cheryl, aku juga akan menjadi Papa dari adik adiknya Cheryl, kita akan menua bersama, jangan malu lagi."
"Kamu tidak akan meninggalkanku? Bagaimana jika ada wanita yang lebih cantik dariku?" Tanya Amanda.
"Aku mencintaimu, dan aku tidak ingin melukaimu, melukaimu sama seperti aku juga melukai Cheryl, aku ingin memberi keluarga yang utuh pada Cheryl. Keluarga harmonis yang slalu Cheryl inginkan. Dan aku akan menjadi cinta pertama untuk putriku sendiri." Balas Kenzo membuat Amanda merasa terharu.
"Aku juga tidak ingin menyakitimu, karena aku juga tidak mau di masa depan ada pria yang menyakiti putriku. Aku yakin segala perbuatan pasti ada karma nya dan aku tidak mau keturunanku menanggung semuanya, aku sedang memperbaiki diri menjadi suami dan Papa yang baik untukmu dan juga anak anak kita." Imbuh Kenzo lagi.
Amanda memeluk Kenzo dan yakin jika Kenzo memang tidak akan menyakitinya. Kenzo mengendurkan pelukannya dan membelai pipi Amanda.
"Puaskan aku." Bisik Kenzo dan Amanda mengangguk samar.
Mereka bermain cukup lama, posisi Amanda diatas membuat Kenzo menikmati permainan mereka, meski hanya di atas sofa, namun membuat mereka berkali kali mencoba banyak gaya. Kenzo mengajarkan banyak hal membuat Amanda akhirnya bisa menunjukan sisi liarnya.
"Ken, ini sudah satu jam." Kata Amanda.
__ADS_1
"Baiklah Sayang, aku akan percepat." Kata Kenzo lalu mempercepat gerakannya dan mengakhirinya dengan ucapan kata cinta.
Mereka kembali membersihkan diri dan segera berpakaian sebelum Cheryl bangun dari tidurnya.
Kenzo terus saja mengulas senyum dan Amanda menjadi salah tingkah. Ada getaran di hati Amanda, namun Amanda masih menyelami hatinya sendiri. Kenzo menonton televisi bersama Amanda dengan posisi tangan yang terus merangkul Amanda sambil menunggu Cheryl bangun. Kenzo sangat menyukai wangi rambut Amanda yang membuatnya begitu memabukan.
**
Setelah hampir satu minggu, kondisi Ayesha semakin membaik. Semua keluarga menyambut kepulangan Ayesha. Mereka tidak menyangka jika Ayesha mengandung bayi kembar empat sekaligus. Bagi keluarga Wiguna dan keluarga Wibisana ini ada keberuntungan mereka, terlebih mereka tidak akan memperebutkan cucu untuk meneruskan perusahaan mereka masing masing di masa depan nanti.
Amanda melihat ibu mertua yang begitu perhatian terhadap menantunya termasuk pada dirinya itu. Audrey tidak pernah pilih kasih dan selalu adil kepada menantu menantumya. Bahkan Audrey sering membelikan barang barang untuk menantu menantunya itu.
Hubungan Kenzo dan Amandapun semakin harmonis, meski Amanda belum pernah membalas kata cinta pada Kenzo, namun Kenzo yakin di hati Amanda sudah ada rasa cinta untuknya.
Waktu berlalu, Keysha mulai bekerja di salah satu perusahaan Fashion. Perusahaan yang mempunyai kantor pusat di kota Paris itu menerima Keysha untuk menjadi bagiannya karena Keysha pernah magang saat di Paris dulu.
Bughhh..
Awshhh... Keysha memegang lengannya yang sengaja di tabrak oleh seseorang.
"Vivian.." Guman Keysha.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Vivian dengan sengit.
Keysha bukanlah wanita lemah, besar diantara kedua saudara kembar laki lakinya membuat Keysha sedikit tomboy dan memiliki ilmu beladiri yang cukup.
"Pembawa sial, perushaan ini akan ikut terbawa sial jika kamu bekerja disini."
Keysha hanya berjalan santai melewati Vivian, "Perkataan buruk, akan kembali pada dirinya sendiri. Ingatlah itu Vivian." Bisik Keysha tanpa takut dan melewati Vivian.
Vivian mengepalkan tangannya, sedari jaman kuliah dulu, Vivian selalu saja kalah dari Keysha dalam bentuk apapun termasuk pria yang dicintainya.
Dua orang pria melihat kejadian itu, "Apa dia Keysha?" Tanya pria bernama Sakha pada asistennya yang bernama Toni.
"Iya, Tuan. Itu Nona Keysha Queen Wiguna, kekasih mendiang Kakak anda dulu."
Sakha menganggukan kepalanya, ia tak menyangka jika wanita mendiang Kakaknya itu merupakan wanita cantik, anggun, berkelas namun begitu pemberani.
"Apa mereka mempunyai masalah?" Tanya Sakha.
"Nona Vivian teman kuliah Nona Keysha, dan anda tau sendiri jika Nova Vivian slalu mengejar pria dari keluarga Abimana termasuk mendiang Tuan Zein dan sekarang memgejar anda."
"Di bagian mana Key bekerja?"
"Staf kreatif."
__ADS_1
Sakha melangkah pergi menuju ruangannya tanpa bicara lagi. Ia membuka laptopnya dimana file milik mendiang Zein yang sudah di pindahkannya ke laptop milik pribadi Sakha.
Sakha membuka folder berisikan foto Zein dan melihat Keysha bersama dengan Zein. "Seleramu selalu bagus, Kak. Aku akan menjaga dia untukmu, seperti apa kata terakhirmu dulu." Kata Sakha sambil mengusap layar laptopnya.
"Keysha Queen Wiguna." Gumam Sakha. "Kak Zein benar membawamu padaku."
Sementara itu Keysha merasa kesal karena lagi lagi bertemu dengan orang yang di bencinya. "Dia seperti arwah gentayangan, slalu ada dimana mana." Umpat Keysha lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
"Permisi Nona, Key." Sapa Toni yang Keysha tau sebagai orang kepercayaan bosnya itu.
"Iya Pak Toni."
"Ini untuk Nona."
"Pak, jangan panggil saya Nona. Saya sama dengan pekerja lainnya." Kata Keysha tak enak.
Toni tidak menjawab dan memberikan sebuah paperbag pada Keysha.
"Ini dari siapa, Pak?"
"Saya hanya ketitipan saja. Maaf saya harus kembali bekerja." Kata Toni lalu undur diri.
Keysha merasa heran dengan sikap Toni yang menurutnya sebagai atasannya. Namun Keysha hanya menyangka jika Toni tau identitas Keysha yang merupakan anak dari Kaisar Wiguna dan mempunya saham di perusahaan Fashion tempat Keysha bekerja.
"Pasti karna namaku ada nama Wiguna nya jadi smua orang tau identitasku." kata Keysha dengan sebal.
Keysha membuka paperbag nya dan dilihatnya ice cream dalam kotak yang di beri sebuah note.
"Have a nice day."
Keysha menutup mulutnya saat membaca note itu. Ia mengingat masa lalu saat Zein memulai pendekatan padanya. Percis dengan note yang ia terima juga ice cream yang Zein berikan.
"Kak Zein...' Lirih Keysha lalu terduduk dan menutup wajahnya. Keysha menangis mengingat kebaikan Zein di masa lalu. Andai Zein tidak meninggal karena kecelakaan, mungkin Keysha dan Zein sudah menikah dan hidup dengan bahagia.
"Kak Zein, aku merindukanmu." Lirih Keysha.
Diam diam Sakha memperhatikan hal itu. Sakha mulai menyusun rencana untuk mendekati Keysha sesuai permintaan terakhir Zein.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jempolku sudah keriting nih demi kreji untuk kalian 😅
Makasih untuk yang sudah kasih Vote dan hadiah hari ini, makasih juga yang mau bersuara di kolom komentar, i love u full 😘😘😘
Sambil jalan kisah Ay-Kev dan Amanda-Ken, kisahnya Key juga mulai diceritain ya.
__ADS_1